
Selasa malam, setelah pulang dari Gresik, Titon menawariku untuk menemaninya ke Tulungagung. Dia malas ke rumah saudaranya Cuma beserta ortunya. Tanpa pikir panjang aku menerima tawarannya, apalagi rencana utamanya dia malah mengajakku ke gunung Kelud, tempat yang selama ini menjadi tujuan jalan-jalan kami. Seperti biasa, sebelum pergi Ibunya Titon udah menyiapkan bekal untuk kami berdua, masing-masing satu bungkus nasi + mie dengan lauk telur dan ayam ditambah dua potong terang bulan dan 1,5 liter air botol. Sebelum berangkat, aku disuruh ngantar bapaknya stasiun Wonokromo karena kedua ortunya naik Kereta Api, kami janjian ketemu di rumah saudaranya Titon di TA (Tulungagung). Mengikuti saran bapaknya Titon, kami lewat Mojoagung beluk kiri. Dan seperti biasa, kami kesasar. Bukannya menuju Pare namun kami malah menuju Wonosalam. Putar balik, kami membetulkan rute perjalanan agar sampai ditempat. Mengikuti feeling dan bertanya-tanya kepada orang akhirnya kami nyampe di taman wisata gunung Kelud. Kami juga menemui Mysteri Road, dimana jalan yang menanjak namun ternyata segala sesuatu yang diatasnya malah meluncur naik bukannya turun. Aneh tapi nyata, namun sebenarnya (katanya sih..) itu Cuma ilusi. Jalan tersebut sebenarnya turun 5’, namun kelihatan naik. Well, lanjut...