Monday, February 17, 2020

多様性の尊重

みなさん、こんにちは。 私はバグスと申します。北陸先端科学技術大学院大学の留学生です。
今日は「多様性の尊重」についてお話ししたいと思います。 まず、多様性って何ですか? 
多様性というのは、性別、年齢、人種、障害の有無、性的嗜好、宗教などの違いを言います。
英語ではDiversityです。世界中に、多様性を持った人々が住んでいます。

今から人間の多様性について3つのポイントをお話ししたいと思います。
1つめは、多様性というのは、自然で必然的なことです。そして避けられないことです。
まず、言葉の多様性について考えてみましょう!
日本人は皆、同じ言葉を話しているように思いますが、方言というものがありますよね。
例えば北海道と沖縄の言葉は違います.
金沢で生まれて長い間住んでいる人は、金沢弁を話すと思います。
そして東京の人は東京弁で話します。あとは、関西弁、九州弁、東北弁とか・・・
石川県内容でも加賀と能登では違います。
私が石川県に来て、気がついた方言は、言葉の最後を長くのばしたり、“じ”を使うことです。
例えば「それで」を「それでぇ~」とか「けれども」を「けどぉ~」。
「すごいね」を「すごいじ~」・・・こんな感じです。

2つめは、人間の多様性は避けることができないので、どうすればみんなと上手くやって
いけるのでしょうか? 大切なことは、多様性を尊重することだと思います。
あらゆるバックグラウンドを持つ人々と協力しながらやっていくべきです。
すべての人々に尊厳と敬意をもって接するべきです。男性、女性の区別なく平等に接するべきです。
そして、いろいろな意見や考えを尊重し、自分の中にある偏見や行いを見つめ直す必要があります。

3つめは、なぜ、多様性ってあるのでしょうか? なぜ、1種類の人間だけではないのでしょうか?
例えば、全部、日本人だったらどうでしょうか? それじゃ、問題がありますよね。
そしてもし、すべての人が男性だったら、どうやって次の世代に続けていけるのでしょうか?
だから、男性と女性、年配と若者、日本人と外国人がいるのです。多様性があるから、
お互いを知り、学ぶことができるのだと思います。
みんなが違うから国が発展するのではないでしょうか?
一人一人の長所を生かさないと発展できません。多様性に学ぶべきことがたくさんあります。

最後に、なぜ、神様は私たちに多様性を与えたのでしょうか?
神様は私たちがお互いを知ることができるように多様性をつくり、そこから私たちは学び、
助け合うためだと思います。私たちは外見で判断されるのではなく、行動と心で判断されるべきなのです。
私はお互いの多様性を尊重しあって、皆が生き生きと気持ちよく生きていけたら、と思います。
以上です。本日はありがとうございました。


---
*) この書き込みは石川県でスピーチコンテストを用です。

Tuesday, January 14, 2020

Manuscript preparation workflow


Here is my manuscript preparation workflow:

1. Spellcheck
I use gEdit for my (latex) writing, it has built-in spellcheck (install via `sudo apt install aspell-en`, if
it doesn't appear like below).
gEdit spell check

2. Grammar check
For free, I use textidote. For the paid version, I used Grammarly (also available for free with limited capability. Read this on how to use textidote (in Indonesian language, right click > translate to English if you use Google Chrome).
https://bagustris.blogspot.com/2019/06/mengecek-grammar-dan-spellchek-bahasa.html

3. Common error detector

Thursday, January 09, 2020

Winter vacation: Kumamoto dan Saga-ken

Ishikawa-ken, penghujung tahun 2019

Senin adalah awal pekan, awal memulai pekerjaan. Namun tidak dengan senin itu. Senin itu adalah awal liburan. Bergegas dia meninggalkan apatonya, mengejar bis untuk ke stasiun. Bus shuttle berangkat jam 8:55, dan lima menit sebelum bis itu berangkat, dia sudah berada di dalamnya. Dari Nomi, kota tempat kampusnya berada, menuju Komatsu, stasiun dimana dia memulai perjalanan, ditempuh selama 30 menit dengan shuttle kampus tersebut. Hari ini adalah hari terakhir shutle beroperasi sebelum liburan tahun baru. Shuttle akan beroperasi lagi tanggal tiga Januari, tepat dimana dia pulang dari liburan. Untuk sekedar liburanpun dia mengatur jadwalnya sedemikan rupa sehingga transportasi dapat diperolehnya senyaman mungkin.

Jadwal shuttle selama winter 2019/2020

Di Komatsu, dia sampai jam 9:30. Masih ada waktu 45 menit sebelum kereta pertama tujuan Fukui berangkat. Dia pun membeli tiket juhacchi kippu (18kippu), tiket free-pass khusus kereta api JR yang berlaku selama lima hari, se-jepang, asalkan masih kereta JR, maksimal tipe kereta api ekspress, bukan tipe atasnya (limited express, shinkansen). Setelah mengantongi tiket, dia pun berkeliling, memperhatikan lalu lalang orang-orang di stasiun Komatsu. Banyak orang menjemput saudaranya, atau temannya. Tahun baru serasa lebaran di Indonesia.


Dari Komatsu dia mengambil kereta tujuan Fukui. Dari Fukui berpindah ke Tsuruga. Masing-masing sekitar satu jam. Dari Tsuruga dia bisa lebih lama di kereta, sekitar 2.5 jam, ganti kereta di Himeji menuju Aioi, ganti kereta di sana menuju Okayama, tujuan terakhirnya hari itu. Nahas, dia ketinggalan melewatkan kereta di Aioi. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap di kereta sampai tujuan akhir, Banshu-Ako. Dari sana dia berpindah ke kereta menuju Okayama. Jadwal kedatangannya di Okayama mundur sejam dari yang diperkirakan. Seharusnya jam 17.02, kenyataanya dia sampai di Okayama jam 18.30

Rute dari Himeji ke Okayama via Banshu-Ako. Harusnya perjalanan bisa lebih singkat jika berhendi di Aioi, kemudian oper kereta tujuan Okayama.

Friday, December 27, 2019

Membuka (terjemah) Quran di Terminal

Hari ini saya iseng mencari-cari aplikasi yang bisa menampilkan Al-Quran di command line alias terminal. Apa manfaatnya? (1) Ketika disebutkan surat dan ayatnya, misal 7:37, kita segera tahu arti ayat tersebut (dalam bahasa inggris); (2) Ketika membaca Quran (yang tidak ada terjemahannya), kita juga bisa langsung tahu artinya. Ternyata ada aplikasi ini Github. Langsung cus saya coba. Berikut tutorial singkatnya.

Friday, December 13, 2019

Tes Signifkansi (Paired t-test) dengan LibreOffice Calc

Tes Signifikansi

Tes signifikansi digunakan untuk menilai apakah dua hal (benar-benar) berbeda. Menggunakan logika penalaran (logical reasoning), kita tidak bisa menilai dua hal secara subyektif. Misal, A dan B itu berbeda, karena tidak sama persis. Tidak demikian. Kita harus berbicara berdasarkan data. Nah bagaimana menunjukkan kalau A dan B itu berbeda dengan data? Tes signifikansi-lah salah satu caranya.

Perlu dicatat, sebelum saya lanjutkan tulisan ini, banyak kritik atas penggunaan tes signifikansi. Salah satunya adalah tulisan ini. Sebagai solusinya, penulis artikel tersebut menyarankan penggunaan confidence level. Saya tidak akan membahas hal tersebut (meskipun saya setuju). Prinsip saya, mempelajari apa yang sedang digunakan (meski dianggap salah atau tidak layak), tetap bermanfaat sehingga kita tahu kekurangannya.

Paired t-test

Ada beberapa macam t-test: paired,  two samples with equal variance, dan two samples with unequal variance. Kali ini saya akan membahas paired t-test, karena itu yang saya pakai. Pair t-test digunakan untuk mengecek dua proses (misal sebelum dan sesudah improvement),  Asumsi yang dipakai adalah bahwa bahwa perbedaan rataannya 0.  Paired t-test baik dipakai jika:

  • Proses/metode yang berbeda pada subyek yang sama
  • Tidak ada data outlier

One-tail vs Two-tail dan p-value

Analisis One-tail vs Two-tail dilihat dari kurva distribusinya. Perhatikan gambar di bawah ini. Jika memakai two-tail (ini yang akan dipakai) kita memakai dua sisi-nya. Jika memakai satu-sisi maka hanya dipakai setengah sisinya. Memakai two-tail, dengan confidence level 95% maka significance leevel-nya adalah 5% atau 0.05. Inilah batas nilai p-value (asserting p-value=0.05). Jika nilai p-value di bawah nilai batas tersebut, maka null hypothesis kita tolak dan alternatif hypothesis kita terima (artinya: perbedaan yang kita dapatkan signifikan).


Monday, December 02, 2019

Panduan Berpikir Kritis

Tulisan ini merupakan ringkasan dari sebuah buku: Asking the Right Questions, A guide to critical thinking, yang ditulis oleh M. Neil Browne dan Stuart M. Keeley dari Bowling Green State University. Buku tersebut cukup sukses dan banyak dipakai, dari S1 hingga S3; terbukti dari cetakannya yang memasuki edisi ke-11. Meski telah memasuki edisi ke-11, ringkasan ini saya buat berdasarkan edisi ke-7 karena strukturnya lebih runtut dan mudah dipahami.

Berpikir kritis, menurut definisi buku tersebut, adalah mengacu pada tiga dimensi seperti pada gambar di bawah ini. Ketiganya harus terpenuhi, dan untuk memenuhinya "menanyakan pertanyaan yang tepat" adalah kuncinya.


Manfaat Berpikir Kritis
Berpikir kritis bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara karena akan menuntun anda ketika:
  1. Bereaksi kritis atas tulisan, baik di buku, website, jurnal maupun makalah.
  2. Menilai kualitas dari sebuah pemaparan (kuliah, presentasi, dll)
  3. Membentuk argumen
  4. Membuat essai
  5. Berpartisipasi pada diskusi (kelas, dll)

Prinsip Berpikir Kritis

Prinsip yang dimaksudkan disini adalah nilai, standar acuan. Lebih lengkapnya:
Values are unstated ideas that people see as worthwhile.
They provide standards of conduct by which we measure the quality of human behavior.
Dari definisi diatas, maka prinsip-prinsip berpikir kritis adalah sebagai berikut:
  1. Merdeka. Pemikiran anda tidak dikekang oleh siapapun dan apapun.
  2. Keingintahuan. Untuk 'mendulang emas' dalam hidup, anda harus mendengar dan membaca.
  3. Legowo. Bisa menerima perbedaan dan mengakui jika tidak tahu.
  4. Respek. Menghormati (pendapat) orang lain.

The right questions: Pertanyaan yang tepat

Menanyakan pertanyaan yang tepat adalah isi bab-bab dalam buku ini. Berikut adalah pertanyaan yang seharusnya mampu dijawab dan ditanyakan pada saat yang tepat oleh seorang pemikir kritis.

Thursday, November 28, 2019

A (Muslim) Trip to Lanzhou, China

This trip was a conference trip, APSIPA 2019. This year APSIPA conference was held in Lanzhou City, Gansu Province, China.

Departure

I depart from Kansai Airport. Because the flight is in the morning, at 9 am, I stay one night in Kansai AP (first cabin hotel) before departure. A prayer room is available on the 3rd floor. The halal ざ-udon on the second floor is what I always visited when departing from Kansai. For subuh prayer, I can do it in my bed. Although it is very small, we can use it to stand face to qibla. Another choice is to do it in a private area of the bathroom. One of the bathrooms in First Cabin Kansai has a large space (about 3 x 1.5 m outside shower room).

Transit in Beijing (BCIA, Beijing Capital Int'l Airport)

China is complicated (compared to Japan). The security is very strict. You need to be scanned in a dedicated base. No laptop, tablet, phone, coin, liquid more than 100 ml, should be inside the bag. Separate it. Prohibited items such as a knife, cutter, liquid more than 100 ml, should be moved into the suitcase, not as in cabin baggage.

Prepare the arrival statement card (yellow) in advance before entering the immigration post. The staff (police) also asked about my last boarding pass. Once they passed me to enter China, I can look for space to pray (Dhuhur and Ashr) inside the terminal (T3).

There is no dedicated prayer room in T3. I used the most quite waiting space (near a gate) to pray, behind digital signage advertisements. Some peoples see me when I pray. I think it is no problem. Once finished, I go for waiting the time in a space near my gate.

There is free wifi in BCIA (Beijing Capital Intl Airport). To use it, you must scan your passport in a machine to get id and password. Lanzhou airport also provides free wifi. Note that all Google services are blocked in China. A vpn is required beforehand to use Google service.
 

Stay in AirBnB rented room

I rent a room via AirBnB. It is cheaper than a hotel, just JPY 16000 for 5 days with a similar facility to the hotel. However, although that apartment is very close to the venue, it needs a digital key to enter. Luckily, a friend from Thailand arrives earlier. We call him via free wifi in Crown Plaza Hotel to pick up.

First Walking Course

On the second day, I take a walking course along the Yellow River. I used two different bridges to go and back to my hotel. This is my first impression of real life in China. They have such facilities as the futsal field, parks, and pavement along the river. However, urban areas still lack proper facilities. Some road is not asphalted yet. The image below is my first walking course path in the Lanzhou area. The distance of my walk is 4.3 km.

First walking course path

Saturday, November 16, 2019

Menjadi Logis [5]: Prinsip-prinsip Pemikiran Tidak Logis

Ini adalah ringkasan bab terakhir buku "Being Logical". Bab ke-5 ini berisi prinsip-prinsip pemikiran tidak logis. Ringkasan bab sebelumnya bisa dibaca di sini.

Penalaran yang tidak masuk akal (mis-reasoning), disebut kekeliruan (fallacy), dibagi menjadi dua:
  1. Kekeliruan formal: berkaitan dengan bentuk atau struktur dari argumen.
  2. Kekeliruan informal: selain kekeliruan formal.
Beberapa prinsip yang menyebabkan terjadinya kekeliruan logika adalah sebagai berikut.

1. Menolak anteseden
Prinsip yang digunakan seperti ini.
A ==> B
-A,
Maka, -B

Ini adalah kesimpulan yang salah. Contoh:
Jika Bagus berlari, maka Bagus berpindah tempat.
Bagus tidak berlari.
Maka,  Bagus tidak berpindah tempat.

Tentu saja kesimpulan tersebut salah.

2. Menyetujui konsekuensi
Prinsipnya seperti ini,

A ==> B
B,
Maka, A.

Ini juga salah. Contohnya.
Jika Bagus berlari, maka Bagus berpindah tempat.
Bagus berpindah tempat.
Maka, Bagus berlari.

Kesimpulan yang salah, karena untuk berpindah tempat tidak harus berlari.

3. Nilai tengah yang tidak terdistribusi
Dalam silogisme, kesimpulan selalu universal (terdistribusi) bila syarat-syaratnya terpenuhi, salah satunya: pernyataan tengah (premis yang tidak muncul pada kesimpulan) harus universal. Jika syaratnya tidak terpenuhi. Contohnya sebagai berikut:

Beberapa anggota klub motor adalah adalah mahasiswa.
Bagus adalah anggota klub motor.
Maka, Bagus adalah mahasiswa.

4. Equivocation
Kata ekuivokal adalah kata yang memiliki arti lebih dari satu (homonim).
Bagus suka tahu.
Banyak tahu itu tidak baik.
Maka, Bagus tidak baik.

Kesimpulan yang salah, karena yang dimaksud tahu pada premis mayor adalah makanan.

5. Mengulang pertanyaan
A: Apakan pinus itu?
B: Pohon yang memiliki biji pinus.
A: Apakah biji pinus itu?
B: Biji yang ada di pohon pinus

6. Asumsi yang salah

Wednesday, November 13, 2019

"Logika dan Percakapan"-nya Grice beserta Kritiknya

Herbert Paul Grice (13 March 1913 – 28 August 1988) merupakan filsuf bahasa Inggris yang banyak bekerja di bidang implikatur dan semantik. Tulisan ini membahas tulisannya tentang logika dan percakapan (logics and conversation) beserta kritik terhadap tulisan tersebut.

Logika dan Percakapan

"Berkata" berhubungan erat dengan apa yang diucapkan, tidak termasuk hal-hal lain yang ingin diutarakan pembicara diluar apa yang diucapkan (kecuali hanya apa yang dikatakannya). Berkata adalah ungkapan semantik (makna dari kata).

Hal ini berbeda dengan membayangkan, menyarankan, menyampaikan, mengindikasikan, dll. Hal-hal tersebut di luar apa yang dikatakan. Berimplikasi (implicating) adalah ungkapan pragmatik (kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan apa yang dimaksudkan).

Grice mengusulkan teori implikatur, salah satu aspek kajian pragmatik yang perhatian utamanya adalah mempelajari ‘maksud suatu ucapan’ sesuai dengan konteksnya. Implikatur cakapan dipakai untuk menerangkan makna implisit dibalik “apa yang diucapkan atau dituliskan” sebagai “sesuatu yang diimplikasikan” (implicatum: what is implied)  [3].

Implikatur: Konvensi vs Cakapan

Implikatur, berdasarkan ragamnya, oleh Grice dibagi menjadi dua: implikatur konvensi dan implikatur cakapan. Perhatikan kalimat dalam bahasa Inggris berikut.

“He’s an Englishman, so he’s brave.”

Pada kalimat di atas, kata 'brave' merupakan implikasi dari 'Englishman', tanpa disebutkan secara langsung. Bandingkan dengan contoh.

“She is poor, but she is honest.”

Kata 'honest', pada kalimat diatas merupakan implikasi kebalikan dari kata 'poor'. Namun disini perlu kata 'but', untuk menerangkan pertentangan 'poor' dengan 'honest' untuk membawakan implicatum. Ini adalah contoh implikatur cakapan (conversational implicature) yang mana merupakan bagian dari semantik.

Prinsip Kooperatif

Monday, November 11, 2019

Menjadi Logis [4]; Sumber pemikiran tidak logis

Ini adalah kelanjutan tulisan sebelumnya, sebuah ringkasan dari buku "Being Logical", Bab ke-4: the source of illogical thinking.

Kesalahan dalam penalaran bisa karena ketidaksengajaan (kecelakaan), atau akibat dari ketidakhatian. Beberapa perilaku dan pandangan berikut perlu dihindari karena bisa mengakibatkan pemikiran yang tidak logis.

1. Skeptis
Sikap skeptis (meragukan) perlu, namun selalu skeptis akan menuntun pada kekeliruan. Contoh skeptis yang diperlukan: Jika datanya meragukan, kita boleh meragukan kesimpulannya. Namun jika kita selalu meragukan argumen orang lain (misal yang tidak kita sukai), akan menjadikan hal tersebut non-logis.

2. Agnostik evasif
Agnostik tidak hanya dalam beragama, tetapi juga dalam berpikir. Orang yang atheis secara tegas tidak mengakui adanya tuhan. Orang agnostik "tidak tahu", apakah tuhan itu ada atau tidak (Setelah mereka meninggal mereka baru tahu, namun itu (menurut saya) sudah telat). Pemikiran yang agnostik mengelak adanya tuhan, namun juga menampik ketidakadaan tuhan, mereka hanya "mengabaikan" sebagai sesuatu yang benar. Bentuk pengabaian ini merupakan akibat kemalasan (untuk mencari tahu).

3. Sinis dan optimis naif
Sikap sinis adalah memberikan penilaian negatif tanpa bukti yang cukup. Sikap naif optimis sebaliknya memberikan penilaian positif tanpa bukti yang cukup. Keduanya tidak logis dan bentuk dari prasangka (prejudice). Prasangka tidak logis karena memberikan kesimpulan sebelum fakta/bukti/premisnya kuat.

Friday, November 08, 2019

Ergonomic touch typing - finger placement revised

Introduction

If you work with a computer, having a typing skill is a must. You may slow at typing and you think that is not a problem. That is right. But by having precision and fast typing, we can increase our work productivity. It means we use less time to finish the same amount of workload than unproductive work. This article is my sharing of using appropriate finger placement to increase the accuracy and speed of my typing. Please note, accuracy is come first before speed. That is my ultimate goal. As a metric, I used accuracy (%) and word per minute (wpm) to measure my typing accuracy and speed. I evaluate this performance in a month using the keybr.com tool.

Rationale

Every people has a different length and size of fingers. Making a standard layout for finger placement on a computer keyboard (touch typing) may work for some people, but also may not work for other people. For example, the following two images are photographs of my fingers. As you can see, my middle fingers longer than any other fingers with a significant factor; 1 cm from ring finger and 1.5 cm from the index finger.
Fig 1. My fingers on MBP 2012 keyboard
Here the more details.

Thursday, October 31, 2019

Menjadi Logis [3]: Argumen: Bahasa Logika [2]

Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan sebelumnya: Menjadi Logis [3]: Argumen: Bahasa Logika [1]. Karena isi dari Bab 3 buku "Being Logical" cukup panjang, saya pecah ringkasannya menjadi dua artikel, agar mudah dibaca dan dipahami.

Saya mulai penomoran itemnya dari 11, melanjutkan tulisan sebelumnya 1-10.
11. Kebenaran Premis
Dalam argumen silogisme ada kesesuaian antara konten dan struktur. Konten akan benar jika premisnya benar. Jika premisnya salah, maka secara konsisten kesimpulannya menjadi salah. Contohnya adalah berikut.

Setiap anjing memiliki tiga kepala.
Corolla adalah anjing.
Corolla memiliki tiga kepala.

Meski secara struktur benar, namun karena premisnya salah, kesimpulannya menjadi salah. Dapat dikatakan, jika inputnya sampah, maka outputnya juga sampah (garbage in, garbage out).

12. Relevansi Premis
Meski premis harus benar, namun itu saja tidak cukup. Kebenaran premis harus relevan dan menjangkau kesimpulan. Contohnya adalah berikut.

Pak XXX merupakan purnawirawan jenderal TNI AD.
Beliau sekarang seorang wirausahawan yang sukses.
Karenanya, beliau seharusnya terpilih menjadi presiden.

Pada pernyataan diatas, premisnya benar (kalimat satu dan dua), namun kurang relevan dengan kesimpulan yang diambil (kalimat 3). Bandingkan dengan argumen berikut.

Pak YYY adalah wirausahawan sukses.
Beliau terpilih menjadi walikota ZZZ dan gubernur AAA selama dua periode.
Melihat kecakapannya memimpin kota dan provinsi, maka beliau layak menjadi presiden.

Argumen kedua ini lebih logis karena ada relevansi antara premis dan kesimpulan.

13. Pernyataan Fakta, Pernyataan Nilai
Pernyataan bisa berupa fakta atau berupa nilai. Contohnya berikut,

Musisi adalah mereka yang piawai memainkan alat musik.
Bagus adalah musisi.
Kesimpulan: Bagus piawai memainkan alat musik.

Bandingkan dengan pernyataan berupa nilai berikut.

Musisi adalah manusia yang sangat unggul.
Bagus adalah musisi.
Kesimpulan: Bagus adalah manusia yang sangat unggul.

Kata unggul sebagai nilai pada argumen di atas samar (vague). Premis dengan pernyataan nilai tidak bisa digunakan secara presisi seperti pernyataan nilai. Untuk mengetes validitas pernyataan nilai, premis tersebut diuji dengan fakta lainnya yang ada, bila cocok maka bisa diterima.

Tuesday, October 29, 2019

Menjadi Logis [3]: Argumen: Bahasa Logika [1]

Tulisan berikut merupakan review Bab ke-3 buku "Being Logical". Review dari bab sebelumnya ada di sini dan di sini. Bab 3 berisi tentang argumen: bahasa logika. Ekspresi konkrit dari penalaran logika adalah argumen. Untuk membuat argumen yang kuat dan efektif, beberapa hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Membangun Argumen
Perpindahan ke satu ide dari ide yang lain yang telah diketahui kebenarannya, dan menjadikan ide kedua menjadi benar, merupakan inti argumen. Argumen terdiri atas pernyataan-pernyataan, dan pernyataan-pernyataan itulah yang menyampaikan ide dimana perpindahan inferensial (bersifat dapat disimpulkan) terkonsentrasi.

Argumen tersusun atas dua: pernyataan premis dan pernyataan simpulan. Premis adalah pernyataan pendukung. Pernyataan ini merupakan awal argumen dimana kebenaran pernyataan tersebut sudah diketahui. Simpulan adalah pernyataan yang didukung. Premis bisa bermacam-macam, namun simpulan yang baik seharusnya hanya berisi satu hal. Contoh argumen sederhana yang terdiri atas satu pernyataan premis dan satu simpulan.
Karena tidak cocok dengan kepala kantor cabang di Surabaya, Pak Budi dipindahkan ke kantor cabang di Bandung.
Kalimat pertama merupakan premis; alasan, yang dianggap benar. Kalimat kedua adalah simpulan yang menjadi benar karena premisnya benar. Premis adalah dasar dari argumen, dan cakupannya harus bisa mampu menjangkau apa yang disimpulkan.

2. Perpindahan dari universal ke partikular
Perpindahan dari pernyataan universal bisa dilakukan ke pernyataan partikular. Perhatikan contoh berikut.
(i) Semua anjing adalah karnivora. (ii) Beberapa anjing adalah karnivora. 
Karena pernyataan universal (i) adalah benar, maka pernyataan partikular (ii) juga benar. Logika dari prinsip ini cukup sederhana, jika semua anggota dari satu kelas adalah benar, maka sebagiannya juga benar.

3. Perpindahan dari partikular ke universal
Berbeda dengan kaidah sebelumnya, kita tidak bisa secara asa menggeneralisasi dari pernyataan partikular ke pernyataan universal. Perhatikan contoh berikut.
(i) Beberapa wanita adalah ibu. (ii) Semua wanita adalah ibu. 
Pernyataan partikular (i) tentu saja benar, namun tidak dengan pernyataan universal (ii). Untuk berpindah dari pernyataan partikular ke universal dibutuhkan premis yang kuat dan runtut. Perhatikan contoh berikut.
Setiap orang China yang saya temui di sana bermata sipit. Penduduk Lanzhou 99% bermata sipit berdasarkan data sensus tahun 2010. Di beberapa propinsi lain, persentase penduduk bermata sipit juga mendekati 100%. Bisa disimpulkan, sebelum terjadinya perkawinan antar ras, semua penduduk China bermata sipit.

Sunday, October 27, 2019

Menjadi logis [2]: Prinsip Dasar Logika

Ini adalah kelanjutan tulisan kemarin, Menjadi Logis [1]: Menyiapkan Akal untuk Logika. Setelah kita membiasakan hal-hal untuk menerima logika, langkah selanjutnya adalah mengasimilasikan prinsip-prinsip dasar logika agar menjadi kebiasaan kita. Berikut prinsip-prinsip dasar logika tersebut.

1. Prinsip-prinsip utama
Sains adalah kumpulan pengetahuan terstruktur yang dibangun dari prinsip-prinsip utama. Logika, sebagai sains, juga demikian, dibangun atas prinsip-prinsip utama. Ada empat prinsip utama logika sebagai berikut:
  1. Prinsip identitas: sesuatu adalah apa adanya.
  2. Prinsip pengecualian nilai tengah: antara ada dan tidak ada tidak ada nilai tengah.
  3. Prinsip alasan yang cukup: ada alasan yang cukup untuk semuanya.
  4. Prinsip kontradiksi: tidak mungkin sesuatu menjadi dan tidak menjadi pada satu waktu.
2. Daerah abu-abu, daerah yang dibuat abu-abu
Daerah abu-abu adalah daerah dimana kebenaran tidak secara jelas dapat didirikan/diasaskan. Dalam hidup, banyak daerah abu-abu, namun jangan terlalu banyak menggunakannya. Abu-abu, sebagai warna, ada karena perbedaannya sebagai alternatif warna putih dan hitam. Jika dalam hidup kita berada pada situasi dimana tidak ada alternatif yang jelas, secara objektif, bukan berarti tidak ada alternatif yang jelas. Tidak adanya alternatif bukan karena tidak ada, namun karena kita tidak bisa melihatnya. Daerah yang dibuat abu-abut ada karena kita tidak bisa melihat daerah abu-abu (sebenarnya) disebabkan ketidakpastian kita atau kurangnya pengalaman.

Sebagai contoh, anda berada suatu masalah, menentukan benar atau salah. Anda tidak memiliki pengalaman kalau masalah tersebut benar, namun anda punya pengalaman kalau masalah itu salah. Prinsipnya: negatif hanya dapat dikenali sebagai negatif, "secara tidak pasti", karena positif telah diketahui. Disini ada kemungkinan kepastian. Jika pasti itu mungkin, maka kepastian itu mungkin terjadi, meski tidak pasti.

Menjadi logis [1]: Menyiapkan akal untuk logika

Ini adalah resume buku "Being Logical: A guide to good thinking", sekaligus referensi utama kuliah "E413: Scietific Discussion 2" di JAIST. Tulisan ini adalah resume Bab 1 buku tersebut. Judul babnya adalah: Preparing for the Mind.

Ada tiga materi utama kuliah ini:
1. Logika dan penalaran
2. Argumentasi
3. Diskusi ilmiah (lisan dan tulisan)

Untuk menjadi logis kita perlu menyiapkan sikap, pandangan dan prosedur praktis agar logika bisa masuk, diterima maupun keluar dari akal kita. Hal-hal tersebut, dibahas dalam Bab 1 buku "Being Logical", adalah sebagai berikut.

1. Memberi atensi
Menjadi atensif adalah mutlak diperlukan untuk menerima logika. Banyak kesalahpahaman karena kita tidak menaruh perhatian terhadap apa yang kita dengarkan. Mendengar (hear) saja tidak cukup, harus mendengar secara seksama (listen). Fokus kita bisa dilatih. Dengan melatih fokus kita pada hal-hal kecil, kita akan terhindar dari permasalahan besar.

2. Mendapatkan fakta secara langsung
Fakta bisa didapatkan secara langsung untuk objek riil (benda, tempat, dll), dan tidak langsung untuk suatu kejadian. Contoh: anda mendengar bahwa ada diskon di Matahari. Anda datang ke Matahari dan ternyata memang ada diskon. Bagaimana jika kita tidak bisa mendatanginya langsung. Contoh: Presiden Jokowi menang pemilu 2019. Dengan mendatangi website KPU, kita bisa mengkonfirmasi bahwa fakta itu benar adanya. Jika kita tidak bisa membuktikannya langsung (dengan mendatangi), maka kita perlu mengeceknya secara tidak langsung, dengan perangkat lain, misalnya website pada contoh di atas.

3. Ide dan objek dari ide
Ide dan objek dari ide berbeda. Suatu ide harus dapat direpresentasikan menjadi objek. Contoh kita punya ide mempercepat suatu proses komputasi dengan mem-by pass prosesnya. Ide tersebut direpresentasikan dalam bahasa pemrograman (objek dari ide). Cara terbaik untuk mengklarifikasi ide (apakah berjalan atau tidak) adalah dengan melihat objeknya, berhasil atau tidak.

4. Memperhatikan asal ide
Kita pada dasarnya yakin bahwa ide dari akal kita. Murni dari akal kita? Tidak. Lingkungan berpengaruh. Ide kita muncul karena lingkungan, tempat, waktu dan latar belakang lainnya. Jika gagal menghubungkan ide kita dengan asalnya (ide) secara sistematis, maka ide tersebut menjadi unreliable, tidak terpercaya.

Sunday, September 22, 2019

Banyak Tahu itu Tidak Baik

Pada suatu jamuan makan malam (sekitar akhir 2017) setelah konferensi, saya bercakap-cakap dengan orang Jepang. Beliau bertanya tentang riset saya, dan saya menceritakannya. Saya balik bertanya, untuk bidang "ini", dimana yang terbaik di Jepangnya ya? Sambil menyebutkan nama-nama sensei (professor) yang saya ketahui di bidang tersebut. Dia menjawabnya, sambil menimpali: "Kamu banyak tahu ya...".

Di situlah tersadar, banyak tahu itu tidak baik. Orang Jepang, hanya mengurusi yang menjadi urusannya. Mereka hanya mengetahui apa yang digelutinya. Saya perhatikan teman-teman saya orang Jepang, tidak ada satupun yang mentweet tentang politik, pun urusan lainnya. Bisa jadi, nama menteri nya sendiri pun mereka tidak hafal. Bahkan saya pernah bercakap dengan orang Jepang yang nama kaisarnya sendiripun dia tidak ingat.

Kemudian saya mencari (googling) dengan kata kunci: "Know everything is bad", dan menemukan artikel cukup bagus di link ini:
http://davidsearson.com/2015/11/14/why-knowing-everything-is-a-bad-idea/

Di situ dijelaskan juga, banyak tahu itu merupakan ide yang buruk. Kenapa ide yang buruk? Karena tidak ada artinya, tidak ada maknanya (untuk masa depan). Contoh kasus saya diatas, kalaupun saya tahu nama-nama professor di bidang saya tersebut, apa untungnya buat saya? Untuk mencari tempat postdoc? untuk mencari kerjaan/lowongan? Kalau dicari-cari, pembenaran selalu ada. Dalam link artikel bahasa inggris tersebut, sebenarnya bukan pengetahuan yang lebih penting, tapi hikmah (untuk merencanakan masa depan). Jadi urutannya adalah,

Dari diagram alir diatas, yang kita butuhkan adalah tapis, atau filter. Kita menapis banyak (big) data menjadi pengetahuan, dan menggunakannya untuk merencanakan masa depan menjadi hikmah. Jadi kalau ada kebingungan ketika mengambil sebuah keputusan karena banyaknya pilihan atau informasi, sesungguhnya bukan kebanyakan informasi yang salah, tapi kegagalan filter kita untuk menyaring informasi tersebut.

Bukan karena kebanyakan informasi, tapi karena kegagalan filter.


Implementasi

Lalu bagaimana mengimplementasikan "filter" untuk menapis banyaknya informasi/pengetahuan disekitar kita?
Tombol "unfollow", "unsubscribe", "I don't like this (ads)", adalah beberapa yang saya sukai. Bayangkan kalau kita follow/subscribe 1000 akun (youtube, twitter, fb, dll), dan setiap akun memposting 1 tweet/video/status dalam setiap hari, maka dalam sehari kita menerima 1000 posting, diluar iklan. Jika satu jam dari tiap akun tersebut memposting/share video/status/twitter baru, maka kita akan menerima informasi sejumlah:

24000

Setiap jamnya, diluar iklan.

Aturan saya dalam memfollow/subscribe akun cukup sederhana: "Follow/Subscribe" yang bermanfaat, lainnya: abaikan. Sekalipun itu akun orang terkenal, orang berpengaruh ataupun pejabat. Masa depan, kita tentukan sendiri, dari informasi yang kita dapatkan, dan kita filter.

Terakhir, less is more, dan diam itu emas (tapi sedikit orang yang bisa melakukannya). Sedikit tahu akan menjadikan kita ahli dan pro di bidang kita masing-masing.

Sunday, September 15, 2019

Memahami size/shape Numpy array

Numpy mirip dengan Matlab, jika kita menguasai betuk matrik yang kita proses, maka akan mudah memahami proses komputasinya.

Langsung saja, perhatikan gambar berikut.


Sehingga, bentuk matriks dapat dibagi sebagai berikut:

  1. 1D array, contohnya matrik berbentuk (3), (3, ), (4,).
  2. 2D array, contohnya matrik berbentuk (3, 1), (2,3), (3,3).
  3. 3D array, contohnya matrik berbentuk (3, 1, 1), (3, 2, 3), (4,3,2).
  4. ND array, contohnya matrik berukuran (n, 4, 3, 2), (n, n, 4, 3, 2).
Beberapa perintah penting:
- nparray.ndim: untuk mengetahui banyaknya dimensi dari variabel nparray (1D, 2D, dll).
- npraray.shape: untuk mengetahui bentuk/shape dari variabel nparray (misal (2,3)).
- nparray.size : untuk mengetahui total elemen matriks.
- len(nparray): untuk mengetahui panjang (baris/axis0) dari nparray, sama dengan nparray.shape[0].


Perhatikan screen cast berikut untuk implementasinya dengan Python.

Friday, September 13, 2019

Menghapus data NaN pada Pandas DataFrame

Pada data yang kita gunakan, umumnya ada data yang tidak ada, alias kosong, alias null, atau None, atau umum ditandai dengan NaN pada Python.

Untuk menghapus data NaN, beserta baris pada data nan tersebut perintah dasarnya adalah,

df.dropna()

dimana "df" adalah pandas dataframe. By default, perintah di atas akan menghapus baris yang mana ada data NaN. Jadi yang dihapus adalah barisnya, axis=0. Untuk menghapus kolom yang berisi Nan, gunakan argumen `axis=1`.

df.dropna(axis=1)

Jika kita syaratkan, baris yang dihapus adalah baris yang semuanya berisi nan, tambahkan argumen "how='all'". Sehingga perintahnya menjadi

df.dropna(axis=0, how='all')  # untuk menghapus baris jika semua adalanya nan
df.dropna(axis=1, how='all')   # untuk menghapus kolom jika semua isinya adalah nan

Jadi by default, perintah df.dropna() sama dengan df.dropna(axis=0, how='any').
Silakan lihat screencast di bawah ini untuk prakteknya.

Monday, September 09, 2019

Beberapa shortcut penting Byobu

Saya menggunakan "ssh" untuk mengakses desktop, dimana hampir semua proses komputasi saya lakukan di PC tersebut, bukan di laptop. Keuntungannya, selama saya bisa konek ke jaringan kampus (apato, perpus, dll) saya tetap bisa mengakses desktop, menjalankan simulasi, merubah variabel, dll. Jika berada diluar kampus, saya menggunakan TeamViewer. Untuk memudahkan menggunakan terminal dengan ssh, saya menggunakan perangkat "byobu", sebuah utilitas yang dibuat untuk menjembatani tmux atau screen, perangkat lain untuk memudahkan menggunakan terminal di Linux yang "membisakan" penggunaan terminal dalam beberapa sesi, beberapa jendela, dan menutupnya tanpa harus menghentikan proses yang sedang berjalan (ini penting ketika mengeksekusi perintah di terminal).

Berikut beberapa shortcut penting ketika menggunakan byobu via ssh:

  1. Ctrl A, D : keluar dari ssh tanpa menghentikan proses (=F6)
  2. F2: membuat jendela baru
  3. Alt + Panah Kanan/Kiri: berpindah jendela
  4. Ctrl + F6: keluar dari jendela, split
  5. Fn + F7: enable scroll
  6. Ctrl + C: keluar (dari enable scroll)
  7. Alt + F6: menghentikan ssh dari komputer lain kecuali yang dipakai
  8. F9: menampilkan help (gunakan tab untuk berpindah menu, =Shift+F1)
  9. ketik 'exit': keluar dari sesi

Beberapa shortcut lainnya seperti "Shift+F2" (membagi jendela secara horizontal), "Ctrl + F2" (membagi jendela secara vertikal), tidak saya masukkan karena saya jarang membagi jendela terminal menjadi beberapa bagian (kecuali terpaksa). Selain shortcut di atas saya menggunakan perintah berikut:

byobu-enable: membisakan byobu disetiap koneksi ssh
byobu-disable-prompt: agar prompt lebih singkat (set di bashrc)

Berikut screenshot byobu saya ketika mengetik tulisan ini.


n.b: 
- Byobu tidak terinstall by default pada Ubuntu maupun OS lainnya, untuk menginstall byobu pada turunan debian, gunakan `sudo apt-get install byobu`.

Latest posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...