Showing posts with label S3. Show all posts
Showing posts with label S3. Show all posts

Thursday, September 23, 2021

Gagal S3 karena tidak mau menyerahkan buku disertasi

Cerita berikut konyol namun menurut saya salah satu contoh idealisme terbaik. 

Dennis W. Ritchie, penemu bahasa C dan Unix gagal S3 karena tidak mau menyerahkan buku disertasinya ke perpustakaan Harvard University. Si penemu bahasa C tersebut sudah menyelesaikan semuanya tentang disertasinya, buku pun sudah, ujian juga sudah. Cuma satu, saat perpustakaan Harvard meminta buku disertasinya, dia menolaknya. Dia berujar, "Jika perpus mau disertasiku, ya beli...."


‘If the Harvard library wants a bound copy for them to keep, they should pay for the book, because I’m not going to!’


Tidak ada Ritchie artinya (mungkin) tidak ada Unix dan Bahasa C. Tidak ada Unix artinya tidak ada Linux, Windows, MacOS, dan Android, atau mungkin ada namun tidak secanggih sekarang. Di zaman yang modern ini, kita perlu menjaga idealisme hal-hal kecil seperti diatas. Logis sekali pernyataan Dennis Ritchie ini: Jika engkau menginginkan suatu barang, engkau harus membelinya.


Ketikan yang sempurna

Tambahan kecil di cerita disertasi Dennis Ritchie adalah ketikan yang mendekati sempurna. Di zaman yang belum ada komputer (dan dia sendiri yang menemukan/membangun komputer), hanya ada enam kesalahan tik dalam disertasinya. Padahal disertasinya sendiri berkaitan dengan matematika. Sangat sulit untuk membuat persamaan matematika yang sempurna dengan mesin tik. Saya mengalaminya saat SMP. Gambar di bawah adalah contoh ketikan disertasi Ritchie dari sumber [1].

Disertasi Ritchie, hanya 6 salah tik (typo) dalam 181 halaman [1]


Referensi:

[1] https://computerhistory.org/blog/discovering-dennis-ritchies-lost-dissertation/ 


Tuesday, December 26, 2017

Kembali ke Jepang: Life at Nomi

Tak terasa, sudah tiga tahun saya meninggalkan Jepang, tepatnya 3 tahun 3 bulan. Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya kembali ke Jepang melalui MEXT. Melalui seorang teman, saya mendapat informasi tentang beasiswa MEXT, kemudian saya apply beasiswa tsb, wawancara dan alhamdulillah diterima. Saat bekerja di Jepang dulu, saya sudah beberapa kali apply beasiswa dan gagal. Saya sendiri bisa ke Jepang saat itu dengan beasiswa Jasso, kemudian bekerja di sebuah perusahaan Jepang di Mie-ken. Pelajaran yang bisa diambil, jangan takut untuk mencoba. Puluhan kali saya mencoba mendaftar beasiswa (Jepang) sejak S1, kemudian setelah lulus S2, kemudian setelah jadi PNS, akhirnya berbuah. Sebelumnya saya diinstruksikan untuk mendaftar beasiswa ke Eropa, namun hati kecil saya ingin kembali je Jepang, lingkungan dimana saya sudah terbiasa. Dan Tuhanpun mengabulkannya, Aamiin.

Saya masih ingat betul email terakhir dari calon supervisor yang mereject aplikasi saya, beliau menulis: "I regret to tell you this bad news, but I am hoping your fruitful stay in Japan", dan alhamdulillah, insyaAllah menjadi kenyataan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...