PPLH ternyata emang ga murah, biaya per-orang untuk acara yang mau kami adakan mencapai hampir 200 ribu per-orang per-malam. Padahal obyek kami adalah mahasiswa yang uangnya pas-pasan. Walhasil kami mencari tempat alternatif lain. Beberapa ratus meter dari PPLH kami menemukannya, sebuah villa yang cukup strategis meski terkesan tidak terawat. Strategis karena letaknya tepat di depan jalur pendakian gunung penanggungan, di bawahnya juga ada balai desa dan masjid. View-nya pun, wow.., sungguh bagus. Kami tanya-tanya dan kebetulan berjumpa langsung dengan penjaga villa tsb.
Perjalanan berlanjut, karena orang yg mw kami inapi nanti malam belum pulang, kami jalan2 dulu ke Bangil ke rumahnya Sofyan dan Totok. Rencana puasa hari itupun terpaksa ku batalkan karrna kami disuguhi berbagai makanan. Kenyang, sorenya kami menuju Leces, Probolinggo dan bermalam di sana.
Continue...