Tuesday, July 26, 2016

Tutorial Rsync

Rsync adalah tool sinkronisasi terbaik. Dengan rsync anda tidak perlu copy-paste, tidak perlu tool back-up lain, hanya rsync saja. Begitu anda menguasainya, manajemen file terasa mudah.

Perintah dasar:

rsync fileSumber FolderTujuan
rsync -avz FolderSumber/ FolderTujuan/   
Perintah pertama akan mengcopy file 'fileSumber' kedalam 'FolderTujuan', sedang perintah kedua akan mensinkronkan file-file didalam 'FolderSumber' kedalam 'FolderTujuan'. Jika tidak ada slash di argumen pertama ('FolderSumber') maka 'FolderSumber' akan dicopy (bukan hanya file-filenya, tapi foldernya) didalam 'FolderTujuan'. Jika ada slash ('FolderSumber/') maka yang dicopy hanya file-filenya saja (bukan foldernya). Opsi -avz adalah archieve, verbose dan compress artinya rsync dilakukan secara rekursif (isi folder), menampilkan informasi sinkronisasi dan mengkompress saat pengiriman.

Skenario 1: Anda punya dua direktori/folder/drive yang akan anda sinkron-kan, misal namanya adalah tes1 dan tes2. Di dalam tes1 ada beberapa file, sedang tes2 masih kosong. Simply speaking, anda ingin memback-up atau mengcopy paste isi file didalam folder tes1 ke dalam folder tes2.

Kondisi 0:
tes1
+--- file1
+--- file2
+--- file3
tes2
Perintah:
Buat folder dan file1..3 dalam folder tes1
$ cd /tmp
$ mkdir -p tes1 && cd $_
$ touch file{1..3}
$ mkdir ../tes2
Dengan perintah diatas skenario kondisi 0 tercapai, kita mempunyai tiga file dalam folder tes1 dan nol file dalam tes2. Sekarang saatnya memback-up atau copy paste dengan rsync,
$ pwd
tes1
$ rsync -avz --update ./ ../tes2

Sunday, June 05, 2016

Todo List dan Bacaan Ramadhan 1437 H

Sekitar 3 tahun yang lalu, saya membuat daftar-untuk-dilakukan, todo list, untuk Ramadhan saat masih berada di Jepang. I think, I style need that kind of resolution and time management to manage my activity in this Ramadhan 1437 H. Here are my list:
  1. Read the Holy Quran
  2. Read the kitab: Wasiatul Mushtofa
  3. Write the Book: Engineering Math
  4. Packaging recitation of Al-Mathrood for Zekr (and KSU Ayat?)
Mengkhatamkan Quran
Saat ini saya punya 4 buah Quran yang tiap hari saya baca: 2 Quran ada di Rumah, 1 Quran di Kampus dan 1 Quran yang selalu berada di dalam tas untuk mengaji. Dua Quran yang di rumah saya baca secara bergiliran, keduanya saat ini berada di juz 22 dan 23. Satu Quran sudah lebih dari separuh saya baca, kira-kira sampai pada Juz 16. Dan satu Quran terakhir berada di juz 13 yang biasanya saya baca sambil menunggu pengajian dimulai. Jadi saya ingin mengkhatamkan keempat Quran tersebut, atau hampir dua khataman.

Ada tips menarik untuk mengkhatamkan Al-Quran dalam sebulan: tiap selesai sholat fardhu kita baca dua lembar, maka dalam sehari kita mendapatkan satu juz, khatam dalam sebulan. Teknik ini juga di-encourage productive muslim seperti pada gambar dibawah.

Sumber: Productive Muslim

Saturday, June 04, 2016

How to: Setup freely full custom domain from blogspot with Freenom

Blogger is free and Freenom is also free (at least for one year and can be extended continuously). Instead of using url forwarding which cannot show the full domain (like url of blog pages), we can setup fully custom domain with blogspot and Freenom (previously known as dot.tk).
Here is how:
  1. Login to your blogger blogspot 
  2. Go to Setting 
  3. In Basic >> Publishing >> Blog address, click "setup third party for your blog". Hold on... 
  4. Source: Tipsvstricks.com

Friday, March 25, 2016

Parallel programming pada Bash shell

Sejak tahun 2005, perkembangan processor komputer telah berganti paradigma, dari peningkatan clock CPU menjadi peningkatan jumlah core (Cek Wikipedia: Intel CPU Trends). Namun, pemrograman komputer yang banyak dipakai sekarang masih serial yang hanya mengandalkan single core. Artinya, kita belum banyak mengeksplorasi kemampuan komputer yang memiliki banyak core tersebut. Sebagai contoh, laptop saya memikil 4 physical core, jika saya hanya mengandalkan pemrograman serial, maka tiga core lainnya tak terpakai. Bagaimana cara memprogram secara parallel? Materi berikut saya peroleh dari workshop computational infrastructure dan scientific computing.

Screenshot workload 4 CPU (hyperthread) saat running parallel programming, keempat CPU menunjukkan beban kerja yang hampir 100% (baik pada "top" maupun system setting CPU history)

Instalasi

Cara termudah untuk parallel programming adalah dengan dengan menggunakan OS berbasis Linux. Saya menggunakan Ubuntu OS dengan library openmpi. Cara menginstallnya adalah sebagai berikut:
 sudo apt-get install openmpi-bin
Untuk mengeceknya, silakan ketik di terminal "mpirun" dan enter, Jika ada keterangan dan pesan "Report bugs to http://www.open-mpi.org/community/help/" berarti library openmpi sudah terinstall di Ubuntu.

Program Pertama

Program pertama yang bisa kita tes dengan mpirun adalah sebagai berikut,
 mpirun -np 12 /bin/hostname 
Program diatas artinya mencetak nama hostname (nama komputer) kita melalui 12 processor (-np 12). Meski jumlah processor kita hanya 4, namun kita bisa memerintahkan pada PC untuk me-run lebih dari jumlah CPU/processor. Sisa process (12-4=8) akan diluar setelah 4 process pertama, namun karena program diatas sangat ringan maka duabelas outputnya pun dapat ditampilkan bebarengan. Jika anda mendapat ouput 12 nama hostname, itu adalah hasil pemrograman parallel pertama anda. Hello world!

Sunday, March 20, 2016

Tutorial HG Mercurial SCM dengan Bitbucket

Mercurial merupakan sistem kontrol terdistribusi (mostly digunakan untuk source code management) yang "pintar". Mercurial adalah source code management (SCM) serupa dengan git yang digunakan untuk revision control system. Secara sejarah, Mercurial juga dibuat untuk menangani ketidakpuasan atas layanan Bitkeeper sebagaimana Linus membuat Git. Mercurial dibuat Matt Mackall, seorang open source developer yang saat ini bekerja di Facebook. Mercurial hanya "kalah waktu" beberapa saat setelah Git diluncurkan, dan Linux kernel community memilih menggunakan Git daripada Mercurial. Namun, banyak komunitas opensource lebih memilih mercurial seperti GNU Octave dan Herwig.

Secara konsep, mercurial berbasis python yang menjadikannya lebih "lambat" sedikit daripada Git yang berbasis C/C++. Sebaliknya, Mercurial lebih pintar daripada Git stupid content tracker dalam hal mememasukkan file ke repository (hg add), sedangkan git memasukkan file (git add) ke "stage". Impactnya, kita cuma perlu sekali saja meng- "hg add" sebuah file dalam repo. Git perlu "git add" setiap kali ada perubahan.

Instalasi
Pertama kita perlu tahu apakah Mercurial sudah terinstall atau belum pada komputer (Ubuntu) kita. Cek dengan,
$ hg --version

Jika tidak ada nomor versinya maka belum terinstall. Mercurial bisa diinstall melalui apt-get ataupun pip install.
 $ sudo apt-get install mercurial

atau
$ sudo pip install mercurial

Ya, seharusnya dengan salah satu perintah di atas, mercurial sudah bekerja di komputer kita. Saya lebih prefer dengan cara pertama (apt-get) daripada instalasi melalui python (pip). Cek lagi dengan "hg --version" untuk mengetahui berhasil tidaknya instalasi mercurial.

Repository setup
Siapkan beberapa file yang akan ditambahkan pada repository
$ mkdir nama-repo
$ cd nama-repo

Buat beberapa text untuk diimport pada repository. Misal buat tiga text file sebagai berikut
$ echo "foo" >> foo.txt
$ echo "bar" >> bar.txt
$ echo "baz" >> baz.txt

Untuk menghost repository di internet, kita menggunakan bitbucket.org yang menyediakan layanan hg mercurial free unlimited (really!). Ada dua cara untuk membuat repo baru, bisa dari bitbucket.org secara langsung, atau membuat secara local di PC kita kemudian mengimportnya.

Cara I

Thursday, March 17, 2016

Learn Python the Hardway : The work flow

Really, I want to say; I hate python programming. But, when I said something bad, the bad will come to me again and again. So, let's to to stop it. Python is interpreter language or scripted language. It doesn't need to compile like C or C++. It seems the easiest (programming) language to learn. How to learn it? How to master it? what is the hard way to learn as fast as possible? Here the work flow:

Tutorial:
  1. Do all exercise in Learn Python The Hardway by hand (type, not copy paste), from Exercise 1 to Exercise 39.
  2. Solve the Project Euler Problem, Problem number 1, 2, 3, 14, 17, 57, 79 and 102 with Python.
  3. Learn the basic concept of python and advanced it with python object oriented programming. 
  4. Learn Tutorial-python.
  5. Learn from software carpentry python lesson.
Free online MOOC (interactive coding, RECOMMENDED):
  1. Datacamp's intro to Python for Data Science
  2. EdX Intro to Python for Data Science (Connected to DataCamp)
  3. EdX introdution to Programming Using Python
  4. MITx 6.00.1x Introduction to Computer Science and Prorgramming Using Python
  5. EdX Using Python for Research

That's all, do it. You'll master the python on the hard way method. That is one of the most important thing that I got from the workshop of scientific computing.

Wednesday, December 16, 2015

Forensik Suara di Indonesia: Past, Present and Future

Berikut adalah resume singkat saya saat mengikuti "Workshop Forensik Suara Ucap di Indonesia: Pas, Present and Future" yang diorganisir oleh Kelompok Keahlian Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Fisika ITB. Workshop ini dibagi menjadi tiga sesi, sesi dari Komisi Pemberantasan Korupsi, sesi dari Puslabfor POLRI, dan sesi dari akademisi ITB.

Kebutuhan Penyidik akan Forensik Suara Ucap

Forensik suara ucap → Proses untuk menentukan apakah contoh dari suara seseorang (known sample) merupakan sumber dari suara yang diselidiki (unknown sample). Jenis alat bukti forensik suara ucap adalah sbb:
  • Rekaman suara 
  • Laporan forensik suara 
  • Pendapat ahli
Dari ketiga jenis alat bukti forensik suara diatas, jelas peran forensik sangat vital untuk bisa dijadikan referensi dalam menuntut tersangka/terdakwa dengan hukuman semaksimal mungkin. Didukung dengan barang bukti yang sah (real evidence), maka tugas KPK untuk menjerat koruptor akan semakin realistis. Dalam KUHAP Pasal 184 alat bukti yang sah adalah: keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Perluasan alat bukti (forms of evidence) ini mencakup alat bukti elektronik yang mencangkup rekaman suara maupun data pendukungnya. Trend penggunaan forensik suara dalam hukum semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Dalam film-film spy Hollywood, penggunaan teknologi suara sudah di-imajinasikan sangat canggih sehingga kita bisa mengetahui posisi seseorang hanya dari suaranya saja, misal dalam film Bourne, Mission Impossible atau 007.

Thursday, December 10, 2015

Particle Tracking: Least square fitting berbasis konvolusi

Ini adalah interpretasi bebas saya atas tutorial MDS di halaman granular material labs-nya. Idenya sederhana: menggunakan least square fitting berbasis konvolusi untuk menge-track pergerakan suatu partikel/image.

Least Square Fitting

Least square fitting adalah teknik kesesuaian atau kecocokan (godness fit) untuk mencari nilai terbaik yang paling mirip antara data observasi dengan data estimasi atau function fit. Jika data observasi dimisalkan dengan $y_i$ dan fungsi estimasi disimbolkan dengan $f(x_i)$ maka "least square fit" adalah jumlahan selisih nilai observasi dengan fitting function,

$$\sum\limits_{i=1}^n \left( {{y_i}-f ({x_i})}^2 \right)$$

Jika jika memiliki data dengan rentang error bar atau variansi, maka chi-square didefinisikan sebagai least square diatas dibagi dengan "error bar"nya, yakni, $\sigma$.

$$ \chi^2=\sum\limits_{i=1}^n \left( \dfrac{{y_i}-f({x_i})}{\sigma} \right)^2 $$

Nilai chi-square (χ2) berkisar antara 0 sampai dengan tak hingga (~), semakin kecil nilai chi-squared maka semakin mirip nilai observasi dengan nilai ekspektasi, dalam hal particle tracking, maka gambar bulatan particle akan semakin tipis sehingga semakin mudah dibedakan antar satu dengan yang lainnya. Pada tutorial kali ini, least square fitting yang digunakan adalah berbasis konvolusi yang akan dijabarkan pada tulisan dibawah.

Fungsi Partikel Ideal

Misalkan partikel yang ingin kita track posisinya memiliki fungsi ideal sebagai berikut, $$I_c(\vec{x})=\sum_{n=1}^{N} I_p(\vec{x}-\vec{x}_n(t);D,...),\;\;\;\;\;\;[1]$$ dengan $N$ adalah jumlah partikel dan $$I_p(\vec{x};D,...)$$ fungsi tersebut menggambarkan bentuk partikel ideal yang berada di tengah. Partikel ideal bergantung pada variabel diameter dan variabel lain yang digunakan dalam teknik pengolahan citra. Untuk demo ini kita menggunakan fungsi partikel ideal sbb,

$$I_p(\vec{x};D,w)= \dfrac{\bigl[1-tanh(\frac{|\vec{x}|-D/2}{w})\bigr]}{2}$$

Sunday, November 29, 2015

Public Lecture on Hearing Technology

On Thursday and Friday, 26-27 November 2015, we held public lecture on Hearing Technology. The first day, Prof. Jenkins from Colorado University shares about technology that helping world to better hearing. The following presentation is Prof. Jenkins' slide. While on the second day, Prof. Barajas, the president of International Association of Physician in Audiology (IAPA) teach us about the brain and electrical response in our auditory system. Enjoy it.




Sunday, November 22, 2015

Acoustic & Sound Engineer Training 2015

ASET (Acoustic and Sound Engineering Training) merupakan salah satu agenda diantara beberapa kegiatan ITB insight 2015. Materi ASET 2015 ini adalah sebagai berikut:
  1. Hearing Music
  2. Hearing Music in Different Environment
  3. Small Room Acoustics
  4. Music Production
Bagian keempat inilah sebenarnya esensi dari ASET 2015 ini. Pak Jack dari UPH Jakarta yang juga seorang praktisi sound engineer menjelaskan dengan gamblang tentang proses produksi music mulai dari gambaran proses produksi, pra produksi, produksi/recording dan paska produksi. Gambar 1 atas adalah screenshot software Reaper, sebuah DAW (digital audio work station) yang digunakan dalam ASET kali ini. Berikut adalah resume singkat tentang keempat tahapan produksi tersebut.

Screenshot Reaper 5.1, DAW yang digunakan pada ASET 2015

1. Gambaran proses produksi suara

Thursday, November 19, 2015

Combining Todo-Indicator with Dropbox

Todo-indicator is  indicator applet for todo list written as todo.txt. You can find more about todo-indicator in Github page here. For you who used more than one PC, or using  laptops and PCs, there is way to sync our todo list among our  computers by using Dropbox. Yes, instead of writing our  todo.txt in home directory, we can write it in Dropbox/todo.txt.

Screenshot of todo indicator in my Ubuntu PC

Here are my resume on combining todo-indicator with Dropbox (already installed):
  1. Download zipped file of to-do indicator from Github here move it to home(~).
  2. Make file todo.txt in ~/Drobpox/todo.txt
  3. Run todo-indicator command in Startup application
  4. /home/bagus/Todo-Indicator/todo_indicator.py Dropbox/todo.txt
    
  5. Add todo list with echo command, echo "let's do it" >> Dropbox/todo.txt
I already used it for more than two years after switching from sticky notes to other todo list apps to do improve my productivity.

Monday, October 26, 2015

National Acoustic Workshop 2015

Dalam rangka peringatan 50 tahun, Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITS mengadakan rangkaian workshop profesi Teknik Fisika, sharing alumni, gelar potensi, rally campus, malam keakraban dan peluncuran buku “Perjalanan 50 tahun Pendidikan Teknik Fisika di ITS” yang diselenggarakan pada 12-13 Oktober. Di usia ke 50 ini, Teknik Fisika telah berkembang memiliki lima bidang minat, yaitu Rekayasa Instrumentasi, Rekayasa Bahan, Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan, Rekayasa Fotonika dan Vibrasi dan Akustik. Pada tanggal 27-28 Oktober sebagai bagian rangkaian acara Dies 50 tahun Teknik Fisika ITS, Laboratorium Vibrasi dan Akustik (VibrastikLab) Teknik Fisika ITS menyelenggarakan “National Acoustic Workshop 2015”.

Pemenang poster session NAW 2015 bersama Kalab VibrasticLab (tengah)

Surabaya sebagai kota pahlawan dengan skala megapolitan memiliki potensi yang besar untuk menjadi smart dan green city. Disiplin ilmu teknik, khususnya yang berkaitan dengan rekayasa akustik dan fisika bangunan telah menjadi bagian perencanaan dan pembangunan kota untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Sebagai kota besar yang meraih pengakuan berupa ratusan penghargaan terkait kebersihan, keindahan dan aspek lain, kontribusi akustik dengan memanfaatkan taman kota dapat dijadikan obyek berupa soundscape (komponen akustik lingkungan yang dapat persepsi nyaman serta indah di telinga oleh manusia) kota Surabaya untuk menghindari gangguan kesehatan akibat bising karena meningkatnya aktifitas kota Surabaya. Disisi lain, bangunan cagar budaya, tempat ibadah maupun bangunan heritage lainnya di kota Surabaya layak dipelajari dan dikembangkan dari disiplin ilmu akustik dan fisika bangunan untuk meningkatkan daya saing kota Surabaya.

Sunday, October 11, 2015

A road to be physics engineer

Ketika memutuskan untuk ikut PMDK (Penelusuran Minat, bakat Dan Kemampuan) sepuluh tahun yang lalu, alasan saya memilih teknik fisika sangat sederhana. Saya suka fisika, tapi saya ingin kuliah di Teknik. Jawabannya cuma satu, Teknik Fisika. Gayung pun bersambut, saya diterima di Teknik Fisika ITS Surabaya.

Sebelum masuk kuliah dan sebelum di-ospek. Saya di pre-engineering-kan. Beruntung, karena itulah nilai lebih kami yang masuk seleksi melalui PMDK (pada waktu itu) dibanding mereka yang masuk melalui SPMB. Selama sebulan kami digodok, diajari lagi apa itu Fisika, Matematika, plus Pemrograman Komputer. Persiapan sangat penting sebelum bertanding, yakni dalam kuliah yang sesungguhnya.

Gate Teknik Fisika ITS (image source: Panoramio)

Saya pun mengikuti ospek, meski saya tidak setuju dengan sistemnya saya ikuti saja, toh ada baiknya. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun, ospek maba di ITS mengalami peningkatan, meskipun sedikit sekali. Di awal kuliah, saya langsung tancap gas pada bidang akademik. Saya termasuk yang paling awal ikut LKTI, masuk Lab, dan ikut beberapa kompetisi ilmiah. Ini budaya yang sudah saya bangun sejak SMA. Meskipun jarang menang tapi saya menyukai atmosfer berkompetisi. Life is competition, do the best to be winner!

Saya termasuk yang biasa saja saat kuliah, pernah bolos, pernah tidak lulus mata kuliah dan pernah (sering) tertidur saat kuliah. Materi kuliah di Teknik Fisika yang gado-gado kadang menyulitkan mahasiswa untuk bisa menguasai semua materi. Karena saat itu saya sudah masuk Lab (Lab. Rekayasa Akustik dan Fisbang), maka saya fokuskan untuk lebih mempelajari bidang akustik dan getaran saja, serta beberapa bidang yang saya sukai. Jujur saja, di awal kuliah, ketika diceritakan betapa sejahteranya seorang instrument engineer, saya tergiur untuk masuk bidang instrumentasi. Akhirnya saya menyadari, teknik fisika bukan mendidik mahasiswanya untuk menjadi seorang instrument engineer saja, tapi lebih dari itu, seorang physics engineer yang mampu memahami ilmu Fisika dibalik suatu fenomena yang terjadi serta memecahkan persoalan yang dihadapinya dengan mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya tersebut, itulah engineering physics, fisika teknik.

Saturday, October 10, 2015

Running job with proper software version via modulefiles in supercomputer

Motivation

On HPC cluster (high performance computing/supercomputer), it is often to have multiple version of the same software installed. When the user want to use the specific software which the certain library, changing environment variable like $PATH manually is tedious and sometime difficult, the is the common errors during running job in HPC. To solve the problem, corresponding shell script would have to be written for multiple languages. All of these explicit steps are error prone and difficult to maintain. It is also no simple upgrade path. One exist solution is by using modulefiles, a (Unix) tool for dynamic modification of a user's environment.

Module Commands

Here are some module commands:
  • module avail: to check available modulefiles
  • module list: view current active modules
  • module purge: delete currently loaded modules
  • module load <package>: to load default module <package>
  • module load <package/version>: to load module <package> on specific version.
  • module unload <package>: unload the package
  • module show <package>: display command triggered by module load
  • module whatis <package>: display 1-line info about the module
  • module help <package>: need a help?

Thursday, October 08, 2015

Installing Octave 4.0 in Ubuntu 14.04

So I already have Octave 3.8.1 in my machine, Ubuntu 14.04, with signal, control and audio package. I want to upgrade it to the newest one, Octave 4.0.0 which has GUI as default and some improvements. How to install Octave 4.0 on Trusty? Here is how, the defaults didn't works for me (actually it works but has some errors).

Octave 4.0.0 on Ubuntu 14.04 Trusty with GUI as default

Step-by-step:

Building your own NAS/NFS solution with NAS4Free

NAF4Free is a fork of BSD/FreeBSD which is dedicated for network attached storage. The NFS, Network File System, is shared file system protocol allowing client to access file across network. The following is my resume of tutorial given on HPC workshop in ICTP about building own NAS/NSF solution with Nas4free.

NAS4Free Web UI interface

It is assumed you already has master and compute nodes in Virtualbox, so the next task is to mount NAS4Free on master either on compute node.

Mount NAS4Free from Master Node

Wednesday, October 07, 2015

Green Computing ala Barcelona Supercomputer

Selain metrik performansi yang diukur dalam floating points operation per second (FLOPS) dan diranking oleh TOP500, ada metrik lain yang dijadikan acuan yakni Flops/W yang menunjukkan seberapa besar superkomputer tersebut ramah lingkungan dan diperingkat oleh GREEN500. Metrik lain yang bisa dijadikan acuan adalah Flops/$, kemampuan superkomputer per USD, namun belum ada website yang memeringkat berdasarkan metrik tersebut.

Untuk menuju superkomputer ramah lingkungan, hal yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan CPU atau core low-power semacam ARM. Mont-blanc adalah project Uni Eropa untuk mengevaluasi CPU di pasaran yang bisa dijadikan superkomputer berenergi rendah. Mont-blanc project di-handle oleh BSC (Barcelona Supercomputing Centre) di Spanyol. Tulisan berikut adalah ulasan singkat studi profile energi yang digunakan oleh Mont-blanc di BSC yang saya lakukan secara remote dengan protokol SSH (script codes saya host di Github).

Superkomputer Barcelona menggunakan platform SLURM, sehingga perintah-perintah yang digunakan pada cluster superkomputer tersebut berbeda dengan cluster yang saya bangun dengan VirtualBox sebelumnya. File script yang saya gunakan untuk mendapatkan power profile Mont-blanc saya host disini (authored by Filippo Mantovani).

ssh ke superkomputer Barcelona

Step-by-step:

Membangun komputer cluster di VirtualBox dengan Rocks kit, Part 2: Testing

Setelah berhasil membangun dan menginstall kluster komputer di VirtualBox, saatnya untuk mengetes kluster tersebut dengan komputasi parallel. Goal yang ingin kita tuju adalah membagi job komputasi (berupa command/script) pada masing-masing node yang sudah kita tambahkan pada master node agar komputar tersebut lebih cepat.

Pertama kita tambahkan user agar bisa login ke kluster dengan perintah useradd (login as root in master),
useradd bagus1
useradd bagus2
passwd bagus1
passwd bagus2
rocks sync users
Perintah-perintah diatas akan menambahkan user (bagus2 dan bagus2), mengeset masing-masing password untuk user dan mensinkronkan user dari master ke nodes.

Sinkroniasi user antar compute nodes

Sunday, October 04, 2015

Membangun kluster komputer di VirtualBox dengan Rocks kit, Part 1: Instalasi

Mambangun kluster komputer sangat dibutuhkan untuk melakukan simulasi dan komputasi yang membutuhkan perfomansi tinggi (high performance komputing, HPC), salah satunya adalah pada superkomputer. Untuk membangun superkomputer dengan kluster, ada baiknya dilakukan simulasi dengan menggunakan virtualisasi, yakni dengan menggunakan VirtualBox. Tujuan tulisan ini adalah unutk membangun komputer kluster di VirtualBox dengan Rocks kit (www.rockscluster.org), sebuah open source kit (OS, operating system) untuk real dan virtual cluster.

Gambar infrastruktur yang akan kita bangun adalah seperti berikut,
Komputer kluster dengan 1 Master dan 2 Compute node
Sebelum masuk pada langkah-langkah development cluster ini, ada baiknya kita membiasakan dengan menu-menu VirtualBox seperti di bawah, jika sudah pernah memakainya, silakan lanjut pada step-by-step.

VirtualBox pada Linux Mint
Requirement :
  • Komputer yang sudah terinstall VirtualBox dengan space kosong minimal 30 GB dan RAM 4 GB
  • File ISO instalasi RocksCluster yang bisa di download disini.