Saturday, June 15, 2013

Tiga Pilar Kebijakan Abenomics

Pemerintahan Jepang saat ini, PM Shinzino Abe, menggencarkan upaya pertumbuhan ekonomi di Negeri Matahari Terbit dengan kebijakan ekonominya yang dikenal dengan Abenomics. Apa saja pilar kebijakan ekonomi Abenomics? Berikut ulasan Tetsuro Sugiura, Wakil Ketua Institut Riset Mizuho, terhadap kebijakan ekonomi PM Abe seperti yang dirilis oleh NHK versi bahasa Indonesia.
  1. Langkah pelonggaran moneter berani
  2. Kebijakan pelonggaran moneter Bank Sentral Jepang didasarkan pada gagasan untuk memasok dana dalam jumlah sangat besar guna memicu investasi.
    Menurut Sugiura, seharusnya pemerintah Jepang mengambil langkah yang lebih berani yakni pemangkasan pajak perusahaan dan reformasi tenaga kerja untuk mendorong kekuatan sekt
  3. Kebijakan fiskal yang fleksibel
  4. Kebijakan fiskal yang fleksibel ditujukan untuk membantu revitalisasi aktifitas ekonomi dengan menyediakan dana di sektor bisnis. Pemerintah Jepang juga sepakat untuk mencapai surplus di tahun fiskal 2020, karenanya pemerintah memberlakukan kebijakan yang fleksibel mulai sekarang.
    Menurut Sugiura, pemerintah Jepang perlu memangkas kenaikan anggaran kesejahteraan sosial yang merupakan anggaran belanja terbesar. Hal yang paling penting dalam bidang ini adalah mencegah kenaikan biaya layanan kesehatan bagi masyarakat usia lanjut, mengingat masyarakat Jepang yang kini menua secara pesat. Salah satu caranya bagaimana membuat kalangan usia lanjut yang kaya dengan pendapatan atau aset yang tinggi, untuk membayar lebih banyak bagi layanan kesehatan mereka
  5. Strategi pertumbuhan yang berkelanjutan
  6. Sementara strategi pertumbuhan berkelanjutan adalah agar pemerintah mengambil gagasan untuk membantu perkembangan industri dan restrukturisasi bisnis. Strategi pertumbuhan yang berkelanjutan identik dengan reformasi struktural yang berani, tapi menurut Sugiura, langkah yang ditempuh PM Abe masih belum cukup berani.
Dampak dari kebijakan Abenomics adalah merosotnya nilai mata uang yen. Kalau sebelumnya nilat tukar yen sekitar 70 yen per 1 USD, kini yen melemah di kisarat 96 yen / USD. Rupiah yang sebelum saya pergi ke Jepang (2011) bernilai 120 /1 JPY, sekarang hanya 90-an rupiah/1 JPY. Sistem ekonomi jepang  berkebalikan dengan umumnya sistem ekonomi dunia, jika yen melemah, maka Jepang diuntungkan karena mereka adalah negara pengekspor. Katanya juga, termasuk kebijakan Abenomics ini juga adalah Jepang akan mempermudah pintu masuk ke negara mereka bagi warga negara Indonesia, Malaysia dan Thailand.


sumber: NHK Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...