Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

Monday, October 19, 2020

Teknik Pendakian Turun: Meghindari Lutut Sakit dan Telapak Kaki Melepuh (blister)

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan teknik pendakian naik (ascending/uphill). Tulisan ini membahas teknik pendakian turun (descending/downhill). Pada saat turun, potensi sakit dan letih lebih besar karena kita tidak menyadarinya. Umumnya kita mengira turun lebih mudah dan sedikit membutuhkan tenaga (memang begitu nyatanya!). Namun banyak potensi sakit dan cedera di saat turun. Dua hal yang umum adalah lutut sakit dan jempol kaki melepuh (kadang diikuti oleh bagian kaki lainnya).
Dua pendaki berjalan pelan dengan langkah pendek menuruni gunung


Lutut Bebas Sakit (Ankle pain-free downhill)

Selain berolahraga (latihan seperti video di bawah), teknik dibawah ini dapat mencegah lutut sakit saat turun gunung. 
  1. Menggunakan tongkat, gunakan tongkat sebagai tumpuan dan alat bantu (mengontrol) turun. 
  2. Bertumpu pada tumit (heel strike first), bukan pada bagian telapak kaki bagian depan. 
  3. Menyeimbangkan pinggul: saat turun gerakkan pinggul ke bawah untuk mengimbangi pergerakan (bukan malah tegak lurus seperti rest step). Tetap merendah (stay low) dan bengkokkan lutut anda (bent your knee).
  4. Muscle up: memperkuat otot lutut ketika menjejak. Berdasarkan hasil sebuah studi, otot lutut menerima beban 7-8 kali lebih banyak ketika turun daripada ketika naik. Jika tidak dikontrol (ditahan) dengan baik maka akan menyebabkan lutut sakit karena menerima beban/tekanan berlebih. Cara mengontrolnya adalah dengan menguatkan/mengeraskan otot lutut ketika menjejak.
  5. Jangan turun terlalu cepat (jangan lari). Awali dengan gerakan lambat (start slow). Awalnya saya beranggapan kalau turun dengan cepat itu akan mengurangi kelelahan/sakit di kaki (khususnya lutut). Ternyata anggapan ini salah total. Secara fisika jelas, F=ma dan P=F/A. Jadi, naiknya kecepatan (aka percepatan) akan menaikkan gaya (force, F) dan tekanan (pressure, P). Aturan sederhana bagi saya, maksimal waktu untuk turun adalah setengah waktu naik. Jika naik saya butuh satu jam, maka paling cepat saya turun dalam setengah jam, tidak boleh lebih cepat dari itu. Idealnya, mungkin, adalah 3/4 waktu naik.

Perhatikan video berikut untuk lebih detailnya.

Menghindari Jempol Melepuh (Anti-blister downhill)

Penyebab blister (melepuh) adalah adanya tekanan yang berlebihan pada bagian tsb, khususnya jempol kaki. Jadi, langkah paling mudah adalah mengurangi tumpuan pada bagian tersebut. Sebaliknya, pada saat turun tumpuan kaki ada pada tumit, bukan pada ujung depan kaki (jari). Perhatikan video di bawah ini.

Teknik kedua agar kaki tidak melepuh saat turun gunung adalah dengan menggunakan sepatu yang pas (benar-benar pas, tidak kekecilan atau kebesaran). Jika anda hendak membeli sepatu (sebaiknya tidak online agar bisa dicoba), cek ukurannya dengan baik. Tanpa kaos kaki harusnya sepatu sudah (sedikit) nyaman; tidak jatuh saat digunakan melangkah. Ukur ukuran telapak kaki anda dengan teliti, caranya: letakkan telapak kaki di atas kertas, dan buat garis mengelilingi telapak kaki anda. Contohnya adalah ukuran kaki saya seperti di bawah ini, ukurannya 24.5 cm (Ukuran sepatu indonesia: 39.5). Tambah 1-1.5 cm, jadi 25.5 - 26.0 (41-42). Ini ukuran sepatu gunung paling pas buat saya (Ingat: hanya untuk sepatu gunung, tidak berlaku untuk pantofel dan sneaker).

Teknik ketiga untuk menghindari blister adalah dengan menggunakan kaos kaki khusus untuk mendaki. Kaos kaki ini biasanya berasal dari bahan wool. Pada kaos jenis tertentu (anti-blister shoes), ada juga yang menyebutkan pada tekanan berapa kaos kaki tersebut mampu menahan tekanan dari telapak kai.

Keempat, kencangkan tali sepatu dan tas anda. Ini biasanya saya lupa. Tahu-tahu, ketika sudah di bawah tali sepatu saya sudah lepas (karena tertutup gaiters maka tidak terlihat). Kalau perlu cek di tengah perjalanan turun.


Perawatan

Jika sudah terlanjur turun gunung dan kaki sakit, baik lutut atau telapak kaki. Satu-satunya perawatan yang ampuh adalah banyak istirahat, banyak minum dan makan. Istirahat bukan berarti bolos kerja/kuliah/sekolah, tapi memperpanjang waktunya, misal menyegerakan tidur. Jika lutut masih sakit, mengompressnya dengan es batu mungkin membantu. Banyak minum juga bisa membantu mengembalikan kondisi tubuh (selain banyak minum). Banyak minum ini harusnya juga dilakukan ketika naik dan turun gunung. Berdasarkan pengalaman pribadi, memakai supporter lutut (knee calf) sangat saya sarankan baik saat naik gunung atau perawatan ketika lutut sakit. Setelah dari Gn. Okushishiku, lutut saya sakit. Sehari memakai knee calf support, besoknya langsung sembuh, alhamdulillah. Knee calf support-nya sendiri saya beli di Watts seharga 100 yen.

Sebagai tambahan, video berikut memperlihatkan teknik sederhana pendakian naik dan turun.
Referensi:
[1] https://www.theoutbound.com/jen-weir/do-your-knees-hurt-when-hiking-downhill-here-s-why

Saturday, September 29, 2018

Pendakian Gn Fuji via Fujinomiya Trail: Rute, Estimasi Waktu dan Biaya

Persiapan

Video berikut sangat membantu untuk persiapan mendaki Fuji, khususnya via Fujinomiya trail. Langsung cus ke link youtube di bawah ini. Simak dengan baik, kalau perlu catat hal-hal penting yang sekiranya bermanfaaat ketika mendaki nantinya.

Rute

Rute yang kita gunakan adalah Fujinomiya trail. Selain Fujinomiya, ada tiga rute lainnya: Gotenba trail, Subashiri trail, dan Yoshida (Kawaguchiko) trail. Fujinomiya trail sendiri bukan rute yang populer, karena terletak di arah selatan. Kebanyakan orang mendaki dari arah Tokyo, khususnya rute Yoshida trail beserta dua rute lainnya. Awalnya, saat ibukota Jepang masih di Kyoto, rute Fujinomiya trail ini (katanya) adalah yang paling populer. Namun, begitu Ibukota Jepang berpindah ke Tokyo (Utara), maka rute yang populer adalah dari sisi utara Gunung Fuji.

Friday, October 14, 2011

Jalur Pendakian Gunung Kerinci

After all equipments are already packed.

Mulai dari carrier sampai jas hujan. Dari kompor masak, sleeping bag, peralatan logistik dan lain-lain. Yang di list udah masuk. Tinggal berangkat aja. Let's go!

Gunung Kerinci
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3800m dpl dan masih dalam keadaan aktif. Berada pada lintang 10°45,50' LS dan 1010°160' BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Dikaki gunung ini juga anda bisa temukan perkebunan teh yang terdapat di desa Kersik Tuo. Didesa Kersik Tuo ini banyak terdapat penginapan-penginapan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Penduduk didesa Kersik Tuo ini mayoritas adalah suku Jawa yang sudah lama sekali tinggal disana, sejak jaman kolonial Belanda. Gunung kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasional Kerinci Semblat.

Beberapa rute untuk mencapai G. Kerinci
Gunung Kerinci bisa dicapai lewat kota Jambi atau kota Padang atau juga dari Muara Bungo. Muara Bungo terletak di jalan Lintas Sumatera antara profinsi Jambi dan Sumatera Barat. Keterangan rute-rute tersebut sebagai berikut.

Rute Kota Padang Sumatera Barat.
Padang - Kersik Tuo - Sugai Penuh.
Naik bus umum trayek Padang Sungai Penuh dan turun didesa Kersik Tuo.

Rute dari Jambi.
Jakarta - Jambi - Sungai Penuh - Kersik Tuo.

Rute dari Muara Bungo.
Jakarta - Muara Bungo - Sungai Penuh.

Dari Jakarta naik bus tujuan Padang, dan turun di kota Muara Bungo, dari sini dilanjutkan perjalan dengan menumpang mini bus dengan tujuan Sungai Penuh. Kemudian ganti kendaraan lagi dengan naik angkutan mini bus ke desa Kersik Tuo. Selain dari Kersik Tuo bisa juga dicapai dari Lubuk Gadang dan Kayu Aro. Akan tetapi rute dari desa Kersik Tuo adalah yang umum dipakai oleh para pendaki. High-camp.com menyarankan anda menginap dulu di Kersik Tuo dan memulai pendakian pagi keesokan harinya.

Mengawali perjalanan dari sungai Penuh kami langsung menuju Pintu Rimba untuk memasuki kawasan Gunung Kerinci. Setelah menyantap makan siang nasi bungkus Dendeng Betokok kami siap-siap berangkat. Namun hujan mulai turun. Aku bertanya apakah pendakian ditunda? Tidak jawab guide kami. Pendakian harus dimulai karena waktu berjalan terus. Kami semua mengeluarkan jas hujan. itulah gunanya membawa barang tersebut.

Setelah semuanya siap, tepat pukul 16.30 WIB mulai mendaki.

TAHAPAN RUTE PENDAKIAN

Friday, July 04, 2008

Road to Kelud-Karangkates


Selasa malam, setelah pulang dari Gresik, Titon menawariku untuk menemaninya ke Tulungagung. Dia malas ke rumah saudaranya Cuma beserta ortunya. Tanpa pikir panjang aku menerima tawarannya, apalagi rencana utamanya dia malah mengajakku ke gunung Kelud, tempat yang selama ini menjadi tujuan jalan-jalan kami. Seperti biasa, sebelum pergi Ibunya Titon udah menyiapkan bekal untuk kami berdua, masing-masing satu bungkus nasi + mie dengan lauk telur dan ayam ditambah dua potong terang bulan dan 1,5 liter air botol. Sebelum berangkat, aku disuruh ngantar bapaknya stasiun Wonokromo karena kedua ortunya naik Kereta Api, kami janjian ketemu di rumah saudaranya Titon di TA (Tulungagung). Mengikuti saran bapaknya Titon, kami lewat Mojoagung beluk kiri. Dan seperti biasa, kami kesasar. Bukannya menuju Pare namun kami malah menuju Wonosalam. Putar balik, kami membetulkan rute perjalanan agar sampai ditempat. Mengikuti feeling dan bertanya-tanya kepada orang akhirnya kami nyampe di taman wisata gunung Kelud. Kami juga menemui Mysteri Road, dimana jalan yang menanjak namun ternyata segala sesuatu yang diatasnya malah meluncur naik bukannya turun. Aneh tapi nyata, namun sebenarnya (katanya sih..) itu Cuma ilusi. Jalan tersebut sebenarnya turun 5’, namun kelihatan naik. Well, lanjut...

Jalan Ke Kelud

Saturday, August 04, 2007

Di Puncak Tertinggi

Aku, di Puncak Semeru
Jangan merasa menjadi yang tertinggi, karena pasti ada yang lebih tinggi !! Sungguh "DIA" yang maha tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya... Subhanallah...

Sebuah pengalaman dari puncak Mahameru

Bersama-sama teman-teman dari kontrakan (Teguh , Harta) plus farid, hasyim dan cahyo, aku pergi dg sepeda motor ke Malang untuk memulai ekspedisi NINTH goes to mahameru kali ini. Di Arjosari Nanunk, Woodin dan Imron sudah menunggu. Kemudian, sekitar maghrib Rizal datang, kami langsung menuju tumpang. Dengan proses (angkutannya) yg agak alot akhirnya kami tiba di tumpang, kami mampir ke masjid utk menghilangkan stress awal. Beruntung dari informasi penjaga masjid kami mendapatkan transportasi yang cukup murah dan kamis malam itu (12-07-2007) kami sampai di pos pertama, ranu pane dan kami beristirahat semalam di pondok pendaki yang ada di wilayah pos tersebut.

Ninth di Ranu Kumbolo (menghadap ke tanjakan cinta)

Paginya kami mengurus izin pendakian dan setelah itu kami memulai pendakian, sekitar jam 07.30 WIB. Sekitar 4 jam kemudian kami tiba di Ranu Kumbolo, sebuah danau yang eksotik dan ternyata disana teman-teman kami sudah menunggu: Aat, Huri dan Setyo. Kurang lebih pukul 02.00 WIB kami melanjutkan pendakian bersama sama, dan setelah berkali-kali beristirahat di perjalanan kami sampai di pos terakhir, Arcopodo untuk nge-camp. Sebelumnya kami sempat istirahat di pos kalimati untuk mengambil air dan memasak makanan. Sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan ke puncak sabtu dini hari, namun karena alasan fisik perjalanan ke puncak kami undur sehari sehingga kami dapat beristirahat dan mengambil air lagi (di sumbermani). Pagi dini hari (01.30) kami menuju puncak dan sampai di puncak pukul 05.30, tentu saja yang sampai puncak pertama kali hasyim dan Alhamdulillah kami bertigabelas mampu mencapai puncak semua. Setelah semuanya selesai kami langsung turun dengan perjalanan yang melelahkan karena menempuh jalur yang berbeda.

Ada kisah yang menarik, malam hari saat tiba di ranu pane dan tertidur di pos 1 (penginapan), teman saya mimpi basah. Walhasil, paginya dia harus cari tempat untuk mandi besar, dan kebetulan dia menemukan ada masjid/mushola di dekat situ. Dalam dinginnya ranu pane, dia terpaksa harus mandi untuk menggugurkan kewajiban syar'i. Kejadian ini berefek saat turun gunung, dengkulnya agak sakit bersama satu teman lainnya yang mimpi pada hari sebelumnya.

Update:
Setelah pendakian pertama pada 2007 ini, saya mendaki Semeru lagi pada 2014. Catatan lengkap tentang biaya perjalanan, estimasi waktu, jalur pendakian dan beberapa tips dan trik pendakian semeru bisa dibaca disini.