Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Monday, July 06, 2026

Baju Masuk dan Sholat

Sebelumnya, saya termasuk orang yang jarang memasukkan baju ke dalam celana. Saya lebih suka kasual, mengeluarkan baju, baik shirt (kemeja) maupun t-shirt (kaos), sampai saya menemukan manfaat berikut. Saat sujud dalam sholat, bagian belakang baju (kaos atau kemeja) bisa saja tersingkap dan membuat aurat terlihat. Memasukkan baju ke dalam celana mengurangi potensi itu. Berikut contoh gambarnya (dibuat dengan AI, tidak sepenuhnya akurat, tapi bisa memberikan gambaran).  


posisi sujud


Itulah hubungan baju masuk dan sholat. Selain lebih rapi, memasukkan baju bisa mengurangi potensi baju tersingkap saat sujud dalam sholat.


Friday, October 27, 2023

Kapan mendengarkan apa kata orang (dan kapan tidak)

tl;dr: Kadang kita seharusnya mendengarkan kata orang, kadang kita seharusnya tidak mendengarkan kata orang

Kapan seharusnya tidak mendengarkan kata orang

Ada dua kisah diantara banyak kisah. Kisahnya Abu Thalib dan seorang yang menaiki keledainya bersama ayahnya. Abu Thalib ingin mengikuti agama nabi Muhammad diakhir hayatnya namun tidak jadi karena mendengarkan apa kata orang. 

Menjelang wafatnya, Nabi mengajak kembali pamannya Abu Thalib untuk bersyahadat, namun Abu Thalib menjawab, "Seandainya kaum Quraisy tidak mencelaku dengan berkata, 'Tidak ada yang mendorongnya mengucapkannya kecuali karena kesedihannya menghadapi maut,' niscaya aku mengucapkannya untukmu." 

Dari sini terlihat bahwa Abu Thalib lebih memilih apa kata orang daripada mengikuti ajakan nabi Muhammad. Abu Thalib tidak ingin dianggap oleh kaum Quraisy bahwa dirinya takut menghadapi kematian sehingga mengubah agamanya.

Cerita kedua adalah kisah masyhur tentang anak, bapak, dan keledai mereka. Suatu hari ada anak dan bapak yang akan melakukan perjalanan. Mereka adalah  2 orang yang tanggung. Si anak belum dewasa, ia masih remaja yang beranjak. Sedangkan si bapak adalah seorang yang sudah tidak muda lagi, namun belum terlalu tua. Mereka melakukan perjalanan menuju pasar menggunakan keledai tua, namun tubuhnya masih kuat. Hanya saja memang tubuh keledai umumnya berukuran kecil. 

Berangkatlah mereka. Si bapak menunggangi kuda, sedangkan anaknya jalan kaki. Di kampung pertama, mereka disoraki oleh wanita. "Kok, kamu yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?" 

Mendengar itu si Bapak pun turun dari keledai dan menyuruh anaknya  untuk naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang tua sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata "Mengapa kamu berjalan kaki, kamu kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda. Harusnya anakmulah yang jalan, dan engkaulah yang menunggangi kuda? Si anak pun kemudian turun.

Kemudian di desa lain mereka pun mendapat komentar lagi dari seorang pria berbadan tegap yang terluhat gagah. "Kok cuma satu orang yang naik keledai, kenapa enggak berdua ?". Mendengar itu merekapun menaiki keledai itu bersama-sama. Dua orang naik seekor keledai.

Mereka melintai kampung berikutnya. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, para pecinta binatang ini berkomentar "Kasihanilah binatang yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini."

Mendengar itu, bapak dan anak ini lantas turun dari keledai. "Kalau begitu, mari kita berjalan bersama-sama dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita." Kata si Bapak.

Tak habis sampai disitu mereka masih mendapat komentar lagi. Mereka bertemu orang yang sedang mabuk dan berkata.  "Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian dapat membuatnya terhindar dari kendala-kendala di jalan". Sang bapak yang terpengaruh omongan pun lansgung mengendong si keledai.

Namun di depan, mereka lagi lagi ditertawakan oleh orang-orang asbab pemandangan aneh itu. Kemudian si bapak  berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, "Wahai anakku, jika mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis - habisnya." Dan mereka berdua pun tertawa. [1]

Dari kisah ini kita mendapat pelajaran bahwa tidak perlu mendengarkan kata orang, selama apa yang kita lakukan itu baik.

Kapan seharusnya mendengarkan apa kata orang

Ada dua kisah juga. Kisah pertama saat sahabat menawarkan untuk membunuh munafiq di Madinah dan Nabi tidak mengiyakannya karena takut apa kata orang. Kedua, kisah saat nabi berjalan berdua bersama istrinya di malam hari dan sahabat menghindar.

Kisah pertama adalah seperti ini.

Setelah Rasulullah selesai menghadapi perang dengan Banu Mustaliq, ada dua orang dari kalangan Muslimin yang bertengkar memperebutkan mata air; yang seorang dari kalangan Muhajirin dan yang seorang lagi dari Anshar. Mereka yang dari Muhajirin berteriak: “Saudara-saudara Muhajirin!” Dibalas oleh Anshar: “Saudara-saudara Anshar!” Pada waktu itulah Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin kaum munafik di Madinah berkata kepada orang-orang di sekitarnya: "Di kota kita ini sudah banyak kaum Muhajirin. Penggabungan kita dengan mereka akan seperti kata peribahasa: 'Seperti membesarkan anak harimau.' Sungguh, kalau kita sudah kembali ke Madinah, orang yang berkuasa akan mengusir orang yang lebih hina."  

Muhammad Husain Haekal dalam "Umar bin Khattab" menceritakan bahwa kata-kata Abdullah bin Ubai itu oleh sahabat disampaikan kepada Rasulullah, yang ketika itu ada Sayidina Umar bin Khattab. Umar naik pitam mendengar laporan itu dan katanya: “Rasulullah, perintahkan kepada Abbad bin Bisyir supaya membunuhnya.” Tetapi Rasulullah menjawab: “Umar, bagaimana kalau sampai menjadi pembicaraan orang, bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya sendiri. Lalu ia meminta diumumkan supaya kaum Muslimin segera berangkat pada waktu yang tidak biasa mereka lakukan.” [2]

Jadi nabi tidak membunuh Ubay bin Salul karena takut apa kata orang.

Kisah terakhir adalah ketika Nabi berjalan bersama istrinya pada malam hari yang gelap.  Hadistnya sebagai berikut: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah beriktikaf di masjid, lantas aku (shafiyah) mengunjungi beliau pada malam hari lalu berbincang-bincang dengan beliau, lalu aku berdiri. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengantarkanku pulang ke rumah.” 

Rumah Shafiyyah Ketika itu di rumah Usamah bin Yazid. Ketika mengantarkan pulang, lewatlah dua orang Anshar di jalan. Dua orang Anshar itu memandang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (dengan penuh curiga), kemudian mereka bergegas melewati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Tak perlu curiga seperti itu, ini adalah istriku Shafiyyah binti Huyay.” Mereka berdua pun mengatakan, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia melalui pembuluh darahnya. Aku benar-benar khawatir ada sesuatu prasangka jelek yang ada dalam diri kalian berdua" [3].

Dari cerita di atas, filter sederhana untuk kapan mendengarkan apa kata orang adalah dengan melihat dampak/akibat yang kita terima dari mendengarkan atau tidak mendengarkan kata orang tersebut. Jika terjadi dampak besar (fitnah, masuk neraka, dll) maka kita perlu mengambil mana yang bisa menghindari dampak buruk tersebut. Misal dalam kasus Abu Thalib dan kisah bapak, anak, dan keledai, sudah seharusnya mereka tidak mendengarkan apa kata orang. Sebaliknya, bila dampaknya besar, kita mungkin perlu mendengar apa kata orang.

Referensi:

[1] https://www.kisahweb.com/2021/03/ini-5-hikmah-dari-cerita-kisah-bapak.html

[2] https://kalam.sindonews.com/read/67896/70/tatkala-umar-marah-dan-berniat-membunuh-dedengkot-munafik-ibnu-ubay-1591963573?showpage=all

[3] https://rumaysho.com/25497-40-kiat-agar-tidak-diganggu-setan-lakukanlah-amalan-amalan-ini.html

Thursday, April 07, 2022

Terpaksa Berdzikir

Sudah lama saya tidak menulis tentang agama.

Senada dengan teknik di tulisan saya ini untuk memaksa belajar kanji, aka Terpaksa Belajar Kanji, aka belajar kanji otomatis, teknik berikut ini bisa memaksa kita berdzikir: memasang wallpaper screen lock handphone yang berisi dzikir.

Saya dapat inspirasi dari sini.


Di akhir ceramahnya, dai tersebut menyarankan jamaah untuk mengganti wallpaper screen lock HPnya dengan wallpaper (yang bermuatan) dzikir. Dan saya segera melaksakannya. Ini penampakannya.



Dalam kasus saya, saya tidak perlu mengganti wallpaper. Hanya mengganti "lock screen owner info" (Xiaomi, setting >> lock screen >> lock screen format >> lock screen owner info >> [tambahkan kalimat dzikir, misal subhanallah... :D]).

Teknik lain yang bisa memaksa berdzikir:

  1. Menjadikan dzikir sebagai password
  2. Memasang tulisan doa/dzikir di dinding 
  3. Memasang wallpaper laptop, tablet, dll dengan kalimat dzikir

Semoga, suatu saat, kita (baca: saya) bisa berdzikir dengan tanpa terpaksa, insyaAllah. Harus bisa. Pasti bisa.

Friday, December 27, 2019

Membuka (terjemah) Quran di Terminal

Hari ini saya iseng mencari-cari aplikasi yang bisa menampilkan Al-Quran di command line alias terminal. Apa manfaatnya? (1) Ketika disebutkan surat dan ayatnya, misal 7:37, kita segera tahu arti ayat tersebut (dalam bahasa inggris); (2) Ketika membaca Quran (yang tidak ada terjemahannya), kita juga bisa langsung tahu artinya. Ternyata ada aplikasi ini Github. Langsung cus saya coba. Berikut tutorial singkatnya.

Sunday, August 30, 2015

Kyai dan Gus: Sebuah Kontradiksi di Masa Kini

Kiai adalah anugrah dan warisan terbaik islam di Nusantara. Di negara lain hanya ada istilah ustadz, ulama atau amir saja untuk menyebut pemuka agama Islam. Sedangkan di Indonesia, yang membedakan kiai dengan ustadz biasa adalah kepemimpinan dalam pesantren atau jamaah masjid, jika beliau memimpin pesantren atau sub-pesantren, maka dia disebut kiai, jika tidak maka beliau disebut ustadz saja. Dari sisi fungsional, kiai dijadikan pemimpin atau rujukan, sedangkan ustadz biasanya untuk seorang penceramah atau pemberi siraman rohani agama Islam.

Istilah kiai berasal dari bahasa Jawa (Sansekerta), bukan berasal dari bahasa Arab. Kata “kiai” mempunyai makna yang agung, keramat, dan dituakan. Secara umum dan pengertian paling luas, kiai diartikan pemimpin pesantren, muslim yang membaktikan hidupnya untuk menyebarluaskan dan memperdalam ajaran-ajaran agama Islam. Selain pengertian tersebut, pengertian kiai juga dipakai untuk benda pusaka (keris, gamelan), hewan (kerbau, kuda), makhluk halus dan orang yang meninggal. Namun dalam tulisan ini, istilah kiai hanya digunakan dan diusulkan sebagai pemuka agama Islam saja, khususnya hubungan kiai dan putranya, yang di daerah Jawa Timur disebut sebagai “Gus”.

Kiai adalah cikal bakal pesantren. Karena ilmunya, santri pencari ilmu datang ke kiai untuk menimba ilmu. Untuk mengembangkan aktivitas keagamaannya, kiai mendirikan surau atau masjid di dekat rumahnya yang juga dijadikan tempat mengajar santrinya. Seiring waktu, semakin banyak santri yang datang pada kiai dan dibangunlah pesantren untuk mewadahi aktivitas kiai-santri dalam proses belajar-mengajar agama Islam.




Kiai dan Peranannya

Friday, January 16, 2015

Menakar Kesalehan

Ketika seorang teman yang juga pengasuh Kursus bahasa Inggris Ewep meminta saya untuk mereview bukunya, saya langsung mengiyakan. Buku ini cukup sederhana, mudah dimengerti, dan hanya memerlukan waktu singkat untuk membacanya.

Sampul cover "Menakar Kesalehan"

Menakar Kesalehan adalah kumpulan artikel karya C.H Amin yang berisi tentang artikel-artikel untuk mengukur sejauh mana kesalehan kita, salah satu subbabnya sendiri juga berjudul: Menakar kesalehan. Dalam menulis buku ini, saudara C.H. Amin berusaha untuk netral dengan memasukkan rujukan dari golongan-golongan Islam yang ada di Indonesia, jadi buku ini sangat cocok untuk dibaca untuk umat Islam dari golongan apapun.

Membaca buku ini membuat saya beristighfar, kualitas kesalehan saya sangat juauh dari ideal, atau bahkan dari kesalehan minimal. Membaca buku ini juga mengingatkan saya untuk terus meningkatkan kualitas kesalehan yang juga berarti meningkatkan kualitas hidup dari sisi spiritual. Tertarik? silakan download disini. Tidak atau belum tertarik? Silakan baca dulu, barangkali buku ini adalah buku yang selama ini anda cari-cari. Buku ini gratis dan legal, menyebarkannya bisa jadi menambah pundi-pundi amal anda.

p.s: Jika anda menemukan kesalahan penulisan dalam buku tersebut, silahkan kontak saya.

UPDATE (April 2016):
Buku ini saat ini telah tersedia dalam hardcopy dengan harga Rp. 20.000,-. Silahkan kontak penulisnya langsung, Ch. Amin untuk mendapatkan versi cetak dari buku tersebut.
Ch. Amin
Jl. Mulyorejo Tengah 41
Telp. 031-599-4341, HP. 0821 4129 9953
Edisi Cetak dari Menakar Kesalehan

Monday, March 24, 2014

Masa Iddah Wanita dan Sidik Jari Pria

Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al Quran tentang masa ‘iddah wanita muslimah selama tiga bulan.

Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan. Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Guilhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang diceraiakan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Massa ‘iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya. Seperti dikutip dari society berty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa ‘iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Al Quran surat Al-Baqoroh ayat 228,

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (2:228).
Dalam menafsirkan maksud kalimat quru' terdapat 2 pendapat, pertama : menurut Imam Syafi'i quru' berarti suci sedangkan menurut Imam Abu Hanifah berarti haid (menstruasi). Dengan penafsiran yang berlawanan ini berakibat perbedaan jangka waktu menunggu 3 kali quru'.

Wednesday, January 22, 2014

Belajar Membaca Al-Quran di Global Quran School

Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat, begitu sabda baginda Nabi. Belajar agama (sebagian ahli berpendapat bahwa yang diwajibkan hanyal ilmu agama saja), juga harus dilakukan dari kecil sampai ajal menjemput. Sebagai usaha untuk mentaati hadist tersebut, meski sudah belajar ngaji Quran sejak kecil, sampai kini saya masih belajar dan akan terus belajar, khususnya belajar Islam dan membaca Quran dengan baik dan benar. Dari orang-tua, TPA, sekolah umum, pesantren hingga beberapa ustadz, ulama dan kyai, saya pernah berguru kepada mereka. Berganti zaman, kini guru ngaji saya bertambah, si internet dengan mbah gugel yang super jenius dan beberapa halaman  (web page) favorit saya. Alquranschool namanya, selain proyek baru ODOJ (OneDayOneJuz) yang juga mulai saya ikuti.

Sertifikat dan Hadiah dari Global Quran School

Saya terkesima dan salut dengan kerja para relawan dari Al-Quran School ini. Saya menyebutnya relawan karena selama saya belajar kepada mereka saya belum pernah membayar sepeser pun. Justru mereka yang datang ke Jepang, mengadakan acara "wisuda" dan memberi sertifikat serta hadiah kepada kami, para muridnya, padahal negeri mereka, Mesir, sedang carut-marut dilanda konflik perebutan kekuasaan. Pada gambar diatas tampak sertifikat yang saya terima, selain hadiah berupa gantungan kunci keren dan mushaf Al-Quran mungil dan ringkas dibawa kemanapun.

Wednesday, December 04, 2013

Terpaksa Harus Korupsi (4, Epilog)

Akhirnya, setelah berkoar-koar tentang Para Pencuri Gaji, Korupsi Telah Mendarah Daging, Anti Korupsi: Belajar Kejujuran dari Pengemudi Taksi, toh akhirnya kita terpaksa harus korupsi juga. Ironis memang, tapi kalau tidak korupsi, kita tidak akan mendapatkan hak-hak kita. Sistem-lah yang memaksa kita untuk korupsi. Ketika mengurus dokumen administrasi di pemerintahan seperti KTP, Paspor,  ketika mengajukan SIM, ketika ditilang, atau membuat laporan pertanggung-jawaban bagi pegawai pemerintah.

Dalam kaitan korupsi secara luas, yakni KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), dua perkara bisa kita cegah yakni korupsi dan nepotisme, namun untuk kolusi, kadang kita harus melakukannya untuk mendapatkan hak-hak kita.

Deklarasi Anti Korupsi parpol yang sebatas di mulut saja

Praktik kolusi yang terpaksa kita lakukan biasanya berkenaan dengan pengurusan dokumen administrasi pemerintahan seperti dalam pembuatan akta kelahiran, ktp, surat nikah, SIM dan paspor. Kadang tak sungkan-sungkan, oknum pegawai negeri dengan terang-terangan meminta uang pelicin, padahal hal tersebut tidak ada dalam aturan resminya. Jika kita tidak membayar uang tersebut, maka dokumen administrasi seperti KTP tidak diberikan. Saya pernah mengalami hal ini, oknum aparat desa dengan cara halus meminta uang sebagai tebusan KTP saya. Begitu juga dalam pengurusan SIM, jika kita mengikuti prosedur resmi, cenderung untuk tidak lulus ujian SIM. Walhasil, terpaksa kita memanfaatkan jalur pintas dengan membayar uang pelicin kepada oknum polisi. Saya juga melakukan hal yang sama.

Wednesday, November 20, 2013

Anti Korupsi: Belajar Kejujuran Dari Pengemudi Taksi [3]

Untuk menjadi muslim anti korupsi, akhlakul karimah yang paling dibutuhkan adalah jujur. Di jaman sekarang, orang jujur dibilang ajur. Mari kita buktikan, siapa bilang jujur ajur?? Sebaliknya: jujur mujur, jujur makmur! Dua cerita tentang pengemudi taksi berikut mungkin bisa kita petik pelajarannya, selain kisah kejujuran seorang abang tukang becak di Surabaya yang mengembalikan uang sebesar 20 juta milik penumpangnya.

Berbeda dengan para pencuri gaji yang mengambil haknya meski dia tidak memenuhi kewajibannya, pengemudi taksi di  Jepang ini malah tidak mengambil haknya (uang ongkos taksi yang seharusnya dia terima) ketika dia melakukan kesalahan dalam mengambil rute perjalanan. Ketika korupsi sudah mendarah daging di tubuh kita, di luar sana masih ada orang-orang jujur yang kepada mereka kita bisa belajar nilai-nilai kejujuran.

Suatu ketika di medio akhir tahun 2008, seorang pengusaha asal Indonesia sedang berkunjung ke Jepang dan dia memilih naik taksi untuk menuju ke penginapannya. Saat hampir tiba di hotel tempat dia akan menginap, sopir taksi keliru mengambil jalan dimana seharusnya dia belok ke kanan, tapi sopir tersebut malah mengambil jalan lurus.  Menyadari kesalahannya, sopir tersebut langsung mematikan argometer dan meminta maaf berkali-kali. Si pengusaha Indonesia kagum dengan akhlak pengemudi taksi Jepang ini yang tidak mau merugikan penumpangnya. Namun ternyata itu belum selesai, ketika sampai di penginapan dan si pengusaha akan membayar ongkos taksi sesuai dengan angka terakhir yang tertera di argometer, si pengemudi taksi menolak dibayar karena merasa malu tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Tidak hanya tidak mau merugikan penumpang, tapi si pengemudi ini juga tidak mau menerima haknya karena merasa tidak melaksanakan kewajibannya dengan benar.

Taksi di Jepang (sumber: FB Ary Ginanjar)

Di Surabaya, kejadian serupa juga terjadi. Bedanya kali ini pengemudi taksi tidak mengambil barang yang bukan haknya. Ketika ada penumpang yang ketinggalan dompet dan hapenya di dalam taksi, si pengemudi taksi yang awalnya mengantar penumpang ke sebuah hotel langsung kembali ke hotel tersebut dan mengembalika dompet serta hape kepada penumpang tanpa mau menerima pemberian dari penumpang tersebut. Dompet dan hape yang tertinggal tersebut bukan haknya, karena itu dia tidak mengambilnya, memang sudah seharusnya dia mengembalikan ke pemiliknya yang sah.

Begitu juga kisah seorang tukang becak di Surabaya yang mengembalikan uang penumpangnya sebesar 20 juta. Bahkan untuk menghindari penumpang yang hendak membalas budi karena uangnya dikembalikan, si tukang becak tersebut pindah tempat mangkal agar tidak dicari-cari. Sebuah akhlak menolong yang tanpa pamrih, mengembalikan barang yang bukan hak-nya tanpa mengharap imbalan.

Belajar kejujuran bisa dari siapa saja, bahkan biasanya orang-orang dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah lebih jujur dari mereka kalangan ekonomi menengah ke atas. Bandingkan kisah sopir taksi dan tukang becak terebut dengan para hakim atau bahkan ketua MK yang terjerat kasus korupsi padahal gaji mereka cukup tinggi. Untuk menjadi muslim awaja anti korupsi, cukuplah Rasulullah SAW yang dijadikan teladan bagi umat Islam. Beliau memiliki sifat siddiq: benar dan jujur, selain tiga sifat lainnya: amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan). Beliau baginda Rasul sejak kecil telah dipanggil dengan  gelar Al-Amin, yang dapat dipercaya, karena beliau selalu menjaga amanah, tidak pernah korupsi. Muslim itu anti korupsi.

Kebenaran akan selalu menang. Kejujuran akan membawa kebaikan. Sebaliknya, kebohongan akan membawa keburukan. Korupsi akan membawa malapetaka. Kejujuran akan mengantarkan kita ke Surga, sedangkan kebohongan akan mengantarkan kita pada perbuatan dosa dan neraka.

Bersikap jujurlah kalian, kerana kejujuran akan mengantarkan kepada kebajikan, dan kebajikan akan mengantarkan ke surga. Di saat seseorang selalu jujur dan menjaga kejujurannya, Allah SWT akan menetapkannya sebagai orang yang jujur. Janganlah kalian berbohong, kerana kebohongan akan mengantarkan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa akan mengantar seseorang masuk neraka. Jika seseorang selalu berbohong dan membiasakan diri berbohong, Allah SWT. akan menetapkannya sebagai pembohong [5]
Beliau baginda Rasul juga pernah memberi nasihat kepada seorang pemuda yang baru masuk Islam untuk tidak berbohong. Ketika pemuda tersebut ingin melakukan kebiasaan lamanya: mencuri, berjudi dan minum minuman keras, dia teringat nasihat Rasulullah dan takut dia harus berbohong jika Rasul bertanya kepadanya. Akhirnya dia tidak pernah melakukan kebiasan buruk lamanya tersebut. Pemuda tersebut belajar untuk jujur pada dirinya sendiri, pada Rasulullah dan pada Allah SWT hingga akhirnya menjadi orang sholeh dan mulia. Cerita tersebut membuktikan bahwa kejujuran akan membawa kemujuran, kemakmuran dan kemuliaan.

Bersambung ke artikel selanjutnya; Terpaksa Harus Korupsi.

Referensi dan link terkait:
  1. https://www.facebook.com/Ary.Ginanjar.Agustian
  2. http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2013/114186-Seorang-Tukang-Becak-Kembalikan-Uang-Penumpangnya-Rp.20-Juta
  3.  www.islam-institute.com
  4. www.cyberdakwah.com 
  5.  H.R. al-Bukhārī, Muslim, Abū Dāwud dan al-Tirmidhī.

Saturday, November 16, 2013

Menjadi Manusia Terbaik

Dalam beberapa riwayat, sang Nabi pernah berujar,
  1. Manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat
  2. Dasarnya adalah,
    عَنِ جابر، رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

    Artinya: Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.
  3. Manusia yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya
  4. Dasarnya adalah,
    عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري
    Artinya: Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya (HR Bukhori)
  5. Manusia yang paling baik/cepat membayar hutang
  6. Dasarnya adalah,
    عَنْ عُثْمَانَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عن رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أنه فَقَالَ « خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً » متفق عليه
    Artinya: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” Muttafaqun ‘alaih.

Saturday, November 09, 2013

Ketika Korupsi Sudah Mendarah Daging [2]

Membaca cerita tentang seorang kasir yang melakukan korupsi secara kontinyu di sebuah minimarket, saya miris. Betapa korupsi telah mendarah daging di tubuh kita. Tak hanya kasir supermarket, kasir POM bensin, kasir toko, dari pejabat pemerintah sampai rakyat kecil, dari untuk mencari sekolah sampai mencari kerja, semua melakukan korupsi. Ayah saya menyebutnya sebagai korupsi yang terorganisir. Padahal hal tersebut jauh dari ajaran Islam. Masalah jual beli, tak hanya berhenti sampai di kasir saja, meskipun kedua belah pihak menghalalkan. Karena di satu pihak tidak tahu kalau dia dibohongi, maka dia menghalalkan jual beli tersebut. Kelak semuanya akan diminta pertanggung jawabannya, ketika bukan mulut kita yang bicara, namun anggota tubuh kita yang lain mengatakan hal sebenarnya yang dulu kita tutupi saat di dunia.

Begitu juga ketika mencari kerja. Hampir semua sektor kerja di pemerintahan dan militer 'mensyaratkan' uang pelicin untuk masuk instansi pemerintah tersebut. Tidak semua memang, namun hal itu sudah umum terjadi saat mencari kerja di instansi pemerintah. Hal ini justru berbeda ketika kita mencari kerja di sektor swasta. Umumnya, rekruitmen pegawai baru di sektor swasta lebih jujur dan fair, tidak seperti instansi pemerintah dan militer dimana banyak oknum yang meminta uang dari puluhan juta sampai ratusan juta. Ini fakta kawan! coba tanya teman anda yang apply PNS atau militer (baik Tamtama atau Akabri). Berapa uang yang mereka serahkan untuk diterima di tempat tersebut? Padahal gaji kerja tersebut nantinya akan diberikan pada keluarga, pada anak dan istri. Bagaimana keluarga bisa berkah kalau gajinya didapat dari cara mencari kerja yang tidak barokah pula? Dalam luang lingkup yang lebih besar, bagaimana negara ini bisa maju dan barokah kalau sistemnya seperti itu?

Struk yang diduga bukti korupsi kasir (Sumber Kompasiana -Angin Maj)

Friday, November 01, 2013

Para Pencuri Gaji [1]

Saya heran dan terkejut ketika seorang teman Jepang bercerita tentang sekolahnya yang dulu (SMA). Teman saya, sebut saja namanya Kojima San,  menyebut para gurunya di SMA sebagai para pencuri gaji, atau dalam bahasa Jepang disebut kyuryo dorobou (給料泥棒/きゅろうどろぼう). Di  negeri yang serba tertib dan katanya yang ketahuan korupsi langsung bunuh diri ini, ternyata malah banyak kasus 'korupsi' yang tidak terlihat. Dulu saat masih mahasiswa, kami menyebutnya mereka yang makan gaji buta, yakni mereka yang kerjanya tidak ada (sedikit), tapi tetap menerima atau malah meminta gaji. Diantara mereka adalah para guru dan dosen yang sering tidak hadir saat jam mengajar.

Ilustasi: Pencuri Gaji (sumber 123rf.com)

Tindakan korupsi adalah tindakan yang tidak jujur. Awalnya dengan mencuri gaji, meskipun gaji tersebut memang hak dia, namun bila dia tidak bekerja tentunya tidak sepantasnya dia menerima gaji. Aktivitas tidak jujur ini pun akhirnya merembet ke bidang lain. Ketika ada proyek, dan kita terlibat didalamnya, ketidak jujur-an akan mengakibatkan kita "bersedia" menerima uang yang sebenarnya bukan hak kita. Sebagai muslim, apalagi yang mengaku ahlus sunnah wal jamaah (aswaja), tentunya hal bertentangan dengan sunnah Rasul. Dalam sebuah riwayat, beliau baginda Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah melaknati baik pemberi suap maupun penerima suap. Sebaliknya, mencari gaji dengan halal akan mendapat ridho Allah SWT. Pencari gaji dan pencuri gaji memang hanya beda satu huruf, tapi implikasinya antara surga dan neraka.

Tuesday, October 15, 2013

Rindu Ramadan

Sudah hampir dua bulan yang lalu bulan Ramadan meninggalkan kita. Imam Syafii dalam 1 kali Ramadan bisa khatam Al-Quran sampai 60 kali, namun tidak pernah kita dengar beliau khatam sebanyak itu pada bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadan memang spesial, dan ada satu malam lagi yang lebih spesial di bulan Ramadan, malam lailatul qodar.

Saat hati rindu Ramadan,  menjaga konsistensi kita beribadah sangat diperlukan, setidaknya aktifitas ibadah kita diluar bulan lain di luar Ramadan mendekati atau separuh dari aktivitas ibadah kita di bulan Ramadan. Untuk mencapai hal itu,  dibutuhkan konsistensi dan pemahaman. Pemahaman tentang kematian, tentang surga dan neraka, tentang pahala yang bisa kita dapatkan dari amal kebaikan.

Ingat mati, ingat mati.

Abdullah bin Umar menangis ketika minta air karena teringat penghuni neraka ketika meminta seteguk air dingin, malah diberi nanah panas oleh Allah swt. Mati adalah suatu keniscayaan yang semua orang pasti mencicipinya. Siapa yang tidak akan mati? Bahkan orang sehebat Firaun bisa mati, pun dengan seorang presiden. Tak hanya dokter, sekumpulan dokter yang disebut tim dokter kepresidenan tak mampu menyelamatkan seorang presiden yang sedang sakaratul maut. Cerita ini mungkin akan mengingatkan kita betapa maut itu sangat dekat.

Ingat surga dan neraka.

Bila surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau,  sujud kepadaNYa.
Bila surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau, menyebut namaNYa.
Kira-kira, begitulah lagu yang pernah di populerkan oleh (alm) Chrisye dan Ahmad Dhani. Ya, dengan mengingat surga dan neraka, kita akan ingat bahwa kehidupan di dunia ini cuma sebentar. Nunut mampir ngombe, begitu istilah orang jawa.

Friday, October 11, 2013

List of Haram Ingredients Foods in Japan

The following is list of ingredients (原材料名) to be noticed in Japan food for Muslim:
  1. Meat 肉 (niku):
    • Pork, 豚肉 (Butaniku )、ポーク (pooku)
    • Beef, 牛肉 (Gyuuniku)、ビーフ (biifu)
    • Chicken, 鶏肉 (Toriniku)、 チッキン (chikin)
    • Bacon, べこん (bekon), ベーコン (bacon)
  2. Meat extract/essence 肉のエキス (Niku no ekisu ):
    • Pork extract, 豚肉エキス (butaniku ekisu)、ポーク
    • Beef extract, 牛肉エキス(gyuuniku ekisu )、ビーフ
    • Chicken extract, 鶏肉エキス (toriniku ekisu)、チッキン
  3. Animal oil 獣脂 (Doubutsu no abura):
    • Lard/Pork fats, ラード (raado) 
    • Pork oil, ラ油 (Rayu )
    • Processing oils and fats, 加工油脂 (kakou yushi ) --> there is a possibility processing oil is made from animal. Usually it is used in cake, noodle, bread and mayonnaise. 
  4. Made from animal, 動物由来 (Doubutsu yurai no shokuryou):
    • Gelatin, ゼラチン (zerachin), usually it exits on ice cream, pudding, most of gelatin in Japan is made from pork, so it is haram.
    • Margarine マーガリン (maagarin), usually it exits on cake, bread. It needs to be asked what it is made from (plant or animal).
    • Nyuukazai, 乳化財 , usually it exists on bread chocolate, cake, ice cream and bread. It needs to be asked what it is made from (animal or plant). Based on [2], many nyuukazai in Japan are halal.
    • Butter  バター (Bata) , it needs to be asked what it is made from (plant or animal).
    • Lechitin,  レシチン (Resichin), usually it exists on bread, cake, chocolate. It needs to be asked what it is made from (animal or plant).
    • Shortening , ショートニング (Shoutoningu). Usually exists on cake, bread and chocolate. It needs to be asked what it is made from (animal or plant). According to [3], most modern shortening are made from (hydrogenated) vetetable oil.
    • Jelly/Gelatin dessert- ぜり (zeri). In Japan most, most of gelatin was made from pork.. Usually it exists on pudding, cake and bread.
    • Tanpaku kasuibunkaibutsu (たんぱく加水分解物): protein matter which can be made from soybean, wheat, corn, but it also can be made from cow, pig, chicken and other.

Thursday, September 05, 2013

Kalau Agama Menuruti Akal

Kalau saja agama menuruti akal,
Semua orang pasti memilih tidur daripada sholat subuh,
Semua orang tidak akan berpuasa ramadhan,
Karena menurut akal makanan adalah sumber energi,

Kalau agama menuruti akal,
Nabi ibrahim pasti tidak akan meninggalkan istri dan anaknya (Hajar dan Ismail) di Makkah,
Sedang dia menuju istrinya yang lain, Siti Sarah...
Nabi Ibrahim pasti juga tidak akan menyembelih putranya nabi Ismail a.s,

Kalau agama menuruti akal,
harusnya kalau ada orang kentut,
yang dibasuh pantatnya,
bukan wajahnya (berwudhu)...

Kalau agama menuruti akal,
Saat ada orang traveling berwudhu,
yang dibasuh harusnya bagian bawah sepatu,
bukan bagian atasnya...

Itu kalau agama menuruti akal,
Letakkanlah akalmu dan yakinlah kepadaNya..
Dan semua akan kelihatan ’masuk akal’ pada akhirnya.

Thursday, February 07, 2013

Doa Ketika Takut Akan Seseorang (Doa Minta Perlindungan)

Saat pulang ke Indonesia setahun yang lalu, dan sebelum berangkat lagi ke Jepang, seorang bapak, teman ngaji saya tiba-tiba memberi saya secarik kertas yang isinya sebuah doa. Ceritanya, anak si bapak tersebut diterima beasiswa kuliah di fakultas kedokteran di universitas negeri ternama di kota Surabaya. Nah, saat pemberkasan daftar ulang, entah bagaimana caranya, berkas si anak hilang di administrasi universitas. Singkat cerita, karena si anak panik dimarahi petugas administrasi dan terancam gagal masuk FK, dia menghubungi ayahnya, dan si bapak tadi menyarankan untuk membaca doa ini. Alhamdulillah, setelah membaca doa ini, si anak kemudian maju ke tumpukan berkas daftar ulang, dan secara acak mengambil salah satu berkas, dan... ternyata itu berkasnya.

Karena masih menyimpan secarik kertas yang bertulis amalan doa ketika takut akan seseorang itu, saya memfotonya lewat handphone, agar tidak lupa. Sebetulnya doa ini simple dan mudah di hafal, insyaAllah dibaca 5 kali saja sudah hafal. Inilah doa agar tidak dimarahi tersebut.

Doa ketika takut seseorang

Wednesday, January 23, 2013

How-to : Install Ayat on Ubuntu

Step-by-step:
  1. Download ayat package from KSU for Linux
  2. http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en&pg=linux
  3. Install Adobe Air given from the package, if you already have Adobe Air, remove it, change with the given package. Use the following command or double click from the file.
  4. sudo dpkg -i Adobe Air 64bit.deb
  5. Install Ayat-v1.2.0.air by double clicking it, follow the instruction.
  6. Ayat-v1.2.0.air
  7. Ayat is already installed, need additional package? download the recitation, translation directly from the KSU's web or from the Ayat program installed on your PC.
Here is the screen shot of Ayat version 1.2.0 installed on my Ubuntu.

Ayat 1.2.0 on Ubuntu 12.04 LTS

Sunday, December 16, 2012

Minum Kopi: Budaya Islam...?

Secangkir kopi yang disajikan di Cafe Jepang (photo credit by me)
     Peradaban Muslim memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, seperti seni, sastra, hingga kuliner. Tradisi minum kopi, misalnya, siapa sangka hal itu katanya juga berasal dari dunia Islam.

Sebuah manuskrip tentang budaya Muslim di abad ke-15 menyebutkan, kopi mulai dikenal dalam budaya umat Islam pada sekitar tahun 1400. Kopi itu dibawa masyarakat Yaman dari Ethiopia. Orang Afrika, terutama Ethiopia, telah mengenal kopi sejak tahun 800 SM.  Saat itu, mereka mengonsumsi kopi yang dicampur dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.

Sumber lain, yakni kesaksian dari ilmuwan Muslim terkemuka, Al-Razi dan Ibnu Sina, menyatakan kopi telah dikenal di kalangan umat Islam pada awal abad ke-10. Minuman ini pertama kali dinikmati dan dibudidayakan oleh masyarakat Yaman. Mereka menyebut minuman kopi sebagai al-Qahwa. Konon, peminum pertama kopi adalah kaum sufi yang menggunakannya sebagai stimulan agar tetap terjaga selama berzikir pada malam hari.

Dari Yaman, keharuman kopi merebak ke berbagai kawasan di sekitarnya, lalu ke Eropa, Amerika, dan akhirnya mendunia. Para pelancong, peziarah, dan pedaganglah yang membawa kopi melanglang buana. 

Abd-Al-Qadir Al-Jaziri dalam bukunya Umdat Al-Safwa (Argumen Penggunaan Kopi) memerinci tentang bagaimana kopi mencapai Kairo, Mesir. Dikatakan, pada pertengahan abad ke-16, kopi dibawa oleh para siswa Al-Azhar berkebangsaan Yaman untuk meningkatkan stamina mereka. Dari kalangan terdidik Al-Azhar, kopi segera memasuki jalan-jalan, toko-toko, dan rumah tinggal di kota itu.

Sebelumnya, yakni pada awal abad ke-15, kopi telah mencapai Turki. Warung kopi pertama di negeri ini berdiri pada 1475 di Istanbul. Namanya, warung kopi Kiva Han.

Dalam bukunya, Al-Jaziri sekaligus menanggapi perdebatan agama tentang manfaat dan boleh-tidaknya minum kopi di bawah hukum Islam. Ini adalah dokumen tertua tentang sejarah, penggunaan, dan manfaat minum kopi di dunia Islam. Setelah melewati perdebatan panjang,  kopi pun menjadi minuman tersohor di Makkah dan Madinah.

Dari interaksi para peziarah dan pedagang tadi, kopi kemudian menyebar ke luar kalangan Muslim. Penyebarannya di Eropa dimulai pada abad ke-17 melalui kota-kota terkemuka, seperti Venesia, Marseilles, Amsterdam, London, dan Wina. Hal ini tentu saja berimbas pada nilai ekspor kopi Yaman yang melonjak tajam.


Salah satu kopi tersohor di dunia adalah kopi Turki. Penyajiannya yang unik menjadi daya tarik rasa tersendiri. Biji kopi sangrai dididihkan dalam wadah khusus hingga ampasnya mengental. Kopi Turki umumnya bisa ditemukan di seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, Kaukasus, dan Balkan. Budaya kedai kopi sangat berkembang di Turki, bahkan menjadi salah satu ciri khas negeri ini. Kopi pun memengaruhi budaya Turki hingga linguistiknya.  Begitu cintanya masyarakat Turki pada kopi hingga seorang musafir Inggris, Charles Mac Farlane, yang pernah melakukan observasi di negara itu menyebut, “Turki tidak bisa hidup tanpa kopi.”

Tradisi kongkow-kongkow sembari ngobrol di kedai kopi membentuk gaya hidup serta filsafat kehidupan yang khas pada masyarakat Turki. Dari sana, mereka membentuk sebuah jaringan penyebaran budaya yang mencakup semua elemen masyarakat.

Kedai kopi pertama di Turki adalah Kiva Han. Tak sekadar minum kopi, orang-orang datang ke kedai ini juga untuk membaca buku dan teks-teks yang indah, bermain catur, serta mendiskusikan puisi atau sastra.

Kopi mulai dikenal di Istanbul pada masa pemerintahan Sultan Suleiman (1543). Gubernur Ottoman Yaman, Özdemir Pasha, yang memperkenalkannya melalui cara baru minum kopi. Tak lama kemudian, kopi menjadi bagian penting pada setiap perjamuan di Istana dan sangat populer di pengadilan.

Begitu pentingnya minuman kopi ini, sampai-sampai ada jabatan ketua pembuat kopi di dalam daftar nama pejabat pengadilan. Tugas utama pembuat kopi adalah meracik kopi dengan resep rahasia kerajaan. Maka itu, dipilihlah orang yang mempunyai loyalitas dan kemampuan menjaga rahasia.

Dari Turki, kopi kemudian merambah Eropa. Ketertarikan bangsa Eropa terhadap gaya hidup orang Turki pada abad ke-17 menjadi awal kegemaran mereka pada kopi. Di Inggris, kopi pertama kali diperkenalkan oleh seorang keturunan Yunani bernama Pasqua Rosee sebelum tahun 1650. Ia pernah bekerja pada pedagang Turki sehingga mengetahui seluk-beluk kopi. Dia jugalah yang pertama kali menjual kopi di kedai kopi di tepi Lombard-Street. Kemudian pada 1658, muncul kafe lain di Cornhill bernama Sultaness Head, dan pada 1700 sudah ada sekitar 500 kedai kopi di London.

Popularitas kedai kopi mencuat pada abad ke-17 hingga 18. Booming kedai kopi terekam dalam banyak karya sastra Inggris. Para sastrawan secara perinci menceritakan kebiasaan masyarakat Inggris duduk-duduk sambil minum kopi di kafe. Selain minum kopi atau teh, banyak juga pengunjung yang membaca koran, merokok, juga berdebat soal politik atau perkembangan sosial saat itu. Akibatnya, kedai-kedai kopi harus mendaftarkan diri secara hukum karena banyak kegiatan yang bisa mengancam pemerintahan kerajaan Inggris.  Bahkan, pada 1675, pemerintah menganggap kedai kopi sebagai sumber pemberontakan. Kedai-kedai itu pun ditutup.

Sementara di Italia, kopi dikenal berkat hubungan bisnis yang aktif antara para pedagang Venesia dengan relasinya dari Afrika Utara, Mesir, dan Timur Tengah. Setelah mencicipi cita rasa kopi yang sedap, pedagang Venesia yakin bahan minuman ini memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Mereka pun lalu mengimpornya.

Selanjutnya, kopi dijual di pusat-pusat perdagangan di Venesia dan akhirnya tersedia luas untuk masyarakat umum. Kedai kopi pertama di Venesia berdiri pada 1645. Pada 1763, gerai kopi sudah berkembang menjadi 218. Dari Venesia, kopi menyebar ke wilayah-wilayah lainnya di Italia, seperti Turin, Genoa, Milan, Florence, dan Roma.

Seperti barang impor lainnya yang berasal dari dunia Muslim, kopi pada awalnya ditolak oleh institusi agama di Italia. Paus Klemens VIII (1536-1605) sempat melarang konsumsi kopi. Namun, setelah mencicipi, Paus membolehkan bahkan memberkatinya. Persetujuan ini melempangkan jalan bagi kopi untuk hadir di semua rumah di Eropa.

Dari dalam negeri, ulama Kediri - Jawa Timur, pernah menulis kitab dengan judul Irsyad al-Ikhwan fi Bayan Hukmi Syurb al-Qahwah wa al-dhukhan (Kitab Kopi dan Rokok). Beliau adalah ulama kondang yang pernah diminta pemerintah Mesir untuk mengajar di universitas Al-Azhar namun beliau menolaknya. Buku membahas seluk beluk kopi dan rokok, mulai dari: sejarah, polemik hukum mengkonsumsi, hingga kasiat yang dikandung.

Dan salah satu kopi favorit saya adalah berikut ini.
My fave: Good Day Mocacinno

Thursday, August 23, 2012

Sendai Masjid, Miyagi Ken, Japan

A post shared by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

Sendai Masjid is the home of Islamic Cultural Center of Sendai. Muslims of Sendai are establishing the ISLAMIC CULTURAL CENTER OF SENDAI (ICCS) to promote the Islamic culture. It is a non-political, non-racial, non-profitable and voluntary organization.

Objectives of ICCS are:
  1. Promotion of friendship among Muslims and between Muslims and Japanese. 
  2. Introducing Islam and cultural exchange to Japanese and other cultural organizations. 
  3. Intensifying the Islamic faith and knowledge of the Muslims. 
  4. Solving different problems of Muslims. 
  5. Teaching Koran and languages.
  6. Cooperation with ISLAMIC CENTER OF JAPAN (TOKYO) as well as other Islamic organizations.
Acces Map