Adakalanya di suatu kesempatan, kita membuka file-file di laptop/PC milik orang lain. Nah, setelah kegiatan spionase kita selesai, kita tidak ingin, aktivitas kita tersebut diketahui pemilik PC/Laptop yang bersangkutan, nah, kita perlu menghilangkan list di My recent document agar aktivitas terakhir kita tidak diketahui. Bagaimana caranya...?
Caranya....
1. Masuk ke Windows Explorer
2. Klik tools > option > view, centang show hidden files and folder.
3. Masuk ke Document Setting, klik user anda yang sedang aktif (lihat di start taskbar), hapus semua file di folde My recent document.
Selesai, kegiatan spionase anda di laptop/PC orang lain tidak meninggalkan jejak, kecuali laptop/PC tsb dipasangi aplikasi spy. Be careful!!
Thursday, February 24, 2011
Wednesday, February 23, 2011
Setting Xterm di Ubuntu Linux
Katanya dan katanya, Xterm merupakan terminal/console paling ringan dan cepat (light and fast) di Unix/Linux (pas banget dengan saya yang mengutamakan performance). Selain Tilda dan Gnome terminal, ada baiknya kita gunakan Xterm untuk keperluan tertentu yang membutuhkan kecepatan.
Ok, mari kita mulai tutorial perdana di label GNU/Linux ini.
- Pertama, saya lebih suka memakai shortcut untuk membuka Xterm (instead from menu), cukup simple untuk membuat shortcut di Ubuntu, klik aja: System > Preferences > Keyboard shortcut.Saya memakai shortcut Ctrl + Esc (Control dan Escape ditekan bersamaan).
- Untuk mengatur konfigurasi font Xterm, ketik di Gnome terminal (atau Tilda): xfontsel , nah disitu settingan font Xterm, silakan di utak-atik sendiri : -fndry-fmly dst.Karena saya hanya ingin merubah ukuran font di xterm, maka settingan yg saya dapatkan adalah sebagai berikut:
-*-*-medium-*-*-*-18-*-*-*-*-*-*-* -geometry 70x24-geometry digunakan untuk merubah ukuran window Xterm,parameter font di depannya bisa anda utak atik sendiri.
- Untuk merubah background dan foreground Xterm, gunakan perintah -fg color -bg color, sebagai contoh -fg green -bg black, kenapa saya suka warna itu? Karena itu warna terminal para hackers.
- So, perintah (command) yg kita tambahkan di shortcut akhirnya menjadi berikut:xterm -font -*-*-medium-*-*-*-18-*-*-*-*-*-*-* -geometry 70x24 -fg green -bg black
Jadilah tampilan Xterm saya menjadi begini.. (jalankan shortcut yg telah dibuat, Ctrl+Esc)...
Menambah Window Xterm baru dengan screen
Defaultnya, Xterm tidak menyertakan fasilitas untuk menambah tab, sebagai alternatif, anda dapat menggunakan (GNU) screen untuk menambah window xterm baru dalam satu window, ketik di Xterm: screen
Setelah anda tekan enter, keliatannya kembali ke Xterm sebelumnya, namun anda sebenarnya telah masuk screen. coba tekan Ctrl+a+c untuk menambah window xterm baru, dan tekan Ctrl+a+p untuk kembali ke Xterm sebelumnya. Simple bukan...? beberapa window xterm dalam satu window.
Silakan dicoba, Gudlak!
Saturday, October 23, 2010
Anatomi Al-Ghozali
Anatomi merupakan sebuah bidang khusus yang mempelajari struktur tubuh manusia seperti sistem kardivaskuler, sistem pencernaan, endokrin, dan lain-lain. Anatomi manusia atau disebut antopotomi adalah salah satu cabang anatomi yang secara khusus membahas sistem-sistem dalam tubuh manusia.
Ia merumuskan filosofinya sendiri mengenai hal itu. Bagi dia, operasi bedah harus mampu mengembalikan fungsi anatomi atau organ tubuh yang rusak. Pemikirannya ini selanjutnya menginsipirasi para praktisi medis setelah masanya. Anatomi memikat hati para dokter Muslim. Terbukti banyak yang ikut bergabung untuk mendalami anatomi.
Ilmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akan mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh [1].
Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat Ihya Ulumuddin (The Revival of the Religious Science), Al-Ghazali tak hanya mengurai seluk-beluk aspek pengobatan. Ia memaparkan pula bahwa telah berabad-abad lamanya para dokter Muslim menguasai pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi.
Termasuk kaitan kedua ilmu tersebut dengan ilmu bedah. Al-Ghazali menjelaskan, tanpa mengetahui struktur anatomi, sulit melakukan operasi pembedahan. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Di bidang bedah dan anatomi, keahliannya sangat disegani.
Ia merumuskan filosofinya sendiri mengenai hal itu. Bagi dia, operasi bedah harus mampu mengembalikan fungsi anatomi atau organ tubuh yang rusak. Pemikirannya ini selanjutnya menginsipirasi para praktisi medis setelah masanya. Anatomi memikat hati para dokter Muslim. Terbukti banyak yang ikut bergabung untuk mendalami anatomi.
Wednesday, August 25, 2010
Kajian Qurani terhadap Absolutisme Kecepatan Cahaya
Dr. Mansour Hassab ElNaby, seorang ahli fisika dari Teknik Mesin Mesir, menghitung besarnya nilai kecepatan malaikat ini berdasarkan kitab suci Al-Quran yang telah diturunkan 14 abad yang lalu. Dalam Q.S As-Sajdah ayat 5 Allah berfirman:
Artinya:
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu" [32:5]
Pada ayat tersebut Jarak yang dicapai Sang Urusan (yang ditafsirkan sebagai malaikat) selama satu hari sama dengan 1000 tahun atau 12000 bulan. Sehingga,
C.t = 12000.L
Dimana kecepatan malaikat adalah C (kecepatan cahaya), t adalah waktu dalam satu hari dan L adalah panjang rute edar bulan selama sebulan.
Panjang L yang dipakai adalah berdasarkan system sideral yang didasarkan atas pergerakan relative bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik
= 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari.
Selanjutnya dapat diperhatikan ilustrasi berikut:
Gambar 2.2 Ilustrasi perhitungan kecepatan cahaya
(Sumber Gb: M Zuhdi (slide presentasi pps))
Untuk mengitung L digunakan rumus L = v x T dimana v adalah kecepatan bulan dan T adalah periode revolusi bulan ( 27.321661 hari). Einstein mengusulkan bahwa kecepatan v ini dihitung dengan mengalikan kecepatan relati bulan terhadap bumi (Ve) dengan cosinus a (perbandingan peridode bulan dg matahari dikalikan 360 derajat=26.92848o), sehingga:
v = Ve * Cos a , dengan Ve = 2 . p . R / T
dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam
Jadi,
C . t = 12000 . L
C . t = 12000 . (v . T)
C . t = 12000 . (Ve . Cos a . T)
C = 12000 . (Ve . Cos a . T) / t
C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det
C = 299792.5 km/det
Padahal, ayat tentang kecepatan cahaya (malaikat) tidak hanya terdapat dalam surat Al-Ma'arij,dalam ayat yang lain yakni Al-Ma'arij ayat 4 Allah berfirman:
Wednesday, July 01, 2009
Kunci Langit & Bumi
Lama tidak mengunjungi blog ini, lama juga tidak nulis. OK, kembali ke tema awal blog ini, tentang Al-Qur'an dan Sains, kali ini lebih tentang tafsir Al-Quran.
Pada surat Az-zumar ayat 63 Allah SWT berfirman:
لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Artinya:
Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.
Apakah maksud "Kunci-kunci langit dan Bumi" pada ayat tersebut..?
Ayo yang punya kitab Tafsir dibuka tafsir dibuka: Ibnu Katsir, Jallalain atau yang lain. Yang punya maktabah syamilah di laptop/PCnya juga silakan dibuka atau dicari, disitu lebih lengkap.
Alkisah, sahabat Usman bin 'Affan ra-lah yang pertama kali menanyakan maksud "Kunci-kunci langit dan Bumi" pada ayat tsb. Rasulullah SAW menjawab, bahwa yang dimaksud kunci-kunci langit dan bumi pada ayat tersebut adalah sebagai berikut (menurut salah satu tafsir),

Rasulullah SAW menambahkan, barang siapa membaca kalimat tersebut maka akan mendapatkan beberapa fadilah sebagai berikut:
Thursday, June 25, 2009
Enakan Hidup Begini...
Enakan hidup gini, bangun subuh, trus subuhan di Masjid. Pulang, ndaras Al-Qu’an sebentar. Keluarkan sepeda dari tempatnya, cabut. Saat hari masih pagi, kau bebas mengebut motormu, menarik gas sekencang-kencangnya. Masih pagi, jalanan masih sepi, tanpa polusi dengan udara segar, tarik nafasmu dalam-dalam sebelum lingkungan dipenuhi asap knalpot....
Tiap hari, ku pergi mengaji. Kadang ma teman, tapi lebih sering sendirian. Kadang ngonthel (on Friday), tapi lebih sering naik sepedah motor. Pagi selalu tunjukkan sesatu yang baru, pagi selalu menakjubkan... (Rugilah engkau yang jarang bangun pagi!!).
Pulang ngaji, biasanya cangkru’an (on Sunday). Ada ‘Om Gendut’ yang selalu menraktirku/mengajakku coffee morning, lebih tepatnya bukan ngopi karna yang diminum bukan kopi, tapi Jahe. Jahe ter-enak yang pernah kuminum. Satu gelas penuh, aku ragu juga itu bukan jahe, soalnya ampasnya lembut. Menikmati keceriaan pagi di kawasan Arab plus-plus (plus madura, plus jawa) di daerah Ampel, sambil menikmati lezatnya gorengan, roti maryam, martabak dan masih banyak lagi. Ah, ngapain harus kuingat nama makanan itu, yang penting enak dan.......gratis.
Nyampai di rumah jam 6-an, hidupkan komputer, ngelanjutin yang tadi malam. Segelas kopi menemaniku, yang ini benar-benar kopi, moccachino (made by my aunt). Satu jam kemudian, komputer kumatikan, bersiap ‘ngaji’ lagi (on Sunday). Berada dalam majelis ilmu, meresapi kedalaman makna kitab para sufi, membuatku berasa di Surga. Namun, saat pengajian selesai rasanya turun lagi ke dunia yang fana ini. Kapan aku bisa benar-benar ke surga...? (Ya Allah, jadikanlah hambamu ini ahli surga, Allahumaj’alna min ahlil jannah...).
Kembali dari pengajian sekitar jam 9 pagi, dhuha, dan kuhidupkan komputer lagi tuk ‘kerja’. My room is my Labs. Aku Cuma butuh soundcard terbaik dengan processor tercepat. Aku menikmati ‘kerja’-ku, sesekali googling mencari info terbaru. Always connected, katanya Nokia....
Jam 11 kembali komputer kumatikan. Berangkat ke kantornya Pak Polisi dan ngaji bersamanya di Masjid Polwiltabes Sby (on Wednesday). Alhamdulillah, ustadz-ku mampu merambah kaum militer negeri ini, biar mereka juga belajar agama, gak cuma bisa nembak doank. Tepat setelah dhuhur pengajian dimulai, di antara jeda istirahat, biar gak nganggu mereka...
Pulang ngaji, kembali komputer kuhidupkan. Kali ini lebih nyantai (seperti saat ini :-D), ngecek2 file, kali aja ada yang menarik belum terbaca. Masih sambil browsing, menunggu ashar. Setelah ashar pengajian di rumah sendiri (on Sunday), gak perlu kemana-mana, tapi perlu menata rumah: kursi2, masang karpet, sound dll. Meski gak kemana-mana tpi lebih capek, sendirian lagi. Kadang ngeluh, tapi lebih banyak senangnya....
Selesai pengajian habis ashar, langsung dilanjutkan pengajian sebelum maghrib. Kalau pengajian sebelumya kebanyakan ttg Tafsir, kali ini Bhs Arab (Nahwu-Shorof), ‘Alat untuk memahami tafsir itu sendiri. Nahwu-shorof dalam ilmu agama layaknya matematik dalam sains (as a tools). Kalau kita bisa menguasai matematik, kita bisa menguasai semua ilmu tanpa terkecuali. Begitu juga kalau kita menguasai nahwu, kita bisa belajar kitab-kitab agama dengan membaca dan memahaminya sendiri. Tentu, belajar dengan seorang guru itu harus dan lebih baik...
Ba’da magrib ada pengajian lagi (everyday except sunday). Sampai isya’ kuhabiskan di tempat itu, mendengar kisah para Nabi, kisah kaum terdahulu dan nasihat-nasihatnya. Yang pasti, disetiap pengajian ada makanannya, entah itu nasi kebuli, lontong sayur, gorengan dll. Juga ada minumannya: kopi teh dll.
Ba’da Isya ku mulai kerja lagi, ngedate dengan komputer lagi (ngedate kuk tiap hari...D), sampai tengah malam. Pastinya lagi diselingi sms-an, chattingan dan full musik (kadang juga tilawah). Melewati tengah malam, kumatikan komputer. Tidur, berharap esok (maksudnya hari itu) bisa bangun sebelum subuh.......zZZzz...zzZZzzz....zZz.......
Enakknya hidup gitu, andaikan bisa tiap hari. Rezeki datang tiap hari, tanpa dicari dan dinanti...just ngaji and ngaji........:D
SURABAYA, 2005-2009.
Friday, May 01, 2009
Pengolahan Sinyal Akustik
Ada beberapa cara untuk merekam dan menganalisa sinyal suara dengan software Matlab. Untuk perekaman, bisa melalui daq toolbox (data acquisition), perintah wavrecord serta audiorecorder. Semua teknik tersebut mensyaratkan adanya souncard yang telah terpasang, baik internal maupun eksternal.
Berikut proses perekaman dengan perintah wavrecord:
>> Fs=8000; % deklarasi frekuensi sampling >> y=wavrecord(5.0*Fs,Fs); % merekam suara selama lima detik >> figure(1); >> plot(y); % menggambar bentuk gelombang >> wavwrite(y,Fs,'aiueo.wav') % menyimpan file .wavhasil perintah diatas adalah sebagai berikut:
![]() |
Gb.1 Waveform Sinyal Akustik
|
Gambar diatas adalah plot sinyal suara dalam domain waktu yang biasa disebut waveform. Pada Matlab, amplitudo sinyal akan dibatasi pada range [-1 1] dikarenakan ini adalah sinyal teganan yang dinormalisasi (encoding PCM) dan tidak bersatuan. Sedangkan pada sumbu-x grafik diatas adalah masih dalam sample point (jumlah sample) bukan dalam satuan detik. Untuk menjadikan sumbu-x menjadi detik, maka dapat kita definisikan variabel t sebagai berikut,
t = 1/Fs:1/Fs:length(y)/Fs; plot(t,y)
Simple bukan..? Next analysis....
Analisis
Hampir semua analisa sinyal dilakukan dalam domain waktu dan frekuensi, karena itulah disebut time-frequency analysis. Dalam domain waktu, sinyal digambarkan dengan bentuk waveform dimana sumbu-x menunjukkan time dan sumbu-y menunjukkan besarnya amplitude tiap waktu. Bentuk ini kadang kurang informatif karena kita tidak bisa mengetahui besarnya magnitude tiap waktu. Untuk itu diperlukan sebuah transformasi yang mampu mengubah waveform menjadi spectrum, dimana tiap komponen frekuensi akan terlihat jelas. Nah, Fourier Transform merupakan tranformasi yang dapat melakukan hal ini. Apalagi ditambah dengan adanya FFT atau Fast Fourier Transform, maka waktu komputasi akan menjadi lebih cepat sehingga memudahkan analisa sinyal suara. Output dari FFT berupa spectrum yang menggambarkan grafik frekuensi dengan magnitudo.
Berikut cara mengubah waveform dari sinyal y hasil perekaman menjadi spectrum dengan teknik sekaligus perintah fft:
Sunday, March 22, 2009
Adakah Self Control System?
Pada tulisan terdahulu, saya pernah memaparkan tentang konsep Self Control System disini . Tulisan saya tsb masih asal-asalan sbg seorang yang baru belajar ilmu kontrol, nah pada kesempatan ini saya akan menyampaikan langsung dari pakarnya, Adakah sistem yang mengontrol dirinya sendiri?
Sistem pengendalian mulai dari sistem mekanik, pneumatis, elektronik sampai optoelektronik dengan menggunakan algoritma mulai dari on/off, PID, Fuzzy Logic, Neural Network, dst serta berbagai strategi pengendalian baik yang adaptif maupun tidak, semuanya hanya bisa mengendalikan sesuatu yang sejajar atau lebih rendah dari sistem pengendalian itu sendiri.
Ada bagian dari sistem pengendali yang harus diterima dari pihak yang lebih tinggi. Pada sistem pengendalian satu loop yang tidak adaptif maka setpoint dan tuning/setting harus diberikan oleh manusia, dan pada sistem yang adaptif hanya setpoint saja yang harus diberikan, karena tuning pengendali akan dilakukan sendiri oleh sistem pengendali sesuai dengan kondisi/karakteristik plant.
Tanpa setpoint yang benar maka semua usaha pengendali, walaupun terbaca error sama dengan nol tetap saja tidak ada artinya, karena kebenaran yang didapat belum tentu sama dengan kebenaran yang diharapkan pada sistem yang lebih tinggi.
Pada sistem real tak ada sistem yang hanya terdiri dari satu loop, multiloop yang saling berinteraksi secara kompleks. Terkadang setpoint suatu loop datang dari loop yang lain disebut pengendalian cascade, terkadang dia membantu loop lain terhadap ganguan untuk mempertahankan kondisi sesuai setpoint disebut pengendali feed forward, terkadang dia berbagi output untuk mempertahankan sebuah setpoint disebut pengendali split range dan ada yang berbagi perbandingan pengukuran berdasarkan setpoint disebut pengendali rasio...
Sistem pengendalian mulai dari sistem mekanik, pneumatis, elektronik sampai optoelektronik dengan menggunakan algoritma mulai dari on/off, PID, Fuzzy Logic, Neural Network, dst serta berbagai strategi pengendalian baik yang adaptif maupun tidak, semuanya hanya bisa mengendalikan sesuatu yang sejajar atau lebih rendah dari sistem pengendalian itu sendiri.
Ada bagian dari sistem pengendali yang harus diterima dari pihak yang lebih tinggi. Pada sistem pengendalian satu loop yang tidak adaptif maka setpoint dan tuning/setting harus diberikan oleh manusia, dan pada sistem yang adaptif hanya setpoint saja yang harus diberikan, karena tuning pengendali akan dilakukan sendiri oleh sistem pengendali sesuai dengan kondisi/karakteristik plant.
Tanpa setpoint yang benar maka semua usaha pengendali, walaupun terbaca error sama dengan nol tetap saja tidak ada artinya, karena kebenaran yang didapat belum tentu sama dengan kebenaran yang diharapkan pada sistem yang lebih tinggi.
Pada sistem real tak ada sistem yang hanya terdiri dari satu loop, multiloop yang saling berinteraksi secara kompleks. Terkadang setpoint suatu loop datang dari loop yang lain disebut pengendalian cascade, terkadang dia membantu loop lain terhadap ganguan untuk mempertahankan kondisi sesuai setpoint disebut pengendali feed forward, terkadang dia berbagi output untuk mempertahankan sebuah setpoint disebut pengendali split range dan ada yang berbagi perbandingan pengukuran berdasarkan setpoint disebut pengendali rasio...
Sunday, March 01, 2009
Pendakian Gunung Welirang
Beberapa bulan yang lalu kulakukan lagi sebuah perjalanan. Tidak berapa lama setelah perjalan mengelilingi Lumajang. Perjalanan mengunjungi tetangga G. Arjuna, yakni G Welirang. Simak saja cerita temanku tentang perjalanan itu:
(sebenarnya pengen cerita sendiri, eh ternyata udah ada temanku yang nulis cerita perjalanannya, ya copas aja lebih mudah....:-) )
Here is the story...
Salam Speech at Nobel Banquet
Pada perjamuan Nobel 1979, Prof. Abdus Salam memberikan sambutannya sebagai berikut:
Your Majesties, Excellencies, Ladies and Gentlemen,
On behalf of my colleagues, Professor Glashow and Weinberg, I thank the Nobel Foundation and the Royal Academy of Sciences for the great honour and the courtesies extended to us, including the courtesy to me of being addressed in my language Urdu.
Pakistan is deeply indebted to you for this.
The creation of Physics is the shared heritage of all mankind. East and West, North and South have equally participated in it. In the Holy Book of Islam, Allah says
"Thou seest not, in the creation of the All-merciful any imperfection, Return thy gaze, seest thou any fissure. Then Return thy gaze, again and again. Thy gaze, Comes back to thee dazzled, aweary." This in effect is, the faith of all physicists; the deeper we seek, the more is our wonder excited, the more is the dazzlement for our gaze...
Your Majesties, Excellencies, Ladies and Gentlemen,
On behalf of my colleagues, Professor Glashow and Weinberg, I thank the Nobel Foundation and the Royal Academy of Sciences for the great honour and the courtesies extended to us, including the courtesy to me of being addressed in my language Urdu.
Pakistan is deeply indebted to you for this. The creation of Physics is the shared heritage of all mankind. East and West, North and South have equally participated in it. In the Holy Book of Islam, Allah says
"Thou seest not, in the creation of the All-merciful any imperfection, Return thy gaze, seest thou any fissure. Then Return thy gaze, again and again. Thy gaze, Comes back to thee dazzled, aweary." This in effect is, the faith of all physicists; the deeper we seek, the more is our wonder excited, the more is the dazzlement for our gaze...Thursday, February 05, 2009
Blind Source Separation (BSS)
Penelitian pada bidang teori informasi dan pemrosesan sinyal salah satunya menuju pada pengembangan algoritma Blind Source Separation (BSS). BSS adalah teknik mengekstrak sinyal menjadi komponen individunya dari output pengukuran dimana output yang terukur hanyalah jumlahan dari beberapa sumber yang berbeda tanpa mengetahui sumber itu sendiri. BSS merupakan teknik yang lazim dipakai pada telekomunikasi nirkabel, dimana pengguna (telpon genggam, internet nirkabel dll) selalu terhubung pada antena (sensor) terdekat. Tugas sensor adalah memisahkan antara pengguna satu dengan yang lain sehingga pesan yg dikirim tidak salah alamat. Secara garis besar, BSS merupakan teknik untuk memisahkan jumlahan dari sinyal output tanpa mengetahui karakteristik dan jumlah sumbernya. Berdasarkan statistik sinyal masukan maka dapat ditentukan komponen-komponen sinyalnya. BSS memanfaatkan perbedaan sifat sinyal sebelum terdeteksi sensor dan memanfaatkan informasi yg diperoleh akibat perbedaan sudut datang dan jarak tempuh pada sensor. Perbedaan sifat sinyal pada sensor pertama dan sensor ke-n (dimana n adalah integer dan jumlah sensor) dipilah berdasarkan sifat statistik sinyal (independensi). Gambar 1 menunjukkan proses jumlahan sinyal suara dari dua sumber (s1 dan s2) yang ditangkap oleh sensor (x1 dan x2).
Gambar 1 Jumlahan Sinyal akustik
Tujuan dari algoritma BSS adalah bagaimana mendapatkan sumber s1(t) dan s2(t) dari output pengukuran sensor x(t). Secara matematis, jumlahan sinyal akustik diatas dapat diformulasikan:
xi(t)= A*sn(t)+n(t)..............................................................(1)
diamana x=[x1,x2,...xm]T adalah vektor yang mewakili sinyal terukur xi, s=[s1,s2,...,sn] adalah vektor yang mewakili sumber (m ≥ n). A adalah matriks jumlahan yang menduduki kolom penuh. BSS digunakan untuk menemukan matriks A-1, karena A-1x sama dengan matrik sumber s dengan x terukur (Zhou, 2007).
Bila noise (n(t)) pada persamaan 1 diatas diabaikan (sama dengan nol) maka persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi:Xi(t)=A*sn(t)...............................................................(2)
Untuk Gb 1, dengan dua sumber, s1 dan s2, dan dua sensor, x1 dan x2, maka bila persamaan (2) tersebut diterapkan akan didapatkan:

Atau bila diuraikan menjadi,
Friday, January 30, 2009
Dia Tahu Yang Terbaik Untuk Kita..
Kita minta pada Allah bunga segar, Allah beri kita kaktus berduri,
Kita minta pada Allah binatang mungil, Allah beri kita ulat berbulu,
Kita sedih.......protes.............dan..........kecewa,
Betapa tidak adilnya ini....
Tapi kaktus itu berbunga indah,
Ulat pun berubah jadi kupu-kupu cantik,
Itulah jalan Allah,
Indah pada waktunya!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan,
Tapi memberi apa yang kita perlukan,
Kadang kita sedih, protes dan kecewa....
Tapi diatas segalanya,
Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita,
Moga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur,
Amiin.
(Anonym, +62 856xxxxxxxx,sent: 17-Nov-2008 11:41:40)
Kita minta pada Allah binatang mungil, Allah beri kita ulat berbulu,
Kita sedih.......protes.............dan..........kecewa,
Betapa tidak adilnya ini....
Tapi kaktus itu berbunga indah,
Ulat pun berubah jadi kupu-kupu cantik,
Itulah jalan Allah,
Indah pada waktunya!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan,
Tapi memberi apa yang kita perlukan,
Kadang kita sedih, protes dan kecewa....
Tapi diatas segalanya,
Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita,
Moga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur,
Amiin.
(Anonym, +62 856xxxxxxxx,sent: 17-Nov-2008 11:41:40)
Sunday, January 18, 2009
Tiga pelajaran berkenaan dengan Warid
Ada tiga pelajaran/tingkatan penting berkenaan dengan warid,
Source: Alhikam (hikmat 62-63)
- Sesungguhnya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengetahuan atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
- Allah memberikanmu warid itu semata-mata untuk menyelamatkan engkau dari cengkeraman benda-benda dan membebaskan dari perbudakan segala sesuatu selain Allah.
- Allah memberikanmu (warid karunianya) supaya engkau keluar/terlepas dari kurungan bentuk kejadian dan sifat-sifatmu, ke alam luar yang berupa ma'rifat mengenal kebesaran kekuasaan dan kurnia Tuhanmu
Dalam tiga pelajaran berkenaan dengan warid (kurnia tuhan) yang pertama diberikan kepadamu supaya engkau ringan melakukan ta'at ibadat dan mendekat ke hadirat Allah, tetapi kemungkinan masih kurang ikhlas, maka diturunkan warid yang kedua untuk melepaskan dari tujuan kepada sesuat selain Allah, sedang warid yang ketiga untuk melepaskan dirimu dari sifat-sifat wujud yang sempit kepada alam melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas sehingga lupa kepada diri dan hanya ingat kepada Allah semata.
Source: Alhikam (hikmat 62-63)
Saturday, January 10, 2009
Prof. Abdus Salam, Harga Diri Seorang Muslim
"Dunia merugi karena Abdus Salam hanya dapat hidup sekali." Kalimat ini ditulis 20 tahun silam, oleh Newa Scientist (edisi 26 Agustus 1976), tiga tahun sebelum Salam memperoleh Nobel. New Scientist adalah majalah bereputasi tinggi yang diabadikan bagi sains dan teknologi, dan pengaruhnya bagi dunia dan kehidupan umat manusia.

Yang membuat pernyataan itu keluar, adalah rasa hormat sekaligus keprihatinan pada Abdus Salam yang mesti pontang-panting bergerak dari satu dunia ke dunia lain yang sama-sama dicintainya. Abdus Salam adalah manusia yang hidup di tiga dunia: dunia fisika teori, dunia Islam, dan dunia kerja-sama internasional. Andai Abdus Salam dapat hidup beberapa kali, dan mengabdikan hidup-hidupnya itu secara total tanpa interupsi masing-masing pada fisika teori, Islam, dan kerja-sama internasional, seluruh dunia jelas akan mendapatkan keuntungan besar.
Tentang kontribusi Salam pada fisika teori, tak ada lagi yang perlu diragukan. Hadiah Nobel yang ia bagi bersama dengan Sheldon Lee Glashow dan Steven Wienberg, adalah pengakuan atas kontribusinya dalam menyatukan gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah. Penyatuan itu, kini sudah mencapai status 'touchstone' dan disebut sebagai 'model standar' fisika partikel. Yang jarang diketahui orang, beberapa tahun sebelum penyusunan teori medan terpadu di atas, Salam sudah nyaris mendapat hadiah Nobel untuk teori dua komponen neutrino.
Pendirian ICTP (International Cetre for Theoretical Phyusics) di Trieste, Italia, menurut Herwing Schopper, presiden Masyarakat Fisika Eropa, merupakan salah satu pencapaian terbesar abad ini. Bisa dikatakan bahwa pendirian ICTP ini adalah wujud nyata dari obsesi Salam atas pengembangan sains di dunia ke tiga. Sejak lama Abdus Salam menginginkan adanya tempat di mana para fisikawan dunia ketiga dapat terlibat dalam pergulatan sains mutakhir, tanpa harus meninggalkan negerinya sendiri, seperti yang dengan pahit terpaksa harus dialami oleh Salam sendiri..
Thursday, December 25, 2008
Journey in Lumajang
1. Ranu Klakah
2. Ranu Bedali
3. Ranu Pakis
4. Alun-alun + Masjid Jami'
5. Kali Mujur
6. Pantai Bambang
7. Gunung Sawur
8. Hutan bambu (failed)
9. Piket Nol
10. Jembatan Perak
11. Air Terjun + Gua Tetes
2. Ranu Bedali
3. Ranu Pakis
4. Alun-alun + Masjid Jami'
5. Kali Mujur
6. Pantai Bambang
7. Gunung Sawur
8. Hutan bambu (failed)
9. Piket Nol
10. Jembatan Perak
11. Air Terjun + Gua Tetes
Thursday, December 04, 2008
Tiga hari di Tiga Kota
Baru seminggu masuk kuliah ternyata nasib mujur menghampiriku. Aku berkesempatan jalan-jalan ke tiga kota di Jawa Timur (Jatim) dengan kedok ”sosialisasi pmdk kemitraan ITS”. Semua biaya ditanggung, transportasi, akomodasi dll. Sebenarnya kami hanya menemani dosen, karena rumah sdosen tersebut berada di wilayah magetan maka kami menginap di rumahnya. Berangkat dari surabaya minggu sore, malam nyampe madiun langsung mampir ke rumah makan nasi pecel. Begitu kenyang langsung menuju rumah dosenku, istirahat. Paginya kami memulai ”tour” ini ke kota madiun. Setelah pekerjaan di dua SMA selesai kami ke bengkel perut, kali ini menunya prasmanan, terserah selera anda. Setelah itu aku minta ijin untuk pulang ke rumahku barang sehari, dosenku mengantar sampai halte terdekat. Hari kedua kami ke beberapa SMA di magetan, di mulai di SMA terdekat di kawedanan dilanjutkan ke dua SMA di magetan kota. Namun hari kedua ini rasanya hanya di kawedanan yang benar2 sukses. Tidak masalah, siangnya kami makan ikan panggang kalang sebelum menuju pondok pesantren di plaosan, dosenku ternyata salah satu penasehat ponpes itu. Ponpes itu cukup menarik, terletak di lereng gunung lawu, dibangun di atas sungai kecil yang airnya mengalir dengan derasnya. Dengan murid yang hanya sedikit ternyata ponpes itu mampu menunjukkan eksistensinya. Pengasuhnya adalah salah satu alumni ponpes Hidayatul Mubtadien, kediri. Makanya ponpesnya dinamakan sama. Hari ketiga sekaligus terakhir adalah ke Ponorogo, setelah itu langsung balik ke Surabaya. Tak lupa sebelum pulang kami makan sate ayam Ponorogo, khas daerah itu. Puas, benar-benar wisata kuliner gratis yang menyenangkan (apalagi pas pulang dikasih uang saku ama pak dosen ;-D)!!
Penyadapan Suara dengan Sinar Laser
Laser ternyata bisa buat nyadap suara, teknologi ini bahkan sudah lama diuji coba di luar negeri. Di indonesia, saya baru nemu satu itu pun udah lama.
Prinsip mudahnya gini, laser ditembakkan ke kaca ruang yang akan disadap trus pantulannya akan diterima receiver/photodetector. Nah, cahaya yang diterima tadi ternyata udah dimodulasi fasa dengan gelombang suara. Tinggal ngubah dari cahaya ke listrik trus ke suara, jadi deh. ga percaya, liat aja video di bawah ini...
Secara praktis dan ilmiah proses dalam video tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Wednesday, December 03, 2008
My Bike: New Looks
Inilah sepedaku, sepeda yang telah kupakai sejak SD, SMP, SMA (kalau pulang), dan bahkan sampai kuliah sekarang. Sebenarnya Pak Cik Nanang, si empunya asli sepeda ini, tiada pernah secara resmi menyatakan jikalau dia memberikan sepeda ini kepadaku. Namun, secara otomatis sepeda ini sudah menjadi milikku sejak SD. Lihatlah penampilan barunya, gagah nian bukan??
Merek asli sepeda inipun aku juga tidak tahu menahu. Namun kemarin, pas bongkar-bongkar mau di cat, ada ukuran (apa hubungan ukuran dengan merk) sepedanya. Nah 'pinternya' saya nggak mencatat ukuran sepeda (frame), yang selalu saya ingat malahan ukuran ban-nya sakni 27 x 1 1/4. Saya memakaikan ban bridgestone di salah satu rodanya.
Merek asli sepeda inipun aku juga tidak tahu menahu. Namun kemarin, pas bongkar-bongkar mau di cat, ada ukuran (apa hubungan ukuran dengan merk) sepedanya. Nah 'pinternya' saya nggak mencatat ukuran sepeda (frame), yang selalu saya ingat malahan ukuran ban-nya sakni 27 x 1 1/4. Saya memakaikan ban bridgestone di salah satu rodanya.
Sunday, November 30, 2008
A message from the Custodian of the Two Holy Mosques
The Holy Quran states, "Say thou how would those who know would be equal to those who do not know?" This sound principle exalts the place of knowledge as the ultimate tool for enlightenment and exhorts all human beings to gain knowledge.
The Prophet also said, "The most righteous of people is the one who brings the greater good to the community." Because of this, the most beneficial of all deeds is one that continues to bear fruit for generations to come. Waqf (endowment) has been an essential component in the building of Islamic civilization.
The Prophet also said, "The most righteous of people is the one who brings the greater good to the community." Because of this, the most beneficial of all deeds is one that continues to bear fruit for generations to come. Waqf (endowment) has been an essential component in the building of Islamic civilization.
Tuesday, November 25, 2008
Taqwa....
Taqwa itu terdiri atas empat huruf: Ta’, Qof, Wau dan Ya’.
Ta’ dari kata Tawadhu’,
Tawadhu’ artinya nurut, sami’na wa atho’na. Ketika ada perintah langsung dijalankan, tanpa berbasa-basi. Hormat dan selalu menunduk, itulah tanda orang yang tawadhu’.
Qof dari kata Qona’ah,
Qonaah artinya neriman. Menerima apa adanya, mensyukuri apa yang Allah berikan padanya. Tidak menuntut lebih dan menggunakan nikmat itu sebaik-baiknya.
Wau dari kata Wara’.
Wara’ artinya berhati-hati. Berhati hati terhadap sesuatu yang makruh, apalagi haram. Berhati-hati terhadap sesuatu yang tidak jelas. Berhati-hati karena takut keliru.
Ya’ dari kata Yaqin,
Yaqin artinya percaya, tempatnya di hatin.Diucapkan oleh lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan. Yakin ada tiga tingkatan: Ainul yakin, ‘ilmul yaqin dan Haqqul yaqin.
Barang siapa belum bisa tawadhu’, qona’ah, wara’ dan yaqin maka belum bisa disebut orang yang bertaqwa.
Dalam suatu khutbah Jumat sorang khotib pernah mengatakan,Orang yang bertakwa itu......:
Dan bila hal itu dilakukan maka firman Allah dibawah ini akan menjadi kenyataan:”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.
Sebuah analogi yang mungkin saja benar, ketika kita berdoa maka seperti halnya kita mengambil uang di ATM. Ketika kartu ATM kita masukkan dalam mesin ATM maka kita akan ditanya berpa jumlah uang yang kita ambil. Jika saldo kita memenuhi maka mesin ATM akan mengeluarkan sejumlah uang yang kita minta, namun jika saldo kita tidak memenuhi maka mesin ATM akan memberikan keterangan: ”Maaf, saldo anda tidak memenuhi”. Begitu juga dengan doa kita, apabila perbuatan-perbuatan baik kita memenuhi saldo yang kita inginkan maka uang pasti keluar, doa kita pasti diterima. Seperti firman Allah, Berdoalah kepadaKU, niscaya Aku kabulkan dan Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Wallaua'lam....
Ta’ dari kata Tawadhu’,
Tawadhu’ artinya nurut, sami’na wa atho’na. Ketika ada perintah langsung dijalankan, tanpa berbasa-basi. Hormat dan selalu menunduk, itulah tanda orang yang tawadhu’.
Qof dari kata Qona’ah,
Qonaah artinya neriman. Menerima apa adanya, mensyukuri apa yang Allah berikan padanya. Tidak menuntut lebih dan menggunakan nikmat itu sebaik-baiknya.
Wau dari kata Wara’.
Wara’ artinya berhati-hati. Berhati hati terhadap sesuatu yang makruh, apalagi haram. Berhati-hati terhadap sesuatu yang tidak jelas. Berhati-hati karena takut keliru.
Ya’ dari kata Yaqin,
Yaqin artinya percaya, tempatnya di hatin.Diucapkan oleh lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan. Yakin ada tiga tingkatan: Ainul yakin, ‘ilmul yaqin dan Haqqul yaqin.
Barang siapa belum bisa tawadhu’, qona’ah, wara’ dan yaqin maka belum bisa disebut orang yang bertaqwa.
Dalam suatu khutbah Jumat sorang khotib pernah mengatakan,Orang yang bertakwa itu......:
- Menjunjung tinggi sifat-sifat unggul / akhlakul karimah
- Bersegera/bercepat-cepat dalam melakukan sesuatu (Bersegeralah...)
- Bersaing/berlomba-lomba (iri dalam ilmu dan harta yang bermanfaat..)
- Berbuat yang terbaik (liyabluwakum ayyukum akhsanu ’amala)
- Terus menerus berbuat kebaikan (mukhsin).
Dan bila hal itu dilakukan maka firman Allah dibawah ini akan menjadi kenyataan:”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.
Sebuah analogi yang mungkin saja benar, ketika kita berdoa maka seperti halnya kita mengambil uang di ATM. Ketika kartu ATM kita masukkan dalam mesin ATM maka kita akan ditanya berpa jumlah uang yang kita ambil. Jika saldo kita memenuhi maka mesin ATM akan mengeluarkan sejumlah uang yang kita minta, namun jika saldo kita tidak memenuhi maka mesin ATM akan memberikan keterangan: ”Maaf, saldo anda tidak memenuhi”. Begitu juga dengan doa kita, apabila perbuatan-perbuatan baik kita memenuhi saldo yang kita inginkan maka uang pasti keluar, doa kita pasti diterima. Seperti firman Allah, Berdoalah kepadaKU, niscaya Aku kabulkan dan Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Wallaua'lam....
Subscribe to:
Posts (Atom)






