![]() |
| Fig 0. Kereta Bandara Soetta Produksi INKA [4] |
Showing posts with label Noise Control. Show all posts
Showing posts with label Noise Control. Show all posts
Sunday, March 19, 2017
Bising Kereta Api: Sumber dan Solusinya
Kereta api merupakan moda transportasi utama. Di banyak negara (maju), kecanggihan dan kecepatan kereta api bahkan mampu mengalahkan pesawat. Sebagai contoh di Jepang dan beberapa negara Eropa, berkendara dengan kereta akan lebih cepat (dan tarifnya lebih mahal) dari pesawat. Hal ini dikarenakan trayek kereta yang berangkat dan menuju pusat kota, tidak seperti pesawat yang bandara-nya hampir dipastikan jauh di pinggir kota.
Menilik rencana induk perkertaapian nasional yang di launching tahun 2011 (RIPNas), PT. KAI menarget kan kereta api sebagai leading transportaion line yang dituangkan dalam RIPNas 2030. Rencana tersebut meliputi: Bab 1 Perkeretaapian Nasional, Bab 2 Strategi pengembangan jaringan layanan, Bab 3 Strategi peningkatan kemanan dan keselamatan, Bab 4 Strategi alih teknologi dan pengembangan industri, Bab 5 Strategi pengembangan SDM, Bab 6 Strategi pengembangan kelembagaan, Bab 7 Strategi Investasi dan Pendanaan serta Bab 8 Penutup. Sayang dalam RIPNas tersebut tidak membahas tentang dampak kebisingan yang diemisikan kereta api. Inilah yang akan saya bahas. Dalam RIPNas, hanya dibahas dampak polusi pada sub-bab ramah lingkungan. Sedangkan pada bidang keselamatan (safety) akan ditempuh kebijakan melalui: penyiapan regulasi, peningkatan keandalan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tulisan ini juga mengusulkan langkah riil yang bisa ditempuh khusus untuk mitigasi kebisingan yang diakibatkan oleh kereta api.
Sunday, March 29, 2015
Noise Control: Low Vs High Frequencies
Pada awal tahun 2015 saya membukanya dengan mengikuti Workshop Akustik dan Vibrasi yang diadakan oleh Departemen Teknik Fisika ITB. Keynote speaker workshop kali ini adalah Prof. David Herrin dari univeristy of Kentucky, USA. Materi workshop pun cukup menarik dan sangat seusai dengan apa yang selama ini kami kerjakan di lab +VibrasticLab ITS Surabaya. Jadi kami sangat berharap workshop ini dapat meng-upgrade kemampuan kami di bidang Akustik dan Vibrasi, khususnya dalam hal noise control.
Ada 15 materi (chapter) yang dibahas dalam workshop selama dua hari tersebut, mulai dari teori tentang "sound and vibration" sampai aplikasinya dalam desain akustik muffler (knalpot). Beliau, Prof, David Herrin adalah konsultan dari Harley Davidson. Ke-15 materi tersebut adalah sebagai berikut: Basic sound and noise, introduction to numerical acoustics, Application: Engine cover example, numerical simulation applied to compressor, acoustic FEM and AML, design for noise, applied noise control, design of partial enclosure, sound absorbing material, measurement of sound impedance and absorption, measurement of bulk properties, layered materials, design of muffler and silencer, muffler case studies, dan measurement of muffler insertion and transmission loss.
Salah satu isi dari workshop tersebut adalah efek dari pemotongan spesimen/bahan uji terhadap hasil pengukuran. Jika pemotongan spesimen tidak benar-benar presisi, maka terjadi loss terhadap pengukuran. Gambar berikut adalah dua spesimen yang berbeda pemotongan-nya (good and not-good/NG) sedangkan gambar dibawahnya adalah hasil pengukurannya. Garis warna merah menunjukkan hasil pengukuran pada pemotongan dengan diameter 1.375 inchi sedangkan garis warna kuning menunjukkan hasil pemotongan dengan diameter 1.360 inchi (berbeda 0.005 inchi).
| Pemaparan materi oleh Prof. David Herrin |
Ada 15 materi (chapter) yang dibahas dalam workshop selama dua hari tersebut, mulai dari teori tentang "sound and vibration" sampai aplikasinya dalam desain akustik muffler (knalpot). Beliau, Prof, David Herrin adalah konsultan dari Harley Davidson. Ke-15 materi tersebut adalah sebagai berikut: Basic sound and noise, introduction to numerical acoustics, Application: Engine cover example, numerical simulation applied to compressor, acoustic FEM and AML, design for noise, applied noise control, design of partial enclosure, sound absorbing material, measurement of sound impedance and absorption, measurement of bulk properties, layered materials, design of muffler and silencer, muffler case studies, dan measurement of muffler insertion and transmission loss.
Salah satu isi dari workshop tersebut adalah efek dari pemotongan spesimen/bahan uji terhadap hasil pengukuran. Jika pemotongan spesimen tidak benar-benar presisi, maka terjadi loss terhadap pengukuran. Gambar berikut adalah dua spesimen yang berbeda pemotongan-nya (good and not-good/NG) sedangkan gambar dibawahnya adalah hasil pengukurannya. Garis warna merah menunjukkan hasil pengukuran pada pemotongan dengan diameter 1.375 inchi sedangkan garis warna kuning menunjukkan hasil pemotongan dengan diameter 1.360 inchi (berbeda 0.005 inchi).
| Good and Bad specimen cutting |
| Hasil pengukuran dengan beda diameter 0.005 inchi |
Subscribe to:
Posts (Atom)
