Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts

Wednesday, September 09, 2020

Naik-turun Tangga: Olahraga Murah Meriah nan Bermanfaat

Artikel singkat ini menerangkan manfaat naik-turun tangga. Sebagai tambahan informasi, kamar (apato) saya ada di lantai 5 sedangkan tempat kerja saya ada di lantai 9. Menghindari penggunaan lift, selain menghemat energi, akan memudahkan saya untuk mencapai target harian 8000 langkah per hari. Setidaknya saya harus pulang ke rumah dua kali, makan siang dan makan malam, sehingga saya harus bolak-balik turun dari lantai 5 ke lantai satu, jalan 500 m, dan naik dari lantai 1 ke lantai 9, setiap harinya.

Ilustrasi naik-turun tangga; sebagaimana uang, naik-turun juga juga bermanfaat [2]
Ilustrasi naik-turun tangga; sebagaimana uang, naik-turun juga juga bermanfaat [2]


Di sebuah artikel berjudul "Heart rate, oxygen uptake, and energy cost of ascending and descending the stairs" dilaporkan bahwa olahraga ringan naik-turun tangga itu bermanfaat dan disarankan. Berdasarkan hasil studi [1], tingkat detak jantung (heart rate), pengambilan oksigen (oxygen uptake), dan energi yang tebakar saat naik dan turun tangga baik untuk aktivitas fisik. Lebih detail hasil penelitian tersebut secara numerik untuk data 30 detik setelah naik 180 anak tangga dari lantai 1 sampai lantai 11 adalah sebagai berikut:
  • oxygen uptake: 33.5 $\pm$ 4.8 mL/kg/min
  • bpm (beat per minute): 159 $\pm$ 15 bpm
  • kalori terbakar: 19.7 kcal
Data untuk turun tangga (11 lantai, 180 anak tangga):
  • oxygen uptake: 17 $\pm$3.8 mL/kg/m
  • bpm: 107 $\pm$ 18 bpm
  • kalori terbakar: 9.0 kcal
Yang menarik bagi saya, ternyata turun tangga pun juga bermanfaat, meski tidak sebermanfaat naik tangga. Dari data tersebut, kata penulisnya, olahraga naik-turun tangga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh sesuai yang disyaratkan oleh ASCM ( American College of Sports Medicine). Semangat berolahraga!


Referensi
  1. K. C. Teh and A. R. Aziz, “Heart rate, oxygen uptake, and energy cost of ascending and descending the stairs:,” Medicine & Science in Sports & Exercise, vol. 34, no. 4, pp. 695–699, Apr. 2002, doi: 10.1097/00005768-200204000-00021.
  2. https://www.wannapik.com/vectors/58425

Sunday, April 07, 2013

Convert Ideas to Real World: 13 Keys!

Here are thirteen keys to convert great Ideas to the real success based on Forbes article
plus one from mine.
  1. Believe in yourself
  2. Create your personal board advisor
  3. Embrace risk as your best friend
  4. Be extremely patient
  5. Learn to sell your vision
  6. Connect the dots a long the way

Thursday, March 28, 2013

Empat Etos Kerja Islami

Berdasarkan artikel islami di sini ada empat prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam bekerja. Keempat etos kerja islami tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Halal (thalaba ad-dunya halalan)
    Baik halal pekerjaannya maupun cara menjalankannya. Contoh pekerjaan yang baik adalah pedagang, cara menjalankannya dengan jujur sehingga hasilnya halal. Pekerjaan yang tidak halal adalah pencuri, sedangkan pekerjaan halal yang tidak halal menjalankannya contohnya anggota dewan yang melakukan korupsi.
  2. Bekerja agar tidak menjadi beban hidup orang lain ( ta’affufan an al-mas’alah)
  3. Orang beriman dilarang menjadi benalu bagi orang lain, meski itu orang-tuanya (jika sudah akil baligh), saudara ataupun temannya. Rasulullah pernah menegur seorang sahabat yang muda dan kuat tetapi pekerjaannya mengemis. Beliau kemudian bersabda, “Sungguh orang yang mau membawa tali atau kapak kemudian mengambil kayu bakar dan memikulnya di atas punggung lebih baik dari orang yang mengemis kepada orang kaya, diberi atau ditolak” (HR Bukhari dan Muslim).
  4. Bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga (sa’yan ala iyalihi)
    Mencukupi kebutuhan keluarga adalah sebuah kewajiban. Hadis Rasulullah yang cukup populer, “Tidaklah seseorang memperoleh hasil terbaik melebihi yang dihasilkan tangannya. Dan tidaklah sesuatu yang dinafkahkan seseorang kepada diri, keluarga, anak, dan pembantunya kecuali dihitung sebagai sedekah” (HR Ibnu Majah).

Thursday, June 25, 2009

Enakan Hidup Begini...

Enakan hidup gini, bangun subuh, trus subuhan di Masjid. Pulang, ndaras Al-Qu’an sebentar. Keluarkan sepeda dari tempatnya, cabut. Saat hari masih pagi, kau bebas mengebut motormu, menarik gas sekencang-kencangnya. Masih pagi, jalanan masih sepi, tanpa polusi dengan udara segar, tarik nafasmu dalam-dalam sebelum lingkungan dipenuhi asap knalpot....

Tiap hari, ku pergi mengaji. Kadang ma teman, tapi lebih sering sendirian. Kadang ngonthel (on Friday), tapi lebih sering naik sepedah motor. Pagi selalu tunjukkan sesatu yang baru, pagi selalu menakjubkan... (Rugilah engkau yang jarang bangun pagi!!).

Pulang ngaji, biasanya cangkru’an (on Sunday). Ada ‘Om Gendut’ yang selalu menraktirku/mengajakku coffee morning, lebih tepatnya bukan ngopi karna yang diminum bukan kopi, tapi Jahe. Jahe ter-enak yang pernah kuminum. Satu gelas penuh, aku ragu juga itu bukan jahe, soalnya ampasnya lembut. Menikmati keceriaan pagi di kawasan Arab plus-plus (plus madura, plus jawa) di daerah Ampel, sambil menikmati lezatnya gorengan, roti maryam, martabak dan masih banyak lagi. Ah, ngapain harus kuingat nama makanan itu, yang penting enak dan.......gratis.

Nyampai di rumah jam 6-an, hidupkan komputer, ngelanjutin yang tadi malam. Segelas kopi menemaniku, yang ini benar-benar kopi, moccachino (made by my aunt). Satu jam kemudian, komputer kumatikan, bersiap ‘ngaji’ lagi (on Sunday). Berada dalam majelis ilmu, meresapi kedalaman makna kitab para sufi, membuatku berasa di Surga. Namun, saat pengajian selesai rasanya turun lagi ke dunia yang fana ini. Kapan aku bisa benar-benar ke surga...? (Ya Allah, jadikanlah hambamu ini ahli surga, Allahumaj’alna min ahlil jannah...).

Kembali dari pengajian sekitar jam 9 pagi, dhuha, dan kuhidupkan komputer lagi tuk ‘kerja’. My room is my Labs. Aku Cuma butuh soundcard terbaik dengan processor tercepat. Aku menikmati ‘kerja’-ku, sesekali googling mencari info terbaru. Always connected, katanya Nokia....

Jam 11 kembali komputer kumatikan. Berangkat ke kantornya Pak Polisi dan ngaji bersamanya di Masjid Polwiltabes Sby (on Wednesday). Alhamdulillah, ustadz-ku mampu merambah kaum militer negeri ini, biar mereka juga belajar agama, gak cuma bisa nembak doank. Tepat setelah dhuhur pengajian dimulai, di antara jeda istirahat, biar gak nganggu mereka...

Pulang ngaji, kembali komputer kuhidupkan. Kali ini lebih nyantai (seperti saat ini :-D), ngecek2 file, kali aja ada yang menarik belum terbaca. Masih sambil browsing, menunggu ashar. Setelah ashar pengajian di rumah sendiri (on Sunday), gak perlu kemana-mana, tapi perlu menata rumah: kursi2, masang karpet, sound dll. Meski gak kemana-mana tpi lebih capek, sendirian lagi. Kadang ngeluh, tapi lebih banyak senangnya....

Selesai pengajian habis ashar, langsung dilanjutkan pengajian sebelum maghrib. Kalau pengajian sebelumya kebanyakan ttg Tafsir, kali ini Bhs Arab (Nahwu-Shorof), ‘Alat untuk memahami tafsir itu sendiri. Nahwu-shorof dalam ilmu agama layaknya matematik dalam sains (as a tools). Kalau kita bisa menguasai matematik, kita bisa menguasai semua ilmu tanpa terkecuali. Begitu juga kalau kita menguasai nahwu, kita bisa belajar kitab-kitab agama dengan membaca dan memahaminya sendiri. Tentu, belajar dengan seorang guru itu harus dan lebih baik...

Ba’da magrib ada pengajian lagi (everyday except sunday). Sampai isya’ kuhabiskan di tempat itu, mendengar kisah para Nabi, kisah kaum terdahulu dan nasihat-nasihatnya. Yang pasti, disetiap pengajian ada makanannya, entah itu nasi kebuli, lontong sayur, gorengan dll. Juga ada minumannya: kopi teh dll.

Ba’da Isya ku mulai kerja lagi, ngedate dengan komputer lagi (ngedate kuk tiap hari...D), sampai tengah malam. Pastinya lagi diselingi sms-an, chattingan dan full musik (kadang juga tilawah). Melewati tengah malam, kumatikan komputer. Tidur, berharap esok (maksudnya hari itu) bisa bangun sebelum subuh.......zZZzz...zzZZzzz....zZz.......

Enakknya hidup gitu, andaikan bisa tiap hari. Rezeki datang tiap hari, tanpa dicari dan dinanti...just ngaji and ngaji........:D

SURABAYA, 2005-2009.

Friday, January 30, 2009

Dia Tahu Yang Terbaik Untuk Kita..

Kita minta pada Allah bunga segar, Allah beri kita kaktus berduri,
Kita minta pada Allah binatang mungil, Allah beri kita ulat berbulu,
Kita sedih.......protes.............dan..........kecewa,
Betapa tidak adilnya ini....
Tapi kaktus itu berbunga indah,
Ulat pun berubah jadi kupu-kupu cantik,
Itulah jalan Allah,
Indah pada waktunya!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan,
Tapi memberi apa yang kita perlukan,
Kadang kita sedih, protes dan kecewa....
Tapi diatas segalanya,
Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita,
Moga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur,
Amiin.

(Anonym, +62 856xxxxxxxx,sent: 17-Nov-2008 11:41:40)

Monday, October 27, 2008

Kita Buta...

Kita buta, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, besok dan lusa...
Kitapun tidak tahu kapankah sehelai daun akan jatuh dari tangkainya.
Kita buta.
Kita tidak tahu siapa jodoh kita kelak, dimana kita akan tinggal, apa pekerjaan kita.
Kita tidah tahu kapan kita mati.
Kita hanya merencanakan, merencanakan sesuai dengan keinginan kita.
Tetap DIA jualah yang memutuskan, karena DIA Maha memutuskan.
Kita Buta,
Kita tidak tahu apa yang terjadi esok...
Biarlah esok tetap misteri.
Biarlah esok datang dengan sendirinya.
Biarlah esok tetap menjadi esok.
Janganlah membayangkan,menyangka, menebak dan mereka-reka.
Kita tidak punya bayangan akan itu.
Jauhilah sebagian prasanga.
Karena sebagian prasangka itu bohong, dan sebagian yang lain adalah dosa.
Let’s its flow=biarkan ini mengalir.
Mengalir dengan sendirinya.
Seperti air sungai: terantuk-antuk batu, nanun tetap mengalir.
Let’s the time talk=biarkan waktu bicara....
Bicara apa adanya.
Biarlah waktu yang membuktikan....
Jalani kehidupanmu sekarang.
Kehidupan bersama teman2mu, keluargamu dan sekelilingmu.
Penelitianmu, organisasimu dan aktivitasmu.
’Mereka’ lebih membutuhkanmu,
Daripada seorang nun jauh disana... yang tidak jelas.
Karena kita masih buta.
Dan masih buta.
Blind, U know?

Wednesday, July 16, 2008

Munajat Cinta

Ya Rabb,

Aku takut cintaku padanya melebihi cintaku padaMU,
Aku takut Engkau cemburu oleh karenanya,
Maka, cabutlah rasa cinta itu dari dalam hatiku,
Bila rasa itu tidak haq bagiku,
Bila rasa itu bukan fitrah melainkan karna nafsu,
Dan bila rasa cinta itu menyebabkan aku jauh dariMu,
Namun, kuatkanlah rasa cinta itu bila itu benar-benar haq,
Benar-benar terbebas dari nafsu duniawi,
Jadikanlah rasa cintaku padanya untuk menguatkan cintaku padaMu ya Rabb,

Amiin.

Friday, June 27, 2008

Fadilah air Zam-zam..

Seorang bapak tiba-tiba aja nyelethuk di akhir pengajian : Yo ndang kono Zam-zam’e ndang di enthekne. Zam-zam iku tergantung niate sing ngombe: pengen pinter, pengen bojo loro utowo pengen liyane…

Ha..ha..ha, kok kata-kata bapak itu persis seperti yang kuminta. Bedanya aku Cuma pengin istri satu aja yang sholihah. Untung tadi sebelum sholat aku sempat minum zam-zam lagi, jadi waktu pulang ga usah berdesakan untuk ngantri air zam-zam. Saat minum zam-zam yang pertama aku minta ilmu yang manfaat dan berharap ’dia’ dijadikan istriku kelak. Saat yang kedua aku minta hidayah dan istri yang sholihah, jadi kalau doaku tadi dijumlahkan berarti aku minta: ilmu yang manfaat, ’dia’ dijadikan istriku yang sholihah dan hidayah dariNya. Air Zam-zam tadi merupakan oleh-oleh dari tuan rumah yang baru saja melakukan ibadah umrah di tanah suci.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...