Showing posts with label editor. Show all posts
Showing posts with label editor. Show all posts

Friday, March 10, 2023

Antara Tukang Cuci Piring dan Editor Jurnal

Alkisah. Seorang teman bercerita, dia mendapat dua pilihan pekerjaan sampingan. Pertama sebagai pencuci  piring. Kedua sebagai editor jurnal. Kerena bimbang untuk memilih salah satu diantara dua pekerjaan tersebut, beliau meminta pertimbangan istrinya. Berikut diskusi mereka.

Istrinya bertanya, 

"Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mereview satu jurnal?" 

Sang suami menjawab, 

"Kira-kira empat jam". 

Istri melanjutkan, 

"Berapa bayaran review dan mengedit satu jurnal itu?"

Suami menjawab,

"Seratus dua puluh lima ribu rupiah". 

Istri bertanya lagi, 

"Berapa bayaran cuci piring?"

Suami menjawab:

"1000 yen jam per jam".

Akhirnya si istri mengakhiri diskusi dengan solusinya.

"Ya udah, kamu ambil kerjaan cuci piring saja, kamu sedekahkan separo dari bayaran cuci piringmu ke masjid di Indonesia, itu jauh lebih bermanfaat dari menjadi bekerja paruh waktu sebagai editor jurnal."

Monday, April 06, 2020

Berpindah ke vscode (dari gEdit)

Hidup itu harus dinamis, tidak harus saklek pada satu hal (tool/perangkat). Ketika ada perangkat lain yang lebih mudah, meskipun awalnya saya membencinya, maka kita harus berpindah ketika ternyata perangkat tersebut memberikan kemudahan dan kecepatan dari perangkat lama.

Kali ini saya berbicara tentang "editor", perangkat lunak yang digunakan untuk mengetik. Contoh editor sederhana adalah notepad di Windows. Di Linux, sejak pertama kali menggunakannya secara intensif tahun 2009 sampai sekarang, editor bawaan dari Gnome, yakni gEdit, adalah editor default saya, selain vim. Dua hal utama yang saya gunakan dengan editor: (1) mengkoding Python, dan (2) membuat manuskrip dengan Latex. Hal-hal lainnya adalah menulis dengan markdown, txt, dan format-format lainnya. Jadi, editor yang saya gunakan paling tidak harus mendukung Python dan Latex, dan gEdit sudah mendukung keduanya dengan beberapa kekurangan (code completion, snippets, dll).

Setelah mencoba beberapa editor lain: Atom, Sublime text, Spyder, PyCharm, dan vscode, akhirnya saya memutuskan vscode sebagai editor saya untuk seterusnya. Tulisan ini mengupas kenapa saya berpindah dari gEdit ke vscode.


Tuesday, September 29, 2015

Pengenalan Git: Setting .gitconfig

Ini adalah artikel terakhir seri pengenalan Git: Git init, Git clone, push dan pull dan .gitconfig ini. Sampai saat ini, Git masih merupakan manajemen file terbaik di dunia, yang juga karya seorang jenius di dunia yang masih hidup hingga saat ini. Gitconfig (sebuah nama hidden file: .gitconfig) adalah sebuah file dimana kita menyimpan konfigurasi git kita. Alih-alih mengkonfigurasi lewat command line di terminal, kita bisa menyimpan konfigurasi tersebut dalam sebuah file: .git config.

Cara pertama dan konvensional untuk mengeset konfigurasi git adalah dengan meng-echo melalui perintah "git config" sebagai berikut (settingan global/semua repo akan memiliki email dan akun ini),

$ git config --global user.name "Your Name"
$ git config --global user.email "your_email@example.com"

JIka tanpa argumen "--global", anda hanya mengeset untuk repo di folder tersebut saja. Untuk memverifikasinya silakan cek dengan

$ git config --global user.name
$ git config --global user.email

Setting lain misalnya untuk memilih vim sebagai default editor,
$ git config --global core.editor "vim" 

Untuk mengecek config tersebut gunakan perintah
$ git config --list