Di dunia ada dua kutub yang saling berhadapan, satu pihak yang tujuan utamanya untuk mencari keuntungan melalui usaha komersial, serta pihak lain yang lebih mengutamakan kebersamaan dan hubungan sosial antar umat manusia. Pihak pertama, biasanya menggunakan hak cipta-nya (copyright) untuk tujuan komersial, sedan pihak lain biasanya menggunakan istilah copyleft sebagai kontra dari copyright itu sendiri.
 |
| Logo lisensi cretive commons |
Sebuah
grassroot movement locallibre dan
community-based Japanese learning program jgram menggunakan beberapa lisensi turunan copyleft yang disebut lisensi Creative Commons. Apa itu lisensi Creative Commons? Artikel ini akan membahas hal tersebut; definisi lisensi Creative Commons (CC), tiga lapisan lisensi CC, jenis-jenis lisensi CC dan bagaimana cara memilih lisensi CC yang cocok untuk karya anda.
Apa itu Lisensi Creative Commons..?
Creative Commons merupakan organisasi non profit (NPO-Non Profit Organization) yang didirikan oleh
Lawrence Lessig untuk mengakomodasi lisensi beraliran copyleft sebagai bentuk perlawanan terhadap lisensi copyright.
Sebenarnya lisensi Creative Commons juga merupakan hak cipta (copyright) namun dengan penyeimbangan “all right reserved” dengan kelonggaran untuk menyalin, mendistribusikan, mengedit, membangun ulang dalam batasan hukum hak cipta (copyright) itu sendiri. Dengan kata lain, lisensi CC memberi fleksibilitas dan kelonggaran namun tetap dalam koridor hukum copyright dibanding dengan kekakuan awal copyright yang tidak memberi ruang kreativitas pihak lain untuk masuk dan memanfaatkan karya ber-hakcipta tersebut.