Showing posts with label rsync. Show all posts
Showing posts with label rsync. Show all posts

Tuesday, July 11, 2017

20 Perintah Dasar Linux (Shell)

Mampu menggunakan perintah dasar pada shell Linux merupakan suatu skill dasar yang harus dimiliki bagi mereka yang ingin menjadi programmer, sysAdmin dan, bahkan, (data) scientist. Shell merupakan jendela ke bahasa pemrograman lainnya seperti python, perl, awk, c/c++. Menguasai shell artinya anda bisa memadukan antara bahasa pemrograman karena shell saat ini dijadikan glue (perekat) antar bahasa pemrograman yang saat ini tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Contoh nyata penggunaan shell adalah pada riset speech synthesis, speech recognition dan data science. Dan hampir semua bidang yang menggunakan komputasi memakai shell pada systemnya. Shell pada Linux dapat digunakan melalui (gnome) terminal, buka dengan Ctrl + Alt + T, dan perintah dasarnya adalah sebagai berikut:
nama-perintah argumen
nama-perintah adalah nama perintah yang digunakan, misal perintah yang akan dibahas dibawah: ls, cp, mkdir dan mv. Sedangkan argumen adalah parameter, argumen atau input dari nama-perintah. Misal perintah "mkdir bagus" akan membuat direktori (mkdir, make directory) dengan nama "bagus" dalam direktori saat ini (current directory).

A post shared by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on


0. <tab>
Tab adalah temanmu, teman terbaikmu! Tombol tab berfungsi sebagai code completion atau pun path dan filename completion. Mulailah dengan mengetik perintah nomor satu (ls), ketik l den tekan tab. Ketil ls (spasi) dan tekan (tab). Ketil " ls Do (tab) ". Dan seterusnya. Tombol (tab) akan menghemat waktu anda, ton of times.

1. ls
ls digunakan untuk me-list file. Berikut contohnya:

ls /usr/bin

# melist secara detail
ls -l

# menampilkan dalam format "human readable" ukuran file
ls -lh

# menampilkan dalam urutan waktu secara detail
ls -lt

# menampilkan dalam urutan waktu secara detail list terbalik (reverse)
ls -ltr

# menghitung total file dalam direktori,wc word count/untuk menghitung kata, 
# wc -l untuk menghitung jumlah baris, "|" adalah pipe
ls /usr/bin | wc -l

# menampilkan argumen apa saja yang dimiliki ls
ls --help

Tuesday, July 26, 2016

Tutorial Rsync

Rsync adalah tool sinkronisasi terbaik. Dengan rsync anda tidak perlu copy-paste, tidak perlu tool back-up lain, hanya rsync saja. Begitu anda menguasainya, manajemen file terasa mudah.

Perintah dasar:

rsync fileSumber FolderTujuan
rsync -avz FolderSumber/ FolderTujuan/   
Perintah pertama akan mengcopy file 'fileSumber' kedalam 'FolderTujuan', sedang perintah kedua akan mensinkronkan file-file didalam 'FolderSumber' kedalam 'FolderTujuan'. Jika tidak ada slash di argumen pertama ('FolderSumber') maka 'FolderSumber' akan dicopy (bukan hanya file-filenya, tapi foldernya) didalam 'FolderTujuan'. Jika ada slash ('FolderSumber/') maka yang dicopy hanya file-filenya saja (bukan foldernya). Opsi -avz adalah archieve, verbose dan compress artinya rsync dilakukan secara rekursif (isi folder), menampilkan informasi sinkronisasi dan mengkompress saat pengiriman.

Skenario 1: Anda punya dua direktori/folder/drive yang akan anda sinkron-kan, misal namanya adalah tes1 dan tes2. Di dalam tes1 ada beberapa file, sedang tes2 masih kosong. Simply speaking, anda ingin memback-up atau mengcopy paste isi file didalam folder tes1 ke dalam folder tes2.

Kondisi 0:
tes1
+--- file1
+--- file2
+--- file3
tes2
Perintah:
Buat folder dan file1..3 dalam folder tes1
$ cd /tmp
$ mkdir -p tes1 && cd $_
$ touch file{1..3}
$ mkdir ../tes2
Dengan perintah diatas skenario kondisi 0 tercapai, kita mempunyai tiga file dalam folder tes1 dan nol file dalam tes2. Sekarang saatnya memback-up atau copy paste dengan rsync,
$ pwd
tes1
$ rsync -avz --update ./ ../tes2