Showing posts with label WA. Show all posts
Showing posts with label WA. Show all posts

Wednesday, August 11, 2021

Kenapa Harus Email, bukan WA

TL;DR: Kalau saya jadi CE0, dan ada karyawan saya yang menggunakan WA untuk urusan kerja, akan saya pecat saat itu juga... :D

Pada tulisan ini saya berargumen bahwa komunikasi untuk urusan pekerjaan seharusnya (dan umumnya) dilakukan menggunakan email, bukan WA (WhatsApp), messenger, chat dan sejenisnya. Di tempat kerja saya kebetulan tidak ada yang memakai WA; LINE kabarnya juga sudah dilarang sejak beberapa tahun yang lalu. Sebagai tambahan, penggunaan aplikasi zoom juga dilarang karena faktor keamanan.

Sebelum membaca tulisan ini ada baiknya anda membaca tulisan berikut: WA: Pemborosan Waktu..?

Kenapa harus menggunakan Email: 

  1. Terekam, recorded
  2. Salah satu fitur email yang paling powerful adalah "terekam". Apa isi email, kapan terkirim, dari siapa, ke siapa, semua ada. Bahkan email pertama yang saya buat waktu SMP masih bisa saya baca sampai sekarang. WA? Bisa! Tapi saya tidak tahu apa isi WA pertama saya. Anda tentu paham maksud saya, dua-duanya memiliki fitur terekam, tapi bak langit dan bumi.
  3. Searchable, ketercarian
  4. Fitur kedua yang amat saya sukai dari email: ketercarian. Data teks adalah data yang sangat kompleks tapi fleksibel. Kita bisa mencari apa saja yang pernah masuk ke email kita. WA? Bisa juga, selama belum dihapus, belum ganti hape, dan belum ganti nomor.
  5. Per topik
  6. Pentingnya menggunakan email adalah bisa berdiskusi per topik. Ada yang  mengirim email dengan subjek tertentu dan kita balas (Re:XXX). Berapapun panjang dan lama diskusi tersebut tidak masalah. Ini akan menjadi masalah dengan WA dengan layar kecil, ketercarian dan rekaman yang terbatas.
  7. Universal
  8. Email itu universal dan cross-platform, tidak di monopoli oleh perusahaan tertentu. Anda pakai yahoo, saya pakai gmail, tidak menjadi masalah, masih bisa berkirim email. Beda dengan WA, LINE, messenger, dan sejenisnya yang hanya berjalan pada platform yang sama.
  9. Email menempel pada akun, bukan nomor HP
  10. Kelebihan email selanjutnya adalah bahwa dia adalah akun independen, tidak menempel pada nomor HP. Nomor HP bisa digunakan untuk pengamanan ganda. Berbeda dengan WA yang menempel pada nomer HP. Jika ganti nomor kita harus mentransfer akun WA ke nomor baru. Jika tidak, by default, prinsipnya, ganti nomor ganti WA.

Itulah beberapa alasan kenapa harus menggunakan email untuk komunikasi tulisan dalam urusan pekerjaan. Lebih khusus lagi, kita seharusnya menggunakan email kerja (kantor) untuk urusan pekerjaan, bukan email personal atau individu. Tempat kita bekerja menyediakan email kantor untuk urusan pekerjaan (tidak berlaku jika kantor tidak menyediakan). Sampai sekarang pun saya tidak tahu email lain atasan saya selain email kantor (dan Slack!).

Semoga semakin banyak orang yang "hijrah" dan "bertobat" setelah membaca tulisan ini: tidak memakai WA lagi.

Jika tidak setuju dengan argumen saya ini, tulis alasan anda dan beritahu saya (setidaknya URLnya) melalui komen di bawah ini.

Monday, December 26, 2016

WhatsApp (WA) = Pemborosan waktu ....?

Saya tidak punya WA, dan hampir tidak pernah menggunakannya (meminjam WA istri atau install-kemudian-uninstall ketika butuh). Prinsip yang mirip sama ketika saya memutuskan untuk memiliki smartphone: I don't like smartphone, but I use it when I need. Why? karena menurut saya, sekali lagi menurut saya, WA itu time consuming, menyita waktu. Bayangkan kalau dalam 10 menit kita membaca WA semenit, dalam sejam maka kita habiskan 6 menit, dalam sehari kita habiskan 144 menit atau 2 jam 14 menit. Orang lain mungkin menghabiskan 5 jam ng-wa daripada melakukan aktivitas lain. Bahkan menurut Quora di Tahun 2016 [*], pengguna WA rata-rata menghabiskan 44% dari total waktu sehari untuk menggunakan WA atau 10.6 jam! Jika waktu ng-wa itu kita gunakan untuk aktivitas bermanfaat lain, betapa produktifnya hidup kita!

WA versi web

Ada teman bahkan berkelakar, setiap ada rapat baru ada grup WA baru. setiap ada pembentukan task force baru, ada grup WA baru. setiap ada perkumpulan/kepanitiaan baru, ada grup WA baru. Sebenarnya tidak masalah jika isi grup WA informatif dan sesuai dengan keperluan grup WA tsb, namun kebanyakan justru sebaliknya. Jika memang demikian, buatlah grup yang hanya untuk bercanda saja, yang dibutuhkan sebagai pengisi waktu luang ketika menunggu sesuatu, sebuah time killer.