Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Saturday, March 18, 2017

Hutan Pinus Imogiri

Suatu ketika saya di Jogja dan saya hanya punya waktu kurang lebih tiga jam untuk jalan-jalan. Kemana saya akan pergi...? Malioboro? Keraton Yogya..? Benteng Vredeburg...? Ah, semua tempat itu sudah saya kunjungi. Saya ingin sesuatu yang baru, tempat yang lagi trend dan booming. Kali ini, Hutan Pinus Imogiri menjadi pilihan saya. Wisata alam yang terletak di dekat makam raja-raja jogja tersebut menawarkan panorama jogja dari atas bukit Imogiri yang murah dan mempesona. Berikut kisahnya.


Rute Perjalanan
Untuk lebih mudahnya, saya akan memulai perjalanan dari pertigaan flyover Janti. Jika anda naik kendaraan umum dari arah Solo, akan akan melewati Bandara Adi Sucipto, dan setelah itu masuk Jogja maka akan dihadapkan pada pertigaan Janti. Jika anda menggunakan kendaraan umum (Bis/kereta), akan lebih mudah menggunakan Gojek atau Uber karena saat ini belum ada angkutan umum menuju Imogiri. Dari Janti, rute menuju hutan Pinus Imogiri dapat dilihat pada peta berikut.

 

Tuesday, June 28, 2011

Pantai Depok, Yogyakarta

Suatu waktu saya ke jogja, dan ada kesempatan bermain, saya bingung kemana akan bermain. Tanya sana-sini (yang ditanya juga sama bingungnya dengan yang bertanya), akhirnya saya menemukan tempat tujuan bermain untuk menikmati sunset: Pantai Depok.

Pantai Depok, begitu namanya. Saat pertama kali dengar, saya kita itu Depok yang dekat Jakarta itu, Eh, ternyata bukan, itu pantai yang dekatnya Parang Tritis. Tepat sebelum masuk gapura Parang Tritis, ada jalan ke kanan. Menyusuri jalan itu akan mengantarkan anda menuju Pantai Depok.
Gerbang Pantai Depok
Yang membedakan Pantai Depok denga pantai-pantai lainnya adalah ikan. Ya, di Pantai Depok anda dapat menemukan hidangan ikan segar dan sejumlah hasil tangkapan laut lainn. Kesemua itu dipadu dengan nuansa khas restaurant pesisir. Tak jauh dari pantai ini, anda bisa menikmati panorama gumuk pasir satu-satunya di kawasan Asia Tenggara.

Thursday, June 16, 2011

Ke Candi Ratu Boko, Yogyakarta

Salah satu candi yang menarik di Jogja, diantara Prambanan dan Borobudur, tak bukan dan tak lain adalah Candi Ratu Boko. Seperti halnya Borobudur, Candi ini dewasa ini juga dihubung-hubungkan dengan kisah Ratu Balqis dan Nabi Sulaiman dari agama Islam.

Bagaimana rute ke Ratu Boko..? Kalau anda kebetulan sedang berada di Yogyakarta, rute ke candi Ratu Boko cukup mudah dicapai. Begitu pula bila anda berangkat dari Solo, juga tidak jauh-jauh amat. Dari yogya, ada dua rute perjalanan yang dapat digunakan untuk menuju Keraton Ratu Boko. Rute pertama adalah melalui jalan biasa atau jalan normal. Saat melintasi lampu merah pertigaan Pasar Prambanan, anda belok ke arah kanan, atau arah selatan menuju Jl. Jogja-Piyungan. Setelah itu mudah, tinggal mengikuti jalan tersebut hingga ada papan petunjuk (berwarna hijau) yang menunjukkan arah Keraton Ratu Boko. Dengan rute tersebut, kita tiba di Pintu Utama Keraton Ratu Boko. Menurut referensi, tarif retribusi di tempat itu adalah Rp 7.000 per orang. Kendaraan Rp 1.500 untuk roda 2, dan Rp 5.000 untuk roda 4. Tapi tidak tahu kenapa, saat itu saya bertiga dengan mengendarai kendaraan roda empat dipatok Rp. 45.000. Oya, hati-hati jalan menuju Candi Ratu Boko jalur tersebut sedikit Curam dan Berkelok.

Candi Ratu Boko

Rute Perjalanan kedua adalah melalui jalur outbond. Tepat di tugu perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah di daerah Prambanan, anda belok ke kanan (arah selatan) untuk memasuki jalan kecil, kemudian menyeberangi rel kereta api kemudian sampai ke SMP Negeri 2 Pereng. Anda dapat menitipkan kendaraan anda di tempat tersebut. Perjalanan selanjutnya untuk rute ini ditempuh dengan berjalan kaki sampai ke desa Sumberwatu. Perjalanan tersebut sangat mengasyikkna, mendaki bukit dan bila bingung anda bisa bertanya ke penduduk sekitar. Setelah sampai di desa Sumberwatu, tanya saja ke penduduk sekitar mana arah menuju Candi Ratu Boko. Jalur ini tidak dipungut biaya, hanya parkir saja.... :-)