Showing posts with label belajar bahasa jepang. Show all posts
Showing posts with label belajar bahasa jepang. Show all posts

Thursday, December 17, 2020

Belajar Kanji Otomatis lewat Wallpaper PC

Belajar kanji bisa dilakukan secara otomatis. Bagaimana bisa? Bisa. Dengan kata lain, kita bisa "terpaksa" belajar kanji (ini yang saya maksud secara otomatis) karena melihat wallpaper PC (komputer). Begini caranya.


OS: Ubuntu

Cara yang saya coba terangkan di sini bisa diterapkan dengan mudah pada Ubuntu. Pada OS lain bisa, tapi perlu penyesuaian, khususnya aplikasi untuk mengubah wallpaper setiap sekian waktu. Pada Ubuntu, aplikasi ini sudah tersedia secara default. Aplikasi tersebut adalah "Shotwell Photo Manager" yang biasa digunakan untuk membuka file foto.


Materi Kanji

Pertama, download (git clone) wallpaper kanji (dari N3 ke N5) dari github berikut.

https://github.com/alb404/JLPT-one-kanji-a-day-wallpaper-set

Simpan direktori tersebut pada tempat (direktori) di mana ingin menyimpan file kanji. 


Langkah-langkah (dicoba pada Ubuntu 16.04):

  1. Buka aplikasi shotwell
  2. Import direktori file kanji (misal: /home/bagus/JLPT-one-kanji-a-day-wallpaper-set) dengan cara File >> Import
  3. Set sebagai background dengan cara, Ctrl+A semua file wall paper kanji, kemudian File >> Set as desktop background (Set as desktop slideshow)
  4. Konfigurasi waktu untuk berganti wallpaper, misal (default) satu jam
  5. Selesai!

Konfigurasi ganti wallpaper setiap satu jam pada Shotwell


Berikut adalah tampilan setelah proses import selesai.


Tampilan awal, kanji tampak ter-"zoom"

Nah, kanji sudah terpasang sebagai wallpaper. Masalahnya, by default, tidak ada konfigurasi untuk wallpaper tersebut atau wallpaper ditampikan dalam keadaan ter-zoom, seperti gambar di bawah. Untuk mengganti konfigurasi "zoom" ke "scaled", agar sesuai dengan ukuran monitor, gunakan perintah berikut

gsettings set org.gnome.desktop.background picture-options "scaled"
Cara di atas (mengganti "zoom" ke "scale") bisa memakai GUI bila ada di setting (Setting >> Appearance >> Look), seperti gambar di bawah tangkapan layar berikut.
Tampikan wallpaper seteleah di "scale"

Nah sekarang, ukurannya tinggal pas. Selanjutnya tinggal mengganti warma background di belakang kanji, lewat setting di bawah. Hasilnya adalah gambar di bawahnya.

Mengganti background kanji, dari biru ke hitam

Wallpaper kanji yang berubah setiap jam


Referensi:  

[1] https://askubuntu.com/questions/1111201/background-image-resize-in-ubuntu-18-04-1-lts/1111271#1111271

Monday, February 17, 2020

多様性の尊重

みなさん、こんにちは。 私はバグスと申します。北陸先端科学技術大学院大学の留学生です。
今日は「多様性の尊重」についてお話ししたいと思います。 まず、多様性って何ですか? 
多様性というのは、性別、年齢、人種、障害の有無、性的嗜好、宗教などの違いを言います。
英語ではDiversityです。世界中に、多様性を持った人々が住んでいます。

今から人間の多様性について3つのポイントをお話ししたいと思います。
1つめは、多様性というのは、自然で必然的なことです。そして避けられないことです。
まず、言葉の多様性について考えてみましょう!
日本人は皆、同じ言葉を話しているように思いますが、方言というものがありますよね。
例えば北海道と沖縄の言葉は違います.
金沢で生まれて長い間住んでいる人は、金沢弁を話すと思います。
そして東京の人は東京弁で話します。あとは、関西弁、九州弁、東北弁とか・・・
石川県内容でも加賀と能登では違います。
私が石川県に来て、気がついた方言は、言葉の最後を長くのばしたり、“じ”を使うことです。
例えば「それで」を「それでぇ~」とか「けれども」を「けどぉ~」。
「すごいね」を「すごいじ~」・・・こんな感じです。

2つめは、人間の多様性は避けることができないので、どうすればみんなと上手くやって
いけるのでしょうか? 大切なことは、多様性を尊重することだと思います。
あらゆるバックグラウンドを持つ人々と協力しながらやっていくべきです。
すべての人々に尊厳と敬意をもって接するべきです。男性、女性の区別なく平等に接するべきです。
そして、いろいろな意見や考えを尊重し、自分の中にある偏見や行いを見つめ直す必要があります。

3つめは、なぜ、多様性ってあるのでしょうか? なぜ、1種類の人間だけではないのでしょうか?
例えば、全部、日本人だったらどうでしょうか? それじゃ、問題がありますよね。
そしてもし、すべての人が男性だったら、どうやって次の世代に続けていけるのでしょうか?
だから、男性と女性、年配と若者、日本人と外国人がいるのです。多様性があるから、
お互いを知り、学ぶことができるのだと思います。
みんなが違うから国が発展するのではないでしょうか?
一人一人の長所を生かさないと発展できません。多様性に学ぶべきことがたくさんあります。

最後に、なぜ、神様は私たちに多様性を与えたのでしょうか?
神様は私たちがお互いを知ることができるように多様性をつくり、そこから私たちは学び、
助け合うためだと思います。私たちは外見で判断されるのではなく、行動と心で判断されるべきなのです。
私はお互いの多様性を尊重しあって、皆が生き生きと気持ちよく生きていけたら、と思います。
以上です。本日はありがとうございました。


---
*) この書き込みは石川県でスピーチコンテストを用です。

Sunday, May 31, 2015

Writing Email in Japanese: Some Styles

The style in writing letters/emails in Japanese maybe varies from one to another. I thought that this might be that some used it based on to whom and the email content. I found five email writing styles below. Feel free to add any additional information regarding the social customization of written material below.

For simple email, there will: salutation (宛先)、greeting (あいさつ), email content/information (詳しい情報), ending (むすび) and signature (署名). If you request a reply, don't forget to add the request for a reply (返事の要求). The full structure of Japanese email (example for invitation/誘いのメール) is as pictured below.
Structure of Japanese invitation email [1]


Here are some styles when writing an email in Japanese.

Style #1
The first thing you do in any letter is to state who you are addressing. In English it would look something like "Dear + Name," or "To + Name," in Japanese, it looks a lot like the second version "name + へ、” へ is the directional target marker so it could be translated as to, example:
    山田さんへ、

    ...email content....

    これからも、よろしくお願いします
    バグスより
The word yori (より)in the last line is optional.

Style #2
I never used this style but I found it in a book [1]. Start with the address name and 拝啓. 
After that, you have a few options as to what you do next. A formal letter (i.e., a letter to your boss, a company, or someone you don`t know) is best to be started with the information requested. Then don't forget to close with such a phrase as 敬具。 Here is an example.

Wednesday, December 12, 2012

Ayo Belajar Bahasa Jepang [2]: Sore Wa Nan Desuka?

Supervisor Kuon, Ibu Yamada menyerahkan sesuatu yang sangat penting dalam pekerjaannya. Apa itu ? Berikut percakapan Kuon dengan Ibu Yamada.

Kuon dan Ibu Yamada (Image Credit: NHK)

Naskah Percakapan (会話 / かいわ)

山田クオンさん。
これがあなたの名刺です。
Kuon,
ini kartu nama Anda.
YAMADAKUON-SAN,
KORE GA ANATA NO
MEISHI DESU.
クオンありがとうございます。
それは何ですか?
Terima kasih banyak.
Apa itu?
KUONARIGATÔ GOZAIMASU.
SORE WA NAN DESU KA?
山田これは社員証です。Ini kartu tanda pengenal Anda.
YAMADAKORE WA SHAINSHÔ DESU.

File mp3 percakapan diatas serta penjelasannya dapat didownload di sini.

Tata Bahasa Jepang

Untuk menyebut nama suatu benda:
これはなんですか?
“Kore wa ____ desu.” artinya “Ini adalah _____.” 
Untuk menanyakan nama suatu benda:

Thursday, November 15, 2012

Ayo belajar bahasa Jepang [0]: Mengenal Katakana dan Hiragana

Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa yang unik, meski serumpun dengan Korea dan China, namun bahasa Jepang memiliki ke-khas-an tersendiri. Langkah pertama belajar dari suatu bahasa (apapun bahasanya) adalah mengenal alfabet, karena bahasa terdiri atas kalimat, kalimat terdiri atas kata dan kata tersusun atas huruf atau alfabet.

Bahasa Jepang terdiri atas Kana dan Kanji dan Romaji. Sedangkan kana terdiri atas hiragana dan katakana. Hiragana digunakan untuk menulis suku kata asli Jepang, sedangkan katakana digunakan untuk menulis kata serapan yang diadaptasi ke dalam bahasa Jepang.

Berikut tabel Hiragana dan Katakana. Perhatikan urutan cara menulisnya (かきかた, kakikata).

Tabel Katakana (source: Wikipedia)

Tabel Hiragana (source: Wikipedia)


Gambar di atas bisa dijadikan wallpaper desktop (background hitam) atau anda bisa mendownloadnya dengan klik kanan save image as (Google Chrome). Sedangkan untuk mendengarkan file suara dari suku kata bahasa Jepang di atas silakan download di sini.

Typically, hiragana dan katakana bisa dikuasai dalam waktu 1-2 bulan (min, max). Saya menggunakan "kana test" untuk men-drill kemampuan membaca hiragana dan katakana saya. Aplikasi sejenis seperti anki juga bisa digunakan, atau anda bisa membuat sendiri flash card dimana tertulis satu karakter hiragana di satu sisi, dan cara membacanya di sisi baliknya. Di playstore, juga ada banyak aplikasi "hiragana katakana flash card" seperti ini.

Selanjutnya, pada seri selanjutnya (Ayo Belajar Bahasa Jepang [1]), kita akan mulai belajar bahasa Jepang dengan tokoh utama Kuon, seorang warga Vietnam laki-laki berusia yang bekerja di sebuah perusahaan perusahaan elektronik di Vietnam yang berkantor pusat di Jepang. Ini adalah pengalaman pertama Kuon ke Jepang. Meski ia pernah belajar bahasa Jepang di Vietnam, ia tetap khawatir dengan kemampuan bahasa Jepangnya. Tokoh-tokoh yang lain yakni Ibu Yamada, Bucho, Sato dan Takahashi di kantor pusat ABC Electric di Tokyo tengah bersiap menyambutnya.