Showing posts with label Manajemen file. Show all posts
Showing posts with label Manajemen file. Show all posts

Thursday, January 30, 2025

A proposal for file extension of back up files

There are several extensions used for backup files: 

  • .0, .1, etc.
  • .old, 
  • .bak, 
  • .backup, 
  • .bkp, 
  • ~ suffix
  • .orig
  • .save
  • .baka, etc. 

Based on Reddit votes, the most used is .bak; therefore, we should use the extension used by common sense.

choosing backup filename extension

(Proposed) Specification:

  1. A backup file must be named with the extension .bak
  2. If there are multiple backups, the next backup extension must be added with an integer, e.g., .bak1, .bak2, etc.
  3. The above rules also apply for folder or directory, e.g., folderA.bak, dirB.bak1.

Finding all backup files

To find all backup files, simply use a shell command

$ ls *.bak*
a.bak  a.bak0  a.bak1  a.bak2


Update: 
  • 2026/03/23: Sometimes, I found adding .0, .1, is simpler and shorter. 

Thursday, August 24, 2017

Pentingnya sebuah konfirmasi

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendapat email. Karena tidak belum saya balas, saking sibuknya, si pengirim email mengirim email lagi kepada saya. Isinya kurang lebih begini:

Hi Bagus,
Apakah kamu sudah menerima email saya? Jika iya tolong balas kurang lebih seperti ini, "Terima kasih, emailmu sudah saya terima, dan saya bisa pada jam itu". Bukan apa-apa, sekedar memastikan bahwa kamu sudah menerima emailku.
Terima kasih.

Saat itu saya baru sadar, betapa pentingnya sebuah konfirmasi. Apalagi menyangkut janji (bertemu), attachment email, pengiriman dokumen, dll. Dari situ, saya berusaha untuk menjawab, atau memberi konfirmasi, terhadap email yang masuk. Tidak semua memang, tapi jika membutuhkan konfirmasi atau jawaban, saya usahakan untuk memberikan jawaban atau konfirmasi, ASAP: as soon as possible.

Belajar dari kasus tersebut, saya membuat rule of thumb: kapan harus menjawab atau mengkonfirmasi dari sebuah email (termasuk chat, tapi yang ini less important) sebagai berikut:

  • Email tersebut email penting (dari pejabat, rekan bisnis, keluarga dekat)
  • Email tersebut memuat pertanyaan yang harus dijawab
  • Email tersebut berisi janji (pertemuan/meeting) dan sejenisnya

Orang Jepang biasa meng-cc (carbon copy) setiap email yang dikirimnya ke orang lain, ke emailnya sendiri, memastikan bahwa email tersebut terkirim. Bagaimana dengan kita...? jangan sampai email penting tidak dijawab, dan seseorang disana menunggu dengan sebal.

I am text based, karena itu cara terbaik menghubungi saya adalah dengan text (email). If I marked your email as important, I will reply it.

Important
Beberapa pertanyaan (yang ingin anda tanyakan lewat email), sebagian besar jawabannya sudah tersedia di Internet, googling it. Don't ask the question that the answer can be easily found on the internet. Jangan membuang-buang tenaga untuk mengirim email hanya untuk menanyakan masalah sepele. Kalau sudah seperti ini, entah itu email atau chat, kemungkinan besar anda tidak mendapat jawaban atau konfirmasi. Dan permasalahan sepele seperti ini juga tidak memerlukan konfirmasi.

Tuesday, July 26, 2016

Tutorial Rsync

Rsync adalah tool sinkronisasi terbaik. Dengan rsync anda tidak perlu copy-paste, tidak perlu tool back-up lain, hanya rsync saja. Begitu anda menguasainya, manajemen file terasa mudah.

Perintah dasar:

rsync fileSumber FolderTujuan
rsync -avz FolderSumber/ FolderTujuan/   
Perintah pertama akan mengcopy file 'fileSumber' kedalam 'FolderTujuan', sedang perintah kedua akan mensinkronkan file-file didalam 'FolderSumber' kedalam 'FolderTujuan'. Jika tidak ada slash di argumen pertama ('FolderSumber') maka 'FolderSumber' akan dicopy (bukan hanya file-filenya, tapi foldernya) didalam 'FolderTujuan'. Jika ada slash ('FolderSumber/') maka yang dicopy hanya file-filenya saja (bukan foldernya). Opsi -avz adalah archieve, verbose dan compress artinya rsync dilakukan secara rekursif (isi folder), menampilkan informasi sinkronisasi dan mengkompress saat pengiriman.

Skenario 1: Anda punya dua direktori/folder/drive yang akan anda sinkron-kan, misal namanya adalah tes1 dan tes2. Di dalam tes1 ada beberapa file, sedang tes2 masih kosong. Simply speaking, anda ingin memback-up atau mengcopy paste isi file didalam folder tes1 ke dalam folder tes2.

Kondisi 0:
tes1
+--- file1
+--- file2
+--- file3
tes2
Perintah:
Buat folder dan file1..3 dalam folder tes1
$ cd /tmp
$ mkdir -p tes1 && cd $_
$ touch file{1..3}
$ mkdir ../tes2
Dengan perintah diatas skenario kondisi 0 tercapai, kita mempunyai tiga file dalam folder tes1 dan nol file dalam tes2. Sekarang saatnya memback-up atau copy paste dengan rsync,
$ pwd
tes1
$ rsync -avz --update ./ ../tes2

Tuesday, September 29, 2015

Pengenalan Git: Setting .gitconfig

Ini adalah artikel terakhir seri pengenalan Git: Git init, Git clone, push dan pull dan .gitconfig ini. Sampai saat ini, Git masih merupakan manajemen file terbaik di dunia, yang juga karya seorang jenius di dunia yang masih hidup hingga saat ini. Gitconfig (sebuah nama hidden file: .gitconfig) adalah sebuah file dimana kita menyimpan konfigurasi git kita. Alih-alih mengkonfigurasi lewat command line di terminal, kita bisa menyimpan konfigurasi tersebut dalam sebuah file: .git config.

Cara pertama dan konvensional untuk mengeset konfigurasi git adalah dengan meng-echo melalui perintah "git config" sebagai berikut (settingan global/semua repo akan memiliki email dan akun ini),

$ git config --global user.name "Your Name"
$ git config --global user.email "your_email@example.com"

JIka tanpa argumen "--global", anda hanya mengeset untuk repo di folder tersebut saja. Untuk memverifikasinya silakan cek dengan

$ git config --global user.name
$ git config --global user.email

Setting lain misalnya untuk memilih vim sebagai default editor,
$ git config --global core.editor "vim" 

Untuk mengecek config tersebut gunakan perintah
$ git config --list

Saturday, April 04, 2015

Pengenalan Git: Clone, Push dan Pull

Setelah mengenal Git pada tulisan sebelumnya, saatnya kita mengenal fitur dasar alias fitur utama Git: push, pull dan clone. Sekedar mereview pada tulisan sebelumnya, setelah kita mengedit skrip kita, kemudian kita tambahkan, lalu kita beri commentar atas tambahan yang kita lakukan dan terakhir kita kirim (push) ke repository di Bitbucket atau Github.. Itu jika kita menggunakan satu komputer saja, lalu bagaimana bila kita menggunakan 2-3 komputer atau orang lain ingin mengcopy kode-kode kita dari bitbucket? Perhatikan tiga skenario pada tiga komputer di bawah ini.

Komputer 1: Edit >> add >> commit >> push
Komputer 2: Pull >> edit >> add >> commit >> push
Komputer 3: Clone

Skenario pertama (komputer 1) sudah kita lakukan pada tulisan sebelumnya. Sekarang kita berada di komputer 2, ingin mengambil kode-kode kita yang kita tulis+edit di komputer satu, kemudian kita edit/revisi lagi, dan kita kirim ke repo di Bitbukcet.

Hal pertama yang kita lakukan pada komputer 2 ini adalah mengambil kode (pull) dari repo di Bitbucket. Pertama kita inisiasi git,

mkdir coba
cd coba
git init
git remote add origin https://bagustris@bitbucket.org/bagustris/coba.git
git pull origin master