Showing posts with label psikoakustik. Show all posts
Showing posts with label psikoakustik. Show all posts

Saturday, May 09, 2020

Ketidaksinkronan telinga dan mata: Efek McGurk

Efek McGurk adalah salah satu contoh nyata pemrosesan multimodal manusia (human multimodal perception). Sederhananya, jika apa yang diperdengarkan berbeda dengan apa yang diperlihatkan, maka otak kita akan menerimanya dengan berbeda juga.

Yang diperdengarkan (audio): BA-BA-BA
Yang diperlihatkan (visual): GA-GA-GA
Yang terdengar: DA-DA-DA

Ini adalah sebuah ilusi. Sistem multimodal persepsi manusia tidak bekerja sendiri-sendiri (misal penglihatan sendiri, pendengaran sendiri), namun bekerja bersama-sama untuk menghasilkan persepsi (dalam hal ini persepsi pendengaran). Ketika sensor bekerja secara simultan (mata dan telinga) maka informasi dari keduanya akan diproses oleh otak dan hasilnya, terjadilah ilusi, apa yang terdengar (DA) bukan sebenarnya (BA). Video di bawah ini menjelaskan dengan singkat dan padat tentang efek McGurk.




Efek McGurk pada Audio-Textual

Adakah efek McGurk pada Audio-textual? Saya meyakininya ada, namun belum ada bukti empiris hal itu terjadi. Sederhana saja, jika pada audio-visual fenomena tersebut ada, kenapa tidak pada audio-textual? Misal Si A mengatakan "Dia marah", namun si B mendengar "Dia ramah". Alhasil, si B kemudian menimpali "Ah enggak, dia enggak ramah sama sekali." Pernah kan kita dalam situasi seperti ini? Fenomena ini asyik kalau dibuat eksperimennya. Semoga kelak saya (atau orang lain) bisa melakukannya.

Penutup

Efek McGurk mengajarkan kepada kita: Apa yang kita dengar dan kita lihat belum tentu benar!.

Friday, March 15, 2019

Atensi, hubungannya dengan cocktail party problem dan deep learning

Beberapa hari ini saya kembali membaca beberapa paper tentang fenomena "cocktail party", tema penelitian saya saat S1 dan S2. Dulu, bahkan sampai minggu lalu, saya hanya membaca banyak paper dari aspek statitsik, algoritma, dan aplikasinya. Padahal teknik tersebut (ICA/BSS) diusulkan untuk meniru cara kerja otak manusia. Karena sedang mengambil kuliah tentang "perceptual", sekarang saya sedang membaca beberapa paper tentang bagaimana otak memproses fenomea "cocktail party". Kali ini, semua yang saya baca adalah tentang persepsi, kognisi dan proses biologi, bukan rekayasa matematika atau deep learning, tapi tentang jaringan saraf sebenarnya.

Atensi

Apakah atensi itu? Atensi merupakan proses kognitif dan perilaku untuk memilih informasi tertentu dan mengabaikan informasi lainnya. Studi tentang atensi ini mulai berkembang ketika Cherry pada tahun 1953 mempublikasikan papernya tentang eksperimen "shadowing task": dimana responden diperdengarkan dua pesan melalui headphone secara dichotic (satu pesan untuk tiap kanal, kanan dan kiri). Pesan terserbut merupakan pesan utama (attended) dan sampingan (non-attended). Cherry menemukan bahwa sangat kecil sekali reponden memperhatikan pesan sampingan, misalnya apakah pesan itu diucapkan oleh laki-laki/wanita, bahasa apa yang digunakan, dll. Eksperimen Cherry ini membuka jalan lahirnya teori tentang atensi dan beberapa modelnya.

Gambar 1. Model atensi Broadbent dan Treisman

Wednesday, January 16, 2019

Ketidaklinearan sistem pendengaran [6]

Catatan kuliah "Human perceptual model and its system", pertemuan ke-6.

Telinga manusia merupakan sistem yang tidak linear. Apa buktinya? Fakta berikut merupakan beberapa bukti ketidaklinearan sistem pendengaran manusia. Meskipun ada beberapa bukti kelinearan pada fenomena berikut (misalnya emisi spontan pada otoakustik), dengan menggunakan sifat ketidaklinearan fenomena tersebut justru menjadikannya masuk akal.

Respon basilar membrane (pemilihan frekuensi)

Pemilihan frekuensi: Kemampuan telinga untuk memisahkan komponen frekuensi dari suara kompleks. Basilar membrane hanya bergetar pada tempat/lokasi dimana frekuensinya sama (resonansi). Seperti diketahui sebelumnya, respon frekuensi pada basilar membrane berjalan dari frekuensi tinggi (base) menuju frekuensi rendah (apex). Response basilar membrane merupakan filter dimana fitter tersebut gabungan dari banyak bandpass filter. Karenanya filter auditori ini disebut filterbank.

Respone basilar membrane ini tidak liner. Dilihat dari skala yang digunakan (Bark dan ERB), keduanya menggunakan spasi logaritmik. Meski model auditory seperti gammatone masih menggunakan filter linear, namun model yang lain seperti double-resonance nonlinear (DRNL) menggunakan konsep nonlinear yang memberikan hasil yang lebih bagus daripada filter linear.

Contoh skala bark yang diturunkan dari konsep critical band (Zwicker model) seperti terlihat pada gambar di bawah. Perlu diingat bahwa skala yang lain, yakni ERB-rate, lebih banyak dipakai karena hasilnya cocok baik dari eksperimen psikoakustik maupun psikologi.
Auditori filter dalam frekuensi Bark

Sunday, January 06, 2019

Analisa sinyal (suara) dan teknik sintesis [4]

Ini adalah catatan kuliah Human perceptual system and its model, pertemuan ke-4.

Suara yang dihasilkan microphone bukan murni suara kita, namun suara kita dikalikan dengan respon microphone (yang tidak flat).

Bagaimana menganalisa sinyal (suara)?
1. Pendekatan non-parameterik
2. Pendekatan parametrik

Analisa Non-parametrik

Untuk mendapatkan sinyal target digunakan metode tanpa mengasumsikan model tertentu.
Contoh:
$$Y(z) = H(z)X(z) + N(z)$$

Contoh dalam analisa suara:
- short term autocorrelation analysis
- short term spectral analysis
- cepstrum analysis
- band pass filter bank
- zero cross analysis

Tuesday, December 25, 2018

Representasi suara dan pemrosesannya [3]

Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan sebelumnya, catatan kuliah "Human perceptual system and its model", pertemuan ketiga.

Motivasi:
Apa perbedaan pemrosesan linear dan pemrosesan non-linear?
Pemrosesan linear:Transformasi Fourier, Laplace, Z, Wavelet
Pemrosesan non-linear: Sistem auditori, sistem produksi suara, sistem audio
Lebih jauh tentang perbedaan sistem linear dan non-linear bisa dilihat disini: https://youtu.be/nxGmkAgJaA8

Bagaimana mempelajari pendengaran?
- Fisiologi auditori
- Psikofisika auditori (psikoakustik)

Monday, December 17, 2018

Pengolahan sinyal auditori [2]

Ini adalah catatan kuliah yang saya transkrip ketika kuliah berlangsung: I656 - Human Perceptual Systems and its Models, pertemuan kedua.

Sistem auditori merupakan sistem pendengaran manusia.
Video tentang sistem auditori berikut memvisualisasikan tulisan di bawah ini:

Telinga manusia terbagi menjadi 3:
1. telinga bagian luar
2. telinga bagian tengah
3. telinga bagian dalam

Gambar berikut menjelaskan bagian-bagian telinga tersebut yang akan dijelaskan lebih detil di bawahnya.

Monday, December 10, 2018

Pengantar Persepsi Manusia dan Pemodelannya [1]

Ini adalah catatan kuliah yang saya transkrip saat kuliah berlangsung untuk mata kuliah "Persepsi Manusia dan Pemodelannya", pertemuan pertama.

Persepsi: organisasi, identifikasi dan interpretasi informasi sensori untuk merepresentasikan dan memahami lingkungan.

Semua persepsi melibatkan sinyal dari sistem saraf (nerveous) yang dihasilkan dari stimulasi fisis dari organ pengindera.

Lima indera manusia:
- penglihatan
- pendengaran
- sentuhan
- perasa/pengecap
- penciuman

Kelima indera tersebut diindera oleh mata, telinga, kulit, lidah dan hidung.

1. Penglihatan
Mata merupakan indera penglihatan yang memiliki struktur kompleks terdiri atas lensa transparen yang memfokuskan cahaya pada retina. Retina sendiri terdiri atas dua organ penting, cell-rods dan cones. Cell-rods tidak sensitif terhadap warna namun sensitif terhadap cahaya daripada cones. Cones sensitif terhadap warna dan terletak pada bagian retina yang disebut fovea, dimana cahaya difokuskan oleh lensa. Manusia memiliki tiga cone (Red, green, blue) sedangkan anjing hanya memiliki dua saja (green dan blue), sehingga anjing tidak bisa membedakan warna hijau, kuning atau merah.

Penampang retina: rod, cones dan lapisan saraf (kiri-kanan)

Saturday, May 23, 2015

Interaural Time Difference (ITD)

ITD merupakan kepanjangan dari interaural time difference,  yakni perbedaan waktu tempuh sumber suara ke telinga kiri dan telinga kanan. Apa pentingnya ITD ini? Penting sekali, dengan ITD kita bisa memperkirakan dan mengetahui sumber suara tanpa melihatnya. Coba tutup mata anda, dan dengarkan suara yang ada, kemudian perkirakan di mana letak sumber suara tersebut. Sekarang buka mata anda, dan crosscheck posisi sumber suara yang anda perkirakan tadi, persis dengan perkiraan anda.

Ilustrasi 1: Sumber suara pada 0 derajat dan 30 derajat. Pada 0 derajat ITD adalah 0, sedang pada 30 derajat ITD dapat dicari pada gambar/grafik 3 (sumber: Thesis BT Atmaja [1], dok pribadi)

Teori Duplex
Teori tentang ITD ini pertama kali dikemukakan oleh Lord Rayleigh (1907) yang menyatakan bahwa perbedaan suara yang sampai pada telinga dapat dicari/dihitung,
provided evidence that timing differences between the ears were detectable
Teori duplex Lord Rayleigh ini mengandung dua dasar pengukuran sensitivitas pada ILD (Interaural level difference, "beda level") dan sensitivitas pada ITD ("beda waktu") sebagai berikut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...