Thursday, September 08, 2011

Rendezvous di Air Terjun Tirtosari, Sarangan

Berawal dari sebuah sms yang mampir ke hapeku, rabu malam waktu setempat (wmpt, waktu mpt), bunyinya kurang lebih gini: "Gus, besok tmn2 ngumpul di lapangan kraton, jam 9 pagi, datang ya…”, Langsung aja kubalas tu sms: ”Mau maen bola ya Non, apa jam 9 pagi itu gak kesiangan…?”

Karena tidak (belum) punya kendaraan, aku pun sms beberapa teman untuk numpang (boncengan) datang ke acara jam 9 itu. Namun siapa sangka yang menjemputku malah si Dave, dengan sedan putihnya pula. Dia membukakan aku pintu mempersilahkan aku masuk, hehehe gak benar. Yang benar aku membuka sendiri pintu mobilnya dan memaksa ikut numpang ke acara jam 9.
Bersama Mursit, Esti, Ayu dan .... Yanti

Meski agak terlambat akhirnya kami berangkat menuju lapangan kraton. TAPI, setelah sampe disana, lapangan tsb kosong melompong. “Apa teman2 sudah selesai main bola ya Dave..?” tanyaku pada Dave. Dave pun menjawab: “Lha nek kowe takon aku, trus aku takon sopo Gus..?”, Wkwkwk…

Husnudhon bahwa acara main bola tidak molor, kami beranggapan bahwa kami terlambat, dan teman2 sudah selesai main bolanya. Sekarang nggak tw kemana. Untuk memastikan, aku coba hubungi si memet: “Wet, acara main bolanya udah selesai ya.., katanya jam 9…?”. Tak berapa lama pun hapeku kembali berbunyi, si Mewet menjawab: "Belum Guss, ni aku masih nungguin eyang putri di kantor pos…”

Dari dalam sedan putihnya si Dave, aku melihat beberapa pemain bola seliweran di depanku, tapi karena aku bukan panitia pertandingan bola ini aku ya diem aja, Cuma memperhatikan aja. Tapi waktu eyang putri datang aku pun memberanikan diiri untuk memanggilnya, karena beliau panitia acara ni.
“Halo eyang, kok pemain bolanya tidak ada yang datang, tadi aku lihat beberapa pemain, namun karena aku bukan panitia pertandingan ini aku ya diam aja. Lagian aku juga tidak yakin mereka pemain2 kita, karna udah gak bertemu 7 tahun lebih”. Walhasil, karena tidak ada pemain lain yang datang, akhirnya kami menyusul si mursal yang tadi di serahi tugas menyusul es the. Di rumah es teh , yg hanya beberap meter dari rumahku, dicapai kesepakatan (dengan sedikit intervensi dariku) bahwa kita berlima akan ke Sarangan, telaga eksotik kebanggan ki mageti. Dengan sedikit intervensi lagi, aku memaksa tidak hanya ke sarangan tapi ke air terjunnya (aku kan suka banget ke air terjun, hehehe…).

Tepat pukul 12.30 wmpt, after dhuhur’s, kita berlima berangkat ke rumah ki mageti. Si Dave gak bisa ikut karena ada keluarganya yg datang dari kampung halamannya. Ada tiga riders yang memenuhi kualifikasi kecepatan minimum moto GP untuk menjinakkan kuda besi: aku, mursal dan es the. Akhirnya dengan kecepatan maksimal kami bisa mencapai tepi telaga saringan ditengah teriknya sang surya yg over memancarkan pesonanya.

Udara panas menyengat berganti dengan udara panas menyegarkan begtu kami memasuki area ki mageti. Meski sama-sama panas, tapi kali ini lebih segar karena tekanan udara sudah turun seiring ketinggian altitude (benar gak sih..?). Naik lebih ke atas lagi yang terasa malah dinginnya, sedangkan udara panasnya udah lupa kemana…
Foto Esti & Ayu

Sarangan memang rame, tapi kami tidak patah arang. Dengan sedikit intervensi lagi, aku memaksa agar sepeda kita diparkir di luar saja, biar tantangannya lebih kerasa dengan berjalan lama (semi-long trekking). Dengan begini, ke empat temanku akan bisa merasakan nikmatnya menjadi pedestrian, untung gak menenteng carrier atau backpack, cuma tas selempang kecil nan ringan.

“Jangan mengambil sesuatu kecuali foto”. Pepatah itu kami terapkan sebaik-baiknya. Anytime and anywhere, teman2ku tidak akan menyia-nyiakan pose siap jepret: di depan air terjun, di jembatan, Hmmm….

Sepertiga perjalanan (sama dengan separo mengitari telaga saringan), kami memasuki gapura wana wisata & air terjun. Kami bayar karcisnya, dan kami berjalan kembali, menikmati menjadi pedestrian (nikmat gak teman2..?). Dua pertiga perjalanan akan kami lalui setelah penitipan sepeda motor terakhir, dimana seharusnya kami menitipkan tunggangan kami, bukan di luar sana. Sedangkan sepertiga perjalanan terakhir, inilah yang membedakan air terjun ini dengan air terjun lainnya (semisal: Coban Rondo, Coban Pelangi, Madakaripura, Kakek Bodo, Coban Talun, Sedudo, Grojogan Sewu, nDlundung de el el).
Di Jembatan Menuju Air Terjun Tirtosari Sarangan


Yah, aku lebih menikmati sepertiga perjalanan terakhir dari pada air terjun tirto itu sendiri. Dibandingkan coban rondo dan air terjun madakaripura, tempat dimana Gajahmada mengucapkan sumpahnya yang terkenal itu, air terjun tirto memang tidak ada apa-apanya. Tapi perjalanan menuju air terjun tirto itulah yang membedakan air terjun tirto dengan air terjun lain. Perjalanan kaki (on foot) yang lama harus ditempuh jika kita ingin merasakan tetesan air terjun tirto membasahi kepala kita. dan yang lebih penting lagi, selama perjalanan, view-nya pu Wouow…. Kanan kiri sawah berpetak-petak dengan terasering yang seperti undak-undakan, dibelakangnya bukit-bukit melindungi dengan kokohnya. Sementara sinar mentari yang hampir tenggelam hanya mampu menjangkau bagian atasnya saja. Indah banar bukan..? Pernah, saat pertama kali ke tempat itu aku menjumpai seorang ibu petani menunaikan sholat diatas batu datar ditengah-tengah sawah. So natural…. Dengan mukena putih, Ibu tsb dengan khusu’nya berdialog dengan sang Kholiq diatas sebongkah batu. Andaikan waktu itu aku bawa camera, pasti Ibu tsb udah aku photo dan aku yakin foto tsb akan menjadi cover majalah national geographic edisi bulan itu (hehehe, pede kebablasen..).

Selesai “bermain air-basah”, kami turun gunung. Tentunya, sate kelinci, menu wajib khas telaga saringan itu tak luput dari santapan kami. Karena ada diskon sate kelinci, kami imbuh. Puas berfoto-foto pun kami turun, tak lupa juga kebiasaanku setiap ke air terjun, aku selalu berwudhu di air terjun tsb (suegerr poll…).

Menjelang magrib, kami sholat ashar di mushola desa sarangan. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan kembali. Seperti juga perjalanan lainnya, waktu turun hanya membutuhkan separo dati waktu naik. Kamipun akhirnya sampai di parkiran saringan, dan siap balik ke kota genteng (bukan genteng yg di banyuwangi, tapi ‘genteng’ atap rumah). Sadar bahwa kecil kemungkinan kami bisa mengejar sholat magrib di rumah, kami pun berhenti di masjid pinggir jalan untuk menunaikan sholat magrib, baru setelah itu kami benar2 pulang ke kota genteng.

Ba’da isya’ perjalanan berlanjut. Kali ini kita melakukan ekspansi ke kota tetangga, yang jaraknya lebih dekat dari kota kita sendiri. Alun-alun sebagai pusat kota menjadi tujuan kami malam itu. Kebetulan ada yang lagi ultah, asyik nih bisa makan-makan gratis..:-D, selesai memarkir sepeda di parkir barat Alun-alun kami pun mencari-cari makan. Hmm, susah banar cari makan, smpai muter2pun kami belum dapat. Aku sih no problem…

Selesai makan bakso (akhirnya bakso juga), kami jalan2 bentar keliling alun2. Rencanyanya sih mu maen-maen, naik ombak banyu atau apa gitu.. tapi ternyata gak ada yang minat. Aku malah lebih prefer keliling madiun naik speda mtor trus langsung pulang. Ini madiun, bukan sby. Klu d sby sih gak masalah jalan2 ma cewek sampe larut malam (hehe, just kidd). Karna ijinnya ke ortu es teh cuma sampe jam 9-an, so setelah keliling kota kami langsung cabut, balik ke arah mpt.

Sampe mpt ternyata udah jam 21.30, si mewet terpaksa harus nginep di rumahnya es teh. Di perjalananan, mursal meliat 2 orang bercengkarama di teras rumah Tia, tmn kita juga. Mursal bilang, jangan2 tu tadi hera. Daripada penasaran, aku ajak aja si mursal ke rumahnya Tia, setelah dari rmhnya es teh. Ternyata benar, setelah di telp, memang hera ada di rumanya tia. Tapi yang tadi di teras bukan hera, melainkan masnya tia. Hehehe, kebetulan yang mnguntungkan, kami bisa bertemua hera dan tia sekaligus hari itu. Tidak lama di rumahnya tia kami langsung cabut, udah malam.

Tuesday, September 06, 2011

Habibie, Islam, dan Teknologi [2]: Dipaksa Boutros Boutros-Ghali Berpidato dan Terima Standing Applause

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Mantan Presiden Bacharuddin Yusuf Habibie dalam ceramahnya di Al Azhar Conference Center (ACC) di Kairo, Mesir, pada Senin (6/6), mengungkapkan bahwa ia pernah ditantang Presiden Soeharto untuk mengaktualisasi ajaran Islam. Ia juga menyatakan pernah 'dipaksa' Sekjen PBB saat itu, Boutros Boutros-Gali untuk berpidato.

Foto Prof Dr. Ing. B.J. Habibie
Tepatnya, pada 7 Desember 1994 dalam forum yang diadakan untuk memperingati Tahun Emas (Golden Jubilee) atau HUT ke-50 berdirinya Organisasi Penerbangan Sipil (The International Civil Aviation Organization/ICAO). Dalam ajang ini,  Habibie terpilih sebagai ilmuwan dirgantara yang berjasa dalam pengembangan dan desain pesawat, dan paling berhak menerima Medali Edward Warner Award.

ICAO didirikan di Chicago, AS, pada 7 Desember 1944, yang kemudian menjadi salah satu Badan PBB, sementara Medali Edward Warner Award yang diambil dari nama pendiri dan pemimpin pertama IACO diberikan kepada para ilmuwan dirgantara yang paling berjasa memajukan pernerbangan internasional.

Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Boutros Boutros-Ghali juga hadir dalam HUT 50 tahun ICAO tersebut.
Saat acara penyerahan Medali, Boutros-Ghali membisiki Habibie agar sedikit memberi sambutan.
Pak Habibie pun berujar,
Wah, saya tidak punya persiapan pidato sambutan, jadi tidak perlu saya pidato.

20 Tahun Linux OS : Menuju Kebebasan ber-OS

Dua puluh tahun yang lalu, 5 Oktober 1991, seorang mahasiswa sarjana (undergraduate) di University of Helsinki, Finlandia, mengumumkan sebuah karyanya. Karya tersebut tidak untuk diikutkan lomba atau sejenisnya, namun murni ingin mendapat apresiasi dan masukan dari orang-orang yang mencobanya. Dia mengumumkan di sebuah newsgroup bahwa dia telah berhasil menciptakan sebuah sistem operasi sederhana yang dikembangkan dari UNIX. Di newsgroup tersebut, dia menulis seperti ini: “Hai kalian di sana para pengguna minix – saya membuat sistem operasi bebas (hanya untuk hobi, tidak sebesar dan se-profesional GNU)…” Email tersebut disambut antusias oleh berbagai banyak orang di dunia, terlebih Linus menyertakan kode sumbernya (source code) sehingga dapat dimodifikasi dan dihasilkan sistem operasi baru ala pembuat kodenya.



Penemuan Linus tersebut melengkapi upaya RMS (Richard M. Stallman) yang sejak tahun 1983 memulai proyek GNU di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan selama kurun waktu itu pula, mentok dalam pembuatan kernel. Kernel yang merupakan inti dari sebuah sistem operasi, penghubung hardware dan software komputer, merupakan permasalahan terakhir dari proyek GNU. Kernel Linux yang kemudian dilisensikan GPL (General Public License), mensyaratkan semua program turunannya juga berlisensi GPL. Sejak itulah, bermunculan sistem operasi GNU/Linux seperti Slackware, Debian, Redhat, dan sang fenomenal: Ubuntu.

Tuesday, June 28, 2011

Pantai Depok, Yogyakarta

Suatu waktu saya ke jogja, dan ada kesempatan bermain, saya bingung kemana akan bermain. Tanya sana-sini (yang ditanya juga sama bingungnya dengan yang bertanya), akhirnya saya menemukan tempat tujuan bermain untuk menikmati sunset: Pantai Depok.

Pantai Depok, begitu namanya. Saat pertama kali dengar, saya kita itu Depok yang dekat Jakarta itu, Eh, ternyata bukan, itu pantai yang dekatnya Parang Tritis. Tepat sebelum masuk gapura Parang Tritis, ada jalan ke kanan. Menyusuri jalan itu akan mengantarkan anda menuju Pantai Depok.
Gerbang Pantai Depok
Yang membedakan Pantai Depok denga pantai-pantai lainnya adalah ikan. Ya, di Pantai Depok anda dapat menemukan hidangan ikan segar dan sejumlah hasil tangkapan laut lainn. Kesemua itu dipadu dengan nuansa khas restaurant pesisir. Tak jauh dari pantai ini, anda bisa menikmati panorama gumuk pasir satu-satunya di kawasan Asia Tenggara.

Thursday, June 16, 2011

Ke Candi Ratu Boko, Yogyakarta

Salah satu candi yang menarik di Jogja, diantara Prambanan dan Borobudur, tak bukan dan tak lain adalah Candi Ratu Boko. Seperti halnya Borobudur, Candi ini dewasa ini juga dihubung-hubungkan dengan kisah Ratu Balqis dan Nabi Sulaiman dari agama Islam.

Bagaimana rute ke Ratu Boko..? Kalau anda kebetulan sedang berada di Yogyakarta, rute ke candi Ratu Boko cukup mudah dicapai. Begitu pula bila anda berangkat dari Solo, juga tidak jauh-jauh amat. Dari yogya, ada dua rute perjalanan yang dapat digunakan untuk menuju Keraton Ratu Boko. Rute pertama adalah melalui jalan biasa atau jalan normal. Saat melintasi lampu merah pertigaan Pasar Prambanan, anda belok ke arah kanan, atau arah selatan menuju Jl. Jogja-Piyungan. Setelah itu mudah, tinggal mengikuti jalan tersebut hingga ada papan petunjuk (berwarna hijau) yang menunjukkan arah Keraton Ratu Boko. Dengan rute tersebut, kita tiba di Pintu Utama Keraton Ratu Boko. Menurut referensi, tarif retribusi di tempat itu adalah Rp 7.000 per orang. Kendaraan Rp 1.500 untuk roda 2, dan Rp 5.000 untuk roda 4. Tapi tidak tahu kenapa, saat itu saya bertiga dengan mengendarai kendaraan roda empat dipatok Rp. 45.000. Oya, hati-hati jalan menuju Candi Ratu Boko jalur tersebut sedikit Curam dan Berkelok.

Candi Ratu Boko

Rute Perjalanan kedua adalah melalui jalur outbond. Tepat di tugu perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah di daerah Prambanan, anda belok ke kanan (arah selatan) untuk memasuki jalan kecil, kemudian menyeberangi rel kereta api kemudian sampai ke SMP Negeri 2 Pereng. Anda dapat menitipkan kendaraan anda di tempat tersebut. Perjalanan selanjutnya untuk rute ini ditempuh dengan berjalan kaki sampai ke desa Sumberwatu. Perjalanan tersebut sangat mengasyikkna, mendaki bukit dan bila bingung anda bisa bertanya ke penduduk sekitar. Setelah sampai di desa Sumberwatu, tanya saja ke penduduk sekitar mana arah menuju Candi Ratu Boko. Jalur ini tidak dipungut biaya, hanya parkir saja.... :-)

Wednesday, June 08, 2011

Habibie, Islam dan Teknologi [1]

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Mantan Presiden Bacharuddin Yusuf Habibie dalam ceramahnya di Al Azhar Conference Center (ACC) di Kairo, Mesir, pada Senin (6/6), mengungkapkan bahwa ia pernah ditantang Presiden Soeharto untuk mengaktualisasi ajaran Islam.
"Jadi Pak Habibie sebagai ilmuwan Islam harus membuktikan bahwa umat Islam Indonesia juga mampu bersaing dengan dunia internasional," katanya.

Ia mengaku permintaan Soeharto itu selalu terngiang-ngiang di benaknya untuk menggariskan visi bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia harus menjadi negara mandiri secara ekonomi dan politik untuk bisa bersaing dengan negara maju. Itulah sebabnya, pada tahun 1990, Pak Harto manyambut baik berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), tempat Habibie selaku pendiri sekaligus ketua umum ICMI pertama.

Habibie merasa tertantang oleh keinginan Pak Harto, dan juga perkataan orang-orang Barat yang ia dengar sendiri bahwa Indonesia tidak bakal maju karena berpenduduk Muslim, karena tradisi Islam dianggapnya selalu menghambat kemajuan.
Habibie kemudian mengisahkan pidatonya dalam satu acara bergengsi internasional di Montreal, Kanada, pada 7 Desember 1994 yang dihadiri  kalangan ilmuwan dari berbagai negara. Acara itu diadakan untuk memperingati Tahun Emas (Golden Jubilee) atau HUT ke-50 berdirinya Organisasi Penerbangan Sipil (The International Civil Aviation Organization/ICAO). Sedikit catatan, dalam acara itu Habibie terpilih sebagai ilmuwan dirgantara yang berjasa dalam pengembangan dan desain pesawat, dan paling berhak menerima Medali Edward Warner Award.

Thursday, June 02, 2011

EWEP: Kursus Bahasa Inggris Murah & Berkualitas di Surabaya

Sebulan yang lalu saya mengikuti kursus bahasa Inggris di Surabaya. Ternyata dan ternyata, di kota ini masih ada lembaga kursus bahasa Inggris yang murah dan berkualitas pula. Namanya EWEP, I don't know what it stands for, but it is really exciting to have course in EWEP. (Haha, benar berkualitas kan? Buktinya saya udah cas cis cus bahasa Inggris tuh...).
EWEP berlokasi di Jalan Mulyorejo Tengah No. 41, dekat kampus C Unair (dari ITS juga deket kok,,). Kursus bahasa Inggris yang disediakan berdurasi dua bulan, khusus conversation. Dijamin, setelah selesai kursus anda lancar berbahasa Inggris. Paling tidak, ada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris anda. Katanya, it was guaranteed if you don't make any improvement of your English, the fee you paid will be returned.

Wednesday, June 01, 2011

Beragama dengan Logika

Ada seorang agamis dan atheis berdialog. Dialog tersebut terbagi atas tiga babak, pertama tentang adanya Tuhan, kedua tentang hari akhir dan terakhir tentang agama yang paling benar. Inilah dialog mereka dan silakan anda simpulkan sendiri hasilnya...

Dialog I: Bukti adanya Tuhan
Agamis: Percayakah anda, bila ada orang bercerita bahwa tiba-tiba saja dia melihat sebuah kapal di dermaga tanpa ada yang membuatnya
Atheis: Tentu saja tidak, itu mustahil, tentu saja kapal itu ada yang membuatnya, kemudian baru dilabuhkan di dermaga.
Agamis: Begitulah alam semesta, tidak mungkin ada dengan sendirinya…
Atheis: ….
Atheis: Jika Tuhan menciptakan alam semesta, siapa yang menciptakan Tuhan?
Agamis: OK. Jika kita perhatikan setiap tingkatan ada ujungnya. Lihatlah gunung, piramida, dan pohon. Apakah kesemuanya itu tidak terbatas? Disetiapnya pasti ada puncak yang tidak ada lebih tinggi darinya.

Dialog II: Bukti adanya akhirat

Wednesday, March 23, 2011

Solve Screen Flicker Ubuntu on eMachines Laptop


When I start using Ubuntu Linux, some years ago I have no problem on it. Firstly, I use Ubuntu 9.04 Jaunty jackalope on my eMachines. Then, I update on Ubuntu 10.04 Lucid Lynx and the problem was appeared. Every minutes, my display getting flicker and it really annoyed me. After trying some methods, I get this problem goes away. My eMachines is D275, and it might works for other eMachines types or maybe for other laptops which has screen flickering.
To solve that problem, just open your apt.conf, the code is listed here,

sudo nano /etc/apt/apt.conf

Find this or similar on your grub.cfg (use: sudo nano /boot/grub/grub.cfg)

Monday, March 21, 2011

Memadukan tilda dan byobu pada start up application


Masih berkutat pada terminal, kali ini saya akan menjelaskan cara untuk me-load tilda dan byobu pada start up application, jadi setelah proses start up komputer, kita tinggal menekan short cut untuk memanggil tilda sekaligus byobu.
Ok, tools yang perlu disiapkan adalah tilda dan byobu, pakai apt-get saja:
sudo apt-get install tilda byobu
Oya, yang belum tahu apa itu tilda dan byobu, berikut definisi dari man page-nya:

Tilda is a terminal emulator taking after the likeness of many classic terminals from first person shooter games, Quake, Doom and Half-Life (to name a few), where the terminal has no border and is hidden from the desktop until a key is pressed. “

Byobu is a script that launches GNU screen in the byobu configuration. This enables the display of system information and status notifications within two lines at the bottom of the screen session. It also enables multiple tabbed terminal sessions, accessible through simple keystrokes.

Wednesday, March 09, 2011

Pemrograman Java di Ubuntu Linux: Hello Word!

Meski bukan orang informatika atau teknik komputer, tak ada salahnya kita belajar pemrograman. Kali ini saya akan mendemontrasikan bagaimana pertama kalinya saya memulai pemrograman Java di Ubuntu Linux. 

Ada dua cara untuk memprogram (coding) Java di Ubuntu Linux dan Sistem Operasi Linnya, yakni secara text-based atau disebut juga command line serta lewat grafis (graphical-based) melalui IDE. Pada pemrograman Java di Ubuntu Linux kali ini saya akan memakai mode text-based atau lewat terminal / konsole yang menjadi kekuatan dari Sistem Operasi berbasis Linux seperti Ubuntu Linux. Jika memprogam Java dengan grafis, anda bisa mencoba menginstall Eclipse atau Netbeans atau yang lain. Dua yang saya sebutkan tadi merupakan IDE (integrated Development Environment) untuk pemrograman Java yang bisa diinstall baik di Windows OS maupun Linux.  

Baiklah, saya akan memulai dengan dasar pemrograman yakni menampilkan "Hello word" dengan pemrograman Java di Ubuntu mode text atau terminal.

Langkah 1: Tulis Code Java di text editor Ubuntu Linux, bisa Gedit, nano, VIM atau yang lainnya, kemudan simpan text tersebut dalam ekstensi .java (contoh hello.java). Untuk latihan, tulis saja text yang terlihat di gambar berikut ini (klik untuk memperbesar).

Fig 1. Menulis program Java code di Gedit Ubuntu Linux
Selanjutnya...

Tuesday, March 08, 2011

Enable shell escape: Cara agar gambar berekstensi eps dapat di compile di pdfLatex

Akhirnya masalah satu ini terselesaikan, dan ternyata cukup mudah. Tak perlu menginstall Texmaker dan atau Emacs, cukup Gedit aja (my second favourite editor). Hanya perlu merubah satu huruf di file setting pdfLatex. Tentunya, masih dengan OS Linux, caranya cukup sederhana, sesederhana berikut ini:
  1. Buka file texmf.cnf di /etc/texmf/ atau di /usr/share/texmf/web2c, sama aja kedua file tersebut karena yg satu ng-link ke yang lain. Tentunya anda harus bertindak sebagai root.
  2. Cari file shell_escape=p ganti dengan shell_escape=1, kemudian save, jika anda bukan root anda tidak akan dapat menyimpannya.
  3. Di header file latex anda, tambahkan paket berikut:
    • \usepackage[pdftex]{graphicx}
    • \usepackage{epstopdf}
  4. Now images with file name extension .eps are detected and supported using
    \includegraphics (maaf, males translate-nya, intinya sekarang anda bisa menggunakan file .eps dalam pdfLatex anda). Selamat berkarya!!

Thursday, February 24, 2011

Menghapus Data My Recent Document di Windows

Adakalanya di suatu kesempatan, kita membuka file-file di laptop/PC milik orang lain. Nah, setelah kegiatan spionase kita selesai, kita tidak ingin, aktivitas kita tersebut diketahui pemilik PC/Laptop yang bersangkutan, nah, kita perlu menghilangkan list di My recent document agar aktivitas terakhir kita tidak diketahui. Bagaimana caranya...?

Caranya....
1. Masuk ke Windows Explorer
2. Klik tools > option > view, centang show hidden files and folder.
3. Masuk ke Document Setting, klik user anda yang sedang aktif (lihat di start taskbar), hapus semua file di folde My recent document.

Selesai, kegiatan spionase anda di laptop/PC orang lain tidak meninggalkan jejak, kecuali laptop/PC tsb dipasangi aplikasi spy. Be careful!!

Wednesday, February 23, 2011

Setting Xterm di Ubuntu Linux


Katanya dan katanya, Xterm merupakan terminal/console paling ringan dan cepat (light and fast) di Unix/Linux (pas banget dengan saya yang mengutamakan performance). Selain Tilda dan Gnome terminal, ada baiknya kita gunakan Xterm untuk keperluan tertentu yang membutuhkan kecepatan.

Ok, mari kita mulai tutorial perdana di label GNU/Linux ini.

  1. Pertama, saya lebih suka memakai shortcut untuk membuka Xterm (instead from menu), cukup simple untuk membuat shortcut di Ubuntu, klik aja: System > Preferences > Keyboard shortcut.
    Saya memakai shortcut Ctrl + Esc (Control dan Escape ditekan bersamaan).
  2. Untuk mengatur konfigurasi font Xterm, ketik di Gnome terminal (atau Tilda): xfontsel , nah disitu settingan font Xterm, silakan di utak-atik sendiri : -fndry-fmly dst.
    Karena saya hanya ingin merubah ukuran font di xterm, maka settingan yg saya dapatkan adalah sebagai berikut:
    -*-*-medium-*-*-*-18-*-*-*-*-*-*-* -geometry 70x24
    
    -geometry digunakan untuk merubah ukuran window Xterm,
    parameter font di depannya bisa anda utak atik sendiri.
  3. Untuk merubah background dan foreground Xterm, gunakan perintah -fg color -bg color, sebagai contoh -fg green -bg black, kenapa saya suka warna itu? Karena itu warna terminal para hackers.
  4. So, perintah (command) yg kita tambahkan di shortcut akhirnya menjadi berikut:
    xterm -font -*-*-medium-*-*-*-18-*-*-*-*-*-*-* -geometry 70x24 -fg green -bg black

Jadilah tampilan Xterm saya menjadi begini.. (jalankan shortcut yg telah dibuat, Ctrl+Esc)...

Menambah Window Xterm baru dengan screen
Defaultnya, Xterm tidak menyertakan fasilitas untuk menambah tab, sebagai alternatif, anda dapat menggunakan (GNU) screen untuk menambah window xterm baru dalam satu window, ketik di Xterm: screen
Setelah anda tekan enter, keliatannya kembali ke Xterm sebelumnya, namun anda sebenarnya telah masuk screen. coba tekan Ctrl+a+c untuk menambah window xterm baru, dan tekan Ctrl+a+p untuk kembali ke Xterm sebelumnya. Simple bukan...? beberapa window xterm dalam satu window.
Silakan dicoba, Gudlak!

Saturday, October 23, 2010

Anatomi Al-Ghozali

Anatomi merupakan sebuah bidang khusus yang mempelajari struktur tubuh manusia seperti sistem kardivaskuler, sistem pencernaan, endokrin, dan lain-lain. Anatomi manusia atau disebut antopotomi adalah salah satu cabang anatomi yang secara khusus membahas sistem-sistem dalam tubuh manusia.

Ilmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akan mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh [1].


Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat Ihya Ulumuddin (The Revival of the Religious Science), Al-Ghazali tak hanya mengurai seluk-beluk aspek pengobatan. Ia memaparkan pula bahwa telah berabad-abad lamanya para dokter Muslim menguasai pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi.

Termasuk kaitan kedua ilmu tersebut dengan ilmu bedah. Al-Ghazali menjelaskan, tanpa mengetahui struktur anatomi, sulit melakukan operasi pembedahan. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Di bidang bedah dan anatomi, keahliannya sangat disegani.

Ia merumuskan filosofinya sendiri mengenai hal itu. Bagi dia, operasi bedah harus mampu mengembalikan fungsi anatomi atau organ tubuh yang rusak. Pemikirannya ini selanjutnya menginsipirasi para praktisi medis setelah masanya. Anatomi memikat hati para dokter Muslim. Terbukti banyak yang ikut bergabung untuk mendalami anatomi.

Wednesday, August 25, 2010

Kajian Qurani terhadap Absolutisme Kecepatan Cahaya


Dr. Mansour Hassab ElNaby, seorang ahli fisika dari Teknik Mesin Mesir, menghitung besarnya nilai kecepatan malaikat ini berdasarkan kitab suci Al-Quran yang telah diturunkan 14 abad yang lalu. Dalam Q.S As-Sajdah ayat 5 Allah berfirman:





Artinya:
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu" [32:5]

Pada ayat tersebut Jarak yang dicapai Sang Urusan (yang ditafsirkan sebagai malaikat) selama satu hari sama dengan 1000 tahun atau 12000 bulan. Sehingga,
C.t = 12000.L
Dimana kecepatan malaikat adalah C (kecepatan cahaya), t adalah waktu dalam satu hari dan L adalah panjang rute edar bulan selama sebulan.
Panjang L yang dipakai adalah berdasarkan system sideral yang didasarkan atas pergerakan relative bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik
= 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari.

Selanjutnya dapat diperhatikan ilustrasi berikut:


Gambar 2.2 Ilustrasi perhitungan kecepatan cahaya
(Sumber Gb: M Zuhdi (slide presentasi pps))

Untuk mengitung L digunakan rumus L = v x T dimana v adalah kecepatan bulan dan T adalah periode revolusi bulan ( 27.321661 hari). Einstein mengusulkan bahwa kecepatan v ini dihitung dengan mengalikan kecepatan relati bulan terhadap bumi (Ve) dengan cosinus a (perbandingan peridode bulan dg matahari dikalikan 360 derajat=26.92848o), sehingga:
v = Ve * Cos a , dengan Ve = 2 . p . R / T
dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam

Jadi,
C . t = 12000 . L
C . t = 12000 . (v . T)
C . t = 12000 . (Ve . Cos a . T)
C = 12000 . (Ve . Cos a . T) / t
C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det
C = 299792.5 km/det

Padahal, ayat tentang kecepatan cahaya (malaikat) tidak hanya terdapat dalam surat Al-Ma'arij,dalam ayat yang lain yakni Al-Ma'arij ayat 4 Allah berfirman:

Wednesday, July 01, 2009

Kunci Langit & Bumi

Lama tidak mengunjungi blog ini, lama juga tidak nulis. OK, kembali ke tema awal blog ini, tentang Al-Qur'an dan Sains, kali ini lebih tentang tafsir Al-Quran.

Pada surat Az-zumar ayat 63 Allah SWT berfirman:
لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Artinya:
Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

Apakah maksud "Kunci-kunci langit dan Bumi" pada ayat tersebut..?

Ayo yang punya kitab Tafsir dibuka tafsir dibuka: Ibnu Katsir, Jallalain atau yang lain. Yang punya maktabah syamilah di laptop/PCnya juga silakan dibuka atau dicari, disitu lebih lengkap.

Alkisah, sahabat Usman bin 'Affan ra-lah yang pertama kali menanyakan maksud "Kunci-kunci langit dan Bumi" pada ayat tsb. Rasulullah SAW menjawab, bahwa yang dimaksud kunci-kunci langit dan bumi pada ayat tersebut adalah sebagai berikut (menurut salah satu tafsir),


Rasulullah SAW menambahkan, barang siapa membaca kalimat tersebut maka akan mendapatkan beberapa fadilah sebagai berikut:

Thursday, June 25, 2009

Enakan Hidup Begini...

Enakan hidup gini, bangun subuh, trus subuhan di Masjid. Pulang, ndaras Al-Qu’an sebentar. Keluarkan sepeda dari tempatnya, cabut. Saat hari masih pagi, kau bebas mengebut motormu, menarik gas sekencang-kencangnya. Masih pagi, jalanan masih sepi, tanpa polusi dengan udara segar, tarik nafasmu dalam-dalam sebelum lingkungan dipenuhi asap knalpot....

Tiap hari, ku pergi mengaji. Kadang ma teman, tapi lebih sering sendirian. Kadang ngonthel (on Friday), tapi lebih sering naik sepedah motor. Pagi selalu tunjukkan sesatu yang baru, pagi selalu menakjubkan... (Rugilah engkau yang jarang bangun pagi!!).

Pulang ngaji, biasanya cangkru’an (on Sunday). Ada ‘Om Gendut’ yang selalu menraktirku/mengajakku coffee morning, lebih tepatnya bukan ngopi karna yang diminum bukan kopi, tapi Jahe. Jahe ter-enak yang pernah kuminum. Satu gelas penuh, aku ragu juga itu bukan jahe, soalnya ampasnya lembut. Menikmati keceriaan pagi di kawasan Arab plus-plus (plus madura, plus jawa) di daerah Ampel, sambil menikmati lezatnya gorengan, roti maryam, martabak dan masih banyak lagi. Ah, ngapain harus kuingat nama makanan itu, yang penting enak dan.......gratis.

Nyampai di rumah jam 6-an, hidupkan komputer, ngelanjutin yang tadi malam. Segelas kopi menemaniku, yang ini benar-benar kopi, moccachino (made by my aunt). Satu jam kemudian, komputer kumatikan, bersiap ‘ngaji’ lagi (on Sunday). Berada dalam majelis ilmu, meresapi kedalaman makna kitab para sufi, membuatku berasa di Surga. Namun, saat pengajian selesai rasanya turun lagi ke dunia yang fana ini. Kapan aku bisa benar-benar ke surga...? (Ya Allah, jadikanlah hambamu ini ahli surga, Allahumaj’alna min ahlil jannah...).

Kembali dari pengajian sekitar jam 9 pagi, dhuha, dan kuhidupkan komputer lagi tuk ‘kerja’. My room is my Labs. Aku Cuma butuh soundcard terbaik dengan processor tercepat. Aku menikmati ‘kerja’-ku, sesekali googling mencari info terbaru. Always connected, katanya Nokia....

Jam 11 kembali komputer kumatikan. Berangkat ke kantornya Pak Polisi dan ngaji bersamanya di Masjid Polwiltabes Sby (on Wednesday). Alhamdulillah, ustadz-ku mampu merambah kaum militer negeri ini, biar mereka juga belajar agama, gak cuma bisa nembak doank. Tepat setelah dhuhur pengajian dimulai, di antara jeda istirahat, biar gak nganggu mereka...

Pulang ngaji, kembali komputer kuhidupkan. Kali ini lebih nyantai (seperti saat ini :-D), ngecek2 file, kali aja ada yang menarik belum terbaca. Masih sambil browsing, menunggu ashar. Setelah ashar pengajian di rumah sendiri (on Sunday), gak perlu kemana-mana, tapi perlu menata rumah: kursi2, masang karpet, sound dll. Meski gak kemana-mana tpi lebih capek, sendirian lagi. Kadang ngeluh, tapi lebih banyak senangnya....

Selesai pengajian habis ashar, langsung dilanjutkan pengajian sebelum maghrib. Kalau pengajian sebelumya kebanyakan ttg Tafsir, kali ini Bhs Arab (Nahwu-Shorof), ‘Alat untuk memahami tafsir itu sendiri. Nahwu-shorof dalam ilmu agama layaknya matematik dalam sains (as a tools). Kalau kita bisa menguasai matematik, kita bisa menguasai semua ilmu tanpa terkecuali. Begitu juga kalau kita menguasai nahwu, kita bisa belajar kitab-kitab agama dengan membaca dan memahaminya sendiri. Tentu, belajar dengan seorang guru itu harus dan lebih baik...

Ba’da magrib ada pengajian lagi (everyday except sunday). Sampai isya’ kuhabiskan di tempat itu, mendengar kisah para Nabi, kisah kaum terdahulu dan nasihat-nasihatnya. Yang pasti, disetiap pengajian ada makanannya, entah itu nasi kebuli, lontong sayur, gorengan dll. Juga ada minumannya: kopi teh dll.

Ba’da Isya ku mulai kerja lagi, ngedate dengan komputer lagi (ngedate kuk tiap hari...D), sampai tengah malam. Pastinya lagi diselingi sms-an, chattingan dan full musik (kadang juga tilawah). Melewati tengah malam, kumatikan komputer. Tidur, berharap esok (maksudnya hari itu) bisa bangun sebelum subuh.......zZZzz...zzZZzzz....zZz.......

Enakknya hidup gitu, andaikan bisa tiap hari. Rezeki datang tiap hari, tanpa dicari dan dinanti...just ngaji and ngaji........:D

SURABAYA, 2005-2009.

Friday, May 01, 2009

Pengolahan Sinyal Akustik

Ada beberapa cara untuk merekam dan menganalisa sinyal suara dengan software Matlab. Untuk perekaman, bisa melalui daq toolbox (data acquisition), perintah wavrecord serta audiorecorder. Semua teknik tersebut mensyaratkan adanya souncard yang telah terpasang, baik internal maupun eksternal.

Berikut proses perekaman dengan perintah wavrecord:

>> Fs=8000;   % deklarasi frekuensi sampling
>> y=wavrecord(5.0*Fs,Fs); % merekam suara selama lima detik
>> figure(1);
>> plot(y);    % menggambar bentuk gelombang
>> wavwrite(y,Fs,'aiueo.wav') % menyimpan file .wav

hasil perintah diatas adalah sebagai berikut:
Gb.1 Waveform Sinyal Akustik


Gambar diatas adalah plot sinyal suara dalam domain waktu yang biasa disebut waveform. Pada Matlab, amplitudo sinyal akan dibatasi pada range [-1 1] dikarenakan ini adalah sinyal teganan yang dinormalisasi (encoding PCM) dan tidak bersatuan. Sedangkan pada sumbu-x grafik diatas adalah masih dalam sample point (jumlah sample) bukan dalam satuan detik. Untuk menjadikan sumbu-x menjadi detik, maka dapat kita definisikan variabel t sebagai berikut,

t = 1/Fs:1/Fs:length(y)/Fs;
plot(t,y)

Simple bukan..? Next analysis....

Analisis

Hampir semua analisa sinyal dilakukan dalam domain waktu dan frekuensi, karena itulah disebut time-frequency analysis. Dalam domain waktu, sinyal digambarkan dengan bentuk waveform dimana sumbu-x menunjukkan time dan sumbu-y menunjukkan besarnya amplitude tiap waktu. Bentuk ini kadang kurang informatif karena kita tidak bisa mengetahui besarnya magnitude tiap waktu. Untuk itu diperlukan sebuah transformasi yang mampu mengubah waveform menjadi spectrum, dimana tiap komponen frekuensi akan terlihat jelas. Nah, Fourier Transform merupakan tranformasi yang dapat melakukan hal ini. Apalagi ditambah dengan adanya FFT atau Fast Fourier Transform, maka waktu komputasi akan menjadi lebih cepat sehingga memudahkan analisa sinyal suara. Output dari FFT berupa spectrum yang menggambarkan grafik frekuensi dengan magnitudo.

Berikut cara mengubah waveform dari sinyal y hasil perekaman menjadi spectrum dengan teknik sekaligus perintah fft:

Sunday, March 22, 2009

Adakah Self Control System?

Pada tulisan terdahulu, saya pernah memaparkan tentang konsep Self Control System disini . Tulisan saya tsb masih asal-asalan sbg seorang yang baru belajar ilmu kontrol, nah pada kesempatan ini saya akan menyampaikan langsung dari pakarnya, Adakah sistem yang mengontrol dirinya sendiri?

Sistem pengendalian mulai dari sistem mekanik, pneumatis, elektronik sampai optoelektronik dengan menggunakan algoritma mulai dari on/off, PID, Fuzzy Logic, Neural Network, dst serta berbagai strategi pengendalian baik yang adaptif maupun tidak, semuanya hanya bisa mengendalikan sesuatu yang sejajar atau lebih rendah dari sistem pengendalian itu sendiri.

Ada bagian dari sistem pengendali yang harus diterima dari pihak yang lebih tinggi. Pada sistem pengendalian satu loop yang tidak adaptif maka setpoint dan tuning/setting harus diberikan oleh manusia, dan pada sistem yang adaptif hanya setpoint saja yang harus diberikan, karena tuning pengendali akan dilakukan sendiri oleh sistem pengendali sesuai dengan kondisi/karakteristik plant.

Tanpa setpoint yang benar maka semua usaha pengendali, walaupun terbaca error sama dengan nol tetap saja tidak ada artinya, karena kebenaran yang didapat belum tentu sama dengan kebenaran yang diharapkan pada sistem yang lebih tinggi.

Pada sistem real tak ada sistem yang hanya terdiri dari satu loop, multiloop yang saling berinteraksi secara kompleks. Terkadang setpoint suatu loop datang dari loop yang lain disebut pengendalian cascade, terkadang dia membantu loop lain terhadap ganguan untuk mempertahankan kondisi sesuai setpoint disebut pengendali feed forward, terkadang dia berbagi output untuk mempertahankan sebuah setpoint disebut pengendali split range dan ada yang berbagi perbandingan pengukuran berdasarkan setpoint disebut pengendali rasio...

Sunday, March 01, 2009

Pendakian Gunung Welirang

Beberapa bulan yang lalu kulakukan lagi sebuah perjalanan. Tidak berapa lama setelah perjalan mengelilingi Lumajang. Perjalanan mengunjungi tetangga G. Arjuna, yakni G Welirang. Simak saja cerita temanku tentang perjalanan itu:
(sebenarnya pengen cerita sendiri, eh ternyata udah ada temanku yang nulis cerita perjalanannya, ya copas aja lebih mudah....:-) )
Berfoto di Pos Ijin Pendakian Gunung Welirang, Tretes
Here is the story...

Salam Speech at Nobel Banquet

Pada perjamuan Nobel 1979, Prof. Abdus Salam memberikan sambutannya sebagai berikut:
Your Majesties, Excellencies, Ladies and Gentlemen,
On behalf of my colleagues, Professor Glashow and Weinberg, I thank the Nobel Foundation and the Royal Academy of Sciences for the great honour and the courtesies extended to us, including the courtesy to me of being addressed in my language Urdu.
Pakistan is deeply indebted to you for this.
The creation of Physics is the shared heritage of all mankind. East and West, North and South have equally participated in it. In the Holy Book of Islam, Allah says
"Thou seest not, in the creation of the All-merciful any imperfection, Return thy gaze, seest thou any fissure. Then Return thy gaze, again and again. Thy gaze, Comes back to thee dazzled, aweary." This in effect is, the faith of all physicists; the deeper we seek, the more is our wonder excited, the more is the dazzlement for our gaze...

Thursday, February 05, 2009

Blind Source Separation (BSS)

Penelitian pada bidang teori informasi dan pemrosesan sinyal salah satunya menuju pada pengembangan algoritma Blind Source Separation (BSS). BSS adalah teknik mengekstrak sinyal menjadi komponen individunya dari output pengukuran dimana output yang terukur hanyalah jumlahan dari beberapa sumber yang berbeda tanpa mengetahui sumber itu sendiri. BSS merupakan teknik yang lazim dipakai pada telekomunikasi nirkabel, dimana pengguna (telpon genggam, internet nirkabel dll) selalu terhubung pada antena (sensor) terdekat. Tugas sensor adalah memisahkan antara pengguna satu dengan yang lain sehingga pesan yg dikirim tidak salah alamat. Secara garis besar, BSS merupakan teknik untuk memisahkan jumlahan dari sinyal output tanpa mengetahui karakteristik dan jumlah sumbernya. Berdasarkan statistik sinyal masukan maka dapat ditentukan komponen-komponen sinyalnya. BSS memanfaatkan perbedaan sifat sinyal sebelum terdeteksi sensor dan memanfaatkan informasi yg diperoleh akibat perbedaan sudut datang dan jarak tempuh pada sensor. Perbedaan sifat sinyal pada sensor pertama dan sensor ke-n (dimana n adalah integer dan jumlah sensor) dipilah berdasarkan sifat statistik sinyal (independensi). Gambar 1 menunjukkan proses jumlahan sinyal suara dari dua sumber (s1 dan s2) yang ditangkap oleh sensor (x1 dan x2).
Gambar 1 Jumlahan Sinyal akustik

Tujuan dari algoritma BSS adalah bagaimana mendapatkan sumber s1(t) dan s2(t) dari output pengukuran sensor x(t). Secara matematis, jumlahan sinyal akustik diatas dapat diformulasikan:
xi(t)= A*sn(t)+n(t)..............................................................(1)

diamana x=[x1,x2,...xm]T adalah vektor yang mewakili sinyal terukur xi, s=[s1,s2,...,sn] adalah vektor yang mewakili sumber (m ≥ n). A adalah matriks jumlahan yang menduduki kolom penuh. BSS digunakan untuk menemukan matriks A-1, karena A-1x sama dengan matrik sumber s dengan x terukur (Zhou, 2007).
Bila noise (n(t)) pada persamaan 1 diatas diabaikan (sama dengan nol) maka persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi:
Xi(t)=A*sn(t)...............................................................(2)
Untuk Gb 1, dengan dua sumber, s1 dan s2, dan dua sensor, x1 dan x2, maka bila persamaan (2) tersebut diterapkan akan didapatkan:

Atau bila diuraikan menjadi,

Friday, January 30, 2009

Dia Tahu Yang Terbaik Untuk Kita..

Kita minta pada Allah bunga segar, Allah beri kita kaktus berduri,
Kita minta pada Allah binatang mungil, Allah beri kita ulat berbulu,
Kita sedih.......protes.............dan..........kecewa,
Betapa tidak adilnya ini....
Tapi kaktus itu berbunga indah,
Ulat pun berubah jadi kupu-kupu cantik,
Itulah jalan Allah,
Indah pada waktunya!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan,
Tapi memberi apa yang kita perlukan,
Kadang kita sedih, protes dan kecewa....
Tapi diatas segalanya,
Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita,
Moga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur,
Amiin.

(Anonym, +62 856xxxxxxxx,sent: 17-Nov-2008 11:41:40)

Sunday, January 18, 2009

Tiga pelajaran berkenaan dengan Warid

Ada tiga pelajaran/tingkatan penting berkenaan dengan warid,
  1. Sesungguhnya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengetahuan atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
  2. Allah memberikanmu warid itu semata-mata untuk menyelamatkan engkau dari cengkeraman benda-benda dan membebaskan dari perbudakan segala sesuatu selain Allah.
  3. Allah memberikanmu (warid karunianya) supaya engkau keluar/terlepas dari kurungan bentuk kejadian dan sifat-sifatmu, ke alam luar yang berupa ma'rifat mengenal kebesaran kekuasaan dan kurnia Tuhanmu
Dalam tiga pelajaran berkenaan dengan warid (kurnia tuhan) yang pertama diberikan kepadamu supaya engkau ringan melakukan ta'at ibadat dan mendekat ke hadirat Allah, tetapi kemungkinan masih kurang ikhlas, maka diturunkan warid yang kedua untuk melepaskan dari tujuan kepada sesuat selain Allah, sedang warid yang ketiga untuk melepaskan dirimu dari sifat-sifat wujud yang sempit kepada alam melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas sehingga lupa kepada diri dan hanya ingat kepada Allah semata.

Source: Alhikam (hikmat 62-63)

Saturday, January 10, 2009

Prof. Abdus Salam, Harga Diri Seorang Muslim

"Dunia merugi karena Abdus Salam hanya dapat hidup sekali." Kalimat ini ditulis 20 tahun silam, oleh Newa Scientist (edisi 26 Agustus 1976), tiga tahun sebelum Salam memperoleh Nobel. New Scientist adalah majalah bereputasi tinggi yang diabadikan bagi sains dan teknologi, dan pengaruhnya bagi dunia dan kehidupan umat manusia.


Yang membuat pernyataan itu keluar, adalah rasa hormat sekaligus keprihatinan pada Abdus Salam yang mesti pontang-panting bergerak dari satu dunia ke dunia lain yang sama-sama dicintainya. Abdus Salam adalah manusia yang hidup di tiga dunia: dunia fisika teori, dunia Islam, dan dunia kerja-sama internasional. Andai Abdus Salam dapat hidup beberapa kali, dan mengabdikan hidup-hidupnya itu secara total tanpa interupsi masing-masing pada fisika teori, Islam, dan kerja-sama internasional, seluruh dunia jelas akan mendapatkan keuntungan besar.


Tentang kontribusi Salam pada fisika teori, tak ada lagi yang perlu diragukan. Hadiah Nobel yang ia bagi bersama dengan Sheldon Lee Glashow dan Steven Wienberg, adalah pengakuan atas kontribusinya dalam menyatukan gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah. Penyatuan itu, kini sudah mencapai status 'touchstone' dan disebut sebagai 'model standar' fisika partikel. Yang jarang diketahui orang, beberapa tahun sebelum penyusunan teori medan terpadu di atas, Salam sudah nyaris mendapat hadiah Nobel untuk teori dua komponen neutrino.

Pendirian ICTP (International Cetre for Theoretical Phyusics) di Trieste, Italia, menurut Herwing Schopper, presiden Masyarakat Fisika Eropa, merupakan salah satu pencapaian terbesar abad ini. Bisa dikatakan bahwa pendirian ICTP ini adalah wujud nyata dari obsesi Salam atas pengembangan sains di dunia ke tiga. Sejak lama Abdus Salam menginginkan adanya tempat di mana para fisikawan dunia ketiga dapat terlibat dalam pergulatan sains mutakhir, tanpa harus meninggalkan negerinya sendiri, seperti yang dengan pahit terpaksa harus dialami oleh Salam sendiri..

Thursday, December 25, 2008

Journey in Lumajang

1. Ranu Klakah
2. Ranu Bedali
3. Ranu Pakis
4. Alun-alun + Masjid Jami'
5. Kali Mujur
6. Pantai Bambang
7. Gunung Sawur
8. Hutan bambu (failed)
9. Piket Nol
10. Jembatan Perak
11. Air Terjun + Gua Tetes

Thursday, December 04, 2008

Tiga hari di Tiga Kota

Baru seminggu masuk kuliah ternyata nasib mujur menghampiriku. Aku berkesempatan jalan-jalan ke tiga kota di Jawa Timur (Jatim) dengan kedok ”sosialisasi pmdk kemitraan ITS”. Semua biaya ditanggung, transportasi, akomodasi dll. Sebenarnya kami hanya menemani dosen, karena rumah sdosen tersebut berada di wilayah magetan maka kami menginap di rumahnya. Berangkat dari surabaya minggu sore, malam nyampe madiun langsung mampir ke rumah makan nasi pecel. Begitu kenyang langsung menuju rumah dosenku, istirahat. Paginya kami memulai ”tour” ini ke kota madiun. Setelah pekerjaan di dua SMA selesai kami ke bengkel perut, kali ini menunya prasmanan, terserah selera anda. Setelah itu aku minta ijin untuk pulang ke rumahku barang sehari, dosenku mengantar sampai halte terdekat. Hari kedua kami ke beberapa SMA di magetan, di mulai di SMA terdekat di kawedanan dilanjutkan ke dua SMA di magetan kota. Namun hari kedua ini rasanya hanya di kawedanan yang benar2 sukses. Tidak masalah, siangnya kami makan ikan panggang kalang sebelum menuju pondok pesantren di plaosan, dosenku ternyata salah satu penasehat ponpes itu. Ponpes itu cukup menarik, terletak di lereng gunung lawu, dibangun di atas sungai kecil yang airnya mengalir dengan derasnya. Dengan murid yang hanya sedikit ternyata ponpes itu mampu menunjukkan eksistensinya. Pengasuhnya adalah salah satu alumni ponpes Hidayatul Mubtadien, kediri. Makanya ponpesnya dinamakan sama. Hari ketiga sekaligus terakhir adalah ke Ponorogo, setelah itu langsung balik ke Surabaya. Tak lupa sebelum pulang kami makan sate ayam Ponorogo, khas daerah itu. Puas, benar-benar wisata kuliner gratis yang menyenangkan (apalagi pas pulang dikasih uang saku ama pak dosen ;-D)!!

Penyadapan Suara dengan Sinar Laser

Laser ternyata bisa buat nyadap suara, teknologi ini bahkan sudah lama diuji coba di luar negeri. Di indonesia, saya baru nemu satu itu pun udah lama.

Prinsip mudahnya gini, laser ditembakkan ke kaca ruang yang akan disadap trus pantulannya akan diterima receiver/photodetector. Nah, cahaya yang diterima tadi ternyata udah dimodulasi fasa dengan gelombang suara. Tinggal ngubah dari cahaya ke listrik trus ke suara, jadi deh. ga percaya, liat aja video di bawah ini...


Secara praktis dan ilmiah proses dalam video tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Wednesday, December 03, 2008

My Bike: New Looks

Inilah sepedaku, sepeda yang telah kupakai sejak SD, SMP, SMA (kalau pulang), dan bahkan sampai kuliah sekarang. Sebenarnya Pak Cik Nanang, si empunya asli sepeda ini, tiada pernah secara resmi menyatakan jikalau dia memberikan sepeda ini kepadaku. Namun, secara otomatis sepeda ini sudah menjadi milikku sejak SD. Lihatlah penampilan barunya, gagah nian bukan??


Merek asli sepeda inipun aku juga tidak tahu menahu. Namun kemarin, pas bongkar-bongkar mau di cat, ada ukuran (apa hubungan ukuran dengan merk) sepedanya. Nah 'pinternya' saya nggak mencatat ukuran sepeda (frame), yang selalu saya ingat malahan ukuran ban-nya sakni 27 x 1 1/4. Saya memakaikan ban bridgestone di salah satu rodanya.

Sunday, November 30, 2008

A message from the Custodian of the Two Holy Mosques

The Holy Quran states, "Say thou how would those who know would be equal to those who do not know?" This sound principle exalts the place of knowledge as the ultimate tool for enlightenment and exhorts all human beings to gain knowledge.

The Prophet also said, "The most righteous of people is the one who brings the greater good to the community." Because of this, the most beneficial of all deeds is one that continues to bear fruit for generations to come. Waqf (endowment) has been an essential component in the building of Islamic civilization.

Tuesday, November 25, 2008

Taqwa....

Taqwa itu terdiri atas empat huruf: Ta’, Qof, Wau dan Ya’.

Ta’ dari kata Tawadhu’,
Tawadhu’ artinya nurut, sami’na wa atho’na. Ketika ada perintah langsung dijalankan, tanpa berbasa-basi. Hormat dan selalu menunduk, itulah tanda orang yang tawadhu’.

Qof dari kata Qona’ah,
Qonaah artinya neriman. Menerima apa adanya, mensyukuri apa yang Allah berikan padanya. Tidak menuntut lebih dan menggunakan nikmat itu sebaik-baiknya.

Wau dari kata Wara’.
Wara’ artinya berhati-hati. Berhati hati terhadap sesuatu yang makruh, apalagi haram. Berhati-hati terhadap sesuatu yang tidak jelas. Berhati-hati karena takut keliru.

Ya’ dari kata Yaqin,
Yaqin artinya percaya, tempatnya di hatin.Diucapkan oleh lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan. Yakin ada tiga tingkatan: Ainul yakin, ‘ilmul yaqin dan Haqqul yaqin.

Barang siapa belum bisa tawadhu’, qona’ah, wara’ dan yaqin maka belum bisa disebut orang yang bertaqwa.

Dalam suatu khutbah Jumat sorang khotib pernah mengatakan,Orang yang bertakwa itu......:

  1. Menjunjung tinggi sifat-sifat unggul / akhlakul karimah
  2. Bersegera/bercepat-cepat dalam melakukan sesuatu (Bersegeralah...)
  3. Bersaing/berlomba-lomba (iri dalam ilmu dan harta yang bermanfaat..)
  4. Berbuat yang terbaik (liyabluwakum ayyukum akhsanu ’amala)
  5. Terus menerus berbuat kebaikan (mukhsin).

Dan bila hal itu dilakukan maka firman Allah dibawah ini akan menjadi kenyataan:”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.

Sebuah analogi yang mungkin saja benar, ketika kita berdoa maka seperti halnya kita mengambil uang di ATM. Ketika kartu ATM kita masukkan dalam mesin ATM maka kita akan ditanya berpa jumlah uang yang kita ambil. Jika saldo kita memenuhi maka mesin ATM akan mengeluarkan sejumlah uang yang kita minta, namun jika saldo kita tidak memenuhi maka mesin ATM akan memberikan keterangan: ”Maaf, saldo anda tidak memenuhi”. Begitu juga dengan doa kita, apabila perbuatan-perbuatan baik kita memenuhi saldo yang kita inginkan maka uang pasti keluar, doa kita pasti diterima. Seperti firman Allah, Berdoalah kepadaKU, niscaya Aku kabulkan dan Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
 

Wallaua'lam....



Wednesday, November 05, 2008

Sempu Island in Adventure

Sebuah perjalanan yang juga cukup menakjubkan terulang lagi, mengunjungi salah satu sudut bumi ini yang jarang terjamah manusia. Pulau Sempu, pulau eksotik tak berpenghuni di sebelah selatan malang.

Berangkat dari Surabaya jumat malam, aku janjian dengan teman2ku di kota malang. Kami berencana menginap disana (Malang) semalam, baru paginya ke Sendang biru – Sempu.

Perjalanan ke Sendang Biru – Pulau Sempu memakan waktu sekitar 2 jam dari malang kota. Jalannya naik turun, dengan tikungan yang tajam. Harus ekstra hati-hati ketika berkendara, seperti yang dialami temenku. Pengennya niru Valentino Rossi di MotoGP yang berkcecepatan tinggi saat menikung, namun badannya malah lecet-lecet terjatuh saat di tikungan. Meski siapa cepat dia dapat, Tapi biar lambat asal selamat. Silakan pilih dua pepatah yang sesuai. Tergantung sikon, untuk kasus ini aku jelas memilih pepatah kedua.

Memasuki pantai sendang biru, kami ditarik retribusi. Sebagai warga negera yang baik aku membayar 4500 rupiah untuk orang plus kendaraannya. Kami langsung ngetem sebentar, nitipkan sepeda motor, nyari perahu dan ngurus perizinan ke Cagar Alam Pulau Sempu. Perizinan kena 25 ribu sedang perahunya kena 100 ribu.

Dari pantai dimana kami dilabuhkan di pulau Sempu, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju segoro anakan. Awalnya kami bergembira ria, namun kelamaan ternyata beban di pundak kami terasa berat. Aku barter dengan temanku, Carrierku kuserahkan padanya dan aku ganti yang membawa galon. Berdasarkan pengalaman teman yang pernah kesini, air tawar merupakan permasalahan utama. Karena belum tentu kami menemukan air tawar, makanya kami beranikan membawa air berlebih, 2 galon, 2 jirigen dan banyak botol air mineral.
Sampai segoro anakan aku tercengang, tempat ini benar-benar mirip The Beach. Dikelilingi oleh perbukitan, tempat tersebut aman dari ombak besar Samudra Hindia. Ombak hanya mampu menerobos karang bolong yang menyebabkan cekungan air seperti membentuk danau atau telaga. So Beautifull...
Nyebrang ke Sempu
Di Pantai Tak Bernama

Pas nyampai di segoro anakan pun tenda kami sudah berdiri karena aku termasuk di akhir rombongan. Kelelahan karena menggotong galon seakan terbayar dengan pemandangan indah ini. Kami langsung berhamburan, mencari sudut terbaik untuk take a photo.

Siang yang terik tak menghalangi teman-temanku untuk segera berenang di segoro anakan. Tidak terlalu dalam memang, Cuma 1 m sampai 1,5 meter, jadi aman-aman aja untuk berenang, sekalipun bagi yang tidak bisa berenang. Tapi hati-hati, ada beberapa bagian yang langsung menjorok dalam dan hati-hati juga menginjakkan kaki karena didasarnya banyak terumbu karangnya.

Di Puncak Bukit

Aku lebih memilih untuk mengalah, menunggu sore. Kulitku sudah hitam, bisa-bisa jadi legam kalau siang yang terik langsung kucelupkan badanku ke air. Setelah sholat ashar baru kuberanikan diri berendam bersama teman-teman. Itupun tidak lama, karena badanku sudah menggigil duluan.

Sepakbola pantai, menjadi acara sore itu. Asyik, dengan pasir putih bersih kami tak segan-segan untuk menjatuhkan diri di pasir memperebutkan bola. Seru, dan tim-ku pun juga menang. Capek setelah sepak bola kami beristirahat.

Saat beristirahat, aku melihat ke arah bukit di sebelah barat yang menjulang tinggi menghadap samudra Hindia. Seolah dia tersenyum, menggodaku untuk mendakinya. Apalagi timingnya pas banget, sekitar jam 16.30, saat yang tepat untuk melihat sunset. Tak berpikir lama, akupun beranjak dari tempat dudukku mengajak yang lain untuk menaiki bukit tersebut, yang lainpun sepakat, kami berangkat.

Aku mendaki bukit tersebut sampai ke puncak. Ternyata langkah kami mengundang pengunjung pulau Sempu yang lain untuk mendaki puncak tersebut. Sebelumnya di puncak bukit ada satu-dua orang, dan bertambah ramai ketika kami sampai di puncak bukit itu.

Aku melewatkan sore itu di puncak bukit. Pun ketika teman-turun yang lain sudah turun, aku ingin tetap disitu untuk beberapa saat, sendirian. Ku tatap ke barat, laut yang maha luasnya yang dilingkupi oleh langit gelap sore hari. Matahari jingga tertutup sebagian oleh awan, namun tak mengurangi keindahan lukisan Sang Pencipta sore itu. Bagaimana manusia bisa lupa akan keagungan cipataa illahi ini? Sungguh bodoh orang yang bisa melihat keindahan alam namun tak menyadari siapa penciptanya. Puas menikmati sunset aku beranjak turun, hari sudah gelap.

Tiba di tenda, aku mendapat cerita bahwa sebagian teman-temanku yang lain sudah menemukan sumber air tawar. Tak hanya air tawar, tapi teman-temanku tersebut juga mendapatkan kerang-kerang yang cukup dimakan oleh kami semua. Kami pun merebus kerang-kerang itu, memakannya dengan saus tiram. Sungguh enak, apalagi makannya di tepi pantai segoro anakan, di pergantian sore menuju malam (perhatikanlah pergantian siang dan malam, perhatikan perubahan udaranya...).

Writing my Adventure
Gerimis kecil menyelingi suasana malam itu di pulau sempu. Kami pun bersiap-siap membuat jalan air di sekeliling tenda kami, jaga-jaga kalau nanti malam hujan. Malam itu kami lewatkan dengan makan-makan: nasi dangan mi, snack (pemberian dari tenda sebelah), minum-minum: kopi dan teh. Kami bercerita, ngobrol, bernyanyi, menikmati malam di tepi pantai segoro anakan. Sesekali langit terang benderang, yang jelas itu bukan kilat atau halilintar. Ada juga saat itu bintang jatuh disertai langit yang berubah terang sekilas. Sungguh indah melihat bintang-bintang menghiasi langit malam itu dengan semilir angin pantai.

Aku sempat terlelap malam itu namun terjaga kembali saat mencium aroma gurihnya makanan. Masih ada sisa kerang sore tadi, dan akupun langsung ikut menyantapnya. Sampai sekarangpun aku tidak tahu kenapa saat hawa dingin perut kita bawaannya lapar terus. Tengah malam, aku dan teman-teman kembali masak mi dan kopi untuk mengisi perut. Setelah itu kami menikmati malam sampai subuh. Sempat juga sholat malam di tepi pantai, nuansanya sungguh khusyu’. Seakan seisi pantai ikut beribadah bersama kami.

Paginya, rencana kami adalah menyusuri pulau ini. Pantai panjang, pantai lele dan pantai-pantai lainnya yang kemarin sudah ‘ditemukan’ oleh sebagian teman kami akan kami jejak ulang untuk menambah persedian air tawar. Ternyata memang benar, pantai-pantai tersebut tak kalah eksotiknya dengan segoro anakan. Dan yang lebih penting, di pantai tersebut kami sendirian, seakan kamilah penemu pantai tersebut. Tidak ada sampah, apalagi penjual makanan. Kami seakan menjadi raja di pantai itu.

Our Camp

Jalan menuju sumber air tawar tidak mudah, tidak juga terlalu sulit. Bagi yang sudah biasa naik gunung pasti tidak mengalami kendala, Cuma butuh kehati-hatian karena sebagian jalannya bebatuan cadas. Setelah melewati tiga pantai kami menemukan sumber air tawar tersebut, berupa sumur kecil dengan kedalaman tak lebih dari dua meter. Kami minum, cuci muka, sikat gigi, dan sebagian ada yang keramas di tempat itu. Setelah dirasa cukup, kami pun balik karena siang ini kami sudah harus kembali ke sendang biru. Sampai di segoro anakan-pun ternyata tenda sudah dibongkar oleh teman-teman kami yang tidak ikut mencari air. Barang-barang sebagian juga sudah dipacking. Tingal merapikan dan pulang, tak lupa kami berfoto full team dengan latar segoro anakan. Bukti bahwa kami telah menginjakkan kami di pulau Sempu.

Perjalanan pulang terasa ringan karena sebagian barang sudah terpakai, logistik sisa sedikit dan hanya beberapa botol yang berisi air. Kami puas, kami senang dan ini akan menjadi perjalanan tak terlupakan buat kami. Masih banyak tempat yang belum kami kunjungi, masih ada gunung yang harus didaki. Alam memang bukan untuk ditaklukan, tapi untuk dijadikan sahabat. Sahabat untuk lebih mengenalNya.

Habis Renang, Segerrr

Sunset.. So Beautifull


Friendship... :-)



Foto Sebelum Pulang

Tuesday, November 04, 2008

International Energy Workshop

Teknik Fisika ITS berencana mengadakan Workshop dengan tema "Clean Energy Development", Info lebih lanjut, silakan klik brosur dibawah ini (3 brosur). Berminat, hubungi panitia secepatnya karena tempat terbatas.






info lebih lanjut: www.ep.its.ac.id

Monday, October 27, 2008

Kita Buta...

Kita buta, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, besok dan lusa...
Kitapun tidak tahu kapankah sehelai daun akan jatuh dari tangkainya.
Kita buta.
Kita tidak tahu siapa jodoh kita kelak, dimana kita akan tinggal, apa pekerjaan kita.
Kita tidah tahu kapan kita mati.
Kita hanya merencanakan, merencanakan sesuai dengan keinginan kita.
Tetap DIA jualah yang memutuskan, karena DIA Maha memutuskan.
Kita Buta,
Kita tidak tahu apa yang terjadi esok...
Biarlah esok tetap misteri.
Biarlah esok datang dengan sendirinya.
Biarlah esok tetap menjadi esok.
Janganlah membayangkan,menyangka, menebak dan mereka-reka.
Kita tidak punya bayangan akan itu.
Jauhilah sebagian prasanga.
Karena sebagian prasangka itu bohong, dan sebagian yang lain adalah dosa.
Let’s its flow=biarkan ini mengalir.
Mengalir dengan sendirinya.
Seperti air sungai: terantuk-antuk batu, nanun tetap mengalir.
Let’s the time talk=biarkan waktu bicara....
Bicara apa adanya.
Biarlah waktu yang membuktikan....
Jalani kehidupanmu sekarang.
Kehidupan bersama teman2mu, keluargamu dan sekelilingmu.
Penelitianmu, organisasimu dan aktivitasmu.
’Mereka’ lebih membutuhkanmu,
Daripada seorang nun jauh disana... yang tidak jelas.
Karena kita masih buta.
Dan masih buta.
Blind, U know?

Thursday, October 09, 2008

Bike2Work [chapter suroboyo]

Lihatlah betapa gagah mereka, para pekerja bersepeda yang tergabung dalam komunitas Bike2Work (b2w), khususnya b2w chaper suroboyo ini. Ayo ikuti langkah mereka. Ayo bersepeda ke tempat kerja, ke kampus, ke sekolah dll. Stop polusi, kurangi dampak global warming dengan bersepeda. Kalo tidak kita, siapa lagi ? Kalo tidak sekarang, kapan lagi? Kali ini Biarlah foto-foto yang bercerita. Let's bike to Work...




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...