Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Monday, June 23, 2025

BFG yang tertunda

Tahun ini saya rencananya pulang ke Indonesia selamanya, Back for Good, alias BFG. Qodarullah, beberapa bulan sebelum saya pulang (sekitar 7 bulan), saya mendapat kabar kalau saya diberhentikan (dengan hormat) dari PNS. Dalam kurun waktu tujuh bulan tersebut, saya harus bisa mencari pekerjaan baru karena kontrak pekerjaan lama akan berakhir pada Maret 2025 (saya menyetujui kontrak kerja sampai kurun tersebut karena setelahnya saya berencana BFG). Di Jepang, umumnya orang mencari pekerjaan dalam kurun waktu 1-2 tahun sebelum mulai bekerja. Seperti mahasiswa saya sekarang, baru masuk S2 sudah mulai mencari pekerjaan. Padahal lulusnya masih dua tahun lagi.

    Alhamdulillah, kurang lebih empat bulan sebelum kontrak pekerjaan lama selesai, saya mendapat kepastian tentang diterimanya aplikasi saya untuk menjadi seorang asisten profesor di sebuah kampus negeri di Jepang. Inilah hikmah saya diberhentikan dari PNS. Agar bisa menjadi seorang asisten profesor di Jepang. Saya teringat kata-kata seseorang beberapa tahun lalu ketika dia menolak saya: urip iki manut miline banyu mawon. Saya juga teringat kata-kata seorang profesor di universitas terkemuka di Jepang saat beliau menolak aplikasi S3 saya: I am hoping for your fruitful stay in Japan. Inilah hidup. Boleh jadi sesuatu tidak kamu sukai, padahal ada baiknya bagi kamu. Dan, boleh jadi kamu suka sesuatu, padahal dia itu tidak baik bagi kamu. Dan, Allah mengetahui, sedang kamu tidaklah tahu (2:216). Bisa jadi, dari sesuatu yang tidak kamu sukai keluar sesuatu yang spesial.

    Seperti halnya saya memaknai bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, saya memaknai gagalnya BFG tahun ini sebagai BFG yang tertunda.

Tuesday, December 26, 2017

Kembali ke Jepang: Life at Nomi

Tak terasa, sudah tiga tahun saya meninggalkan Jepang, tepatnya 3 tahun 3 bulan. Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya kembali ke Jepang melalui MEXT. Melalui seorang teman, saya mendapat informasi tentang beasiswa MEXT, kemudian saya apply beasiswa tsb, wawancara dan alhamdulillah diterima. Saat bekerja di Jepang dulu, saya sudah beberapa kali apply beasiswa dan gagal. Saya sendiri bisa ke Jepang saat itu dengan beasiswa Jasso, kemudian bekerja di sebuah perusahaan Jepang di Mie-ken. Pelajaran yang bisa diambil, jangan takut untuk mencoba. Puluhan kali saya mencoba mendaftar beasiswa (Jepang) sejak S1, kemudian setelah lulus S2, kemudian setelah jadi PNS, akhirnya berbuah. Sebelumnya saya diinstruksikan untuk mendaftar beasiswa ke Eropa, namun hati kecil saya ingin kembali je Jepang, lingkungan dimana saya sudah terbiasa. Dan Tuhanpun mengabulkannya, Aamiin.

Saya masih ingat betul email terakhir dari calon supervisor yang mereject aplikasi saya, beliau menulis: "I regret to tell you this bad news, but I am hoping your fruitful stay in Japan", dan alhamdulillah, insyaAllah menjadi kenyataan.