- Tokiwa Guest House Tokiwa guest house adalah penginapan termurah dan ternyaman di Fujinomiya. Hanya berjalan 1 menit dari Fujinomiya station, anda sudah dapat menemukan guest house ini. Beragam fasilitas pun ditawarkan, mulai dari sarapan pagi (free), private ofuro (mandi air panas, free), maupun fasilitas antar jemput ke tempat wisata dengan fee yang kompetitif (dibanding naik bis atau sewa mobil lain misalnya). Pemiliknya pun ramah dan tarifnya pun murah (JPY 3500/day). Silakan cermati video berikut untuk melihat Tokiwa guest house di Fujinomiya.
- Fujisan Sengen Shrine Ini adalah kuil dimana pada jaman dahulu merupakan start point untuk mendaki Gunung Fuji. Bila cuaca cerah, gunung Fuji akan terlihat cantik dari kuil ini. Pun demikian dengan kuil ini sendiri, tempat tersebut merupakan simbol dan landmark dari kota Fujinomiya. Kuil Fujisan Sengen Shrine ini bisa dijangkau dengan jalan kaki dari Tokiwa guest house, sekitar 15 menit.
- Shiraito Waterfall Air terjun yang mempesona ini dapat dijangkau sekitar 20-30 menit perjalanan dari Fujinomiya Train Station atau dari Tokiwa Guest House. Dengan tiket masuk yang gratis (atau mungkin sekitar 500 yen, saya lupa), air terjun ini meningatkan saya pada air terjun madakaripura di Probolinggo, Jawa Timur. Perbedaannya, air terjun ini lebih bersih dan terawat dengan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai. Air terjun ini menawarkan view alam pegunungan yang bisa merefresh pikiran kita dari kesibukan dan kepenatan aktivitas kerja dan kampus.
Showing posts with label solo-adventure. Show all posts
Showing posts with label solo-adventure. Show all posts
Friday, December 26, 2014
Lima Tempat yang Wajib Dikunjungi di Fujinomiya
Sekali waktu anda di Jepang, dan anda punya waktu 2-4 hari, ada baiknya anda mengeksplorasi keindahan kota Fujinomiya, sebuah kota kecil, unik nan cantik di kaki Gunung Fuji, home base dari Fuji 5th station, pos pendakian Gunung Fuji yang banyak diminati. Selain Fuji, ada banyak tempat lain yang harus dikunjungi. Berikut daftarnya.
Sunday, September 01, 2013
Today's Adventure: Exploring Kasagi, Kyoto
Alhamdulillah hari ini libur, agar waktu tak terbuang sia-sia, saya memanfaatkannya untuk keluar rumah. Tujuan saya tidak muluk-muluk, cukup menikmati perjalanan dengan kereta dan berhenti di salah satu stasiun yang dilaluinya. Awalnya saya merencanakan untuk berhenti di stasiun Kabuto, karena pada waktu ke Kyoto yang lalu, saya lihat view-nya cukup menarik. Namun, setelah beberapa waktu googling tidak menemukan referensi yang relevan tentang daerah di sekitar stasiun Kasado, maka saya terus melanjutkan perjalanan saat di kereta JR Kansai Line yang dioperasikan oleh JR West dengan rute Kameyama (Mie) - Kamo (Kyoto). Satu stasiun sebelum kereta terebut mencapai tujuan akhir, yakni stasiun Kamo, saya melihat pemandangan yang menarik di sisi sebelah kanan rel. Sebuah sungai di lembah bukit yang disesaki bebatuan besar, pun ada beberapa kanoe di sungai tersebut, dan di pinggir sungai ada taman serta tenda-tenda yang didirikan pengunjung taman wisata tersebut. Saya pun memutuskan untuk berhenti di stasiun tersebut, Kasagi station/Kasagi eki, Kyoto.
Keluar dari stasiun Kasagi, saya menuju ke arah kiri, menyusuri jalan, untuk mencari lokasi taman yang tadi saya lihat dari dalam kereta. Kurang lebih setelah berjalan kaki selama lima belas menit, saya menemukan lokasi Kasagiyama Park (府立笠置山自然公園 Furitsu Kasagiyama shizen kōe), nama taman tersebut. Hanya belok kiri sekali dari arah stasiun saya menemukan Kasagiohashi, jembatan yang membelah sungai Kizugawa. Saya menyeberangi jembatan tersebut sebelum turun ke tepi sungai.
Naas, saat saya keluar kereta, petugas Kereta Api (masinis) menghampiri saya dan menanyakan tiket kereta saya. Karena dari stasiun pemberangkatan, Kasado, tidak ada petugas penjual tiket, dan mesin penjual tiket pun tidak ada, saya tidak bisa menunjukkan tiket saya. Petugas tersebut pun dengan agak marah meminta saya membeli tiket kereta. Saya pun menyanggupinya. Allahummaghfir ya Rabbi. Padahal saat di kereta ada petugas yang menanyakan siapa yang belum beli tiket bisa beli tiket di petugas tersebut, atau dengan memasukkan uang di mesin gerbong paling depan, tapi saya tidak ngeh dengan hal itu. Pikir saya, kalau nanti pas turun di stasiun tersebut ada petugasnya, ya saya bayar (bagaimana kalau ternyata tidak ada petugasnya??) Di Jepang, banyak stasiun yang tidak dijaga dan tidak ada mesin tiketnya. Jadi semuanya berdasarkan kejujuran kita saja, tanpa membayar tiketpun kita bisa naik kereta, bahkan ada yang bisa mengelabui mesin pemeriksa tiket yang biasanya ada di stasiun-stasiun.
Keluar dari stasiun Kasagi, saya menuju ke arah kiri, menyusuri jalan, untuk mencari lokasi taman yang tadi saya lihat dari dalam kereta. Kurang lebih setelah berjalan kaki selama lima belas menit, saya menemukan lokasi Kasagiyama Park (府立笠置山自然公園 Furitsu Kasagiyama shizen kōe), nama taman tersebut. Hanya belok kiri sekali dari arah stasiun saya menemukan Kasagiohashi, jembatan yang membelah sungai Kizugawa. Saya menyeberangi jembatan tersebut sebelum turun ke tepi sungai.
Subscribe to:
Posts (Atom)