Saturday, January 31, 2026

Interval walking di musim dingin

Interval Walking Training (IWT), atau yang dikenal sebagai teknik berjalan interval, merupakan cara sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan kesehatan: cukup bergantian antara jalan cepat (fast walking) dan jalan lambat (slow walking) dalam sesi sekitar 30 menit, misalnya 5 menit cepat lalu 5 menit lambat secara bergiliran. Berbeda dengan jalan biasa, metode asal Jepang ini telah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai studi besar—melibatkan ribuan partisipan—mampu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes, menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko stroke, serta memperbaiki kondisi hipertensi, gejala depresi, kualitas tidur, dan kekuatan fisik secara keseluruhan, termasuk peningkatan kapasitas aerobik serta kekuatan otot kaki yang lebih unggul dibandingkan jalan konstan. Kini, IWT semakin populer di seluruh dunia dan bahkan mulai diintegrasikan ke dalam program rehabilitasi jantung (cardiac rehabilitation) dengan pemantauan jarak jauh, menjadikannya solusi praktis, aman, dan mudah diikuti bagi siapa saja yang ingin hidup lebih sehat tanpa peralatan mahal atau gym. 

Bagaimana memanfaatkan IWT pada musim dingin? 

Secara tidak sengaja, saya "menemukan" metode IWT dengan memanfaatkan dinginnya musim dingin. Setiap hari ketika bekerja, saya butuh berjalan kaki ke tempat sholat, berpindah gedung. Nah, di saat keluar dari gedung dengan udara yang lebih dingin daripada di dalam gedung, saya mempercepat jalan saya, dengan harapan segera masuk ke gedung lain sekaligus menambah pergerakan agar badan lebih hangat. Ketika masuk gedung lain, saya memperlambat kecepatan jalan saya. Ini yang saya maksud dengan IWT di musim dingin. Singkatnya:

  • Indoor: jalan lambat
  • Outdoor: jalan cepat
Tidak hanya di musim dingin, IWT indoor (lambat)-outdoor (cepat) tersebut juga tidak sengaja saya praktekkan di musim yang lain. Mungkin sudah terbiasa. Suatu ketika teman saya berkata kalau di luar gedung jalan saya cepat sekali.

Wednesday, January 07, 2026

Fix Japanese garbled character

 To fix garbled Japanese characters, use the `nkf` command. You need to install it first since it is usually not available by default in most Linux platforms. Then, using the following command to convert its encoding (detected by default) to a readable one.   

$ nkf old_file.txt > new_file.txt 
An example of output is below.

Tuesday, January 06, 2026

Permasalahan smartwach (The problem with smartwatch)

Saya menyukai memakai jam, dengannya saya bisa tahu waktu. Utamanya waktu untuk sholat dan melakukan aktivitas lainnya. Dengan adanya smartwatch, tidak hanya waktu saja informasi yang saya dapatkan, melainkan lama tidur, detak jantung, dan jumlah langkah (step tracker). Informasi itu sangat bermanfaat. Misalnya, dalam sehari saya menargetkan tidur tujuh jam, jika kurang dari itu (informasi dari smartwatch), saya bisa menambah jam tidur saya. Sebaliknya, jika siang/sore saya sudah tidur 1-2 jam, maka malamnya saya bisa tidur lebih singkat. 

Begitu juga untuk langkah kaki, kalau saya menargetkan tiap harinya harus berjalan 7000 langkah, jika kurang saya bisa menambahnya. Bahkan, saya bisa merangkum data-data itu, seperti yang saya jelaskan di sini: 

https://bagustris.blogspot.com/2021/05/data-jalan-kaki-tidur-dan-detak-jantung.html

Tapi ada satu permasalahan besar pada smartwatch. Apa itu? Sangat tidak masuk akal bagi saya jika saya harus mengisi daya (charge) smartwatch tersebut tiap minggu. Karenanya, dua smartwatch yang saya pakai sebelumnya berdaya tahan lama, Xiaomi Band 4 dan Amazfit Band 7. Keduanya memiliki rentang hidup (lifetime) selama kurang lebih tiga-empat minggu (21-28 hari) untuk sekali isi daya dengan mode power saver. 

Saat ini saya tidak memakai smartwatch lagi, hanya Casio yang memiliki fitur step tracker yang bisa bertahan 10 tahun tanpa diisi daya, cukup mengganti baterainya. Saat itu saya sedang dalam perjalanan selama tiga minggu, dan saya mengandalkan smartwatch untuk bisa bertahan sepanjang waktu itu. Ternyata kapasitasnya menurun, baru dua minggu sudah mati, dan saya tidak membawa kabel pengisian dayanya. Saat itu juga saya beralih ke jam tangan yang tidak perlu diisi daya, tahan lama, memiliki fitur step tracker, dual time, dan fitur-fitur lainnya.  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...