Showing posts with label Ekspresi. Show all posts
Showing posts with label Ekspresi. Show all posts

Thursday, September 05, 2013

Kalau Agama Menuruti Akal

Kalau saja agama menuruti akal,
Semua orang pasti memilih tidur daripada sholat subuh,
Semua orang tidak akan berpuasa ramadhan,
Karena menurut akal makanan adalah sumber energi,

Kalau agama menuruti akal,
Nabi ibrahim pasti tidak akan meninggalkan istri dan anaknya (Hajar dan Ismail) di Makkah,
Sedang dia menuju istrinya yang lain, Siti Sarah...
Nabi Ibrahim pasti juga tidak akan menyembelih putranya nabi Ismail a.s,

Kalau agama menuruti akal,
harusnya kalau ada orang kentut,
yang dibasuh pantatnya,
bukan wajahnya (berwudhu)...

Kalau agama menuruti akal,
Saat ada orang traveling berwudhu,
yang dibasuh harusnya bagian bawah sepatu,
bukan bagian atasnya...

Itu kalau agama menuruti akal,
Letakkanlah akalmu dan yakinlah kepadaNya..
Dan semua akan kelihatan ’masuk akal’ pada akhirnya.

Wednesday, November 02, 2011

Life is competition, Let's do the best to be the winner..

That is my favorite words, my goal in my life, to do the best, even be the winner...


Because we live in a very competitive world. Everybody seems to be competing with someone at some level. Each week we spend hours playing or watching others compete in sporting activities all over the world. We cannot help being impressed by the level of excellence that these people achieve.

In all aspect, for example in sport and business, competition encourages excellence in performance. Where there is no competition, improvement in performance is less likely. We have lived through an era where governments have held monopolies in business. With no competition from free enterprise, services deteriorate. Monopolies create sloppy business practices, less innovation and higher prices. Business performs better with competition. Costs and prices decrease. Some level of competition is necessary in all aspects of life.



We are not in competition with any other person, 

The God creates us different each other. But, every one has the same chance to be success in his or her world. So we do not have to compare ourselves with others. We do not have to become discouraged because we think that someone else is better than we are in a particular area. The essence of our being is equal to that of any other person.There is only one person that can fulfill our role and that is us. This means that others cannot beat us to the finish line because there is no race. This is not to say that others do not have a similar role to us, but it is never the same. This is important to understand if we are going to enjoy life. Every human being is unique and cannot be duplicated. In this, I am not referring to the body, only to the spirit, soul, or the essence of a person.

Sunday, November 30, 2008

A message from the Custodian of the Two Holy Mosques

The Holy Quran states, "Say thou how would those who know would be equal to those who do not know?" This sound principle exalts the place of knowledge as the ultimate tool for enlightenment and exhorts all human beings to gain knowledge.

The Prophet also said, "The most righteous of people is the one who brings the greater good to the community." Because of this, the most beneficial of all deeds is one that continues to bear fruit for generations to come. Waqf (endowment) has been an essential component in the building of Islamic civilization.

Friday, September 12, 2008

-----------------------

Tuhan...
Di pintuMu aku akan mengetuk,
namun Engkau telah membukakan pintuMu,
Sebelum aku sempat mengetuknya,
Aku diam tidak berani masuk,
Engkau menyeretku dan memaksaku masuk,
Aku diam...
dan Engkau memberikan hidayahMu kepadaku,
menggerakkan lisanku untuk berdzikir,
menyebut nama-namaMu yang Agung..
Tuhan...
Haruskah dengan masalah aku menjadi dekat denganMU..
Tuhan...
Engkaulah cinta abadiku,
Cinta abadiku ketika di dunia,
dan di akhirat kelak...
I miss You, Ya Rabb..

Sunday, August 17, 2008

Sebuah Keinginan

Aku Ingin...

Aku ingin bersepeda sampai tanah brunei, mampir ke istananya sultan halsanah bolkiah untuk minum teh kemudian meneruskan perjalanan ke barat, menyeberang selat malaka, mengunjungi negara malaysia dan akhirnya kembali ke Indonesia lewat Sumatera. Turun terus ke bawah menikmati nuansa melayu di pulau andalas, dan kembali ke jawa melewati selat Sunda. Melanjutkan perjalanan yang tertunda, menaklukkan jawa bagian barat dengan sepeda balapku, biar semua jalan di jawa merasakan libasan ban sepedaku..

Aku ingin berpetualang sampai jazirah arab. Menangis, merenung, dan berdoa di Masjidil haram. Berdialog dengan Rasul di pusaranya, mengunjungi shohabat-shohabat rasul, dan merasakan terik panasnya udara gurun. Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha ingin kulewatkan di tempat itu, menjadi haji illegal yang dikejar-kejar polisi karena paspornya bukan paspor haji. Harramain, aku ingin menginjakkan kakiku di tanah yang didoakan para Nabi untuk menjadi negeri yang aman, baldatun toyyibatun warrabun ghoffur...

Aku ingin mengunjungi benua hitam, menapaki bekas-bekas kebengisan fira’un. Biarlah angin gurun sahara menampar wajahku, dan debu-mengotoriku, itu belum seberapa dibanding perjuangan kekasih Allah di tempat ini. Aku ingin melihat tunisia, maroko lebih dekat.. Aku ingin ziarah ke makam ibn athoillah Al-iskandary, dan sebelum pulang ku ingin mampir ke Al-Azhar, universitas islam paling terkemuka di dunia.


Aku ingin amerika menjadi saksi kepandaianku, mantuk-mantuk saat aku mempresentasikan karyaku, Takjub dan heran karna ada orang islam yang lebih pintar dari mereka, aku ingin membodohi mereka...

Aku ingin mencuri kepandaian orang eropa, membalik keadaan hingga mereka berguru kepadaku. Aku ingin mereka merasa bodoh, ilmu mereka tak ada apa-apanya, (Ya Rabb, Anugrahkan aku ilmu yang orang2 barat tak akan bisa menguasainya). Aku ingin membuat mereka putus asa..

Aku ingin... melihatnya tersenyum. Senyum yang menggetarkan hatiku. Senyum yang aku lebih memilihnya daripada aku mendapatkan dunia seisinya, senyum yang rela kutukar dengan segenap jiwa dan ragaku. Senyum yang mampu menghentikan dan membatalkan semua petualanganku. Senyum yang membawaku pada cinta yang sesungguhNYA, cinta pada Illahi.... dan aku ingin...... membuatnya tersenyum dalam bingkai Islam. Ku ingin mengajarkannya dan juga anak-anaknya, tentang indahnya islam.


Aku ingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.............
Aku ingin keinginanku dikabulkan polehNya, Amiin.

Saturday, July 26, 2008

Jangan Sombong..!

Jangan sombong!
Apa yang mau kau sombongkan ?!
Asalmu hanya setetes mani yang orang pegang aja jijik...
Kemana-mana kau selalu membawa kotoran...
Dan setelah mati kau akan menjadi bangkai !
Terus, apa yang mau kau sombongkan wahai manusia ?
Sungguh hanya DIA yang pantas untuk sombong.
(sombong=menolak kebenaran,menganggap rendah yg lain)


Apa yang menyebabkan kamu lupa wahai manusia padahal Dia kariim? Begitulah kurang lebih pesan sayyidina ali. Sombong yang menjadikan iblis tidak mau bersujud pada nabi adam, karna ia merasa lebih baik daripada nabi adam. Dia dicipta dari api sedangkan adam dicipta dari tanah dan air. Iblis lebih dulu berada di surga sedang adam baru saja tinggal dari surga, dan iblis lebih lama beribadah pada Allah sedangkan adam barusan. Semua hal yang berangkat dari sombong tidak ada alamat untuk tobat. Berbeda dengan nabi adam, karena lupa dan tergoda oleh rayuan iblis beliau memakan buah khuldi, dan Allah memaafkannya karena beliau minta ampun dan bertobat. 

Sombong, sebuah penyakit hati yang menyebabkan kita tidak bisa masuk surga. Rasulullah bersabda, Tidak akan masuk surga seseorang yang didalam hatinya masih ada rasa sombong walaupun sekecil biji sawi. Apalah yang bisa disombongkan manusia, kekayaankah, jabatankah? Padahal itu semua Cuma titipan. Namun dengan sombongnya manusia biasa berucap ”Kalau tidak karena pertolonganku...(blablabla)...”. Tanpa sadar dia telah menuhankan dirinya, menganggap orang lain tidak bisa hidup tanpa pertolongannya. Selama kita masih bisa bertobat Allah pasti akan menerima tobat kita, sebelum ruh mencapai tenggorokan. Jangan malah menantang, ”kenapa kalau aku salah...”. Udah salah, malah bangga dengan kesalahannya (nantang). Kalau mau berbangga, berbanggalah karena kita diciptakan dari tanah dan air. Iblis pernah berucap, Ya Tuhan, demi kehormatanMu, aku akan mencelakakan anak adam sampai hari berbangkit. Dan Allah menjawab, demi kehormatanKu, Aku akan menerima tobat anak adam selama dia mau bertobat. Iblispun berkata, Celaka aku, susah-payah aku membujuk anak adam ternyata setelah itu dia bertobat dan Allah menerima tobatnya. 

Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong dan semoga kita termasuk tawwabin, ahli taubat. 
Amiin.