Wednesday, July 01, 2009

Kunci Langit & Bumi

Lama tidak mengunjungi blog ini, lama juga tidak nulis. Ok, kembali ke tema awal blog ini, tentang Al-Qur'an dan Sains, kali ini lebih tentang tafsir Al-Quran.

Pada surat Az-zumar ayat 63 Allah SWT berfirman:

Artinya:
Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

Apakah maksud "Kunci-kunci langit dan Bumi" pada ayat tersebut..?
Ayo yang punya kitab Tafsir dibuka tafsir dibuka: Ibnu Katsir, Jallalain atau yang lain. Yang punya maktabah syamilah di laptop/PCnya juga silakan dibuka atau dicari, disitu lebih lengkap.

Alkisah, sahabat Usman bin 'Affan ra-lah yang pertama kali menanyakan maksud "Kunci-kunci langit dan Bumi" pada ayat tsb. Rasulullah SAW menjawab, bahwa yang dimaksud kunci-kunci langit dan bumi pada ayat tersebut adalah sebagai berikut (menurut salah satu tafsir),


Rasulullah SAW menambahkan, barang siapa membaca kalimat tersebut maka akan mendapatkan beberapa fadilah sebagai berikut:

  1. Akan dijaga dari iblis dan bala tentaranya.
  2. Akan diberikan pahala yang berlipat-lipat.
  3. Akan diangkat derajatnya di surga.
  4. Akan dikawinkan dengan bidadari yang indah matanya (di surga).
  5. Paling sedikit akan dijaga oleh 12 malaikat pada hari itu.
  6. Akan diberi pahala seperti orang yang mengkhatamkan Al-Quran, Injil, Taurat dan Zabur.
Tidak hanya itu, dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa Allah akan memberi pahala seperti orang yang haji dan umrah, dan apabila mati pada hari itu maka dicatat sebagai mati syahid.

Ayo, cepetan dihafalkan dan diamalkan gih, gak banyak kan..? cuma enam (6) doank.
Di riwayat lain, bunyinya seperti ini (kunci-kunci langit dan bumi):
1. Lailahailallah,
2. Allahuakbar,
3. Subhanallah Alhamdulillah,
4. Astaghfirullah,
5. Wala quwwata illa billah,
6. Al Awwalu, wal akhiru wa dhohiru wal baathin, bi yadikal khoir, yuhyii wa yumiit, wa huwa 'ala kulli syai in qodiir.

Jangan tannya riwayat hadisnya karna saya bukan ahli hadist, hehehe, yang benar waktu ngaji itu saya ngantuk sambil sesekali tertidur jadi ndak hapal riwayat hadisnya. Untung masih sempat saya catat sebagian.
Nggak diamalkan juga nggak papa, nggak ada yang rugi kuk,,,,

Wassalam, wallahu alam bishowab.

Read More..

Friday, May 01, 2009

Pengolahan Sinyal Akustik

Ada beberapa cara untuk merekam dan menganalisa sinyal suara dengan software matlab. Untuk perekaman, bisa melalui daq toolbox (data acquisition), perintah wavrecord serta audiorecorder. Kesemua teknik tersebut mensyaratkan adanya souncard yang telah terpasang, baik internal maupun eksternal.

Berikut proses perekaman dengan perintah wavrecord:

>> Fs=8000; % deklarasi frekuensi sampling
>> y=wavrecord(5.0*Fs,Fs); % merekam suara selama lima detik
>> figure(1);
>> plot(y); % menggambar bentuk gelombang
>> wavwrite(y,Fs,'aiueo.wav') % menyimpan file .wav

hasil perintah diatas adalah sebagai berikut:

Gb.1 Waveform Sinyal Akustik

Simple bukan..? Next analysis....

Analisis

Hampir semua analisa sinyal dilakukan dalam domain waktu dan frekuensi, karna itulah disebut time-frequency analysis. Dalam domain waktu, sinyal digambarkan dengan bentuk waveform dimana sumbu-x menunjukkan time dan sumbu-y menunjukkan besarnya amplitude tiap waktu. Bentuk ini kadang kurang informatif karena kita tidak bisa mengetahui besarnya magnitude tiap waktu. Untuk itu diperlukan sebuah transformasi yang mampu mengubah waveform menjadi spectrum, dimana tiap komponen frekuensi akan terlihat jelas. Nah, Fourier Transform merupakan tranformasi yang dapat melakukan hal ini. Apalagi ditambah dengan adanya FFT atau Fast Fourier Transform, maka waktu komputasi akan menjadi lebih cepat sehingga memudahkan analisa sinyal suara. Output dari FFT berupa spectrum yang menggambarkan grafik frekuensi dengan magnitudo.

Berikut cara mengubah waveform dari sinyal y hasil perekaman menjadi spectrum dengan teknik sekaligus perintah fft:

>> z=wavread('aiueo');
>> Y=fft(z);
>> f=Fs*(0:length(Y)-1)/length(Y);
>> figure(2);
>> plot(f,abs(Y));
>> title(’Kandungan frekuensi sinyal y (gambar 2 sisi)’)
>> xlabel(’frekuensi (Hz)’);
>> ylabel(‘Magnitude’)
Nah, hasil dari script diatas adalah tampilan spektrum sebagai berikut:

Gb 2. Spektrum Sinyal Akustik
Fourier transform dapat dilihat dari salah satu sisi saja, untuk melihatnya bias dengan mengganti perintah plot(f,abs(Y)); dengan plot(f,abs(Y(1:(length(Y)+1)/2)));

Analisa selanjutnya adalah dengan meilhat spectrogram sinyal suara. Specogram ini diperoleh dari Short Time Fourier Transform (STFT). Berikur perintah untuk melihat spectrogram sinyal (suara).

figure(3);
subplot(311);
specgram(y,64,Fs);
title('Spektogram dengan panjang window 64')
xlabel('time(s)');
ylabel('frekuensi(Hz)');
subplot(312);
specgram(z,128,Fs);
title('Spektogram dengan panjang window 128')
xlabel('time(s)');
ylabel('frekuensi(Hz)');
subplot(313);
specgram(z,256,Fs);
title('Spektogram dengan panjang window 256')
xlabel('time(s)');
ylabel('frekuensi(Hz)');

Hasilnya adalah sebagai berikut:
Gb.3 Spectogram Sinyal Suara
Analisa-lah gambar tersebut, apa yang membedakannya? (Tribute to Fisis 3 Terakhir, Lab Akustik TF ITS)

Read More..

Sunday, March 22, 2009

Adakah Self Control System?

Pada tulisan terdahulu, saya pernah memaparkan tentang konsep Self Control System disini . Tulisan saya tsb masih asal-asalan sbg seorang yang baru belajar ilmu kontrol, nah pada kesempatan ini saya akan menyampaikan langsung dari pakarnya, Adakah sistem yang mengontrol dirinya sendiri?

Sistem pengendalian mulai dari sistem mekanik, pneumatis, elektronik sampai optoelektronik dengan menggunakan algoritma mulai dari on/off, PID, Fuzzy Logic, Neural Network, dst serta berbagai strategi pengendalian baik yang adaptif maupun tidak, semuanya hanya bisa mengendalikan sesuatu yang sejajar atau lebih rendah dari sistem pengendalian itu sendiri.

Ada bagian dari sistem pengendali yang harus diterima dari pihak yang lebih tinggi. Pada sistem pengendalian satu loop yang tidak adaptif maka setpoint dan tuning/setting harus diberikan oleh manusia, dan pada sistem yang adaptif hanya setpoint saja yang harus diberikan, karena tuning pengendali akan dilakukan sendiri oleh sistem pengendali sesuai dengan kondisi/karakteristik plant.

Tanpa setpoint yang benar maka semua usaha pengendali, walaupun terbaca error sama dengan nol tetap saja tidak ada artinya, karena kebenaran yang didapat belum tentu sama dengan kebenaran yang diharapkan pada sistem yang lebih tinggi.

Pada sistem real tak ada sistem yang hanya terdiri dari satu loop, multiloop yang saling berinteraksi secara kompleks. Terkadang setpoint suatu loop datang dari loop yang lain disebut pengendalian cascade, terkadang dia membantu loop lain terhadap ganguan untuk mempertahankan kondisi sesuai setpoint disebut pengendali feed forward, terkadang dia berbagi output untuk mempertahankan sebuah setpoint disebut pengendali split range dan ada yang berbagi perbandingan pengukuran berdasarkan setpoint disebut pengendali rasio.

Saat ini orang menggunakan Advance Process Control dengan algoritma optimisasi atau MPC sebagai optimizer. Fungsi dari APC ini tak lain akan memberikan setpoint yang paling sesuai kepada setiap loop di level bawah agar memperoleh kualitas dan kuantitas produk yang optimal. Lagi-lagi APC pun harus diberi sebangsa setpoint yaitu objective function yang berupa persamaan optimum (min/max) yang harus dicapai.

Apapun sistem harus mengacu kepada yang lebih atas. Kalau dalam pengukuran (process variable), yang juga penting untuk mencapai pengendalian yang baik, maka alat ukur harus dikalibrasi dengan kalibrator dengan akurasi yang lebih baik (biasanya 10 kali) dan yang terpenting adalah kalibrator diatasnya harus sambung menyambung atau mempunyai traceabiliti sampai master kalibrator/kalibrator yg paling tinggi.

Sama dengan semua ibadah manusia, ada yang datang dengan pahala sholat, ada yang datang dengan pahala puasa, ada yang datang dengan pahala sedekah, ada yang datang dengan pahala haji, ada yang datang dengan darah jihad, dan seterusnya, tapi semua dilempar ke neraka, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai /standar NYA. sebaliknya ada perempuan nakal hanya memberikan minum seekor anjing bisa masuk surga.

Semua usaha kita, mulai dari algoritma, strategi pengendalian, optimisasi tak akan berguna tanpa kita sambung menyambung/traceabiliti kepada yang memberikan setpoint tertinggi. Dan alat ukur nilai-nilai kita harus terkalibrasi kepadaNya.

Kita sebagai individu, bisa belajar dari sistem pengendalian, tangkap setpointNya, kontak langsung denganNya, bila kita belum bisa bersamalah orang-orang yang dekat denganNya. Cari metode/jalan/wasilah yang mampu menghantarkan kepadaNya mulai sekarang sampai azal datang, walaupun kita harus merangkak ke gunung yang bersalju sekalipun.

Dan bagi yang sudah mendapatkan metode/wasilah, maka kerjakan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai setpointnya, dengan memilih algoritma yang paling sesuai, semakin adaptif semakin baik, semakin robust semakin baik, bekerjasama dengan loop tetangga untuk mencapai setpointNya, tidak semua loop harus mempunyai feedback, jangan menggangu loop tetangga dengan memberikan parameter tuning yang memberikan overshoot rendah, buat semakin smart namun tetap menjaga reliabilitinya, terus tingkatkan performance dan rawat dengan baik (tumaknina)

Carilah ilmu walau ke negeri China, karena mungkin metode itu di sana, terserah Dia leletakkan “ulama warosatul ambiya”, untuk kehidupan yang sementara saja kita rela belajar dan research sampai S3, bagaimana dengan kehidupan yang abadi? sudahkan kita me-researchnya? atau hanya sekedar literature review (lisan dan tulisan), tanpa eksperimen, tanpa analisa apalagi kesimpulan dan aplikasi. Seperti rencana pergi ke bulan dengan tumpukan paper, tanpa pekerjaan research yang nyata.

selamat mencari dan menempuh jalan/metode/wasilah kepadaNya. Seperti nabi-nabi dan orang-orang suci terdahulu mencariNya, walaupun ada nabi-nabi sebelumnya. kenapa? lihatlah kenyataan setiap hari, adakah keselarasan antara ideal dengan real?

sumber:AhNI TRB

Read More..

Sunday, March 01, 2009

Salam Speech at Nobel Banquet

Pada perjamuan Nobel 1979, Prof. Abdus Salam memberikan sambutannya sebagai berikut:

Your Majesties, Excellencies, Ladies and Gentlemen,
On behalf of my colleagues, Professor Glashow and Weinberg, I thank the Nobel Foundation and the Royal Academy of Sciences for the great honour and the courtesies extended to us, including the courtesy to me of being addressed in my language Urdu.
Pakistan is deeply indebted to you for this.

The creation of Physics is the shared heritage of all mankind. East and West, North and South have equally participated in it. In the Holy Book of Islam, Allah says

"Thou seest not, in the creation of the All-merciful any imperfection, Return thy gaze, seest thou any fissure. Then Return thy gaze, again and again. Thy gaze, Comes back to thee dazzled, aweary."

This in effect is, the faith of all physicists; the deeper we seek, the more is our wonder excited, the more is the dazzlement for our gaze.

I am saying this, not only to remind those here tonight of this, but also for those in the Third World, who feel they have lost out in the pursuit of scientific knowledge, for lack of opportunity and resource.

Alfred Nobel stipulated that no distinction of race or colour will determine who received of his generosity. On this occasion, let me say this to those, whom God has given His Bounty. Let us strive to provide equal opportunities to all so that they can engage in the creation of Physics and science for the benefit of all mankind. This would exactly be in the spirit of Alfred Nobel and the ideals which permeated his life. Bless You!
Sedikit Komentar:
Mungkin hanya sedikit orang yang berani mengaku islam di hadapan khalayak ilmiah umum, apalagi sampai membawakan ayat Quran. Prof. Abdus Salam, mungkin hanya satu-satunya ilmuwan muslim yang menjadikan Al-Quran sebagai dasar pemikirannya dan menyampaikan hal itu dalam perjamuan nobel, dimana hampir semua tamu-tamunya adalah orang non-islam yang anti terhadap islam. Somoga akan hadir abdus salam baru yang berani menyampaikan kebenaran Islam dalam dunia ilmiah. QUL Al-haqq wa Lau Kaana Murran: Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit, begitu Rasul pernah bersabda.

Read More..

Thursday, February 05, 2009

Blind Source Separation

Penelitian pada bidang teori informasi dan pemrosesan sinyal salah satunya menuju pada pengembangan algoritma Blind Source Separation (BSS). BSS adalah teknik mengekstrak sinyal menjadi komponen individunya dari output pengukuran dimana output yang terukur hanyalah jumlahan dari beberapa sumber yang berbeda tanpa mengetahui sumber itu sendiri. BSS merupakan teknik yang lazim dipakai pada telekomunikasi nirkabel, dimana pengguna (telpon genggam, internet nirkabel dll) selalu terhubung pada antena (sensor) terdekat. Tugas sensor adalah memisahkan antara pengguna satu dengan yang lain sehingga pesan yg dikirim tidak salah alamat. Secara garis besar, BSS merupakan teknik untuk memisahkan jumlahan dari sinyal output tanpa mengetahui karakteristik dan jumlah sumbernya. Berdasarkan statistik sinyal masukan maka dapat ditentukan komponen-komponen sinyalnya. BSS memanfaatkan perbedaan sifat sinyal sebelum terdeteksi sensor dan memanfaatkan informasi yg diperoleh akibat perbedaan sudut datang dan jarak tempuh pada sensor. Perbedaan sifat sinyal pada sensor pertama dan sensor ke-n (dimana n adalah integer dan jumlah sensor) dipilah berdasarkan sifat statistik sinyal (independensi). Gambar 1 menunjukkan proses jumlahan sinyal suara dari dua sumber (s1 dan s2) yang ditangkap oleh sensor (x1 dan x2).
Gambar 1 Jumlahan Sinyal akustik

Tujuan dari algoritma BSS adalah bagaimana mendapatkan sumber s1(t) dan s2(t) dari output pengukuran sensor x(t). Secara matematis, jumlahan sinyal akustik diatas dapat diformulasikan:
xi(t)= A*sn(t)+n(t)..............................................................(1)
diamana x=[x1,x2,...xm]T adalah vektor yang mewakili sinyal terukur xi, s=[s1,s2,...,sn] adalah vektor yang mewakili sumber (m ≥ n). A adalah matriks jumlahan yang menduduki kolom penuh. BSS digunakan untuk menemukan matriks A-1, karena A-1x sama dengan matrik sumber s dengan x terukur (Zhou, 2007).
Bila noise (n(t)) pada persamaan 1 diatas diabaikan (sama dengan nol) maka persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi:
Xi(t)=A*sn(t)..................................................................(2)
Untuk Gb 1, dengan dua sumber, s1 dan s2, dan dua sensor, x1 dan x2, maka bila persamaan (2) tersebut diterapkan akan didapatkan:
Atau bila diuraikan menjadi,
x1(t)=a11s1(t)+a12s2(t)..................................................(3a)
x2(t)=a21s1(t)+a22s2(t).................................................(3b)
Dengan algoritma BSS akan dicari sinyal sumber, s1 dan s2, dimana keduanya telah terjumlah dalam x. Sistem Kerja BSS adalah memisahkan sinyal sumber (source, komponen independen, dalam hal ini suara) secara buta (blind), yakni tanpa mengetahui vektor jumlahan A (A=[a(α1)...a(αN)]). Sistem kerja BSS dapat digambarkan oleh Gambar 2.
Gambar 2. Sistem Kerja Blind Source Separation
Asumsi dasar dari algoritma BSS adalah sumber-sumbernya saling tidak bergantung satu sama lain (independensi). Dengan kata kain, kepadatan probabilitas bersama seharusnya dapat diuraikan menjadi perkalian batas-batas kepadatannya, secara matematik dapat dirumuskan,

p(s)= p(s1)p(s2)...p(sm)................................................(4)
p(s) merupakan kepadatan probabilitas bersama, Sedangkan p(s1),p(s2)..p(sm) adalah batas-batasnya. Asumsi berikutnya adalah jumlahan matriks A mengisi semua kolom namun nilainya tidak diketahui. BSS memanfaatkan karakteritik gabungan sinyal berupa indepedensi untuk dieksploitasi agar campuran sinyal dapat dipisah.
Gambar.3 Proses BSS dengan noise
Permasalahan pada BSS adalah mengestimasi matriks jumlahan A dan sumber independen s(t) dengan T untuk x(t). Meskipun noise dapat diestimasi, s(t) tidak dapat diperoleh secara eksak.
Algoritma BSS dapat diterapkan di beberapa bidang: Akustik, Spektroskopi, Hyperspektral, MEG dan EEG (Para, 2002). Melalui penelitian yang penulis lakukan sebagai tugas akhir, penulis mencoba mengimplementasikan algoritma BSS untuk memisahkan sinyal akustik yang diemisikan beberapa mesin untuk identifikasi kerusakan, yang nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk praktisi di bidang industri. Seperti dalam telekomunikasi nirkabel, diharapkan hasil akhir dari penelitian ini adalah teknik yang mempermudah operator di pabrik untuk mendeteksi sekaligus menentukan secara tepat lokasi kerusakan mesin, dimana dalam skala besar, industri memakai lebih dari satu mesin berputar dan bekerja terus menerus selama proses produksi.

Referensi:
[1] Bagus Tris A, Proposal Tugas Akhir TF-ITS.
[2] Matias Johansson, Intoduction To Blind Source Separation
[3] Aapo Hyvarinen, Independent Component Analysis: Algorithm and Application
[4] A Ypma, Blind Source Separation of rotating machine source: bilinear forms and convolutive mixtures
[5] Para, Introduction to BSS.
[6] Zhou, Etc

Read More..

Sunday, January 18, 2009

Tiga pelajaran berkenaan dengan Warid

Ada tiga pelajaran/tingkatan penting berkenaan dengan warid,

  1. Sesungguhnya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengetahuan atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
  2. Allah memberikanmu warid itu semata-mata untuk menyelamatkan engkau dari cengkeraman benda-benda dan membebaskan dari perbudakan segala sesuatu selain Allah.
  3. Allah memberikanmu (warid karunianya) supaya engkau keluar/terlepas dari kurungan bentuk kejadian dan sifat-sifatmu, ke alam luar yang berupa ma'rifat mengenal kebesaran kekuasaan dan kurnia Tuhanmu
Dalam tiga pelajaran berkenaan dengan warid (kurnia tuhan) yang pertama diberikan kepadamu supaya engkau ringan melakukan ta'at ibadat dan mendekat ke hadirat Allah, tetapi kemungkinan masih kurang ikhlas, maka diturunkan warid yang kedua untuk melepaskan dari tujuan kepada sesuat selain Allah, sedang warid yang ketiga untuk melepaskan dirimu dari sifat-sifat wujud yang sempit kepada alam melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas sehingga lupa kepada diri dan hanya ingat kepada Allah semata.

Source: Alhikam (hikmat 62-63)

Read More..

Saturday, January 10, 2009

PROF ABDUS SALAM, HARGA DIRI SEORANG MUSLIM

"Dunia merugi karena Abdus Salam hanya dapat hidup sekali." Kalimat ini ditulis 20 tahun silam, oleh Newa Scientist (edisi 26 Agustus 1976), tiga tahun sebelum Salam memperoleh Nobel. New Scientist adalah majalah bereputasi tinggi yang diabadikan bagi sains dan teknologi, dan pengaruhnya bagi dunia dan kehidupan umat manusia.
Yang membuat pernyataan itu keluar, adalah rasa hormat sekaligus keprihatinan pada Abdus Salam yang mesti pontang-panting bergerak dari satu dunia ke dunia lain yang sama-sama dicintainya. Abdus Salam adalah manusia yang hidup di tiga dunia: dunia fisika teori, dunia Islam, dan dunia kerja-sama internasional. Andai Abdus Salam dapat hidup beberapa kali, dan mengabdikan hidup-hidupnya itu secara total tanpa interupsi masing-masing pada fisika teori, Islam, dan kerja-sama internasional, seluruh dunia jelas akan mendapatkan keuntungan besar.

Tentang kontribusi Salam pada fisika teori, tak ada lagi yang perlu diragukan. Hadiah Nobel yang ia bagi bersama dengan Sheldon Lee Glashow dan Steven Wienberg, adalah pengakuan atas kontribusinya dalam menyatukan gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah. Penyatuan itu, kini sudah mencapai status 'touchstone' dan disebut sebagai 'model standar' fisika partikel. Yang jarang diketahui orang, beberapa tahun sebelum penyusunan teori medan terpadu di atas, Salam sudah nyaris mendapat hadiah Nobel untuk teori dua komponen neutrino.

Pendirian ICTP (International Cetre for Theoretical Phyusics) di Trieste, Italia, menurut Herwing Schopper, presiden Masyarakat Fisika Eropa, merupakan salah satu pencapaian terbesar abad ini. Bisa dikatakan bahwa pendirian ICTP ini adalah wujud nyata dari obsesi Salam atas pengembangan sains di dunia ke tiga. Sejak lama Abdus Salam menginginkan adanya tempat di mana para fisikawan dunia ketiga dapat terlibat dalam pergulatan sains mutakhir, tanpa harus meninggalkan negerinya sendiri, seperti yang dengan pahit terpaksa harus dialami oleh Salam sendiri.

Di tahun 1951, seusai menggondol PhD-nya pada usia 26, Salam meninggalkan almamaternya University of Cambridge, menuju tanah air yang tiga tahun sebelumnya memproklamirkan diri sebagai Pakistan. Pemerintah Pakistan mengangkat pemuda dari keluarga menengah bawah ini sebagai Profesor di Government College, Lahore. Bersamaan dengan itu, ia juga diankgat sebagai Kepala Departemen Matematika Universitas Punjab. Namun, di negeri kelahirannya ini, Salam tidak menemukan tradisi kerja dan riset post-graduate. Tak ada jurnal, tak ada kesempatan untuk menghadiri konferensi.

Kepala institusi tempat Abdus Salam bekerja, meski tahu bahwa Salam sudah mengerjakan sejumlah riset, menganjurkan pada profesor muda itu untuk melupakannya saja. Ia menawari Salam tiga pilihan pekerjaan tambahan: bendaharawan, pengurus rumah tangga aula kampus atau lurah klub sepak bola. Salam memilih yang terakhir.

Setelah bertahan di Lahore selama tiga tahun, Salam terpaksa mengakui: segenap situasi umum masyarakat Pakistan waktu itu sangat tidak mendukung kemungkinan keberlanjutan riset-riset fisika. Salam tersudut pada satu dilema tragis: fisika atau Pakistan. Pada tahun 1954, Salam kembali ke Cambridge, menjemput tawaran mengajar dan riset yang sudah lama diberikan.

Di Cambridge dan kemudian juga di Imperial College, London, Salam meneruskan percintaannya yang sempat terputus dengan riset dan fisika teori. Tapi meski fisika adalah cinta pertamanya, dan meski kerajaan Inggris telah memberinya segala yang ia perlukan untuk menikmati dan menghasilkan buah dari percintaan itu, Salam masih harus "menyeleweng" membagi waktu dengan cintanya yang lain.

Terpanggang oleh ketakbahagiaannya meninggalkan negerinya, Salam selalu mencari jalan agar orang-orang seperti dirinya yang berasal dari dunia ketiga, dapat terus bekerja di negerinya masing-masing, namun tetap berpeluang lebar untuk menjadi ilmuwan peringkat puncak. Salam sangat yakin, seperti halnya negara-negara maju, negeri-negeri berkembang pun butuh ilmuwan yang bagus, yang tentunya tertata dalam sistem universitas.

Dengan reputasinya yang mulai membubung, Salam lalu mendesak kolega-kolega Eropa dan Amerikanya untuk mendirikan lembaga seperti yang diimpikannya itu. Atas bantuan PBB, khususnya Lembagai Energi Atom Internasional, pada tahun 1964 berdirilah ICPT tadi di Trieste, Italia. Pakistan sebenarnya juga berpeluang memperoleh kehormatan itu, tapi tampaknya tidak tertarik.

Di Italia Abdus Salam mendirikan dan memimpin sebuah bentangan kompleks bangunan yang secara reguler dikunjungi oleh para ilmuwan yang terlibat riset dari 50-an negara berkembang. Pada tahun 1983, Salam kemudian mendirikan dan menjadi presiden The Third World Academy of Sciences, dan presiden pertama The Third World Network of Scientific Orgranizations (1988).

Kecintaan Salam pada umat Islam Pakistan, pada umat Islam di dunia, tak pernah pupus. Sepanjang hayatnya, ia terus-menerus mendorong penguasaan sains dan penciptaan pengetahuan ilmiah di negeri-negeri muslim.

Menang, seribu tahun yang lalu, ketika Eropa masih terlelap dalam Abad Kegelapan, ilmuwan Islam seperti Al-Hazen atu Al-Biruni, sudah menghidupkan metode ekperimental, yang tak pernah dikenal oleh para pemikir besar Yunani. Metode yang kemudian menjadi dasar pembangunan sains modern ini, memang membawa dunia Islam pada puncak kegemilangan peradabannya. Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa sains modern sekarang ini, yang telah dikembangkan jauh oleh Barat, tak lain adalah sebuah benih warisan Greko-Islam. Dengan mengutip Briffault, Salam menegaskan: Sains modern, setidaknya metode eksperimental, merupakan kontribusi paling monumental dari Peradaban Islam.

Tetapi kini, tak diragukan lagi bahwa dari seluruh peradaban di planet ini, sains menempati posisi yang paling lemah di dunia Islam. Itu memang merisaukan siapa pun karena kelangsungan hidup suatu masyarakat pada zaman ini secara langsung tergantung pada penguasaannya atas sains dan teknologi.

Lewat karyanya, Salam menunjukkan, bahwa orang Islam masih sanggup membayar utang kebudayaan itu. Lagi pula, sudah ada sejumlah penguasa dan pemilik kekayaan dari negeri-negeri Islam yang tergerak memberi perhatian lebih seksama terhadap pengembangan sains dan teknologi.

Salam sudah berangkat menuju Yang Maha Esa di usia 70 tahun. Ia dimakamkan di tanah air yang teramat sangat dicintainya. Kita yang ditinggalkannya kini hanya dapat bertanya, benarkah kita juga punya rasa harga diri religius, seperti rasa harga diri yang menggerakkan tokoh yang teramat dihormati oleh komunitas sains internasional ini? Yang pasti, penerima gelar Doktor Sains Honoris Causa dari 39 universitas/lembaga ilmiah dari seluruh dunia ini, yang sekali waktu pernah menyebut dirinya sebagai penerus ilmuwan muslim seribu tahun yang silam, telah menyatakan dengan tegas: harga diri suatu umat kini tergantung pada penciptaan prestasi ilmiah dan teknologis.

Harga diri itu, seperti yang telah dibuktikan oleh Salam sendiri bukan saja dapat mengangkat suatu masyarakat sejajar dengan masyarakat lain. Gerakan dan keikutsertaan mencipta sains teknologi akan memberikan kontribusi pada peningkatan harkat seluruh umat manusia, tanpa melihat agama dan asal-usul kebangsaannya. Itulah rahmatan lil alaamin.

SourcKOMPAS, Jumat, 29 November 1996

Read More..

Thursday, December 04, 2008

Penyadapan Suara dgn Sinar Laser

Laser ternyata bisa buat nyadap suara, teknologi ini bahkan sudah lama diuji coba di luar negeri. Di indonesia, saya baru nemu satu itu pun udah lama.
Prinsip mudahnya gini, laser ditembakkan ke kaca ruang yang akan disadap trus pantulannya akan diterima receiver/photodetector. Nah, cahaya yang diterima tadi ternyata udah dimodulasi fasa dengan gelombang suara. Tinggal ngubah dari cahaya ke listrik trus ke suara, jadi deh. ga percaya, liat aja video di bawah ini...


video
Secara praktis dan ilmiah proses dalam video tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Laser dipancarkan dari light source, pada kasus diatas yang dipakai adalah laser dioda atau laser pointer (mungkin lebih mudah untuk menerimanya/mengatur receivernya). Laser diarahkan tepat pada kaca ruangan diaman akan disadap. Kemudian receivernya (pada video diatas memakai LDR, atau bisa pakai photodioda atau phototransistor) diatur sedemikian rupa dengan hukum snell (sudut datang=sudut pantul) agar sinar laser pantulan tepatmengarah pada receiver. Skema sistem ini dapat dilihat pada Gb dibawah..

Pada peristiwa tersebut terjadi modulasi fasa akibat bergetarnya kaca oleh sinyal audio. Untuk percobaan skala lab dapat dilakukan dengan objek speaker yang diletakkan dalam kotak kaca. Modulasi fasa diatas terjadi disebabkan perubahan optical path dari pemancar ke penerima. Modulasi fasa ini akan lebih jelas disensing dengan prinsip interferometer. Pada interferometer cahaya dibagi dua oleh beam splitter, satu sebagai acuan/refference dan satunya untuk ditransmisikan. Perubahan fase ini akan menghasilkan pola frinji yang selnjutnya dikonversi menjadi sinyal suara (dari sinyal listrik). Prinsip kerja interferometer dapat dilihat pada gambar berikut:

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan laser He-Ne, daya 4,5 Watt dan panajang gelombang 670 nanometer diperoleh jarak penyadapan maksimul hingga 25 meter dan bandwith sistem penerima 15 Khz. Mau tahu lebih lanjut ? Ayo langsung diperagakan..

Refferensi:

[1] Masba RT Siregar & Agung Widodo. Aplikasi Laser utk Penyadapan. Jurnal Fisika HFI A5(2002) 05108

[2]Laser Listening

[3] www.metacafe.com/watch/767822/laser_espionage_microphone_how_to



Read More..

Wednesday, December 03, 2008

My Bike: New Looks

Inilah sepedaku, sepeda yang telah kupakai sejak SD, SMP, SMA (kalau pulang), dan bahkan sampai kuliah sekarang. Sebenarnya Pak Cik Nanang, si empunya asli sepeda ini, tiada pernah secara resmi menyatakan jikalau dia memberikan sepeda ini kepadaku. Namun, secara otomatis sepeda ini sudah menjadi milikku sejak SD. Lihatlah penampilan barunya, gagah nian bukan??




Merek asli sepeda inipun aku juga tidak tahu menahu. Namun kemarin, pas bongkar-bongkar mau di cat, ada ukuran (apa hubungan ukuran dengan merk) sepedanya. Nah 'pinternya' saya nggak mencatat ukuran sepeda (frame), yang selalu saya ingat malahan ukuran ban-nya sakni 27 x 1 1/4. Saya memakaikan ban bridgestone di salah satu rodanya.


Sekarang beralih ke modifikasi sampai menghasilkan tampilan baru (new looks) seperti di atas..
Pertama kali ku bawa ke kota, sepeda ini masih kampungan, untung sadelnya udah kuganti dengan dengan selle royal, aseli bikinan itali yang nyaman di pantat, Harganya tak kurang dari 100 ribu, sesuai dengan kualitasnya.
Pada up grade tahap dua, beberapa komponen tua langsung saya ganti, dengan bantuan montir sepeda pancal profesional yang juga ayah temanku. Tak kurang: Catok Rem (45rb), Pedal Twin (45rb), Jagang Tengah Alloy (25rb), Kawat Operan Shimano, Trek Sadel (8rb) dan bel kubah (12,5rb) kupasang menggantikan komponen lama maupun komponen yang sudah ada. Setelah upgrade tahap II ini sepedaku terasa nyaman. Hampir tiap hari kupakai kuliah, lewat jalan kertajaya sambil lepas stir, biarin yang lain pada ngiri...
Tak puas dengan kondisi itu, sebulan kemudian sepeda ini kurombak lagi, towards new looks. Ruji besi kuganti dengan yang stainles steel (1 set 75 rb) biar ga karaten ditelan zaman. Gear depan kuganti dengan shimano 3 operan (110 rb), agar jalan menanjak tak jadi masalah. Untuk menyesuaikannya, dibeli (dibelikan tukangnya di jl kenjeran) pula As/poros depan dengan harga murah 25 rb. Oya, rantai yang sudah aus kuganti dengan yang baru, made in china, cuma 15 rb. Sekarang udah siap ganti penampilan, towards new look.
Tak dinyana, beberapa hari sebelum pengecatan, aku nubruk taksi dai belakang, (karena nyetir sambil ngelamun), untuk sopir taksinya tidak marah. Tapi tahukah engkau dampaknya bagi sepedaku? Parah, frame bagian depan nekuk dan garpu depan juga nekuk kedua-duanya. Harus dibawa ke tukang las untuk diluruskan, ongkosnya tak kurang dari 35 ribu.
Tak masalah, setelah selesai urusan ngelurusin frame-nya. langsung kusapukan remover cat untuk menghilangkan bekas cat, ke amplas sampai halus, dan ku pilox secara merata. Hasilnya, bisa kau lihat sendiri, tak kalah dengan buatan tukang-tukang cat yang pakai kompressor. Hebat nian pengecatanku, warnanya pun klop dengan warna komunitas bike2work, black and yellow. So, mulai saat itu aku menyebutnya blackow.

Satu kekurangannya, setelah frame-nya dilurusin, sepandai apapun tukangnya, tentunya hasilnya tak bisa semulus sebelumnya. Pasti susunan struktur atom dalam besi-nya (entah itu FCC atau BCC) berubah. Walhasil, aku menjadi tidak begitu seimbang kalau lepas setir. Tapi biarlah, yang jelas tarikannya tambah enteng, dan juga penampilannya tambah kereng & keren.
Aku tetap bangga menaikinya..

Read More..

Sunday, November 30, 2008

A message from the Custodian of the Two Holy Mosques

The Holy Quran states, "Say thou how would those who know would be equal to those who do not know?" This sound principle exalts the place of knowledge as the ultimate tool for enlightenment and exhorts all human beings to gain knowledge.

The Prophet also said, "The most righteous of people is the one who brings the greater good to the community." Because of this, the most beneficial of all deeds is one that continues to bear fruit for generations to come. Waqf (endowment) has been an essential component in the building of Islamic civilization.

Wishing to rekindle and spread the great and noble virtue of learning that has marked the Arab and Muslim worlds in earlier times, I am establishing King Abdullah University of Science and Technology on the Red Sea in the Kingdom of Saudi Arabia.

As a new "House of Wisdom," the University shall be a beacon for peace, hope and reconciliation and shall serve the people of the Kingdom and benefit all the peoples of the world in keeping with the teachings of the Holy Quran, which explains that God created mankind in order for us to come to know each other.

It is my desire that this new University become one of the world's great institutions of research; that it educate and train future generations of scientists, engineers and technologists; and that it foster, on the basis of merit and excellence, collaboration and cooperation with other great research universities and the private sector.

The University shall have all the resources that it needs to pursue these goals. A perpetual waqf (endowment) is being established and shall be managed for its benefit by an independent Board of Trustees. The Board of Trustees shall embody wise and responsible governance in support of the spirit of creativity that the University represents.

The coastal locale of the University is an area of great natural beauty and cultural significance. In its design, construction and operations the University will conserve natural resources and demonstrate by precept and example the value of responsible environmental stewardship.

Since universities striving for excellence depend on an atmosphere of exploration and initiative, nurturing and protecting freedom of research, thought and discourse related to scholarly work will be among the primary objectives of King Abdullah University of Science and Technology.

Our intention is to create an enduring model for advanced education and scientific research. A complete residential and academic compound will permit the faculty, staff, students, associates and their families to enjoy a rich and broad range of educational programs and social amenities. In providing a strong foundation for all aspects of life and work in the University, we aim to ensure its success in promoting the economic development and social prosperity of the people of the Kingdom and of the world.

Read More..