Showing posts with label Tokyo. Show all posts
Showing posts with label Tokyo. Show all posts

Monday, January 08, 2018

(Tidak) Merayakan tahun baru (2018): kemudahan menjalankan ibadah di Jepang

Tahun baru 2018.

Berawal dari keinginan untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang postif. Memanfaatkan musim libur, awalnya "kami (saya + Dwi Prananto)" ingin menggunakan 18 kippu, tiket terusan murah meriah yang yang bisa dipakai untuk semua jenis kereta express dan local. Namun, karena seat kereta Moonlight Nagara sudah habis, kami memutuskan untuk naik bis. Pada (perayaan) Tahun baru ini, kami mendapatkan kemudahan menjalankan ibadah (sholat) di beberapa public space di Jepang.

Tokyo

Kami berangkat dari Nomi (能美市) jam 8 malam. Dengan menggunakan bus shuttle dari kampus menuju Tsurugi eki (鶴来駅). Dari Tsurugi dilanjut kereta hokutetsu (北陸石川線)  ke nishi-kanazawa (西金沢)/shin-nishikanazawa (新西金沢), dan dengan JR ke Kanazawa. Bus ke Tokyo berangkat dari Kanazawa eki (nishi gate) jam 22.15, dijadwalkan sampai di Tokyo ikebukuro jam 7.10, namun agak terlambat, jam 7.30. Pesan tiket Bus bisa lewat web ini, dan bayar via kombini atau credit/debit card. Jangan takut, bis ini amat sangat nyaman, lengkap dengan penutup kepala dan tempat kaki yang membuat tidur menjadi pulas.

Dari Ikebukuro Sunshine bus terminal kami berjalan menuju stasiun Ikebukuro. Dari Ikebukuro kami naik Yamanote Line ke Ueno untuk menuju ke Space hostel. Harusnya ada eki yang lebih dekat, yakni Iriya. Karena belum tahu, kami turun di Ueno dan jalan ke Space hostel. Kelebihan hostel ini, selain murah juga bisa check in lebih pagi, jam 08.00 JST. Hostel ini juga dekat dengan Ueno koen, zoo, National Museum dan beberapa obyek wisata lainnya.

Sunday, August 25, 2013

Summer Vacation Part II: Hikone dan Tokyo

Setelah berkelana ke Kyoto - Osaka - Amanohashidate selama tiga hari, pada liburan musim panas 2013 kali ini saya melanjutkan perjalanan ke Tokyo dengan singgah sejenak di kota Hikone, Provinsi Shiga. Awalnya, kami hanya ingin memanfaatkan waktu dengan maksimal. Kereta Moonlight Nagara yang akan membawa kami ke Tokyo baru berangkat jam 22.55 dari stasiun Ogaki, sementara dari Kyoto ke Ogaki hanya membutuhkan 1,5 jam dan saat di stasiun Kyoto waktu masih menunjukkan pukul 17.30. Walhasil, kita masih punya banyak waktu untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan sedikit googling, kita menemukan kota Hikone yang dilewati Kereta dari Kyoto ke Ogaki. Ada Hikone castle yang merupakan satu diantara empat castle yang masuk National Treasure of Japan, serta ada juga Danau Biwa (Biwa-ko) yang merupakan danau terbesar di Jepang.

Hikone

Dari Kyoto, perjalanan menuju Hikone dapat ditempuh dengan kereta JR arah Maibara, berhenti tepat satu stasiun sebelum stasiun Maibara. Keluar dari stasiun Hikone, kami berjalan ke arah barat menuju Hikone castle. Untuk menemukan Hikone castle tidak begitu sulit, apalagi jika ada google maps, tinggal mengikuti panduan yang ada pada peta digital tersebut. Sekitar 500 m berjalan kaki dari pintu keluar stasiun Hikone, kami menemukan kuil dimana banyak lampion di pintu gerbangnya.

Rute dari stasiun Hikone menuju Danau Biwa via Hikone castle
A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on
Memasuki kuil ini, ternyata banyak orang yang akan bersembahyang, atau mungkin ada acara lain. Kami hanya berjalan lalu saja melewati kuil ini (karena niatnya memang cuma numpang lewat) dan menyusuri jalan lain ke dalam kompleks Hikone castle. Sesekali kami berhenti, mengambil foto dan melanjutkan perjalanan. Seperti halnya kastil-kastil lain di Jepang, Hikone castle dikelilingi oleh sungai buatan dengan benteng pertahanan. Sekilas kastil ini mirip hutan, namun bila dilihat dari jauh, akan nampak bangunan kastil di bagian atasnya. Sore itu kastil tampaknya telah tutup dan kami melanjutkan perjalanan ke arah danau Biwa yang tak jauh dari kastil. Keluar dari kastil kami kembali berjalan ke arah barat, dan setelah melewati satu lampu merah akhirnya kami sampai di danau Biwa.

Saturday, June 08, 2013

Pentingnya Sholat di Awal Waktu

Kemarin saya mendapat pelajaran berharga. Saat melakukan perjalanan Kameyama - Nagoya - Tokyo - Saitama, saya sebenarnya mendapat kesempatan sholat di shinkansen Nagoya - Tokyo. Namun karena saya memudahkan urusan sholat ini (Allumaghfirli, ya Allah), akhirnya saya kena imbasnya. Di negeri ini urusan sholat tidak semudah di Indonesia atau negeri-negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Apalagi jika bekerja, urusan sholat akan lebih sulit daripada masih berstatus sebagai mahasiswa. Karena menunda sholat dhuhur - ashar (jamak), saya kesulitan menunaikan ibadah ini, dan akhirnya harus saya lakukan dalam keadaan "dhorurot" (saya ulang lagi ketika sampai di rumah), dan di waktu yang sudah injury time pula.

Di Dalam Shinkansen Nozomi N700

Ceritanya, beberapa saat sebelum sampai di Tokyo station (東京駅) saya ganti kereta (norikai - のりかい) di stasiun shinagawa, padahal waktu itu sudah masuk dhuhur. Di kereta yang baru, JR Local, karena berdesak-desakan, akan lebih sulit untuk menunaikan sholat. Pun ketika ganti kereta lagi di Ikebukuro menuju fujimino (kawagoe) dan akhirnya berhenti di stasiun tujuan, kami-fukuoka. Di Kawagoe (Saitama-ken), sebenarnya pun bisa izin sholat, tapi sekali lagi karena sendiri dan baru pertama kali datang masih "malu dan sungkan", sampai acara berakhir sekitar pukul 16.00 JST, ibadah dhuhur - ashar belum tertunaikan. Menuju Tokyo station dengan JR Local, kereta (yang rute-nya melingkar) masih berdesak-desakan (pemandangan yang lazim di stasiun-stasiun sekitar Tokyo, seperti juga terlihat di sini), dan masih belum berani menunaikan sholat di tempat tersebut. Ah, nanti saja, pikirku saat itu, padahal waktu sudah jam 5-an sore, kurang dari dua jam lagi sudah maghrib. Akhirnya, kami sampai di Tokyo station, tak lupa saya alasan ke toilet untuk mengambil air wudhu sebelum bertemu teman yang sudah menanti. Setelah itu, kami menuju cafe di dalam stasiun Tokyo untuk bicara tentang pekerjaan, dilanjutkan makan malam di 御食事処 yang juga berada di dalam stasiun Tokyo. Saya googling "prayer room tokyo station", tapi saya tidak menemukannya.