Showing posts with label Pencuri gaji. Show all posts
Showing posts with label Pencuri gaji. Show all posts

Friday, November 01, 2013

Para Pencuri Gaji [1]

Saya heran dan terkejut ketika seorang teman Jepang bercerita tentang sekolahnya yang dulu (SMA). Teman saya, sebut saja namanya Kojima San,  menyebut para gurunya di SMA sebagai para pencuri gaji, atau dalam bahasa Jepang disebut kyuryo dorobou (給料泥棒/きゅろうどろぼう). Di  negeri yang serba tertib dan katanya yang ketahuan korupsi langsung bunuh diri ini, ternyata malah banyak kasus 'korupsi' yang tidak terlihat. Dulu saat masih mahasiswa, kami menyebutnya mereka yang makan gaji buta, yakni mereka yang kerjanya tidak ada (sedikit), tapi tetap menerima atau malah meminta gaji. Diantara mereka adalah para guru dan dosen yang sering tidak hadir saat jam mengajar.

Ilustasi: Pencuri Gaji (sumber 123rf.com)

Tindakan korupsi adalah tindakan yang tidak jujur. Awalnya dengan mencuri gaji, meskipun gaji tersebut memang hak dia, namun bila dia tidak bekerja tentunya tidak sepantasnya dia menerima gaji. Aktivitas tidak jujur ini pun akhirnya merembet ke bidang lain. Ketika ada proyek, dan kita terlibat didalamnya, ketidak jujur-an akan mengakibatkan kita "bersedia" menerima uang yang sebenarnya bukan hak kita. Sebagai muslim, apalagi yang mengaku ahlus sunnah wal jamaah (aswaja), tentunya hal bertentangan dengan sunnah Rasul. Dalam sebuah riwayat, beliau baginda Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah melaknati baik pemberi suap maupun penerima suap. Sebaliknya, mencari gaji dengan halal akan mendapat ridho Allah SWT. Pencari gaji dan pencuri gaji memang hanya beda satu huruf, tapi implikasinya antara surga dan neraka.