Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Wednesday, March 08, 2023

Dari Narita, Cikarang, Jakarta, Solo, dan Madiun

Sebuah cerita dari perjalanan selama lima hari saat pulang ke Indonesia (Januari 2013).

Berangkat dari Kameyama-shi, selasa pagi pukul 04.30 JST, saya di jemput oleh Kokubu-san, kemudian kami ke rumah sachou (Pak Direktur) untuk menjemput sachou dan dilanjutkan ke Tsu Port, Ibukota propinsi Mie di Jepang. Kapal yang membawa kami dari Tsu Seaport ke Central Japan Airport, Chubu, berangkat tepat pukul 6.00. Selama kurang lebih sejam berada di kapal cepat, akhirnya kami mencapai Chubu airport.

Di Chubu air port, tiga moda transportasi disatukan: udara, laut dan darat. Begitu praktis dan efisiennya kehidupan di Jepang. Semuanya di desain untuk memudahkan hidup, bukan mempersusahnya. Inilah realiasi pajak yang saya bayar tiap bulannya di Negeri ini. Pemerintah (Jepang) pun melaksanakan tugasnya (memudahkan hidup rakyat) dengan cukup baik.

Dari Chubu, kami berangkat naik pesawat ke Narita sekitar pukul 8.30, dengan waktu perjalanan sekitar 40 menit. Sebelum jam 10 kami sudah mendarat di Narita, Tokyo. Dari terminal domestik Narita, kami oper (Jepang: norikae) dengan shuttle bis bandara menuju terminal 1, terminal international yang akan membawa kami ke Indonesia.

Jika pergi dari Jepang ke Indonesia, pilihan terbaik memang menggunakan Garuda, tanpa bermaksud promosi. Pengurusan visa (untuk warga negara asing seperti Jepang) bisa dilakukan setelah check in, sehingga kita tidak perlu mengurus visa on arrival ketika datang di Indonesia. Pesawat Garuda membawa kami meninggalkan Tokyo pukul 12.50 waktu setempat, dan kami tiba di Jakarta pukul 18.30 waktu setempat. Perjalanan ditempuh selama 6 jam termasuk perbedaan waktu antara Narita - Tokyo.

Satu hal agar kita tidak rugi selama naik pesawat adalah dengan memaksimalkan fasilitas yang ditawarkan pesawat. Tiga film saya tonton dalam rentang beda waktu 6 jam. Namun fasilitas lain sepertinya Garuda kalah dengan maskapai lain, seperti Korean Air. Dengan harga tiket yang tidak jauh beda, Korean Air menawarkan fasilitas lebih (per tahun 2013).

Pertama tujuan kami adalah Cikarang (setelah mendarat di Sukarno-Hatta AP), di sana kami tinggal selama tiga hari sebelum bertolak ke Madiun via Solo (Adi Sumarno AP). Dari Solo ke Madiun, dari Madiun ke Solo lagi untuk menemui LPK (lembaga pelatihan kerja), milik orang yang memperkenalkan diri sebagai seorang yang berdarah biru, di dekat stadion Manahan. Kemudian, kami balik ke Jakarta untuk ke Narita. Perjalanan lima hari yang melelahkan untuk mengobati kerinduan kepada orang tua dan negeri tercinta.

Tuesday, December 27, 2022

Mengikuti Sekolah Mengemudi Di Jepang

Tulisan ini adalah catatan pengalaman saya mengikuti sekolah mengemudi di Jepang di awal tahun 2022.

Kenapa driving school?

Ada tiga jalur untuk mendapatkan SIM di Jepang, yakni:

1. Jalur Sekolah (自動車学校, jidousha gakko)

2. Jalur Konversi (外免切替, gaimen kirikae)

3. Jalur Umum (普通一種一般試験, futsu isshu ippan shiken)

Dari ketiga jalur di atas, kenapa saya memilih jalur driving school?

1. Saya belum pernah 'pegang' mobil secara formal dan tidak punya SIM A untuk dikonversi.

2. Meski saya bisa saja belajar sendiri kemudian lewat jalur formal, namun waktunya akan sangat lama (1-2 tahun) kalau pakai jalur umum. Waktu tempuh ini juga berlaku untuk mereka yang sudah bisa (bahkan pandai menyetir).

3. Jalur driving school adalah yang paling cepat meski paling mahal.

Oya, ada dua tipe driving school di Jepang: driving school yang punya lisensi untuk tes tulis 50 soal dan praktek, dan driving shool yang tidak punya lisensi tersebut. Saya memilih driving school tipe pertama.

Pendaftaran

Satu-satunya kelemahan jalur driving school adalah biaya pendaftaran yang mahal, yakni sekitar 336,000 yen. Namun, seperti telah saya sampaikan di atas, jalur ini adalah yang tercepat. Saya hanya butuh sekitar dua bulan dari hari pertama les nyetir sampai dengan mendapatkan SIM resmi (bukan SIM belajar atau kari menkyou). 

Untuk info kursus mengemudi yang saya ikuti adalah sebagai berikut.

Nama : Tsuchiura Driving School (Tsuchiura Jidouka Gakkou)

Web: https://tsuchikyo.menkira.jp/

Alamat: 

〒300-0843 茨城県土浦市中村南 4-1-20

TEL 029-841-0577

Tips saat mendaftar: Jika anda bisa bahasa Jepang sehari-hari, jangan bilang kalau tidak bisa bahasa Jepang. Cukup bilang 日本語は大丈夫です。

Gambar 1. Mobil yang digunakan untuk latihan (Toyota)


Alur  

Ada empat tahapan atau langkah untuk mendapatkan SIM untuk semua jalur di atas.

1. Tes Praktek I untuk Kari Menkyou

2. Tes Tulis 50 soal

3. Tes Praktek II

4. Tes Tulis 100 soal

Jika keempat langkah di atas lulus, maka SIM bisa didapatkan. Jika langkah 1-2 terpenuhi, maka SIM belajar (kari menkyou) bisa didapatkan. Jika ada satu saja langkah di atas yang gagal, maka SIM tidak bisa didapatkan. Untuk mengulang setiap langkah ada biaya tambahan, untuk semua jalur. Kasus saya gagal sekali pada tes 50 soal dan mengulang dan membayar biaya test tsb (1700 yen untuk sekali tes).

Kelas

Hari Pertama

Hari pertama ini bisa dibilang fullday. Jam pertama dimulai  jam 9:50 dan berakhir jam 17:50. Istirahat dua kali, jam 11:15-11:50 dan jam 12:50-13:30. Ada tiga kelas (学会, gakkai)sekaligus, yakni kelas 1, 6, dan 9. Oya, total ada 26 kelas yang dibagi menjadi dua periode (sebelum dan setelah kari menkyou/SIM belajar). Total praktek sekitar 12 kali (12 jam). Di kelas pertama tadi dikenalkan pengertian kendaran (車, kuruma) yang meliputi mobil (自動車), sepeda (自転車), dan sepeda motor (モトバイク). Poin-poin penting kelas 1 meliputi: seat belt, child seat, driving license, dan surat kelayakan kendaraan (車検). Poin-poin penting kelas 6 membahas banyak tentang perempatan (tata cara belok, berhenti, lurus). Kelas 9 lebih banyak membahas tentang pejalan kali, zebra cross, mengemudi di samping pejalan kali, sepeda, kursi roda dan sejenisnya.  Pada hari pertama ini ada dua (jam) praktek. Praktek pertama dengan simulator meliputi: persiapan sebelum mengemudi (cek depan dan belakang), menyetel kursi, menstarter mobil, memindahkan handle dari P, ke R, N, D, S, B (sambil menginjak rem), belok kanan dan belok kiri (tangan dalam keadaan lurus untuk putaran setir > 180 derajat). Praktek kedua adalah dengan mobil asli setelah melalui simulator.

Hari Kedua

Pada hari kedua ada dua kelas dan dua praktek. Kelas pertama adalah kelas 8 membahas tentang perempatan meliputi cara berpindah jalur, menyalip, dan belok kiri kanan. Praktek pertama di hari kedua ini (praktek ketiga secara total) adalah latihan belok (putaran) kanan, kebalikan dari hari pertama. Belok kanan dan kiri berbeda, putaran belok kanan lebih sedikit dari belok kiri. Kelas kedua yakni kelas 10 membahas tentang jenis-jenis SIM (ada tiga: kelas 1, kelas 2, SIM belajar), jenis-jenis SIM dari berat kendaraan dan pelanggaran lalu lintas beserta hukumannya. Setiap melanggar, selain tindakan langsung (tilang) berupa uang, pelanggar akan dikenakan poin. Jika poin tersebut sudah mencapai batas, SIM akan dicabut baik sementara atau permanen. Pada praktek kedua saya berlatih belok kanan dan kiri (sasetsu dan usasetsu). Praktek ini juga meliputi implementasi kelas 8 yakni cara berpindah jalur: lihat room mirror, side mirror, nyalakan sein, hitung tiga detik, tengok kanan, pindah jalur. Praktek kedua ini sangat penting untuk membiasakan menyetir.

Hari ketiga

Hari ketiga mirip dengan hari sebelumnya: dua kelas dan dua praktek. Kelas pertama dimulai dari buku "Rules of the Road" hal 114 berkaitan dengan menyalip, kapan dilarang menyalip, di mana dilarang menyalip dan sejenisnya. Contohnya larangan menyalip adalah ketika mobil di depan kita juga mau menyalip. Contoh tempat dilarang menyalip adalah tanjakan. Kelas kedua berkaitan dengan mobil-mobil emergensi: ambulans, pemadam kebakaran, dan polisi (untuk mengutamakan mobil tersebut). Praktek pertama naik tanjakan dan pindah lajur kanan (berhenti sejenak, rem tangan, gas pelan, lepas rem tangan, bel, reteng kanan, D-->S, turun sambil injak rem pelan-pelan, berhenti, S --> D. Praktek kedua di tikungan S dan J. Poin penting praktek kedua ini adalah injakan rem dan kapan memutar dan mengembalikan handle dengan melihat jalan.

Hari keempat

Skema hari keempat sama dengan hari sebelumnya, dua teori (kelas) dan dua praktek. Kelas pertama berkaitan lampu lalu lintas (merah, kuning, hijau dengan empasis kuning harus berhenti pada dasarnya, kecuali sudah melewati garis putih). Lamu lalu lintas di Jepang berbeda dengan Indonesia, meski hijau tidak serta merta jalan, menunggu mobil dari arah lawan, jika kosong baru bisa jalan. Kelas kedua berkaitan dengan rambu-rambu lalu lintas (secara garis besar dibagi dua, rambu di pinggir jalan dan rambu di permukaan jalan). Praktek pertama dan kedua sama, course seperti gambar di bawah. Bedanya, praktek pertama mbak instrukturnya gaul (pernah tinggal di Jakarta tujuh tahun), sedangkan praktek kedua mbak instrukturnya judes.

Hari kelima

Seingat saya hari kelima hanya teori saja.

Hari keenam

Hari keenam hanya dua praktek. Dua-duanya sama, praktek kedua mengulang praktek pertama. Praktek ini adalah gladi resik untuk praktek I. Rutenya seperti gambar di bawah.

Gambar 2. Rute Latihan / Tes Praktek I


Tes Tulis 50 Soal (Hari ketujuh)

Hari ketujuh adalah test untuk step 1. Tes ini merupakan test praktek dengan course C sesuai gambar. Untuk mengambil tes ini harus lulus pre-test online 1, 2, dan 3. Masing-masing test online untuk step 1 berisi 50 soal benar atau salah. Untuk lulus harus memiliki skor (benar) minimal 45. Ada trik khusus untuk test online ini. Setelah test akan muncul review atas jawaban benar dan salah. Highlight semua pertanyaan dan jawaban kemudian print di browser dalam bentuk pdf. Ketika mengulang lagi, tinggal melihat jawaban yang benar. Meski pertanyaannya acak, ada banyak pertanyaan yang sama untuk tiap pre-test tersebut sehingga file pdf sebelumnya sangat membantu untuk mencari jawaban yang benar. Dari test praktek saya mendapat masukan untuk menginjak rem lebih halus dan tidak mendadak. Setelah test praktek adalah test tulis. Meski saya sudah lulus tiga pre-test online di test tulis ini saya tidak lulus. Saya gagal di tes pertama 50 soal untuk mendapatkan kari menkyou. Walhasil saya harus mengulang dan membayar pendaftaran 1700 yen. Jadwal short-term plan saya juga langsung berubah menjadi basic plan.


Hari ke delapan dan seterusnya lupa tidak tercatat, tapi catatan berikut di bawah ini cukup bermanfaat.


Tes Praktek I

Tes praktek I ini secara umum mudah karena hanya di lintasan di dalam driving school (tidak keluar ke jalan raya). Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah saat sebelum mengemudi (cek spion tengah, side mirror) kemudian toleh kanan kiri dan start. Minimal kecepatan pada jalan lurus adalah 40 km/jam sekali saja. Kecepatan pada saat belok maksimal 15 km/jam. Belokan S juga diujikan pada tes praktek I ini.

Mikiwame

Mikiwame adalah semacam gladi resik untuk tes praktek (II). Jadi materinya hampir sama dengan test praktek II. Pada mikiwame ini saya mengendarai mobil di rute yang akan dijadikan test, termasuk juga mengendarai mobil di arena di dalam driving school. Beberapa teknik yang di-teskan antara lain houkohenkan (putar balik) dan parkir. Pada hari tes, dua dari teknik tersebut akan dipilih salah satu secara acak.

Tes Praktek II

Meski berhasil pada tes praktek II ini, ada banyak pelajaran yang bisa di ambil. Utamanya adalah untuk "mendahulukan yang mudah daripada yang sulit" (無理しないでください). Kasus pertama pelajaran tersebut ketika berada di perempatan untuk belok kanan. Di Jepang, belok kanan tidak bisa langsung meski lampunya hijau, jadi mobil harus maju pelan-pelan sampai di tengah perempatan menunggu mobil dari arah kiri kosong (atau panah kanan hijau menyala pada lampu lalu lintas). Karena mobil di depan saya maju, saya juga ikut maju di belakangnya. Di akhir test, instruktur mengatakan bahwa saya terlalu mempersulit diri. Baiknya, menunggu di belakang zebra cross, tidak perlu mengikuti mobil di depan ke tengah perempatan. Kasus kedua ketika putar balik (Gambar 2, bagian kiri atas), saya beberapa kali maju dan mundur untuk mengatur agar mobil pas di tengah (seperti parkir). Di akhir instruktur mengatakan, karena bukan parkir, kamu gak perlu bersusah payah mengatur mobil, intinya mobil bisa putar balik (mundur, belok kiri, dan belok kanan). Alhamdulillah meski agak susah saya lulus di tes praktek II ini.

Tes Tulis 100 soal di Mito: 

LULUS!

Ini adalah tes terakhir, bukan di driving school tapi di menkyou senta (Mito-shi). Alhamdulillah saya langsung lulus di tes pertama ini. Tipsnya banyak-banyak buku "Master of your driving in Japan" saja. Penantian kelulusan ini mirip-mirip ujian, menunggu nomor kita ada di layar monitor (lulus) atau tidak. Alhamdulillah nomor saya muncul di layar, langsung dapat SIM hari itu juga (setelah tes mata dan mengikuti arahan-arahan lainnya). Qodarullah, sehari setelah dapat SIM saya langsung dapat mobil. Alhamdulillah.

Gambar 3. Nomor ujian saya, 162, muncul di layar menandakan kelulusan ujian SIM di Jepang


P.S: Jika anda ingin mengikuti driving school di Tsuchiura Driving School, anda bisa memasukkan nama saya dan alamat saya  untuk mendapatkan potongan biaya 7000 yen (referral). Silahkan email saya di (btatmaja[at]gmail[dot]com) untuk mendapatkan alamat saya.

Tuesday, October 12, 2021

Data Hiking 2020 - 2021

Data berikut merupakan ringkasan aktivitas pendakian saya satu tahun (2020-2021) yang diambil dari yamap. Untuk apa data ini? Untuk dokumentasi saya pribadi dan juga sebagai data pembanding dikemudian hari. 

Data Jumlah Gunung

Data jarak (km) per bulan

Data elevasi gain per bulan

Data jumlah hari pendakian per bulan

Data kalori per bulan

Lokasi pendakian (warna biru)


Ringkasan 

Terakhir adalah ringkasan aktivitas pendakian setahun. Bulan September 2020 dan Augustus 2021 saya tidak melakukan aktivitas pendakian.

Friday, September 25, 2020

Pendakian Pegunungan Tateyama: 6 Puncak dalam 2 Hari

Pegunungan Tateyama mungkin adalah pegunungan di Jepang yang paling banyak didaki dan paling banyak penginapannya (mountain hut) setelah Gunung Fuji. Gunung Tateyama merupakan satu diantara tiga gunung sakral di Jepang (Japan's three holy mountains, 三霊山). Tapi bukan karena kesakralannya saya mendaki gunung tersebut. Kebetulan, letak gunung tersebut tidak jauh dari tempat tinggal saya saat ini. Tateyama merupukan sekumpulan gunung (pegunungan) dengan beberapa puncak. Artikel ini bercerita tentang perjalanan pendakian Pegunungan Tateyama, 6 puncak dalam dua hari. Berikut kisahnya.

Di Puncak Tateyama (Onanjiyama)

Persiapan

Tidak ada persiapan khusus untuk pendakian Gunung Tateyama. Diantara tiga gunung suci di Jepang, mungkin Tateyama adalah yang termudah (dengan puncaknya Gn. Onanjiyama). Saya hanya jalan minimal 5000 langkah per hari, yang sudah menjadi rutinitas saya, naik turun tangga lantai 5 sehari tiga kali, dan naik Gn. Kuragatake seminggu sebelum mendaki Tateyama. Diari pendakian Gn. Kuragatake bisa dilihat disini: https://yamap.com/activities/7629620.

Perlengkapan

Kesalahan saya tidak membawa perlengkapan yang memadai. Saya menyangka, karena masih musim panas, udara tidak akan begitu dingin. Nyatanya sangat dingin. Di tempat saya, Nomi city, suhu saat berangkat berkisar 28 derajat celcius. Begitu nympai Murodo, sudah sekitar 15 derajat celcius. Saat malam tiba, suhu mencapai lima derajat celcius. Saya terpaksa membeli jaket baru disitu. Ngomong-ngomong, alat-alat berikut saya urutkan dari yang terpenting:
  1. Jaket windbreaker
  2. Sarung tangan hiking (better thinsulate)
  3. Sepatu hiking low-cut
  4. Kaos kaki neoprene 3mm (saya dobel dengan kaos kaki 1mm)
  5. Hiking pole
  6. Calf supporter
  7. Sleeping bag (jika ngecamp)
  8. Tenda yang mumpuni, minimal tahan hujan 5mm
  9. Dll (kompor jika perlu, topi, flashlight, water bottle)

Rencana Perjalanan

Sebelum berangkat, kurang lebih seminggu, saya sudah merencanakan perjalanan saya seperi di bawah ini. Rencana tersebut saya buat berdasarkan sumber-sumber di referensi.
Rencana perjalanan selama 2 hari (3 hari 2 malam)
Jadwal bis Tateyama - Bijoadaira - Murodo


Hari-0

Bus option (departure)
10:30 - 11:28: JAIST - Kanazawa
11:50 - 12:50: Kanazawa - Toyama
13:32 - 13:35: Dentetsu Toyama - Tateyama
13:50 - 13:57: Tateyama - Bijodaira (this schedule not shown in [5] but exist)
14:50 - 15:50: Bijodaira - Murodo 

16:20 - 17:30: Murodo - raichosawa camping ground
17:30 - 18:00: Dhuhur + Ashr prayer + building camp
18:30 - 19:00: Dinner + Free
19:00 - 19:30: Maghrib prayer + snack
20:00 - : Sleep
Memulai perjalanan dari Raichosawa
Raichosawa campsite di belakang


Hari 1

Hari pertama kami berjalan lambat. Dari perkiraan 7-8 jam perjalanan, kami menempuhnya dalam 12 jam. Kebanyak untuk untuk istirahat dan mengambil foto. Berangkat dari Raichosawa camping ground jam 6:25, dan kembali ke Raichosawa jam 17:20. Sholat dhuhur dan ashar kami lakukan di Murodo, di belakang bangunan utama. Wudho bisa di water pond atau di Toilet. Dari keseluruhan rute -- Funinoritate - Onanjiyama - Oyama - Jodo -- rute naik ke Fujinoritate adalah yang paling sulit, butuh 3 jam dari campingground ke puncak pertama tersebut. Untung kami mengambil rute ini. Jika dari arah sebaliknya, mulai dari Jodo, medannya akan lebih terjal lagi. Dan itu kami alami saat turun dari Jodo menuju Murodo. Berikut timeline perjalanan kami bertiga di hari pertama.

05:00: Wake up
05:30: Fajr prayer
05:45: Preparation
06:21 - 09:39: Raichosawa - Mt. Fujinoritate
09:30 - 10:06: Mt.Fujinoritate - Mt. Onanjiyama
10:30 - 11:10: Mt. Onanji-yama, stay at top  for 20 min
11:30 - 14:15: Mt. Tateyama (Onanjiyama) - Mt. Oyama, stay at the top for 15 min
14:31 - 12:00: Mt. Oyama - Mt. Jodo, stay at the top for 30 minutes lunch. 
12:30 - 16:24: Mt. Jodo to Murodo, pray Dhuhr+Ashr at Murodo
17:00 - 18:00: Murodo to Raichosawa camping ground
19:00: dinner, pray Maghrib+Isya, sleep
Peta perjalanan dan gain elevasi hari 1, detail: https://yamap.com/activities/7766032
Menuju Fujinoritate
View dekat puncak Onanjiyama
Danau Mikuriga
Selepas Murodo


Hari 2

Di hari kedua saya pergi sendiri. Dua teman saya memilih onsen di hari itu karena kecapekan di hari pertama. Berbeda dengan hari pertama, pendakian di hari ke dua ini saya lalui dengan cepat. Hanya perlu waktu 4 jam dari Raichosawa - Tusurugigozenkoya - Bessan - Masagodake - Raichosawa. Saya berangkat jam 6 dan kembali jam 10. Berikut timeline perjalanan saya di hari ke dua.

05:00 - 06:00: Fajr prayer + breakfast + preparation
06:05 - 07:30: Raichosawa - Tsurugigozenkoya
07:40 - 08:10: Tsurugigozenkoya - Mt. Bessan
08:15 - 08:45: Mt. Bessan - Mt. Masagodake
09:00 - 10:05: Mt. Masagodake - Raichosawa
11:40 - 12:40: Raichosawa - Murodo
13:20 - 14:10: Murodo - Bijodaira
14:40 - 14:47: Bijodaira - Tateyama
15:05 - 15:48: Tateyama - Dentetsu Toyama (4 minutes late)
16:00 - 17:00: Toyama (bus platform 2) - Kanazawa station (10 minutes late)
17:17 - 18:38: Kanazawa - JAIST
Peta perjalanan dan gain elevasi hari 2, detail: https://yamap.com/activities/7766043/article
Menuju puncak Gn. Bessan
Paling kiri; North Bessan, tengah: Bessan
Dari Gn. Bessan menuju puncak Gn. Masagodake
Sebelum mencapai puncak Gn. Bessan
Di puncak Gn. Masagodake

Pulang

Pulang selalu menjadi menyenangkan. Apalagi setelah capek. Bertemu anak dan istri adalah penghilang lelah. Dua hari perjalanan terbayar sudah. Bertemu si kecil ternyata lebih indah daripada memandang puncak gunung. Alhamdulillah.


Pengeluaran (berangkat dari Kanazawa, dalam Yen):

- Kanazawa - Toyama: 980 * 2 = 1860
- Toyama - Tateyama = 1230 + 1230 + 210  = 2570 (pulang dengan limited express, + fare ticket)
- Tateyama - Murodo = 4940 (pp)
- Total transportasi = 9370
- Snack/makan 2 hari = ~3000
- Total semua = ~12500

Tips:

 - Siapkan pakaian hangat (winter)
 - Bawa peralatan anti air

Referensi

[1] https://hikesinjapan.yamakei-online.com/course/41.php
[2] https://yamap.com/activities/7599164
[3] https://www.youtube.com/watch?v=5VaTlmAGSHc&lc=z22zdxixnqa2enncracdp432cz1yxw2zq3zgkz4p2gxw03c010c
[4] https://yamap.com/activities/7344348
[5] https://www.alpen-route.com/media/access/timetable/timetable-202007_en.pdf

Thursday, January 09, 2020

Winter vacation: Kumamoto dan Saga-ken

Ishikawa-ken, penghujung tahun 2019

Senin adalah awal pekan, awal memulai pekerjaan. Namun tidak dengan senin itu. Senin itu adalah awal liburan. Bergegas dia meninggalkan apatonya, mengejar bis untuk ke stasiun. Bus shuttle berangkat jam 8:55, dan lima menit sebelum bis itu berangkat, dia sudah berada di dalamnya. Dari Nomi, kota tempat kampusnya berada, menuju Komatsu, stasiun dimana dia memulai perjalanan, ditempuh selama 30 menit dengan shuttle kampus tersebut. Hari ini adalah hari terakhir shutle beroperasi sebelum liburan tahun baru. Shuttle akan beroperasi lagi tanggal tiga Januari, tepat dimana dia pulang dari liburan. Untuk sekedar liburanpun dia mengatur jadwalnya sedemikan rupa sehingga transportasi dapat diperolehnya senyaman mungkin.

Jadwal shuttle selama winter 2019/2020

Di Komatsu, dia sampai jam 9:30. Masih ada waktu 45 menit sebelum kereta pertama tujuan Fukui berangkat. Dia pun membeli tiket juhacchi kippu (18kippu), tiket free-pass khusus kereta api JR yang berlaku selama lima hari, se-jepang, asalkan masih kereta JR, maksimal tipe kereta api ekspress, bukan tipe atasnya (limited express, shinkansen). Setelah mengantongi tiket, dia pun berkeliling, memperhatikan lalu lalang orang-orang di stasiun Komatsu. Banyak orang menjemput saudaranya, atau temannya. Tahun baru serasa lebaran di Indonesia.


Dari Komatsu dia mengambil kereta tujuan Fukui. Dari Fukui berpindah ke Tsuruga. Masing-masing sekitar satu jam. Dari Tsuruga dia bisa lebih lama di kereta, sekitar 2.5 jam, ganti kereta di Himeji menuju Aioi, ganti kereta di sana menuju Okayama, tujuan terakhirnya hari itu. Nahas, dia ketinggalan melewatkan kereta di Aioi. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap di kereta sampai tujuan akhir, Banshu-Ako. Dari sana dia berpindah ke kereta menuju Okayama. Jadwal kedatangannya di Okayama mundur sejam dari yang diperkirakan. Seharusnya jam 17.02, kenyataanya dia sampai di Okayama jam 18.30

Rute dari Himeji ke Okayama via Banshu-Ako. Harusnya perjalanan bisa lebih singkat jika berhendi di Aioi, kemudian oper kereta tujuan Okayama.

Saturday, September 29, 2018

Pendakian Gn Fuji via Fujinomiya Trail: Rute, Estimasi Waktu dan Biaya

Persiapan

Video berikut sangat membantu untuk persiapan mendaki Fuji, khususnya via Fujinomiya trail. Langsung cus ke link youtube di bawah ini. Simak dengan baik, kalau perlu catat hal-hal penting yang sekiranya bermanfaaat ketika mendaki nantinya.

Rute

Rute yang kita gunakan adalah Fujinomiya trail. Selain Fujinomiya, ada tiga rute lainnya: Gotenba trail, Subashiri trail, dan Yoshida (Kawaguchiko) trail. Fujinomiya trail sendiri bukan rute yang populer, karena terletak di arah selatan. Kebanyakan orang mendaki dari arah Tokyo, khususnya rute Yoshida trail beserta dua rute lainnya. Awalnya, saat ibukota Jepang masih di Kyoto, rute Fujinomiya trail ini (katanya) adalah yang paling populer. Namun, begitu Ibukota Jepang berpindah ke Tokyo (Utara), maka rute yang populer adalah dari sisi utara Gunung Fuji.

Monday, May 07, 2018

Pengalaman membeli simcard/HP di Jepang tanpa kartu kredit

Memiliki nomor Jepang saat di Jepang hampir mendekati kebutuhan, karena untuk "hidup" kita butuh HP. Contoh kecil adalah ketika bertransaksi online, baik untuk pembelian, pembayaran tiket dll, telfon tetap dibutuhkan untuk konfirmasi, utamanya saat akan menerima barang. Nah, hampir semua provider telekomunikasi di Jepang mensyaratkan kartu kredit sebagai alat pembayaran, the only one. Namun, ada beberapa provider yang menyediakan alternatif pembayaran melalui deposit transfer dari akun bank (振り込み/furikomi), tanpa mengeluarkan biaya yang mahal.

Provider apa sajakah itu...? Berikut pengalaman saya.

1. Softbank Prepaid
Softbank merupakan provider yang paling nyaman untuk foreigner karena ketersediaan layanan berbahasa inggris. HP pertama saya adalah softbank flip (non-smartphone) prepaid. Saat itu harganya hanya 2000 yen plus pulsa 1500 yang berlaku sebulan. Nomor tersebut aktif selama setahun (hanya bisa menerima saja ketika bulan pertama habis), dan bisa diisi ulang per bulan (3000 yen).
Saat ini saya juga masih menggunakan softbank prepaid, bedanya tahun lalu saya beli SIM cardnya saja (HP dari Indonesia), biaya awal 3000 yen plus pulsa 3000 yen untuk dua bulan, masa tenggan satu tahun dan jika diisi lagi akan bertambah masa tenggang setahun lagi.
Pembayaran kartu prepaid ini bisa secara tunah/cash di counter softbank.

2. Softbank
Saat saya kerja, saya beralih ke Softbank pasca bayar, dapat HP Dell (diskon 50%). Biaya bulanan sekitar 2000 yen plus modem mobile 4000 yen per bulan, jadi totalnya sekitar 6000 yen. Biaya yang besar, namun hanya itu cara saya bisa berkomunikasi dengan keluarga di tanah air saat itu. Dengan masa kontrak minimal 2 tahun, saya harus setor ke softbank minimal 24 x 6000 = 134000 yen plus biaya awal 10000 dan tagihan yang membludak jika roaming atau over kuota.
Pembayaran kartu ini melalui deposit tranfer atau furikomi, potong tabungan tiap bulan.

3. Rakuten Mobile
Selain Softbank prepaid, saat ini saya juga menggunakan kartu rakuten mobile untuk akses internet di luar kampus. Plan yang saya gunakan adalah "data only", jadi tidak bisa menerima telfon dan sms. Kuota yang saya ambil adalah 3.1 GB per bulan dengan biaya per bulan 900 yen. Biaya awal sebesar 4000 yen dan ada biaya administrasi tranfer karena saya menggunakan akun bank untuk furikomi, yakni 100 yen. Jadi saya harus membayar 1000 yen tiap bulan selain biaya awal tadi.

4. Skype Credit
Skype sebenarnya bukan merupakan provider, tapi IP Phone atau VoIP. Jadi bisa digunakan untuk telfon (termasuk sms, dan ada nomornya) namun harus memiliki koneksi internet. Saya beli kredit skype 1000 yen (tanpa langganan dan batasan waktu) via amazon.co.jp. Metode pembelian kredit (pulsa) skype yang lain adalah via kombini dan debit/credit card. Untuk dapat nomor, kita perlu langganan.

Selain metode diatas, masih ada beberapa provider lain seperti AU, dan provider bayangan (MVNO, Mobile Virtual Network Operator) lainnya selain tiga MNO utama: AU, softbank dan Docomo. Sekali lagi, jika menginginkan harga termurah, pembayaran dengan kartu kredit tetap lebih murah.

Wednesday, July 09, 2014

Dari Stasiun ke Stasiun

Salah satu hal yang paling saya sukai dan saya lakukan di Jepang adalah melakukan perjalanan "Dari Stasiun Ke Stasiun". Kereta api (train, densha) adalah moda transportasi utama di Jepang, dan stasiun-lah (eki, 駅) tempat dimana kereta-kereta tersebut datang dan pergi. I love train, and I enjoy travling by train.
Stasiun JR Kasado, home station saya yang paling lama
Selain perjalanan setahun yang lalu dari Kyoto, Osaka sampai ke Tokyo, alhamdulillah sebelum balik ke Indonesia saya berkesempatan melakukan perjalanan dari Nagoya ke Fujinomiya ke Okazaki, ke Fuji, ke Fujinomiya, ke Hamamatsu dan kembali ke Kameyama-shi, Mie-ken. Adalah stasiun Idagawa yang menjadi home base saya kali ini, selain stasiun Kasado yang lebih dekat dari apato saya dan menjadi home base station saya selama dua tahun lebih ini.

Hyperdia menjadi rujukan saya dalam mencari dan menentukan jadwal kereta yang akan saya gunakan. Praktis dan efisien, tinggal mengetikkan stasiun awal dan tujuan, maka hyperdia akan menampilkan data jam, dimana harus pindah kereta (norikai) dan kadang juga ada nomor track (jalur) bila di stasiun besar.

Sunday, June 01, 2014

Rihlah ke Moricoro Park

Dalam sebuah kereta Nagoya – Kameyama.

Hari ini, sekali lagi aku mendapatkan pengalaman berharga. Bangun sebelum subuh, hanya berselang sekitar tiga jam dari saat tidur, aku memulai aktivitas hari ini dengan qiyamul lail. Tak banyak, namun minimal minggu ini aku telah menjalankan qiyamul lail walau sekali. Mulai hari ini aku berniat, dan berusaha untuk menggalakkan kembali amalan ini, ibadah yang sang Nabi pernah menghubungkannya dengan kemuliaan seorang muslim. Kemuliaan seorang muslim itu ketika ia bisa bangun malam.


Jamaah subuh kutunaikan di masjid Gifu, disusul dengan jalan-jalan di sekitar kampus Gifu university sambil menelfon teman-teman SMA di seberang sana, ada harto, arif, teguh dan setyo. Sambil telfon ku- live streaming-kan area sekitar Gifu university, just for sharing.

Wednesday, January 15, 2014

Todaiji, Taman Nara dan Rusa

Mengunjungi Taman Nara (Nara Park/ Nara Koen) untuk kedua kalinya tak membuat saya bosan. Saat pertama kali mengunjungi taman kota ini, saya terkesima, di tengah kota yang pernah menjadi Ibukota Jepang ini, ternyata ada taman besar, hijau dan habitat bagi para rusa. Di taman tersebut juga ada sebuah kuil kuno nan besar, Todaiji namanya. Kuil, taman dan rusa: paduan tradisionalitas masa kuno di tengah perkembangan pesat negara Jepang.

Gerbang Todaji

Todai-ji adalah sebuah kuil di area Taman Nara, dimana banyak rusa dibiarkan berkeliaran. Kuil ini didirikan oleh kaisar Shomu pada tahun 728, sebuah kuil budha (saya kesana hanya untuk jalan-jalan, dan pada kunjungan ke-dua ini saya tidak masuk kuilnya). Bangunan kuil ini kebanyakan terbuat dari kayu yang sudah berusia ratusan tahun, termasuk patung budha di dalamnya. Konon katanya, di dalam kuil Todai-ji ada sebuah lubang kayu sempit, namun orang gemuk pun bisa masuk dan lewat ke dalamnya (teman saya membuktikannya). Kuil Todai-ji merupakan bukti kepiawaian arsitektur Jepang pada bangunan kayu, selain bukti lainnnya seperti bangunan kuil Kiyomizudera. Untuk masuk kuil Todai-ji, kita perlu merogoh kocek sebesar 600 yen.

Saturday, January 11, 2014

Nagoya Castle

Liburan musim dingin kali ini saya kembali mengisi hari-hari saya dengan kegiatan yang bermanfaat; training, dauroh, pengajian dan traveling. Karena off-the-record, kegiatan training dan kajian tidak dapat saya ceritakan di blog ini. Melakukan perjalanan merupakan salah satu hobi saya, dan kali ini saya akan mengetengahkan Nagoya Castle (jepang: Nagoya-jo), sebuah kastil di kota Nagoya, Propinsi Aichi, kastil dimana klan shogun Tokugawa pernah memerintah kastil ini.

Kastil utama Nagoya-jo


Seperti umumnya kastil-kastil lain di Jepang seperti Kumamoto Castle dan Hikone Castle, Nagoya Castle juga dikeliling parit besar, dibangun di tempat yang tinggi dan dengan fondasi batuan-batuan kokoh nan menjulang tinggi. Nagoya castle dibangun oleh Tokugawa untuk mengamankan jalan Tokaido, sekaligus menangkis serangan yang datang dari arah Osaka. Kastil ini selesai dibangun pada tahun 1612, namun pada saat serangan sekutu tahun 1945 banyak bangunan yang terbakar seperti donjon-donjon dan Hommoru palace. Sejak saat itu Nagoya Castle dijadikan aset bersejarah yang penting bagi negara Jepang.

Wednesday, December 04, 2013

Terpaksa Harus Korupsi (4, Epilog)

Akhirnya, setelah berkoar-koar tentang Para Pencuri Gaji, Korupsi Telah Mendarah Daging, Anti Korupsi: Belajar Kejujuran dari Pengemudi Taksi, toh akhirnya kita terpaksa harus korupsi juga. Ironis memang, tapi kalau tidak korupsi, kita tidak akan mendapatkan hak-hak kita. Sistem-lah yang memaksa kita untuk korupsi. Ketika mengurus dokumen administrasi di pemerintahan seperti KTP, Paspor,  ketika mengajukan SIM, ketika ditilang, atau membuat laporan pertanggung-jawaban bagi pegawai pemerintah.

Dalam kaitan korupsi secara luas, yakni KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), dua perkara bisa kita cegah yakni korupsi dan nepotisme, namun untuk kolusi, kadang kita harus melakukannya untuk mendapatkan hak-hak kita.

Deklarasi Anti Korupsi parpol yang sebatas di mulut saja

Praktik kolusi yang terpaksa kita lakukan biasanya berkenaan dengan pengurusan dokumen administrasi pemerintahan seperti dalam pembuatan akta kelahiran, ktp, surat nikah, SIM dan paspor. Kadang tak sungkan-sungkan, oknum pegawai negeri dengan terang-terangan meminta uang pelicin, padahal hal tersebut tidak ada dalam aturan resminya. Jika kita tidak membayar uang tersebut, maka dokumen administrasi seperti KTP tidak diberikan. Saya pernah mengalami hal ini, oknum aparat desa dengan cara halus meminta uang sebagai tebusan KTP saya. Begitu juga dalam pengurusan SIM, jika kita mengikuti prosedur resmi, cenderung untuk tidak lulus ujian SIM. Walhasil, terpaksa kita memanfaatkan jalur pintas dengan membayar uang pelicin kepada oknum polisi. Saya juga melakukan hal yang sama.

Saturday, November 09, 2013

Ketika Korupsi Sudah Mendarah Daging [2]

Membaca cerita tentang seorang kasir yang melakukan korupsi secara kontinyu di sebuah minimarket, saya miris. Betapa korupsi telah mendarah daging di tubuh kita. Tak hanya kasir supermarket, kasir POM bensin, kasir toko, dari pejabat pemerintah sampai rakyat kecil, dari untuk mencari sekolah sampai mencari kerja, semua melakukan korupsi. Ayah saya menyebutnya sebagai korupsi yang terorganisir. Padahal hal tersebut jauh dari ajaran Islam. Masalah jual beli, tak hanya berhenti sampai di kasir saja, meskipun kedua belah pihak menghalalkan. Karena di satu pihak tidak tahu kalau dia dibohongi, maka dia menghalalkan jual beli tersebut. Kelak semuanya akan diminta pertanggung jawabannya, ketika bukan mulut kita yang bicara, namun anggota tubuh kita yang lain mengatakan hal sebenarnya yang dulu kita tutupi saat di dunia.

Begitu juga ketika mencari kerja. Hampir semua sektor kerja di pemerintahan dan militer 'mensyaratkan' uang pelicin untuk masuk instansi pemerintah tersebut. Tidak semua memang, namun hal itu sudah umum terjadi saat mencari kerja di instansi pemerintah. Hal ini justru berbeda ketika kita mencari kerja di sektor swasta. Umumnya, rekruitmen pegawai baru di sektor swasta lebih jujur dan fair, tidak seperti instansi pemerintah dan militer dimana banyak oknum yang meminta uang dari puluhan juta sampai ratusan juta. Ini fakta kawan! coba tanya teman anda yang apply PNS atau militer (baik Tamtama atau Akabri). Berapa uang yang mereka serahkan untuk diterima di tempat tersebut? Padahal gaji kerja tersebut nantinya akan diberikan pada keluarga, pada anak dan istri. Bagaimana keluarga bisa berkah kalau gajinya didapat dari cara mencari kerja yang tidak barokah pula? Dalam luang lingkup yang lebih besar, bagaimana negara ini bisa maju dan barokah kalau sistemnya seperti itu?

Struk yang diduga bukti korupsi kasir (Sumber Kompasiana -Angin Maj)

Wednesday, November 06, 2013

My life is [NOT] With A Dog

Hari ini saya kembali dibuat tercengang dengan pertanyaan dan pernyataan teman Jepang saya, Kojima-san. Di sela-sela bekerja dia bertanya, "Bagus-san, kamu suka anak-anak?". Begitu tanyanya setelah melihat anak-anak yang memperhatikan kami bekerja di luar pabrik. Dengan pasti saya menjawab, "Ya, saya suka anak-anak". Kemudian saya balik bertanya, "Kamu juga suka anak-anak?". Dia menjawab, "Tidak, saya tidak suka". Saya terkejut dan melanjutkan pertanyaan saya, "Kamu suka anjing?". Kojima-san menjawab, "Ya, kalau anjing saya suka".



Itulah fenomena kehidupan di Jepang masa kini. Orang-orang lebih suka memiliki anjing daripada memiliki anak. Alasan mereka simple, lebih mudah merawat anjing daripada merawat manusia (anak-anak). Kadang di jalan terlihat, orang-orang menggendong anjingnya, sementara anaknya yang masih kecil disuruh berjalan. Tak jarang pula, di kursi mobil bagian depan, si anjing duduk dengan manisnya, sementara si majikan sibuk menyetir. Di kaca-kaca mobil pun umum tertempel sticker "My life is with a dog" (seperti pada gambar diatas). Memang, di Jepang anjing lebih lucu daripada boneka anjing, atau mungkin bagi mereka juga lebih lucu daripada anak-anak manusia.
Naudzubillah.

Friday, November 01, 2013

Para Pencuri Gaji [1]

Saya heran dan terkejut ketika seorang teman Jepang bercerita tentang sekolahnya yang dulu (SMA). Teman saya, sebut saja namanya Kojima San,  menyebut para gurunya di SMA sebagai para pencuri gaji, atau dalam bahasa Jepang disebut kyuryo dorobou (給料泥棒/きゅろうどろぼう). Di  negeri yang serba tertib dan katanya yang ketahuan korupsi langsung bunuh diri ini, ternyata malah banyak kasus 'korupsi' yang tidak terlihat. Dulu saat masih mahasiswa, kami menyebutnya mereka yang makan gaji buta, yakni mereka yang kerjanya tidak ada (sedikit), tapi tetap menerima atau malah meminta gaji. Diantara mereka adalah para guru dan dosen yang sering tidak hadir saat jam mengajar.

Ilustasi: Pencuri Gaji (sumber 123rf.com)

Tindakan korupsi adalah tindakan yang tidak jujur. Awalnya dengan mencuri gaji, meskipun gaji tersebut memang hak dia, namun bila dia tidak bekerja tentunya tidak sepantasnya dia menerima gaji. Aktivitas tidak jujur ini pun akhirnya merembet ke bidang lain. Ketika ada proyek, dan kita terlibat didalamnya, ketidak jujur-an akan mengakibatkan kita "bersedia" menerima uang yang sebenarnya bukan hak kita. Sebagai muslim, apalagi yang mengaku ahlus sunnah wal jamaah (aswaja), tentunya hal bertentangan dengan sunnah Rasul. Dalam sebuah riwayat, beliau baginda Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah melaknati baik pemberi suap maupun penerima suap. Sebaliknya, mencari gaji dengan halal akan mendapat ridho Allah SWT. Pencari gaji dan pencuri gaji memang hanya beda satu huruf, tapi implikasinya antara surga dan neraka.

Sunday, August 25, 2013

Summer Vacation Part II: Hikone dan Tokyo

Setelah berkelana ke Kyoto - Osaka - Amanohashidate selama tiga hari, pada liburan musim panas 2013 kali ini saya melanjutkan perjalanan ke Tokyo dengan singgah sejenak di kota Hikone, Provinsi Shiga. Awalnya, kami hanya ingin memanfaatkan waktu dengan maksimal. Kereta Moonlight Nagara yang akan membawa kami ke Tokyo baru berangkat jam 22.55 dari stasiun Ogaki, sementara dari Kyoto ke Ogaki hanya membutuhkan 1,5 jam dan saat di stasiun Kyoto waktu masih menunjukkan pukul 17.30. Walhasil, kita masih punya banyak waktu untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan sedikit googling, kita menemukan kota Hikone yang dilewati Kereta dari Kyoto ke Ogaki. Ada Hikone castle yang merupakan satu diantara empat castle yang masuk National Treasure of Japan, serta ada juga Danau Biwa (Biwa-ko) yang merupakan danau terbesar di Jepang.

Hikone

Dari Kyoto, perjalanan menuju Hikone dapat ditempuh dengan kereta JR arah Maibara, berhenti tepat satu stasiun sebelum stasiun Maibara. Keluar dari stasiun Hikone, kami berjalan ke arah barat menuju Hikone castle. Untuk menemukan Hikone castle tidak begitu sulit, apalagi jika ada google maps, tinggal mengikuti panduan yang ada pada peta digital tersebut. Sekitar 500 m berjalan kaki dari pintu keluar stasiun Hikone, kami menemukan kuil dimana banyak lampion di pintu gerbangnya.

Rute dari stasiun Hikone menuju Danau Biwa via Hikone castle
A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on
Memasuki kuil ini, ternyata banyak orang yang akan bersembahyang, atau mungkin ada acara lain. Kami hanya berjalan lalu saja melewati kuil ini (karena niatnya memang cuma numpang lewat) dan menyusuri jalan lain ke dalam kompleks Hikone castle. Sesekali kami berhenti, mengambil foto dan melanjutkan perjalanan. Seperti halnya kastil-kastil lain di Jepang, Hikone castle dikelilingi oleh sungai buatan dengan benteng pertahanan. Sekilas kastil ini mirip hutan, namun bila dilihat dari jauh, akan nampak bangunan kastil di bagian atasnya. Sore itu kastil tampaknya telah tutup dan kami melanjutkan perjalanan ke arah danau Biwa yang tak jauh dari kastil. Keluar dari kastil kami kembali berjalan ke arah barat, dan setelah melewati satu lampu merah akhirnya kami sampai di danau Biwa.

Saturday, June 15, 2013

Tiga Pilar Kebijakan Abenomics

Pemerintahan Jepang saat ini, PM Shinzino Abe, menggencarkan upaya pertumbuhan ekonomi di Negeri Matahari Terbit dengan kebijakan ekonominya yang dikenal dengan Abenomics. Apa saja pilar kebijakan ekonomi Abenomics? Berikut ulasan Tetsuro Sugiura, Wakil Ketua Institut Riset Mizuho, terhadap kebijakan ekonomi PM Abe seperti yang dirilis oleh NHK versi bahasa Indonesia.
  1. Langkah pelonggaran moneter berani
  2. Kebijakan pelonggaran moneter Bank Sentral Jepang didasarkan pada gagasan untuk memasok dana dalam jumlah sangat besar guna memicu investasi.
    Menurut Sugiura, seharusnya pemerintah Jepang mengambil langkah yang lebih berani yakni pemangkasan pajak perusahaan dan reformasi tenaga kerja untuk mendorong kekuatan sekt
  3. Kebijakan fiskal yang fleksibel
  4. Kebijakan fiskal yang fleksibel ditujukan untuk membantu revitalisasi aktifitas ekonomi dengan menyediakan dana di sektor bisnis. Pemerintah Jepang juga sepakat untuk mencapai surplus di tahun fiskal 2020, karenanya pemerintah memberlakukan kebijakan yang fleksibel mulai sekarang.
    Menurut Sugiura, pemerintah Jepang perlu memangkas kenaikan anggaran kesejahteraan sosial yang merupakan anggaran belanja terbesar. Hal yang paling penting dalam bidang ini adalah mencegah kenaikan biaya layanan kesehatan bagi masyarakat usia lanjut, mengingat masyarakat Jepang yang kini menua secara pesat. Salah satu caranya bagaimana membuat kalangan usia lanjut yang kaya dengan pendapatan atau aset yang tinggi, untuk membayar lebih banyak bagi layanan kesehatan mereka
  5. Strategi pertumbuhan yang berkelanjutan
  6. Sementara strategi pertumbuhan berkelanjutan adalah agar pemerintah mengambil gagasan untuk membantu perkembangan industri dan restrukturisasi bisnis. Strategi pertumbuhan yang berkelanjutan identik dengan reformasi struktural yang berani, tapi menurut Sugiura, langkah yang ditempuh PM Abe masih belum cukup berani.
Dampak dari kebijakan Abenomics adalah merosotnya nilai mata uang yen. Kalau sebelumnya nilat tukar yen sekitar 70 yen per 1 USD, kini yen melemah di kisarat 96 yen / USD. Rupiah yang sebelum saya pergi ke Jepang (2011) bernilai 120 /1 JPY, sekarang hanya 90-an rupiah/1 JPY. Sistem ekonomi jepang  berkebalikan dengan umumnya sistem ekonomi dunia, jika yen melemah, maka Jepang diuntungkan karena mereka adalah negara pengekspor. Katanya juga, termasuk kebijakan Abenomics ini juga adalah Jepang akan mempermudah pintu masuk ke negara mereka bagi warga negara Indonesia, Malaysia dan Thailand.


sumber: NHK Indonesia

Thursday, June 13, 2013

Rahasia Sukses Jepang: Ganbatte Kudasai!

Pertama kali melihat pola kerja orang jepang, saya terheran-heran. Ini bukan manusia, ini robot, pikirku saat itu. Di lain pihak saya berargumen, "mereka kan hidupnya hanya untuk kerja, tidak sholat, puasa, dll". Kerja 18 jam sehari pun bagi mereka tidak masalah. Sampai hari ini saya berfikir argumen saya itu benar, tapi saya coba menelaah ulang pikiran saya itu dengan mengamati kehidupan orang jepang di bidang lain, tidak hanya masalah pekerjaan.

Di hampir semua sisi kehidupan, orang jepang terbiasa rapi dan indah. Bagi mereka, segala sesuatu akan berjalan baik, bila sesuai dengan aturannya. Ya, orang jepang sangat patuh pada aturan, dan mereka sangat jarang (hampir tidak pernah) membengkokkan aturan tsb. Seiri, seiton seishou (3S): ringkas, rapi, resik (3R), itu prinsip dasar mereka. Dan prinsip itu mereka pakai di semua lini kehidupan. Itu salah satu rahasia sukses Jepang.

Namun, apa rahasia utama sukses Jepang? Ganbatte, menurut saya itulah jawabannya. Bila diartikan, bisa berarti "semangat" atau "do the best" (lakukan yang terbaik) dalam bahasa inggris.. Ketua tim saya hampir setiap hari mengatakan itu, ganbatte kudasai, ganbarre ne, ganbarimashou dan sejenisnya. Orang Jepang selalu melakukan semuanya dengan yang terbaik yang mereka bisa. Tak heran, bila sebuah pekerjaan yang dilakukan orang non-jepang dibutuhkan waktu satu jam untuk menyelesaikannya, orang jepang hanya butuh setengahnya saja, setengah jam, karena mereka melakukannya dengan penuh semangat. Bahkan, kepala pabrik saya, dengan langkah tertaih-tatih (karena sakit pinggang) dipaksakan datang ke pabrik untuk melihat kondisi pabriknya. Atau,  ketua tim saya yang sakit dan tak mampu berdiri, beliau juga masih sempat melakukan patroli mengecek anak buahnya. Saya jadi teringat Rasulullah, yang ketika itu harus dipapah untuk mengimami sholat. Sakit yang luar biasa pun beliau tahan, demi bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Sebaliknya, saya juga teringat kawan saya di SD yang hanya karena hujan, dia tidak masuk sekolah. Apakah kita tidak bisa seperti itu?  

Harus bisa, pasti bisa, bismillah. Saat saya mendaki gunung Merapi 2009 silam, saya bertemu dengan orang bule dari portugal. Dia hanya butuh waktu 4 jam untuk sampai puncak dari hotel tempat dia menginap. Sedangkan kita pribumi, butuh waktu sekitar 6-8 jam untuk sampai ke puncak, itupun bila tidak ngecamp. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? Ganbatte kudasai!

Monday, December 31, 2012

Seki-juku: Kota Tua di Kameyama-shi, Jepang

Seki-juku merupakan sebuah area kota tua di Shinmachi, Nakamachi, Kozaki Kameyama City yang menawarkan nuansa perkampungan tradisional Jepang dimana anda bisa melihat, mengamati bahkan membeli barang-barang tradisional Jepang dari masa lampau.
Seki-juku, di pagi yang lenggang

Tempat ini terkenal sebagai kota penginapan ke 47 dari sekitar 50-an tempat layanan di jalan Tokaido, Kota Kameyama, Jepang. Ada lebih dari 200 rumah tradisional Jepang di sana (di Jepang, anda akan sangat sulit menemukan rumah tradisional di pemukiman umum), yang dibangun pada akhir zaman Edo dan Meiji. Tempat ini oleh pemerintah Jepang juga dijadikan salah satu distrik arsitektural nasional yang penting.

Sunday, October 09, 2011

From Surabaya to Kumamoto

Alhamdulillahirobbil alamin, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam, yang mengatur siang dan malam, mengatur perputaran bumi, matahari dan benda-benda langit lainnya, mengatur segala yang ada di alam semesta dan memperjalankan hambaNya, termasuk hambaNya yang dhoif wa jahuul ini.

Dengan mengucap doa safar (doa naik kendaraan) aku memulai perjalanan ini,

Subhaanal Ladzi sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin qa innaa ilaa rabbinaa lamunqolibuun.

Artinya:
Maha Suci Allah Dzat yang menjinakkan kendaraan ini kepada kami, sedangkan kami tidak bisa menjinakkannya, dan kepada Allah kami kembali. (Q.S. Az-Zukhruf:13-14)
Di Bandara Cengkareng, Sebelum Berangkat