Showing posts with label pemrosesan sinyal. Show all posts
Showing posts with label pemrosesan sinyal. Show all posts

Sunday, April 21, 2019

Start-end silence removal dengan Librosa

Start-end silence removal

Start-end silence removal merupakan teknik untuk menghilangkan suara silence di awal dan akhir utterances (sinyal wicara). Teknik ini dilatarbelakangi bahwa kebanyakan silence berada pada awal dan akhir pembicaraan.

Dengan library librosa, menghilangkan silence pada awal dan akhir kalimat ini cukup mudah sebagai berikut,
import librosa
x, fs = librosa.load('Ses01F_impro01_F000.wav')  # ganti dengan nama file wav kamu
xt, ind = librosa.effects.trim(x, top_db=30)

Untuk melihat hasilnya, kita ceck panjang sinyal atau kita plot (bisa juga didengarkan suaranya dengan library sounddevice.

In [12]: len(x)
Out[12]: 42900

In [15]: len(xt)
Out[15]: 24576

Hasil plotnya adalah sebagai berikut:
figure()
subplot(211); plot(x)
subplot(212); plot(xt)


Perlu dicatat, karena saya menggunakan ipython --pylab, saya tidak perlu menuliskan plt.* untuk mengakses library matplotlib. Selain menghasilkan output `xt`, fungsi librosa.effects.trim yang digunakan untuk menghilangkan silence ini juga memberikan indeks (start, end) dimana sinyal xt diambil.

Perhatikan gambar di atas, yang ditandai dengan elips warna oranye adalah sinyal silence yang ingin kita hilangkan, sedangkan, didalam kotak merah adalah sinyal yang ingin kita ambil. Parameter utama untuk menghilangkan silence ini adalah threshold (dB).

Friday, April 19, 2019

Ekstraksi fitur MFCC dan zero paddingnya dengan library LIBROSA

Mel frequency cepstral coefficient, disingkat MFCC, masih merupakan fitur yang paling banyak digunakan pada pemrosesan sinyal wicara, khususnya pengenalan sinyal wicara. Untuk mengekstrak fitur MFCC, salah satu tool yang paling banyak digunakan adalah librosa. Tulisan berikut merupakan paparan singkat untuk mengekstrak fitur MFCC dari set sinyal wicara dalam sebuah direktori.

Instalasi
pip3 install --user librosa

Workflow
Misalkan dalam direktory saat ini (`./`), kita memiliki 30 file wav sinyal wicara. Dari 30 file tersebut, tiap file akan kita ekstrak 20 MFCC per frame/window (dari default librosa). Karena panjang tiap file berbeda, maka bentuk/ukuran variabel MFCC untuk tiap file tersebut berbeda, misalnya: (20, 44), (20, 193) dan (20, 102).  Karena default window size atau hopsize (n_fft) dari librosa adalah 2048 (25ms) dengan 512 hop length /stride (10 ms overlap), maka untuk file suara dengan durasi 2 detik banyaknya frame mffc yang didapat adalah,

output _length = (seconds) * (sample rate) / (hop_length)
output_length = 2 * 22050/512 = 87 --> (20, 87)

Jika panjang file 3 detik maka panjang output_length adalah,

output_length = 3 * 22050/512 = 130 --> (20, 130)

Variabel lebar window and stride untuk memproses MFCC pada librosa bisa dikontrol dengan argumen n_fft dan hop_length. Misal n_fft = int(sr/40), hop_lenghth=int(sr/100) untuk lebar window 25 ms dan hop length (geser ke kanan) sebesar 10 ms. Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelasnya, K adalah lebar window (n_fft) dan Q adalah stride atau hop length (disebut juga hop size). Pada beberapa literatur sinyal sistem, variabel pergeseran antar window memakai nilai % overlap yang pada gambar dibawah disimbolkan dengan 0. Jika default hop_length=512 dan n_fft = 2048, maka overlap defaultnya adalah 75%.

Windowing: window length, hop size, and its overlap.


Jadi, by default MFCC yang dihasilkan oleh librosa berbeda ukurannya bergantung pada ukuran file input. Padahal, agar bisa diproses oleh deep learning, kita inginkan panjang semua variabel MFCC tersebut sama, misal (20, 100). Jika kurang kita zero-paddingkan, jika lebih kita potong sampai 100 sample sehingga menjadi (20, 100). Karena input deeplearning berupa (sample, fitur), bentuk (20, 100) kita transpose menjadi (100, 20). Tujuan akhir kita adalah memperoleh bentuk dari variabel fitur berupa (30, 100, 20) yang siap dimasukkan pada arsitektur deep learning.

Berikut caranya:
import os
import librosa

lenmin = 100

mfcc =[]
for i in os.listdir('.'):
    x_i, sr = librosa.load(i, sr=None)
    mfcc_i = librosa.feature.mfcc(x_i, sr)
    if mfcc_i.shape[1] < lenmin:
        mfcc_i = np.hstack((mfcc_i, np.zeros((mfcc_i.shape[0], lenmin-mfcc_i.shape[1]))))
    mfcc_i = mfcc_i[:,:lenmin]
    mfcc.append(mfcc_i.T)

mfcc = np.array(mfcc)
Cek ukuran variable mfcc dengan:
In [1]: np_mfcc.shape
Out[1]: (30, 100, 20)

Mengekstrak Delta dan Delta-delta MFCC
Pada banyak aplikasi pemrosesan sinyal wicara, tidak hanya MFCC yang dipakai sebagai fitur, namun juga perbedaan antar koefisien MFCC (delta) dan perbedaan antar delta MFCC (delta-delta). Librosa menyediakan fungsi untuk mengekstrak kedua fitur tersebut.

Untuk mengekstrak delta MFCC dari MFCC:
delta = librosa.feature.delta(mfcc)

Untuk mengekstrak delta-delta dari MFCC:
deltad = librosa.feature.delta(MFCC, order=2)

Zero padding dengan Tensorflow 

Ada cara yang lebih singkat untuk zero padding, yakni dengan tensorflow. Dengan tensorflow, kita hanya butuh satu perintah (dan satu baris jika memungkinkan). Contoh jika kita mempunyai list MFCC dengan ukuran seperti [(100, 20), (28, 20), (53,20), ...]. Semua MFCC tersebut kita rubah menjadi ukuran (100, 200) dengan cara berikut.

import tensorflow as tf
mfcc_padded = tf.keras.preprocessing.sequence.pad_sequence(mfcc, maxlen=100, dtype=float)
Dimana mfcc_list merupakan list MFCC yang berbeda-beda ukuran dan hasilnya, mfcc_padded, merupakan list MFCC yang kesemuanya berukuran (100, 20) melalui teknik zero padding.

Monday, February 04, 2019

Phase Unwrapping

Samakah hasil perhitungan: $ \cos (420^\circ)$ dengan $\cos (420^\circ-2\pi)$? Ide inilah yang (menurut saya) melatarbelakangi teknik phase unwrapping pada analisa sinyal.

Phase unwrapping adalah metode untuk "membuka" fase sinyal. Algoritma metode untuk unwrapping fase ini adalah sebagai berikut: "Jika selisih antara dua skalar fase dalam array lebih dari dikont, yakni $\pi$ (3.14, dalam radian), maka nilai skalar yang lebih tinggi tadi dikurangi $2 \pi$. Nilai diskont ini bisa dirubah, namun defaultnya adalah $\pi$.

Perhatikan contoh berikut. Vektor $x$ adalah array yang berisi fase dari suatu sinyal.

$$ px = [0~ 1~ 3.24~ 5~ 6.28~ 10~ 13~ 16]$$

Jika selisih antara $x[n]$ dengan $x[n+1]$ lebih besar dari $\pi$ maka dilakukan unwrapping fase. Sehingga untuk vektor fase $x$ diatas hasilnya adalah,

$$ px2 = [0.0~        1.0~        2.0~        3.24~      5.0~     
       6.28~      3.72~  6.72~ 9.72] $$

Vektor $px2$ merupakan hasil phase unwrapping dalam radian agar tracking fase terlihat lebih halus. Lihar gambar di bawah ini untuk hasil plot fase (atas) dengan unwrapping fase (bawah).

Plot fase (atas) dengan unwrapping fase (bawah)

Friday, February 01, 2019

Zero Padding dan efeknya pada FFT

Zero padding berarti menambahkan nol diakhir sinyal. Misal kita memiliki vektor x sebagai berikut,

$$ x = [0 ~1~ 2 ~3 ~1~ 2~ 3~ 2~ 4~ 3] $$

Vektor tersebut memiliki ukuran 10 data. Zero padding adalah menambahkan nol di belakang vektor tersebut, misalnya kita tambahkan lima nol di belakang data terakhir sehingga menjadi,

$$x = [0 ~1~ 2~ 3~ 1~ 2~ 3~ 2~ 4~ 3~ 0~ 0~ 0~ 0~ 0]$$

Zero padding banyak dipakai untuk menyamakan ukuran vektor/matriks. Pada machine learning/deep learning, ukuran input harus sama, dan zero padding dilakukan untuk tujuan tersebut (menyamakan ukuran input). Pada analisa sinyal di domain frekuensi, zero padding ini biasanya digunakan agar spektrum yang kita plot menjadi lebih halus.

Implementasi dengan Python

Implementasi zero padding dengan python bisa bermacam-macam, salah satunya dengan np.pad (salah lainnya dengan menggunakan np.zeros).

Contohnya adalah sebagai berikut:

>>> x = np.array([1, 2, 3, 4, 5])
>>> xpad = np.pad(x, (0, 5), 'constant')  # menambahkan lima nol di belakang vektor a
>>> x
    [1, 2, 3, 4 , 5, 0, 0, 0, 0, 0]

Monday, February 05, 2018

Warna-warna noise (bising)

Bising, atau lebih familiarnya noise atau derau, memiliki banyak warna. Ya warna. Ada bising putih, bising pink, bising coklat, tiga itu yang paling terkenal. Warna bising lainnya adalah, bising merah, bising biru dan bising abu-abu. Tentunya kita jarang mendengar warna bising tersebut bukan? Pasti. Kita lebih familiar dengan white noise, pink noise, brown(ian) noise, red noise, blue noise dan grey noise. Maka, akan lebih mudah mendefinisikan dengan istilah aslinya dalam bahasa inggris daripada menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia.

Berikut adalah pengertian warna-warna noise dan contoh suara dari warna noise tersebut.
  1. White noise
  2. Suatu noise (bising) dikatakan white noise jika power spectrumnya independen/konstan terhadap frekuensinya. Analoginya, cahaya putih mengandung semua frekuensi secara flat/merata (secara riil tidak flat sempurna, tapi secara matematik flat). Jika total power dari suatu noise dapat dihitung dengan persamaan, $$\bar{P} =\int_{f_i}^{f_u}df~N_0(f), $$ Jadi pada kasus white noise, maka power sinyalnya menjadi: $$ \bar{P}=N_0(f_u - f_i)=N_0 (BW),  $$ dimana BW adalah lebar pita noise pada spectrum yang konstan.
    Plot power spectrum white noise (sumber:[3])
    Untuk mendengarkan (dan mendownload) white noise, klik gambar di bawah ini (jika memakai headset, kecilkan volumenya dulu).

Tuesday, October 25, 2011

High-Quality Resample (Downsample/Upsample) Sound File (.wav)

In this occasion let me show how to resample (Downsample/Upsample) sound file such as .wav in high-quality format directly on your Operating System.

The software/program that I used is libsamplerate (SRC). You can download here. Follow the instruction and the "README" text, and install it manually (if you used Unix-based OS, I think it just a simple job:) ). How to use it ? Just choose one of two options below,
sndfile-resample -to  newsamplereate [-c number] inputfile.ext outputfile.ext

sndfile-resample -by  amount [-c number] inputfile.ext outputfile.ext
The optional -c argument allows the converter type to be chosen from the following list :  
  • 0 : Best Sinc Interpolator
  • 1 : Medium Sinc Interpolator (default)
  • 2 : Fastest Sinc Interpolator
  • 3 : ZOH Interpolator
  • 4 : Linear Interpolator

For example, I resampled my input file namely female02_44k.wav which has 44100 Hz of sampling rate to be 8000 Hz with output name is female.wav. So, I use the following command,
sndfile-resample -to 8000 female02_44.wav female.wav
After that, I will get the result as the following,
Resample Result Using libsamplerete
So, what is libsamplerate?