Showing posts with label media sosial. Show all posts
Showing posts with label media sosial. Show all posts

Saturday, August 17, 2019

Blogger sebagai media sosial

Saya jenuh dengan media sosial. Setelah Google menutup Google Plusnya, otomatis hanya Twitter media sosial yang banyak saya gunakan. Masalahnya, twitter tidak searchable secara mudah. Padahal banyak yang saya share di media itu saya tujukan untuk saya sendiri. Tentunya kemudahan mencari apa yg saya share, like, dan komen adalah syarat mutlak. Selain Twitter, saya pernah menggunakan Facebook, wordpress dan Tumblr.

Blogger sebagai media sosial

Saya punya ide untuk menggunakan blogger atau blogspot sebagai media sosial saya. Alasannya sederhana, media itulah yang lebih dulu saya kenal dan banyak tulisan saya yang dapat dicari dengan mudah disitu. Setidaknya ada dua manfaat penting dengan menggunakan blog sebagai media sosial. Berikut deskripsi singkatnya.


Membiasakan menulis

Sejak awal tahun ini saya berniat menulis minimal satu artikel di blog saya ini. Nyatanya, bulan saya saya tidak menulis satu artikel pun. Menulis itu memang tidak mudah, tapi juga tidak susah. Perlu membiasakan diri untuk melakukannya. Untuk membiasakan menulis perlu media, dan blog saya pikir merupakan media yang paling efektif. Bandingkan dengan Twitter yang dibatasi 14 karakter atau Facebook yang menakutkan untuk dibilang riya'. Untuk menulispun, bukan "membiasakan menulis", juga tidak mudah. Ada penghalang besar yang harus dirobohkan agar bisa menulis, baca selengkapnya di sini: Merobohkan penghalan dalam "menulis". Orang yang tidak biasa menulis akan terlihat dari tulisannya yang amburadul, susah dibaca dan dimengerti. Sebaliknya, orang yang biasa menulis biasanya tulisannya terstruktur dan mudah difahami.

Monday, December 26, 2016

WhatsApp (WA) = Pemborosan waktu ....?

Saya tidak punya WA, dan hampir tidak pernah menggunakannya (meminjam WA istri atau install-kemudian-uninstall ketika butuh). Prinsip yang mirip sama ketika saya memutuskan untuk memiliki smartphone: I don't like smartphone, but I use it when I need. Why? karena menurut saya, sekali lagi menurut saya, WA itu time consuming, menyita waktu. Bayangkan kalau dalam 10 menit kita membaca WA semenit, dalam sejam maka kita habiskan 6 menit, dalam sehari kita habiskan 144 menit atau 2 jam 14 menit. Orang lain mungkin menghabiskan 5 jam ng-wa daripada melakukan aktivitas lain. Bahkan menurut Quora di Tahun 2016 [*], pengguna WA rata-rata menghabiskan 44% dari total waktu sehari untuk menggunakan WA atau 10.6 jam! Jika waktu ng-wa itu kita gunakan untuk aktivitas bermanfaat lain, betapa produktifnya hidup kita!

WA versi web

Ada teman bahkan berkelakar, setiap ada rapat baru ada grup WA baru. setiap ada pembentukan task force baru, ada grup WA baru. setiap ada perkumpulan/kepanitiaan baru, ada grup WA baru. Sebenarnya tidak masalah jika isi grup WA informatif dan sesuai dengan keperluan grup WA tsb, namun kebanyakan justru sebaliknya. Jika memang demikian, buatlah grup yang hanya untuk bercanda saja, yang dibutuhkan sebagai pengisi waktu luang ketika menunggu sesuatu, sebuah time killer.