Showing posts with label scopus. Show all posts
Showing posts with label scopus. Show all posts

Tuesday, January 14, 2020

Manuscript preparation workflow


Here is my manuscript preparation workflow:

1. Spellcheck
I use gEdit for my (latex) writing, it has built-in spellcheck (install via `sudo apt install aspell-en`, if
it doesn't appear like below).
gEdit spell check

2. Grammar check
For free, I use textidote. For the paid version, I used Grammarly (also available for free with limited capability). Read this link on how to use textidote (in Indonesian language, right click > translate to English if you use Google Chrome). Another tool is proselint.
https://bagustris.blogspot.com/2019/06/mengecek-grammar-dan-spellchek-bahasa.html

3. Common error detector

Wednesday, January 10, 2018

Berpikir terbalik

Kadang saya suka berandai-andai: bagaimana kalau sebaliknya...?

Saat ramai-ramai izin taksi online atau ojek online dipermasalahkan, saat itu saya punya pikiran: bagaimana kalau sebaliknya...? bagaimana kalau taksi dan ojek konvensional yang dilarang saja: semua harus online. Setidaknya ada manfaat: keterbukaan dan kemudahan, meski hanya untuk sebagian orang (di masa depan tentu manfaatnya lebih banyak).

Saat perayaan tahun baru dilarang: bagaimana kalau sebaliknya...? bagaimana kalau malah harus merayakan dengan hal yang negatif...? OK, begini urutannya:
Tidak boleh merayakan sama sekali --> boleh merayakan dengan hal yang positif --> boleh merayakan dengan hal yang positif/negatif --> harus merayakan dengan hal yang negatif.
Bagaimana jika seperti itu...?

Terkait "publikasi harus terindeks Scopus". Bagaimana kalau dibalik: Tidak boleh publikasi yang terindeks scopus. Atau kalau mau lebih extrim lagi: jika (sengaja) publikasi (hanya) terindeks Scopus --> pecat!

Bagaimana jika sepert itu...?

Anda tidak bisa melarang orang yang memakai cadar atau memakai jilbab. Sebaliknya anda juga tidak bisa melarang seseorang berpakaian seminimal mungkin atau (hampir) telanjang. Peraturanlah yang mengaturnya. Dan agama saya kaya akan peraturan seperti itu.

Dunia diciptakan berpasangan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang.

Ini pikiran ekstrim, setidaknya ada perimbangan dari satu kubu bahwa tidak ada kebenaran mutlak selama kita di dunia ini. Selama agama tidak melarang, tidak masalah. Peraturan buatan manusia banyak salahnya dan bisa diubah.